Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PEMBUATAN LEMPOK PISANG (KAJIAN JENIS PISANG DAN KONSENTRASI MADU) Dewi, Ardhia Deasy Rosita; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.945 KB)

Abstract

Deptan Lumajang menjelaskan, dari 330.000 tanaman pisang, 220.000 menjadi tanaman rakyat sedangkan 11.100 ton buah terbuang akibat hama penyakit hingga membusuk tanpa ada usaha pengawetan. Pisang dapat diolah menjadi lempok, makanan tradisional terbuat dari daging buah yang dicampur dengan gula. Penambahan madu akan meningkatkan nilai tambah lempok pisang dari segi ekonomi, kesehatan, dan kualitas produk baru berbahan baku pisang. Metode penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor. Faktor I jenis pisang terdiri dari 3 level (pisang raja sere, pisang kepok, pisang ambon) dan faktor II konsentrasi madu terdiri dari 3 level (8%, 10%, 12%). Data hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Berdasarkan hasil penelitian, jenis pisang dan konsentrasi madu berpengaruh terhadap kualitas fisik, kimia dan organoleptik lempok pisang. Parameter kimia dan fisik menunjukkan perlakuan terbaik adalah lempok jenis pisang kepok dengan konsentrasi madu 12%, sedangkan lempok terbaik menurut organoleptik ditunjukkan perlakuan jenis pisang raja sere konsentrasi madu 12%. Kata kunci: Lempok pisang, Madu, Pisang, Over produksi
The Effect of Apple (Malus sylvestris) Varieties and Fermentation Time by Yeast Saccharomyces cerivisiae as Pre-Processing Treatment on Syrup Characteristics Susanto, Wahono Hadi; Setyohadi, Bagus Rakhmad
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 12, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.872 KB)

Abstract

Apple (Malus sylvestris Mill) is extensively produced in Batu – East Java. The apple varieties cultivated in Batu are Anna, Rome beauty, and Manalagi. Fermentation is aimed to obtain typical flavor of apple syrup. The purposed of this research was to determine the effect of apple varieties and time of fermentation on physicchemicaltic characteristics of apple syrup. This research used Randomized block Design with two factors. The first factor was apple varieties (Anna, Manalagi, Romebeauty) and the second factor was time of fermentation (9 hours, 12 hours, 15 hours) with 3 replications. The result showed that the apple varieties had different characteristics. Increasing fermentation time increased acidity, total soluble solute, reducing sugar concentration, antioxidant activity, and viscosity, meanwhile pH and vitamin C decreased. Apple varieties and fermentation time affected the preferences of taste, aroma and color of apple syrupKeywords: apple, apple syrup, fermentation, apple varieties
PEMBUATAN KERUPUK CEKEREMES KAJIAN PROPORSI TEPUNG (MOCAF : BUNGKIL KACANG : TAPIOKA) SERTA PENAMBAHAN KONSENTRASI CMC [IN PRESS JANUARI 2016] Remadani, Wahyu; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.233 KB)

Abstract

Modifikasi yang dilakukan dari kerupuk cekeremes dengan proporsi tepung mocaf, tepung bungkil kacang dan tepung tapioka untuk memperbaiki nutrisi serta penambahan konsentrasi CMC yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas kerupuk secara fisik. Penelitian untuk mengetahui proporsi tepung mocaf, bungkil kacang dan tapioka serta konsentrsai CMC yang tepat dalam pembuatan kerupuk cekeremes untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu proporsi tepung digunakan mocaf:bungkil kacang:tapioka (40:30:30, 60:20:20 dan 80:10:10) dan konsentrasi CMC (0.50%, 1.00% dan 1.50%) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan proporsi proporsi tepung memberikan pengaruh sangat nyata (α=0.01) terhadap kadar air, kadar pati, kadar lemak, kadar protein, daya kembang, kecerahan dan kadar lemak kerupuk matang. Perlakuan penambahan konsentrasi CMC berpengaruh sangat nyata (α= 0.01) terhadap kadar air dan daya kembang. Perlakuan penambahan konsentrasi CMC berpengaruh nyata (α= 0.05) pada kadar protein. Proporsi tepung 80:10:10 serta konsentrasi CMC 1.50% merupakan perlakuan terbaik.   Kata kunci: CMC (Carboxymethyl Cellulose), Kerupuk Cekeremes, Mocaf
PENGARUH PEMBERIAN ANTIKAPANG (BUFFER AMILUM) DAN WAKTU PENYIMPANAN SEMENTARA TERHADAP KUALITAS BENIH JAGUNG HIBRIDA [IN PRESS APRIL 2016] Sulthoni, Kharis Izzul; Susanto, Wahono Hadi; Susanto, Wahono Hadi; Wijayanti, Sudarma Dita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.831 KB)

Abstract

Benih berkualitas merupakan komponen teknologi yang sangat strategis peranannya dalam menentukan keberhasilan usaha pertanian. Penanganan pascapanen yang kurang tepat, utamanya pada saat penyimpanan di gudang berpengaruh terhadap kualitas benih jagung hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian antikapang dan waktu penyimpanan sementara serta interaksi antara keduanya terhadap kualitas benih jagung hibrida. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah waktu penyimpanan sementara (24 jam, 48 jam, 72 jam), faktor kedua adalah konsentrasi antikapang (0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm) dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%). Hasil uji perlakuan terbaik menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu penyimpanan sementara 24 jam dan konsentrasi antikapang 2000 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk menghambat pertumbuhan kapang selama waktu penyimpanan sementara.   Kata Kunci: Antikapang, Benih jagung hibrida, Pascapanen, Waktu penyimpanan sementara.
PENGARUH PEMBERIAN ANTIKAPANG (BUFFER AMILUM) DAN WAKTU PENYIMPANAN SEMENTARA TERHADAP KUALITAS BENIH JAGUNG HIBRIDA [IN PRESS APRIL 2016] Sulthoni, Kharis Izzul; Susanto, Wahono Hadi; Susanto, Wahono Hadi; Wijayanti, Sudarma Dita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.831 KB)

Abstract

Benih berkualitas merupakan komponen teknologi yang sangat strategis peranannya dalam menentukan keberhasilan usaha pertanian. Penanganan pascapanen yang kurang tepat, utamanya pada saat penyimpanan di gudang berpengaruh terhadap kualitas benih jagung hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian antikapang dan waktu penyimpanan sementara serta interaksi antara keduanya terhadap kualitas benih jagung hibrida. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah waktu penyimpanan sementara (24 jam, 48 jam, 72 jam), faktor kedua adalah konsentrasi antikapang (0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm) dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%). Hasil uji perlakuan terbaik menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu penyimpanan sementara 24 jam dan konsentrasi antikapang 2000 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk menghambat pertumbuhan kapang selama waktu penyimpanan sementara.   Kata Kunci: Antikapang, Benih jagung hibrida, Pascapanen, Waktu penyimpanan sementara.
PENGARUH PROPORSI MOCAF DENGAN UBI JALAR ORANYE DAN PENAMBAHAN BAKING POWDER TERHADAP SIFAT KERUPUK CEKEREMES [IN PRESS APRIL 2016] Albab, Septian Ulul; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.466 KB)

Abstract

ABSTRAK Kerupuk merupakan makanan khas Indonesia. Terdapat berbagai macam jenis kerupuk, salah satunya kerupuk cekeremes. Kerupuk Cekeremes diolah menggunakan tepung gaplek dan tambahan bahan penyedap termasuk pewarna. Penggunaan  bahan-bahan ini memiliki kekurangan. Sehingga diperlukan adanya perbaikan serta pengembangan mutu dari kerupuk cekeremes, yaitu dengan penggantian tepung gaplek menjadi tepung mocaf dan ubi jalar oranye serta penambahan baking powder, sehingga dihasilkan kerupuk cekeremes dengan warna yang lebih menarik dan memiliki kandungan nilai gizi yang lebih tinggi. Penelitian disusun menggunakan RAK. Faktor pertama yaitu proporsi tepung mocaf : ubi jalar oranye (60:40, 50:50, 40:60), faktor kedua yaitu konsentrasi baking powder (0.10%, 0.20%, 0.30%). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia fisik berturut-turut yaitu 60:40 dengan konsentrasi baking powder 0.10% dan 40:60 dengan konsentrasi baking powder 0,30%.   Kata Kunci: Baking Powder, Cekeremes, Tepung Mocaf, Ubi Jalar Oranye   ABSTRACT Crackers is an Indonesian typical food. There are many kinds of crackers, one of them is Cekeremes. Cekeremes made from gaplek flour and other food additives including coloring agent. The usage of these food additives has a lack. So it needs quality improvement and development of Cekeremes that is mocaf flour and orange sweet potato and baking powder addition, so that it will produced cekeremes cracker wich has more interesting color and higher nutrition value. This research used RAK Design. First factor is proportion of mocaf flour : orange sweet potato(60:40, 50:50 and 40:60) the second factor is concentration of baking powder (0.10%; 0.20%; 0.30%). Data analysis tested by ANOVA and further tested using LSD or DMRT. The result of this research showed that best treatment based on physicochemical characteristics respectively Cekeremes crackers with mocaf flour: orange sweet potato flour proportion (60:40) and baking powder addition 0.10%. Keywords: Baking Powder, Cekeremes, Mocaf Flour, Orange Sweet Potato
PRODUKSI CRUDE PALM OIL BAHAN BAKU BUAH KELAPA SAWIT BRONDOLAN LEWAT MASAK DENGAN PRE TREATMENT KALSIUM PROPIONAT Permana, Fredi Eka; Susanto, Wahono Hadi; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PEMBUATAN SIRUP MARKISA (KAJIAN PENAMBAHAN GULA DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT UNTUK MENINGKATKAN MUTU SIRUP MARKISA) Achdiatsyah, Muhammad Rajif; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PEMBUATAN SIRUP UMBI BIT (Beta vulgaris L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI KERUSAKAN BEKU (Freeze Injuries) Prista, Dewinta Ayu; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PRODUK BERBASIS SINGKONG (MANIHOT UTILISIMA) Wahono Hadi Susanto; Shinta Rosalia Dewi; Elok Waziiroh; Nur Ida Panca Nugrahini
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.651 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i3.302

Abstract

Abstract.UMKM Insan Mulia engaged in the processing of casaava product.UMKM Insan Mulia belonging to groups in DesaSuruInsan, KecamatanDawarblandong, Kabupaten Mojokerto. UMKM consist of four Dusun namely Dusun Suru, DusunBulakWangon, Dusun Semanding, and DusunSuruKidul. The products manufactured by the group InsanMulia are cassava chips and rice crackers. Some of the problems faced by the group InsanMuliais a lack of efficiency in production due to inadequate equipment, packaging products that are less interesting as well as the need to improve the quality of the product. Through IbM solution provided include 1) Increasing efficiency and cutting capacity cassava, 2) Increased efficiency and capacity cuts rice crackers lontongan, 3) Improved draining oil to prevent rancidity during distribution, 4) Increased efficiency of drying, 5) Repair of packaging products to increase competitiveness, and 6) Assistance improvement of product quality. Activity Increased efficiency and production capacity is done with the technology transfer of industrial equipment that is cutting semi-automatic cassava, rice crackers cutter lontongansemi automatic, oil drainer spinner, and the dryer cabinet. Manufacture of packaging design and procurement of packaging materials for the improvement of the packaging as an effort to increase the competitiveness of products. Improved quality of products is done with extension How Good Food Production and mentoring for troubleshooting problems during the use of production equipment Keywords:cassava, productivity, efeciency, technology Abstrak.Kelompok Usaha Bersama “UMKM Insan Mulia” bergerak di bidang pengolahan singkon. Mitra program kegiatan ini adalah kelompok UMKM yang tergabung dalam kelompok Insan Mulia di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. UMKM yang tergabung ke dalam kelompok Insan Mulia ada empat kelompok yang terbagi atas Dusun yang ada di Desa Suru, yaitu Dusun Suru, Dusun Bulak Wangon, Dusun Semanding, dan Dusun Suru Kidul. Adapun produk yang diproduksi oleh kelompok Insan Mulia adalah keripik singkong, dan kerupuk beras. Beberapapermasalahan yang dihadapi kelompok Insan Muliaadalahkurangnyaefisiensiproduksiakibatperalatan yang kurangmemadai, pengemasanproduk yang kurangmenariksertaperlunyapeningkatanmutuproduk.MelaluikegiatanIbMinisolusi yang diberikanmeliputi 1) Peningkatanefisiensidankapasitaspemotongan singkong, 2) Peningkatanefisiensidankapasitaspemotongan kerupuk beras lontongan, 3) Perbaikan penirisan minyak untuk mencegah ketengikan selama distribusi, 4) Peningkatan efesiensi pengeringan, 5) Perbaikankemasan produk untuk peningkatan daya saing, dan 6) Pendampinganpeningkatanmutuproduk. KegiatanPeningkatanefisiensidankapasitasproduksidilakukandenganalihteknologiperalatanindustriyaitupemotong singkongsemi otomatis, pemotong kerupuk beras lontongansemi otomatis, peniris minyak spinner, dan pengering kabinet.Pembuatandesainkemasansertapengadaanbahanpengemasdilakukanuntukperbaikankemasansebagai upaya peningkatan daya saing produk.Perbaikanmutuprodukdilakukandenganpenyuluhan Cara ProduksiPangan yang Baiksertapendampinganuntuktroubleshootingpermasalahanselamapenggunaanperalatanproduksi. Kata kunci :singkong, produktivitas, efesiensi, alih teknologi