Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengolahan Jamu Tradisional sebagai Minuman Peningkat Imunitas Tubuh Sama’ Iradat Tito; Muhammad Ma’ruf; Arina Roikhana; Lailatul Maghfirah; Sulis Setiawati; Zuhrotul Chumairoh; Nur Mufida; Durrotul Hasanah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i2.13244

Abstract

Jamu merupakan obat tradisonal dengan bahan dasarnya berasal dari alam dengan pemberian dari warisan budaya secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dimasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat disarankan untuk banyak mengonsumsi jamu dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melakukan sosialisasi kepada Ibu PKK serta perangkat Desa Srimulyo tentang pengolahan jamu tradisonal yang mempunyai potensi sebagai minuman peningkat imunitas tubuh. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan langsung, cerama dan praktek. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di Desa Srimulyo. Metode ceramah dilakukan memberikan informasi tentang manfaat dari jamu tradisional sebagai minuman meningkatkan imunitas tubuh. Metode praktek dilakukan untuk memberikan pelatihan pengolahan jamu tradisional yang baik dan benar. Hasil yang didapat melalui kuisioner uji organoleptik didapat nilai rata-rata rasa olahan jamu tradisional 3.60, nilai rata-rata aroma olahan jamu tradisional 3.85, nilai rata-rata warna olahan jamu tradisional 3.75, dan nilai rata-rata kesukaan olahan  jamu tradisional 3.70.
The Influence of Colour Trap to The Community Structure on Apple Plant in Junggo, Tulungrejo Village, Bumiaji District, Batu City (Preliminary Study About Armoured Scale (Diaspididae family)) Sama' Iradat Tito; Gatot Mudjiono; Abdul Latief Abadi; Toto Himawan
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2019.010.01.11

Abstract

Scales have attacked 9 hectares of apple land spread in 8 villages of Bumiaji sub-district such as Giripurno village, Tulungrejo village, Pandanrejo village, Sumbergondo village, Bulukerto village, Punten village, Gunungsari village, and Bumiaji village. This pest is a perennial pest on apple crops and difficult to control. The current way of control has not been able to overcome this pest problem. Therefore, research is needed to get effective control technology and easy to implement. The use of colour traps in addition to control needs, and also expected to needs of monitoring and identification of existing problems that make this pest difficult to control. This research was conducted to find out the effect of colour trap to community structure at Junggo, Tulungrejo Village, Bumiaji Sub-district, Batu City. Colour traps are fitted with 10 types of treatment colour with 3 replication. The observational data were analyzed by using community test. The results showed that the community analysis on the colour trap indicating that the index of diversity (H') and the dominance index (C) all treatments and families were small but the uniformity index (E) belonged to the stable community was owned by treatment B8 white colour with height 1.5m) and B9 (clear colour with height 1m). The largest dominant index (C) data of Diaspididae family (scales) is owned by B7 treatment (white colour with height 1m) of 0.18. The natural enemy species of scales found on apple plants is Encarsia strenua (silvestri) : Famili Aphelinidae.Key Words: Apple, Colour trap, Scales
Pengaruh Gelombang Ultrasonik Jangkrik (Acheta domesticus) terhadap Pola Perilaku Makan Pasif dan Gerak Pasif Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Sama’ Iradat Tito; Bagyo Yanuwiadi; Chomsin Sulistya
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.326 KB)

Abstract

Abstrak Tikus sawah merupakan hama utama dan penyebab kerugian terbesar pada tanaman padi di Indonesia. Cara pengendalian hama yang ada sampai saat ini belum sepenuhnya dapat mengatasi masalah hama tikus. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan teknologi pengendalian yang efektif dan mudah dilaksanakan dengan menggunakan gelombang ultrasonik jangkrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gelombang ultrasonik jangkrik terhadap pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus. Gelombang ultrasonik jangkrik dipaparkan langsung terhadap tikus sawah dan diamati melalui pola perilaku makan pasif dan gerak pasif yang ditunjukkan oleh tikus sawah. Data  hasil  pengamatan  pola  perilaku  makan  pasif  dan  gerak pasif tikus dianalisis dengan analisis  variansi rancangan faktorial. Faktor yang diamati meliputi frekuensi, jarak sumber, dan lama pemaparan gelombang ultrasonik jangkrik serta  kombinasinya. Frekuensi gelombang ultrasonik jangkrik pada jarak 100 cm dan lama pemaparan 45-60 menit dapat menimbulkan  perubahan  pola perilaku makan pasif dan gerak pasif  tikus. Perubahan tersebut terjadi akibat efek termal, efek kavitasi dan efek  mekanik  yang  terjadi  pada  struktur  jaringan sel  tikus. Kata kunci : gelombang ultrasonik, jangkrik, tikus sawah Abstract Over the last decade, paddy field rat cases in Indonesia still become problem cultivation rice plant. The control method be present now is not yet get exceed  rat wet rice pest. Because that, need straight away research for get technology control that effective and easy to applicate. The control rat wet rice pest with cricket ultrasonic waves we hope that can become alternative that problem solving. The aim from this research is for knowing the influence of cricket ultrasonic waves toward the passive feeding and passive motion rat wet rice field. Cricket ultrasonic waves direct flat to rat rice pest. The data on the observation of response and change of behavior patterns that covered the patterns of passive movement and of passive feeding of  rat wet rice field brought  about  by  ultrasonic  wave  disturbances were analyzed and employed to determine which parameter  were the most dominant among variations exposure distance  and  exposure time of the ultrasonic waves. The result of research gave significant differences (P<0.05) of the effect of ultrasonic wave frequency, source distance and exposure time. At cricket frequency, it  already  gave  effective impact  toward  behavior  patterns that covered  the  patterns  of  passive  feeding  and  passive  movement  of  the migratory locusts. At this cricket frequency, with exposure time of 45 to 60 minute at 100 cm  distance  it  has  already effective impact  toward the  behavior patterns  of rat wet rice field compared  to the change of  source distance longer  than 100 cm at other time too towards passive feeding and passive motion pattern of rat wet rice field. Key Words: Ultrasonic waves, cricket, rat wet rice field
Perbandingan Karakteristik Sifat Kimia Tanah Sawah dengan Pemberian POC Marolis dan Kompos IPM Malang Di Kedungkandang, Malang Iradat Tito , Sama? ; Rahardjo , Poegoeh Prasetyo
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 1 (2018): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.187 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the comparison of the characteristics of soil chemical properties with POC Marolis, mahogany leaf compost IPM Malang and its combination in Tlogowaru, Kedungkandang, Malang. This study lasted for 100 days (one planting season) in rice fields inpari 30 ciherang varieties. Data retrieval method with observation method which includes (1) phase before planting, (2) vegetative phase and (3) generative phase. Soil sampling was taken with a depth of 30 cm. Soil sampling was tested at the Laboratory of Soil Chemistry, Faculty of Agriculture, Brawijaya University, Malang. Parameters tested include pH, Organic C, total N, C / N, P Bray ratio, base cations (K, Na, Ca, Mg, KTK, KB). Based on the results of the study it can be concluded that the best treatment of the characteristics of the chemical properties of paddy soil is owned by a combination of POC and compost which has a relatively acidic soil pH when the vegetative and generative phases, organic C and N Total are classified as starting before planting up to the generative phase, K Base Cation is classified as moderate from the vegetative to generative phase, Na Base Cation increases to moderate when the generative phase, Ca starts before planting to the high generative phase, high KTK starts from planting to generative conditions.
KAJIAN HUTAN KOTA MALABAR TERHADAP KENYAMANAN TERMAL Bado Towary, Eduardo Hilario; Sulistyono, Roedy; Tito, Sama? Iradat; Ferdian, Muh. Agus
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.244 KB) | DOI: 10.21580/ah.v3i1.6067

Abstract

Comfort is something that humans need without exception when in a Green Open Space (RTH). Thermal comfort is a thermal condition felt by humans that is influenced by the environment. The existence of green space such as the City Forest of Malabar needs to be measured about it which can define its feasibility. (1) To examine the effect of thermal comfort in the Malabar forest on the community. (2) Analyzing vegetation in the Malabar city forest related to comfort. The results obtained in this study are the Temperature humidity index (THI) of respondents in the Malabar city forest known to average values of 22.42. It can be categorized that the Malabar city forest has a comfortable condition because in the index range 21 to 24. The analysis of the vegetation analysis in the Malabar city forest is concluded for the predominant vegetation sapling level, ie the pole glodokan plant with an important value index of 6.69. Whereas the pole level that dominates is mahogany with an important value index of 6.66. As for the tree level, the dominant vegetation types are plants with an important value index of 127.91
Sosialisasi Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong guna Meningkatkan Jumlah Populasi, Kualitas dan Nilai Jual Sama’ Iradat Tito; Della Aljanna Savita
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.6505

Abstract

Desa pagelaran merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Pagelaran yang memiliki beberapa dusun antara lain: dusun Sipring, dusun Krajan, dusun Sumbergempol dan Dusun Mentaraman.Dusun Sipring merupakan dusun yang ada didesa pagelaran dimana tim KSM-T melakukan pengabdian didusun Sipring dan berfokus antara RT 1-4. Didusun Sipring mayoritas masyarakat berprofesi sebagai peternak dan petani. Masyarakat RT 1-4 memiliki ternak kebanyakan sapi potong yang berjumlah 95 ekor sapi potong. Populasi tersebut terbagi atas sapi dara, pedet dan indukan sapi potong, sapi potong berjenis peranakan Limousin dengan sapi PO dan peranakan sapi PO dengan simental. Tetapi kebanyakan masyarakat tersebut belum banyak mengerti akan manajemen pemeliharaan sapi potong. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan sedikit pengetahuan untuk masyarakat guna memperbaiki nilai kualitas sapi potong tersebut yang nantinya akan dijual dipasaran dengan harga sebanding dengan kualitas tersebut. Ada 10% masyarakat yang belum paham mengenai beberapa materi yang diberikan, 27% paham dengan penyampaian materi dan 63% masyarakat mampu memahami daripada materi yang diberikan. Jadi kegiatan ini dikatakan cukup berhasil karena lebih dari 50 persen masyarakat mampu menerima materi dengan baik.
Pengaruh Jenis Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih Cendana (Santalum album Linn.) Viktorius Un; Siti Farida; Sama’ Iradat Tito
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.635 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.05

Abstract

Salah satu permasalahan dalam perbanyakan tanaman cendana secara generatif yaitu perkecambahan biji yang lambat (dormansi), sehingga diperlukan upaya untuk mempercepat perkecambahan dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT terhadap perkecambahan benih cendana. Penelitian dilakukan di Laboratorium Institut Pertanian Malang, mulai bulan Oktober sampai Desember 2017, menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan ialah acak lengkap (RAL)  dengan 5 perlakuan yaitu ; Kontrol menggunakan air tanah, air kelapa muda konsentrasi 70%, simplisia kecambah kacang hijau konsentrasi 70%, simplisia tomat konsentrasi 70% dan asam giberelat (GA3) konsentrasi 70%. Pengamatam perkecambahan benih cendana meliputi Kecepatan berkecambah, daya kecambah, panjang plumula dan berat basah benih cendana. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% menggunakan Program SPSS statistics 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis ZPT terhadap perkecambahan benih cendana berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Penggunaan ZPT GA3 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter kecepatan berkecambah dan berat basah dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Pada parameter panjang plumula, penggunaan GA3 tidak berbeda nyata dengan penggunaan air kelapa muda. Sedangkan untuk parameter daya kecambah, penggunaan GA3 tidak berbeda nyata dengan penggunaan air kelapa muda dan penggunaan simplisia tomat. Perlakuan yang menghaslikan rata-rata terendah adalah penggunaan air tanah (kontrol).          Kata kunci: Benih Cendana, GA3, Jenis Zat Pengatur Tumbuh
INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENGGUNAKAN PUPUK VERMIKOMPOS DI KOTA BATU Sunawan Sunawan; Sama’ Iradat Tito; Nurhidayati Nurhidayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.114 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7009

Abstract

Abstrak: Budidaya sayuran di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih dilakukan secara konvensional menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintetis. Sistem budidaya semacam ini dalam kurun waktu yang lama akan menurunkan kesuburan tanah dan kualitas sayuran yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan sayuran organik. Tujuan kegiatan ini adalah: mempraktekkan pembuatan vermikompos hasil riset Perguruan Tinggi, mengaplikasikan vermikompos dalam budidaya sayuran organik dan mengevaluasi ketertarikan terhadap vermikompos kepada khalayak sasaran yang berasal dari Gapoktan, Taruna Tani dan Kelompok Wanita Tani sebanyal 34 responden. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan praktek pembuatan vermikompos, demoplot aplikasi vermikompos dalam budidaya sayuran organik dan penyebaran kuisioner. Cara pembuatan vermikompos: (1) persiapan bahan organik sebagai bahan vermikompos, (2) Bahan organik yang sudah dihancukan dimasukkan ke dalam kotak vermicomposting, (3) Inokulasi cacing Lumbricus rubellus ke dalam kotak vermicomposting, (4) proses vermicomposting berlangsung selama 1 bulan. Kegiatan berikutnya adalah penyuluhan tentang cara budidaya sayuran organic menggunakan vermikompos dan pembuatan demoplot penanaman sayuran menggunakan vermikompos hasil dari produk riset. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusias yang tinggi dari masyarakat Desa Torongrejo untuk membuat vermikompos yang ditunjukkan dengan hasil survey bahwa sebanyak 94.18% responden tertarik dan menginginkan informasi lebih lanjut tentang penggunaan vermikompos.Abstract: Vegetable cultivation in Torongrejo Village, Junrejo District, Batu City is still done conventionally using chemical fertilizers and synthetic pesticides. This kind of cultivation system for a long time will reduce soil fertility and the quality of the vegetables produced is lower than organic vegetables. The objectives of this activity are: to practice making vermicompost as a result of university research, applying vermicompost in organic vegetable cultivation and evaluating the interest in vermicompost to respondents from Gapoktan, Taruna Tani and Women Farmers Group as many as 34 respondents. The method of implementing this activity was to practice making vermicompost, demoplot the application of vermicompost in organic vegetable cultivation and distributing questionnaires. Methods for making vermicompost: (1) preparation of organic matters as vermicompost material, (2) crushed organic matters in the vermicomposting bin, (3) Lumbricus rubellus worm inoculation into the vermicomposting bin, (4) the vermicomposting process lasts for 1 month. The next activity was counseling on how to cultivate organic vegetables using vermicompost and making a vegetable planting demonstration plot using research product vermicompost. The results of this activity showed the high enthusiasm of the people of Torongrejo Village to make vermicompost as shown from the survey results that as many as 94.18% of respondents were interested and wanted more information about the use of vermicompost.
Kajian Hutan Kota Malabar terhadap Kenyamanan Termal Eduardo Hilario Bado Towary; Roedy Sulistyono; Sama’ Iradat Tito; Muh. Agus Ferdian
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v3i1.6067

Abstract

Comfort is something that humans need without exception when in a Green Open Space (RTH). Thermal comfort is a thermal condition felt by humans that is influenced by the environment. The existence of green space such as the City Forest of Malabar needs to be measured about it which can define its feasibility. (1) To examine the effect of thermal comfort in the Malabar forest on the community. (2) Analyzing vegetation in the Malabar city forest related to comfort. The results obtained in this study are the Temperature humidity index (THI) of respondents in the Malabar city forest known to average values of 22.42. It can be categorized that the Malabar city forest has a comfortable condition because in the index range 21 to 24. The analysis of the vegetation analysis in the Malabar city forest is concluded for the predominant vegetation sapling level, ie the pole glodokan plant with an important value index of 6.69. Whereas the pole level that dominates is mahogany with an important value index of 6.66. As for the tree level, the dominant vegetation types are plants with an important value index of 127.91
Analisis Morfometrik-Biofisika antara Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak Madura (Bos primiginius) di Kabupaten Sumenep Mohammad Miftahussurur; Hasan Zayadi; Sama&#039; Iradat Tito
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.12510

Abstract

The purpose of this study was to determine the morphometric and biophysical differences between three types of Madura Cattle, namely Karapan Cattle, Sonok Cattle and Breeder Cattle. The method used is purposive sampling by looking for certain material criteria. The materials used were 7 Karapan Cows, 7 Sonok Cows and 7 Breeder Cows. There are 20 variable measurements in morphometric data collection and obtained 10 variables that have significant differences. This difference is caused by the herbal medicine and the treatment of each cow. In the biophysics of the Karapan Cow, which is to compare the speed and acceleration of the seven Karapan Cows. The results of biophysics on Karapan Cattle show that it has an average speed of 5 m/s. While the superior Karapan Cow was occupied by the 4th Karapan Cow with an acceleration of 1.18 m/s². In biophysics, the Sonok Cow itself has a speed below 0 m/s. Therefore the resulting acceleration is only recorded in seconds. This of course is returned to the function of the Sonok Cow which is only judged on the tame and beauty of its body. Keywords: Morphometric, Biophysical, Karapan Cow, Sonok Cow, Madura Cattle BreedersABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfometrik dan biofisika antara tiga jenis Sapi Madura yaitu Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan mencari kriteria-kriteria materi tertentu. Materi yang digunakan adalah 7 ekor Sapi Karapan, 7 ekor Sapi Sonok dan 7 ekor Sapi Peternak. Terdapat 20 pengukuran variabel dalam pengambilan data morfometrik dan didapatkan 10 variabel yang memiliki  perbedaan secara nyata. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor jamu dan perlakuan terhadap masing-masing Sapi. Pada biofisika Sapi Karapan yaitu membandingkan kecepatan dan percepatan dari ketujuh Sapi Karapan ini. Hasil biofiska pada Sapi Karapan menunjukkan memiliki rata-rata kecepatan 5 m/s. Sedangkan Sapi Karapan terunggul diduduki oleh Sapi Karapan ke-4 dengan percepatan 1,18 m/s². Pada biofisika Sapi Sonok sendiri memiliki kecepatan dibawah 0 m/s. Oleh karena itu percepatan yang dihasilkan hanya tercatat dalam hitungan detik. Hal ini tentunya dikembalikan lagi kepada fungsi Sapi Sonok yang hanya dinilai pada kejinakan dan kecantikan tubuhnya.Kata kunci : Morfometrik, Biofisika, Sapi Karapan, Sapi Sonok, Sapi Peternak