Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Changes of Economic Structure and Poverty of Women Migrant Worker in Majangtengah Village Sukesi, Keppi; Inggrida, Jedda Ayu
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Vol 35, No 2 (2019): Vol 35, No 2 (2019): Volume 35, No. 1, Year 2019 [Accredited Sinta 2] No 10/E/K
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v35i2.4899

Abstract

The problem of poverty in the rural area of Java is a structural and cultural problem in multidimensional aspects. This research attempts to discern the women migrant workers (WMW) contribution to change their origin, the village they live, so that the WMW family is able to fulfill the needs for a worthy life and later increases the welfare of the village. This research was conducted in Majangtengah Village, Dampit, Malang District. It analyses the economic and poverty condition using a mixed-method, both qualitative and quantitative. The poverty level in the village of sender’s of WMW has changed over 30 years. There is no longer poverty in this village which can be seen from the resident house, source of drinking water, facilities of village infrastructure, including the means of worship and Islamic religious school, Madrasah. The WMW has a substantial contribution to their village. There is no unemployment; the children can get their education; the husband can create jobs outside the farm such as being a driver, open stalls/shops, make handicrafts from wood/bamboo, and establish a productive household business.
KAJIAN STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI EKOSISTEM PESISIR Susilo, Edi; Sukesi, Keppi -; Hidayat, Kliwon -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.815 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan sosial masyarakat dan dinamika kapasitas ruang dan titik kritis struktur sosial dalam ekosistem pesisir. Penyebab utama perubahan struktur adalah masuknya unsur-unsur pembentuk struktur dari luar (individu, sistem), atau karena meningkatnya akses masyarakat terhadap perubahan di lingkungan lokal, maupun di lingkungan sosial luarnya. Dinamika kapasitas ruang struktur sosial di ekosistem pesisir Karanggongso selama masa pengamatan dapat dijelaskan melalui dua indikator penting, obyektif dan subyektif. Titik kritis ada yang berlaku secara umum, dan ada yang berlaku secara khusus. Penelitian ini menjelaskan bahwa teori evolusi berpeluang besar untuk disintesakan dengan teori-teori lain seperti teori konflik, ekuilibrium, dan teori timbul –tenggelam. Proses sistesa ini merupakan langkah opearasional pemetaan teori skematis yang dilakukan oleh Appelbaum. Dinamika struktur sosial sangat penting diketahui oleh pemeritah dan LSM, yang mana mereka memiliki perencanaan pembangunan dalam masyarakat nelayan. Kata kunci: struktur sosial, evolusi, kapasitas ruang, titik kritis ABSTRACT Research aim is to analyse any social changes and dynamic of space capacity and critical point of social structure in  coastal ecosystem. The main factor of  structural change is external factor of structural formation (individu , system), or increase of community access to the change of local social environment, and external social environment. Dynamics of space capacity of social structure in coastal ecosystem of Karanggongso during periode of research can be explained through the two indicators, objective and subjective. There are a general critical point and a special critical point. This results explain that a evolution theory  suggest a high possibility to be synthesized with any other theories, e.g. a conflict theory, an equilibrium theory,   and a “timbul-tenggelam” theory. The synthesis process is an operational stage in a schematic mapping of theories by Appelbaum. Dynamics of social structure must be known bt any goverment and NGO, which have any development plans in the fisherman community.   Keywords: social change, space capacity, critical point, coastal ecosystem.
Diplomasi Hibrida: Perempuan Dalam Resolusi Konflik Maluku Asyathri, Helmia; Sukesi, Keppi; Yuliati, Yayuk
Indonesian Journal of Women's Studies Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.708 KB)

Abstract

Keberadaan perempuan diakui oleh masyarakat internasional sangat penting dalam proses penyelesaian konflik, namun menjadi persoalan lain ketika dihadapkan pada pertanyaan “dapatkah perempuan berperan sebagai agen resolusi konflik diluar pertemuan formal?”. Peneliti berniat menggali aktivitas perempuan di wilayah non-formal, sebagai bentuk Diplomasi Hibrida yang berpengaruh dalam resolusi konflik di Maluku. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif - kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang berlokasi di kota Ambon, Maluku.  Hasil penelitian ini mengidentifikasi konflik komunal di Maluku sebagai konflik sosial yang berkepanjangan, yang dinamikanya sesuai dengan model Protracted Social Conflict yang dikembangkan oleh Edward Azar. Namun berbeda dengan model Azar yang mainstream dan tidak sensitive gender, penelitian ini memperlihatkan peran perempuan di sektor informal seperti di pasar tradisional mampu mempengaruhi proses resolusi konflik Maluku. Aktifitas Papalele atau perempuan pedagang di kota Ambon, tanpa mereka sadari dapat membantu proses resolusi konflik. Perannya dalam tahapan Peacekeeping, Peacemaking, maupun Peacebuilding menjadikan mereka anomali dalam kajian resolusi konflik dan diplomasi. Dengan demikian, Papalele dan aktifitas perdagangannya di Ambon dapat dikatakan sebagai aktor dan aktifitas Diplomasi Hibrida.Kata Kunci: Diplomasi Hibrida, Resolusi Konflik, Protracted Social Conflict, Papalele, Isu Perempuan
Dampak Perubahan Sistem Pertanian Terhadap Pola Pembagian Kerja Secara Seksual Di Pedesaan (Studi Kasus Di Desa Nambakan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri) Mulyaningtiyas, Ratna Dewi; Sukesi, Keppi
Indonesian Journal of Women's Studies Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian kerja secara seksual adalah pembagian kerja yang didasarkan atas jenis kelamin. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut ialah budaya, teknologi, kepadatan penduduk dan sistem usaha pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bentuk perubahan sistem pertanian yang ada di Desa Nambakan, 2) menganalisis bentuk pembagian kerja secara seksual di Desa Nambakan sebagai akibat dari perubahan sistem pertanian, 3) menganalisis kesenjangan antara laki-laki dan perempuan sebagai akibat dari perubahan sistem pertanian. Metode penelitian yang digunakan studi kasus. Jumlah informan ada 14 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisa gender Model Harvard. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat Desa Nambakan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 kerja adalah; a). perubahan pada teknologi pertanian, b). perubahan dalam pemasaran hasil pertanian, c). perubahan dalam pola kerja. (2). Bentuk pembagian kerja secara seksual yang dulunya perempuan hanya di ranah domestik dan produktif (off-farm) sekarang perempuan di ranah domestik, produktif (on-farm), sosial kemasyarakatan, serta  akses dan kontrol perempuan atas sumberdaya pertanian, (3) Adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dilihat dari peran perempuan yang merangkap pekerjaan baik di ranah domestik maupun ranah produksi, dengan pembagian kerja yang memperkecil kesenjangan. Kata kunci: sistem pertanian, perubahan sosial, pembagian kerja, gender
Tingkat Kebahagiaan Perempuan Buruh Migran Indonesia (BMI) (Kasus Di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang) Sari, Yeni Puspita; Sukesi, Keppi; Suhartini, Suhartini
Indonesian Journal of Women's Studies Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia pada dasarnya menginginkan kebahagiaan, Salah satunya adalah melalui peningkatan kesejahteraan. Terbatasnya lapangan pekerjaan, terutama di pedesaan membuat banyak masyarakat pedesaan berprofesi sebagai petani atau buruh tani. Tetapi, pekerjaan tersebut seringkali tidak menjamin kesejahteraan. Sehingga, banyak perempuan yang memutuskan untuk melakukan migrasi internasional dan bekerja di sektor informal. Namun, tidak semua orang selalu memperoleh kebahagiaan hidup meskipun kondisi kesejahteraannya meningkat, karena disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekerasan dari majikan, overstay, gaji tidak dibayar, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak migrasi internasional terhadap kebahagiaan perempuan Buruh Migran Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Buruh Migran Indonesia yang berasal dari keluarga petani dan telah purna dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dengan jumlah 17 orang. Data diperoleh dengan cara wawancara yang berpedoman pada kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kebahagiaan pada beberapa indikator, yaitu kepuasan terhadap kesehatan, ketenangan, rasa takut, religiusitas, depresi, kelancaran penggunaan bahasa, alokasi waktu kerja dan waktu istirahat, serta hubungan dengan keluarga dan masyarakat, sehingga jika dihitung skor kebahagiaan responden menurun dari 38,95 menjadi 37,99. Akan tetapi, kemampuan membaca dan menulis responden meningkat melalui penguasaan bahasa asing dengan adanya pendidikan di PT. PJTKI. Pendidikan non formal responden juga mengalami peningkatan melalui kursus atau peningkatan pengalaman kerja dan adanya perubahan tutur kata maupun perilaku sopan santun melalui kebiasaan yang diperoleh di tempat kerja. Standar hidup responden juga mengalami peningkatan melalui pemilikan aset, seperti teknologi informasi, tanah/sawah, serta adanya peningkatan pendapatan keluarga melalui kontribusi remitan. Sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga. Sebaiknya Pemerintah lebih banyak membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya perempuan mengingat adanya Moratorium pengiriman TKI pada tahun 2017, serta untuk mengurangi adanya praktek perdagangan manusia.   Kata kunci: Kebahagiaan, Perempuan, Buruh Migran Indonesia
SPIRIT DAN ENERGI SOSIAL PEREMPUAN MADURA, DALAM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL Sukesi, Keppi; Wisaptiningsih, Umi; Nurhadi, Iwan
Jurnal Interaktif Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.62 KB)

Abstract

This research aims to: 1) identify and analyze spirit of Madurese women to do the productive and domestic work; 2) analyze dominant and intrinsic behavior of Madurese woman in household economy; 3) analyze the perception of Madurese women to social change, economy and traditional institute.Qualitative approach were conducted as research method and population of study was Madurese women, both, who live in Madura Island and outside Madura Island (migrant). Research location selected purposely in Pamekasan, City of Malang and Southside of Malang Residence. Case study method was used exhaustively combined with historical approach and census document and also with focus group discussion with Madurese women. Informants was selected to depict various characteristics  and was traced by snowball system. Data intake was conducted with 1) Structured Interview; 2) Observation; 3) group interview; d) understanding symbolic value and myth. The data analyzed by descriptive qualitative method.The research conclusion showed that spirit of Madurese woman from various coat as an inhabitant or a migrant show the high spirit which supported by accomplished working ethos. This ethos was resulted by requirement of religious service, independence and obligation. The Migration of Madurese women was influenced by coush to prove their life quality. Potential local institution is assisting the women work in marionette pesantren, tanean lanjeng, and agriculture institution and commerce. Spirit of Madurese woman the eager beaver is pushed by social energy of migrating behavior and powered by the will to increase to increasing the family life quality. This research needs to be continuied to find comprehensive local knowledge of the women executed by circumstantial study and focused discussion on working activity and local adaptation ethic.Keyword: Social Energy, Madurese Woman
Dampak Lembaga Keuangan Mikro (Lkm) Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Petani Safitri, Reza; Sukesi, Keppi; Mila, Mufidatul
Jurnal Agrise Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Sosek FPUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.18 KB)

Abstract

Setiap masyarakat hidup dalam bentuk dan dikuasai oleh lembaga-lembaga tertentu. Yang dimaksud lembaga adalah organisasi atau kaidah-kaidah, baik formal maupun informal, yang mengatur perilaku dan tindakan anggota masyarakat. (Mubyarto,1989).Kondisi para petani dan pengusaha pedesaan pada umumnya tidak bisa memenuhi ketentuan-ketentuan Bank Indonesia.Keberadaan keuangan mikro tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan.  Bahkan perhatian dan usaha untuk mengembangkan keuangan mikro terutama didasarkan pada motivasi untuk mempercepat usaha penanggulangan Pembangunan pertanian termasuk pula dengan adanya LKM (Lembaga Keuangan Mikro). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) “Sahabat Tani”.(2).   Mendeskripsikan dampak  LKM “Sahabat Tani” terhadap perubahan sosial ekonomi petani Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah:1).Pelaksanaan kegiatan Simpan Pinjam Lembaga Keuangan Mikro LKM Sahabat Tani desa Bedali yang didirikan pada bulan September 2005 adalah organisasi lembaga keuangan yang didirikan untuk kepentingan petani/anggota dengan kegiatan utama yaitu kegiatan simpan pinjam. 2). Dengan demikian kehidupan sosial petani sebelum menjadi anggota LKM Sahabat Tani di desa Bedali yang terdiri dari nilai/norma, interaksi sosial,  sikap, pengetahuan dan ketrampilan adalah rendah. Setelah menjadi anggota LKM Sahabat Tani perubahan terhadap nilai/norma beradap pada skor 2,55 dengan presentase sebesar 85% dan kategori sedang, interaksi sosial mempunyai skor 2,45 dengan presentase sebesar 81,67% dan kategori sedang, sikap mempunyai skor 2,60 dengan presentse sebesar 86,67% beradap pada kategori sedang, pengetahuan mempunyai skor 2,70 dengan presentase sebesar 90% dan kategori sedang, untuk ketrampilan mempunyai skor 2,50 dengan presentase sebesar 83,33% dan kategori sedang. Perubahan ekonomi didapatkan sebelum menjadi anggota LKM Sahabat Tani indikator rata-rata skor jawaban  dengan presentse sebesar 66,66% dan kategori rendah. Setelah menjadi anggota LKM Sahabat Tani kehidupan ekonomi mempunyai rata-rata skor jawaban 2,57 dengan presentase sebesar 85,33% dan kategori tinggi.   Kata kunci: Dampak,Perubahan Sosial ekonomi, Petani
Persepsi Wanita Pedagang Terhadap Pasar Induk Puspa Agro Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Sukesi, Keppi; Ferlinda, Devi Ayu
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.813 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro, (2) Mendeskripsikan peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro, (3) Menganalisis kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk mendeskripsikan persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro digunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk mendeskripsikan  peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro dengan analisis gender. Sedangkan untuk menganalisis kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga, menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro melalui inovasi yang disediakan kurang menunjukkan tanggapan positif. (2) Peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro dilihat dari keempat aspek gender menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan perdagangannya di Puspa Agro dilakukan sendiri oleh mereka. (3) Nilai rata-rata kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 41%. Dengan proporsi kontribusi sebesar itu wanita pedagang telah merasa mampu membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kata kunci : persepsi, peran produktif wanita, wanita pedagang
MODAL SOSIAL DALAM KOMUNITAS PEDAGANG SAYURAN DIDESA TAWANG ARGO KECAMATAN KARANG PLOSO KAB. MALANG Riyanto, Sugeng; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
HABITAT Vol 25, No 2 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui aktor dalam pemasaran sayuran, 2. Menganalisi unsur-unsur dan proses terbentuknya modal sosial. 3.  Menganalisi peran modal sosial dalam pemasaran sayuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah model interaktif. Hasil penelitian ini adalah : 1. Aktor-aktor yang terlibat dalam aktivitas pemasaran sayuran adalah Pedagang Pengepul tingkat desa, Pedagang pengepul besar, Pedagang pengepul besar untuk pasar pedagang supplier Supermarket, Pedagang supplier  Supermaket, Pedagang pengecer, dan Pekerja. 2. Unsur-unsur  modal sosail: kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial.  Proses terbentuknya modal sosial dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Modal sosial pedagang dengan pekerja dan petani merupakan modal sosial yang tumbuh dari hubungan tetangga dan saudara. 2. Modal sosial pedagang dengan pedagang lain adalah sebuah proses interaksi yang terus menerus.3. Peran dari modal sosial dalam usaha pemasaran sayuran yaitu:1. Memudahkan pedagang dalam mendapatkan sayura melalui ikatan dengan petani dan pedagang pengepul tingkat desa. 2. Dalam pengelolan tenaga kerja akan lebih efisian tanpa diperlukan pengawasa. 3. Memperkecil biaya pemasaran dan juga memberikan jaminan padagang untuk produk yang pedagang jual. Kata Kunci: Modal Sosial, Pemasaran Sayuran,  jaringa sosial, kepercayaan dan norma.
STRUKTUR PENGUASAAN LAHAN PERTANIAN DAN HUBUNGAN KERJA AGRARIS PADA MASYARAKAT TENGGER (Studi Kasus Di Dusun Krajan, Desa Sapikerep, Kawasan Pegunungan Tengger Lereng Atas) Susanti, Anik; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
HABITAT Vol 24, No 1 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.47 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: mendeskripsikan perpecahan dan fragmentasi lahan pertanian,   struktur pemilikan dan pengusahaan lahan pertanian serta hubungan kerja agraris pada masyarakat Tengger lereng atas. Desain studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif  digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut diatas.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perpecahan lahan yang bersifat permanen disebabkan oleh sistem pewarisan dan jual beli lahan pertanian. Sedangkan perpecahan lahan yang bersifat sementara  karena  sewa menyewa, bagi hasil dan gadai. Sementara itu, fragmentasi lahan milik terjadi pada petani berlahan luas. Fragmentasi lahan garapan dialami oleh setiap lapisan petani  yang menambah lahan garapan melalui sewa, bagi hasil dengan dinas pertanian dan pihak  perhutani. (2) Struktur pengusahaan(garapan) lahan lebih merata ketimbang struktur pemilikan lahan pertanian. Luas rata-rata pemilikan lahan adalah 0,55 ha dan luas rata-rata pengusahaan lahan 0,80 ha. Hubungan sosial antar petani lapisan atas, menengah dan bawah terjadi melalui penyerahan hak menggarap untuk sementara waktu dan hubungan kerja agraris. Kata Kunci: Perpencaran dan fragmentasi lahan pertanian, struktur pemilikan dan pengusahaan Lahan Pertanian,masyarakat Tengger