Stefanus Dully
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Teologi Pentakosta Simon Simon; Stefanus Dully; Tomi Yulianto; Adi Prasetyo Wibowo
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.541 KB) | DOI: 10.54403/rjtpi.v1i1.5

Abstract

This paper discusses the pandami of COVID-19 in a Pentecostal theology perspective. The current pandemic is causing trouble for everyone, at the same time this epidemic encourages religious people to view and study from a theological point of view how this COVID-19 disease from the perspective of the Bible. This article was written using a qualitative method with a literature study approach. Within the internal of Christianity itself, the various interpretations of COVID-19 can be analyzed from a theological frame. In the perspective of Pentecostal theology, of course this pandemic is believed to be a part of the prophecy of the holy book as well as hinting that we are in an end-time phase, one of which is the epidemic of pestilence today. This pandemic is also within the framework of Pentecostal theology as preparation for the coming of Jesus Christ to earth, for the second time through pestilence as written by the Scriptures. This COVID-19 incident is also a phase in which humans will enter a period of queue for Kris who becomes the ruler and controller of this world. Key Words: Pandemic COVID-19, Pentecostal Theology, Church.Tulisan ini membahas pandemi COVID-19 dalam perspektif teologi Pentakosta. Pandemi yang terjadi saat ini tentu menyebabkan kesulitan bagi siapa saja, sekaligus wabah ini mendorong kaum religius untuk memandang dan mengkaji dari sudut pandang teologis bagaimana penyakit COVID-19 ini dari perspektif Kitab Suci. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Di dalam lingkup internal Kekristenan sendiri, beragam pemaknaan dan penafsiran mengenai COVID-19 ini jika ditelisik dari bingkai teologis. Dalam perspektif teologi Pentakosta, tentu pandemi ini diyakini sebagai bagian dari nubuatan kitab suci sekaligus mengisyaratkan kita berada di fase akhir zaman yang ditandai salah satunya mewabahnya penyakit sampar di masa kini. Pandemi ini juga dalam bingkai teologi Pentakosta sebagai persiapan kedatangan Yesus Kristus ke bumi, untuk kedua kalinya melalui penyakit sampar sebagaimana yang ditulis oleh Kitab Suci. Peristiwa COVID-19 ini juga sebagai fase di mana manusia akan memasuki masa anti Kris yang menjadi penguasa dan pengendali dunia ini. Kata Kunc: Pandemi COVID-19, Teologi Pentakosta, Gereja,
Peranan Gembala Sidang bagi Pertumbuhan Jemaat di Gereja Lokal Yohanes Twintarto Agus Indratno; Stefanus Dully; Yusup Heri Harianto
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i1.45

Abstract

Abstract:The shepherd is the one who guides the congregation in pastoralism, certainly too short to teach how broad and deep the knowledge of God is. One of the most important things is that God Himself has laid down the task of caring for, nurturing, and educating the congregation into His power and calling. Shepherds who must prepare the congregation to live in favor of God. The purpose of this study is to explain the duties and roles of shepherds in faith-building or the so-called discipleship. Discipleship is a command of God called the great commission in Matthew 28:19 it says "Make all nations my disciples." in discipleship lessons is to "know God and become disciples of Christ. Therefore, a person who has received Jesus Christ must be immediately discipled, so that his character is immediately formed towards a better direction and a skill in serving so as to have a knowledge of the truths of God's Word. The method used in the research is a qualitative description (case study) of the role of the shepherd in leading the congregation to be more effective. The shepherd's job in serving the congregation is to "nurture believers and unbelievers to grow up in the faith and become disciples of the Lord Jesus. Being a disciple of the Lord Jesus is a command that the Shepherd must work on, therefore the shepherd must have a knowledge of God's Word, an understanding of the basics of the Christian faith, character building, and the gift of serving.Abstrak:Gembala adalah orang yang membimbing jemaat dalam penggembalaan, adalah tugas yang cukup berat karena membimbin, merawat, mengasuh, dan mendidik jemaat adalah tugas gembala yang mulai dan agung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tugas dan peran gembala dalam pembinaan iman atau yang disebut pemuridan. Pemuridan adalah perintah Allah yang disebut amanat agung dalam Matius 28:19 dikatakan “Jadikanlah semua bangsa muridKu.” dalam pelajaran pemuridan adalah “mengenal Allah dan menjadi murid Kristus. Oleh sebab itu, seorang yang telah menerima Yesus Kristus harus segera dimuridkan, agar karakternya segera dibentuk menuju ke arah yang lebih baik serta kecakapan dalam melayani sehingga memiliki pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran Firman Tuhan. Metode yang digunakna dalam peneltian adalah kualitatif deskripsi (studi kasus) tentang peran gembala dalam memimpin jemaat supaya lebih efektif. Tugas gembala dalam melayani jemaat adalah“membina orang percaya maupun orang yang belum percaya supaya semakin bertumbuh dewasa dalam iman dan menjadi murid Tuhan Yesus. Menjadi murid Tuhan Yesus adalah perintah yang harus dikerjakan oleh Gembala, oleh karena itu gembala harus memiliki pengetahuan tentang Firman Tuhan, pengertian tentang dasar-dasar iman Kristen, pembentukkan karakter, dan karunia untuk melayani.
DAMPAK KELOMPOK SEL BAGI PERTUMBUHAN GEREJA Stefanus Dully
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.674 KB)

Abstract

A cell group is a group of people who live together in an area, or who have the same interests, or under one rule of law. Cell group is a collection of people who live close to each other and have social relations, or common ownership, or share with each other. The application of cell groups certainly has an impact on creating church growth both in quality and in terms of quantity. The article entitled The Impact of Cell Groups on Church Growth describes how cell groups their selves. The method used in writing this article is a qualitative descriptive method. The description on this topic, when traced to the cell group in the Old and New Testaments is supported by its application.The goal of implementing cell groups is to avoid stagnation in service. Cell groups are also closely related in the ministry of deacons, koinonia, marturia and didaskalia. By implementing cell groups it creates growth for the church through increasing the number and increasing the quality of faith. Keywords: Cell Groups, Church Growth, Believers ABSTRAK Kelompok sel adalah sekelompok orang yang hidup bersama-sama disuatu area, atau yang memiliki ketertarikan yang sama, atau dibawah satu peraturan hukum. Komsel adalah suatu kumpulan orang yang hidup saling berdekatan dan memiliki hubungan sosial, atau kepemilikan bersama, atau saling berbagi. Penerapan kelompok sel tentu berdampak untuk menciptakan pertumbuhan gereja baik secara kualitas maupun secara kuntittas. Tulisan yang berjudul Dampak Kelompok Sel Bagi Pertumbuhan Gereja menguraikan bagaimana kelompol sel itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriftif kualitatif. Uraian pada topik ini, kelompok sel itu bila dilitesuri dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru didukung penerapannya. Tujaun dari penerapan kelompok sel untuk menghindari stagnasi dalam pelayanan. Kelompok sel juga erat kaitannya dalam pelayanan diakonia, koinonia, marturia dan didaskalia. Dengan menerapkan kelompok sel menciptakan pertumbuhan bagi gereja. Kata-Kunci: Kelompok Sel, Pertumbuhan Gereja, Orang Percaya