Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER PADA SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT PISANG (Musa Spp) Rico Anggriawan; David Kurniawan; Moh Aprillia Hatta
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang sangat potensial sebagai pakan karena mengandung zat gizi yang baik untuk ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit pisang (Musa spp) terhadap pertambahan berat badan dan konversi pakan pada ayam broiler di Kabupaten Kediri. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging jantan strain Cobb CP 707 sebanyak 20 ekor ayam pada fase finisher dimulai saat ayam umur 3 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Terdapat 4 kombinasi perlakuan yaitu: P0 (Kontrol), pakan komersial tanpa penambahan kulit pisang; P1 = 20% kulit pisang; P2 = 10% kulit pisang; dan P3 = 5% kulit pisang. Data konsumsi pakan, konversi dan pertambahan bobot badan yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variant (Anova), kemudian bila terjadi perbedaan signifikan diteruskan dengan uji jarak berganda Duncan’s dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat badan ayam pedaging jantan menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata di antara perlakuan, sedangkan pada konversi pakan terdapat perbedaan yang nyata. Pemberian pakan tambahan tepung kulit pisang sebesar 5% pada pakan komersial fase finisher memberikan hasil nilai konversi pakan terbaik. Kata Kunci : Tepung Kulit Pisang, Pertambahan Berat Badan, Konversi Pakan.
ESTIMASI PERMINTAAN KARKAS AYAM PEDAGING DI KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga karkas dipengaruhi oleh hukum pasar yaitu faktor permintaan dan ketersediaan barang maupun fluktuasi harga komoditas pertanian sebagai bahan baku pakan ayam ras. Pemilihan Kecamatan Pare sebagai lokasi penelitian berdasarkan pertimbangan bahwa rumah tangga di Kecamatan Pare memiliki konsumsi daging ayam ras tertinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Kediri. Metode penelitian kualitatif yaitu metode estimasi permintaan konsumen terhadap karkas ayam pedaging yang bersifat deskriptif, artinya mencari data yang secara langsung diperoleh dari konsumen untuk mengestimasi permintaan mendatang dengan menggunakan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah semakin tinggi harga karkas ayam pedaging maka akan semakin rendah daya beli masyarakat. Faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi karkas di Kecamatan Pare adalah jumlah anggota keluarga, pendapatan rumah tangga, dan harga karkas itu sendiri. Kata Kunci : Konsumsi, Karkas Ayam Pedaging, Permintaan
ANALYSIS BIAYA PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI PERAH “ANUGERAH” DI KECAMATAN PAGU KABUPATEN KEDIRI Diyah Ayu Candra; Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat biaya tetap atau dengan kata lain (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) usaha ternak sapi perah “Anugerah” di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Penelitian tersebut memiliki metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang diakomodir melalui pengamatan langsung ke objek penelitian dan wawancara ke pemilik. Bahan dan materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang didapat dari peternak. Analysis biaya variabel (variable cost) dan biaya tetap (fixed cost) usaha peternakan sapi perah dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil biaya tetap (fixed cost) usaha peternakan sapi perah “Anugerah” di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri tertinggi pada komponen biaya penyusutan ternak memiliki nilai yang cukup besar yaitu Rp. 10.244.435., sedangkan biaya variabel yang paling tinggi adalah komponen biaya pakan sebesar Rp. 64.122.000 per tahun Kata Kunci : Sapi Perah, Biaya Tetap, Biaya Variabel
BOBOT LAHIR ANAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DAN SENDURO DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Rifa'i Rifa'i; Dian Afikasari; Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.448

Abstract

Ternak kambing PE dan kambing Senduro merupakan ternak yang sedang dan terus dikembangkan saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bobot lahir anak kambing PE dan Kambing Senduro. Metode penelitian menggunakan studi kasus di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijuan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Singosari, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan adalah kambing PE dan kambing Senduro bunting tua masing-masing sebanyak 30 ekor, yang kemudian dilakukan pengamatan saat fase partus untuk mengetahui bobot lahir anak yang dihasilkan. Bobot lahir anak kambing PE tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,8726 ± 0,3874 > 3,7754 ± 0,6859, sedangkan bobot lahir anak kambing Senduro menunjukkan tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,7198 ± 0,4234 > 3,4230 ± 0,3252. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa bobot lahir pada anak kambing PE dan kambing Senduro tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : Anak kambing, Bobot lahir, kambing PE dan kambing Senduro
PENGARUH PEMBERIAN ASAM SITRAT (CITRIC ACID) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP FCR (FEED CONVERTION RATIO) DAN HDP (HEN DAY PRODUCTION) AYAM PETELUR DI KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI Agung Kukuh Prasetyo; Rico Anggriawan; Dian Afikasari
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian asam sitrat (citric acid) terhadap FCR dan HDP ayam petelur. Penelitian dilakukan selama satu bulan di Tandjaja Farm, Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri dimulai tanggal 30 Maret sampai 28 April 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan dan lima ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah perlakuan kontrol tanpa asam sitrat (P0), perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,1% (P1), perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,3% (P2), dan perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,5 % (P3). Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, berat telur, FCR (Feed Convertion Ratio), dan HDP (Hen Day Production). Materi yang digunakan adalah 200 ekor ayam ras petelur dengan strain ISA Brown dengan jumlah 10 ekor per perlakuan . Analisis data yang dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Data yang dihasilkan diolah dan dianalisis menggunakan analisis varian (Anova) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf signifikansi 5% jika perbedaannya signifikan. Hasil penelitian menampilkan aplikasi asam sitrat (citric acid) sebagai feed additive sampai taraf 0,5 % dalam pakan ayam ras petelur tidak berpengaruh nyata (p >0,05) terhadap konsumsi pakan, berat telur, FCR (Feed Convertion Ratio), dan HDP (Hen Day Production). Tetapi pemberian asam sitrat (citric acid) pada P1 dengan taraf 0,1 % dan P2 dengan taraf  0,3 % menghasilkan efek yang cenderung paling baik terhadap produksi ayam petelur   Abstract The purpose of this study was to determine the effect of citric acid on the FCR and HDP of laying hens. The study was conducted for one month at Tandjaja Farm, Lamong Village, Badas District, Kediri Regency starting from March 30 to April 28, 2022. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) using four treatment and five replications. The four treatments were control treatment without citric acid (T0), treatments with 0.1 % citric acid level (T1), treatment with 0.3 % citric acid level (T2), and treatment with 0.5 % citric acid level (T3). The variables observed were feed consumption, egg weight, FCR (Feed Convertion Ratio), and HDP (Hen Day Production). The material used was 200 laying hens with ISA Brown strain with a total of 10 chickens per treatment. Data analysis was carried out by descriptive analysis and quantitative analysis. The resulting data is processed and analyzed using analysis of variance (Anova) followed by Duncan Multiple Range Test at a significance level of 0.5 % if the difference is significant. The results showed that the application of citric acid as a feed additive to a level of 0.5 % in laying hens had no significant effect (p>0.05) on feed consumption, egg weight, FCR (Feed Convertion Ratio), and HDP (Hen Day Production). However, giving citric acid to T1 with a level of 0.1 % and T2 with a level of 0.3 % resulted in the best effect on the production of laying hens
tudi Kasus Pertambahan Berat Badan dan Feed Conversion Ratio (FCR) Pada Ayam Broiler di Narti Farm Blitar Didik Agung Prastio; Dewi Konita; Rico Anggriawan; Rifai Rifai; Fransiskus Y. D. Kadju
JAS Vol 7 No 2 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - April 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v7i2.1860

Abstract

This study aimed to determine the weekly weight gain of broiler chickens at Narti Farm Blitar. This research is survey research where data collection is assisted by questionnaires using interview techniques and field observations. Locations and respondents were determined by the purposive sampling method. This research was conducted in a closed house with a population of 8.000 broiler chickens. Analysis of weight gain using the formula for weight in the latest week (grams) minus weight in the previous week (grams) then divided by 7 days. The weight gain of broilers at Narti Farm is between 1,4 to 1,5 kg with a feed conversion ratio of 1,4 and harvesting age between 29 to 30 days. The results showed that the weight gain and feed conversion ratio at Narti Farm Blitar was in accordance with company standards with the implementation of controlled production management. Broiler farming at Narti Farm is a viable business to run.