Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Effectiveness of sweep net, yellow pan trap and malaise trap for sampling parasitic hymenoptera on tidal swamp rice Zahlul Ikhsan; Hidrayani Hidrayani; Yaherwandi Yaherwandi; Hasmiandy Hamid
Aceh Journal of Animal Science Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.6.2.18348

Abstract

The presence of the parasitic Hymenoptera plays a vital role in pest management for sustainable agriculture. So, it is crucial to know the parasitoid species that exist in an agroecosystem. Sweep Net, Yellow Pan Trap, and Malaise Trap are often used to study the diversity of Hymenoptera parasitic in agroecosystems. This study aims to see the effectiveness of Sweep Net, Yellow Pan Trap, and Malaise Trap in trapping Parasitic Hymenoptera. The study was carried out at four sub-districts, namely are Batang Tuaka, Keritang, Reteh, and Tembilahan Hulu sub-district. The research was carried out by sampling with the transect line method. Sweep net, Yellow pan trap, and Malaise trap have trapped 5,732 individuals of Parasitic Hymenoptera on tidal swamp rice in Indragiri Hilir Regency. The Parasitic Hymenoptera consists of 10 superfamilies, 30 families, and 320 morphospecies. Malaise traps are the best for trapping parasitic Hymenoptera on tidal swamp rice. Malaise traps have been able to trap up to 62% of morphospecies and 81% of the abundance of individual Parasitic Hymenoptera on tidal swamp rice. Yellow pan traps trap 28% of morphospecies and 15% of the abundance of individual Parasitic Hymenoptera. The sweep net can trap 10% of morphospecies and 4% of the abundance of individual Parasitic Hymenoptera.Keywords: Parasitic Hymenoptera; trap; tidal swamp rice.  
PEMANFAATAN LIMBAH SEBAGAI SUMBER NUTRISI SELADA HIDROPONIK administrator admin; Zahlul Ikhsan
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 3 No 2 (2017): VOL 3 NO 2 APRIL 2017
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v3i2.58

Abstract

Tanaman yang sangat efektif. Sistem ini dikembangkan berdasarkan alasan bahwa jika tanaman diberi kondisi pertumbuhan yang optimal, maka potensi maksimum untuk berproduksi dapat tercapai. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Provinsi Parit 1 Kampus Universitas Islam Indragiri, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama 3 Bulan terhitung mulai Bulan Juli sampai Agustus 2015. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu pemberian Nutrisi POC Jus Bumi= 150 ppm, Pemberian Nutrisi POC Bonggol Pisang = 150 ppm, Pemberian Nutrisi POC Bekicot= 150 ppm, Pemberian Nutrisi POC Limbah Sayur= 150 ppm, Pemberian Nutrisi POC Eceng Gondok = 150 ppm Pemberian Nutrisi POC Ampas Tebu = 150 ppm. Parameter yang diamati yaitu jumlah Daun, Luas Daun, Tinggi tanaman, Panjang Akar, Volume Akar, Kadar Air, Diameter Batang, Bobot Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan POC jus bumi memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik untuk tanaman selada secara hidroponik. Perlakuan POC jus bumi berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, panjang akar, volume akar, kadar air, diameter batang, bobot hasil.
APLIKASI TEKNOLOGI LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) DI KELOMPOK TANI BANDA SAMPIE KECAMATAN LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK Zahlul Ikhsan; Firsta Ninda Rosadi; Meisilva Erona; Roza Yunita; Winda Purnama Sari; Dede Suhendra
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.53 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.309

Abstract

Curah hujan yang tinggi di Nagari Bukik Sileh telah menimbulkan dampak negatif seperti banjir, bencana ini terjadi juga karena kebiasaan masyarakatnya yang dominan masih suka membuang sampai di sungai. Lubang Resapan Biopori (LRB) memungkinkan sampah organik dapat dikelola langsung oleh petani di sumbernya dengan hasil berupa kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dengan cara: 1) memberikan peningkatan pemahaman dan pengetahuan kepada kelompok tani Banda Sampie tentang pengolahan limbah pertanian dan manfaat Lubang Resapan Biopori 2) peningkatan keterampilan petani untuk membuat Lubang Resapan Biopori 3) memberikan teknologi berupa alat pembuatan Lubang Resapan Biopori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelompok Tani Banda Sampie Nagari Bukik Sileh dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi aplikasi penerapan lubang resapan biopori. Jumlah mahasiswa yang dilibatkan adalah sebanyak 2 orang. Masyarakat Nagari Bukik Sileh sangat antusias mendengarkan dan berdiskusi tentang Teknologi lubang resapan biopori. Anggota kelompok tani banda sampie telah paham mengenai manfaat teknologi LRB dan 95% petani akan segera mengaplikasikannya pada lahan mereka masing-masing. Hal ini sangat baik bagi 75% petani nagari bukik sileh yang memang belum memanfaatkan limbah pertanian dan sampah rumah tangga mereka. Kemudian, LRB juga diharapkan dapat menanggulangi banjir yang kadangkala terjadi di Nagari bukik sileh.
POTENSI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI FUNGISIDA NABATI PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM GLOESPORIOIDES) PADA CABAI MERAH Zahlul Ikhsan; Rizky Nanda Meilia
Jurnal Agro Indragiri Vol. 2 No. 02 (2017): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v2i02.612

Abstract

Salah satu pengendalian penyakit antraknosa adalah menggunakan fungisida nabati dari ekstrak kulit bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan interval pemberian ekstrak kulit bawang merah yang tepat serta melihat interaksinya untuk mengendalikan penyakit antraknosa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati Universitas Andalas Padang Sumatera Barat dan Laboratorium Universitas Islam Indragiri, Tembilahan Riau. Dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yaitu kontrol, 50 %, 75 %, 100 %. Faktor kedua adalah interval pemberian ekstrak kulit bawang merah yaitu 1 kali/minggu, 2 kali/minggu dan 3 kali/minggu. Parameter pengamatan adalah masa inkubasi, persentase buah terserang, luas serangan, daya hambat dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan inteval yang optimal untuk mengendalikan penyakit antraknosa (Colletotrichum gloesporioides) adalah 50 % dan interval 2 kali per minggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah berpotensi dijadikan sebagai fungisida nabati penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloesporioides.
INVENTARISASI SERANGGA PERTANAMAN PADI PASANG SURUT PADA SAAT SEBELUM TANAM DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, RIAU Zahlul Ikhsan
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 4 No 1 (2018): Volume 4, Nomor 1, April 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v4i1.91

Abstract

The agricultural ecosystem has a diversity of habitats that vary greatly from simple to complex. Observing the diversity of insects in agricultural areas is important to support increased production. An insect inventory study of tidal rice crops has been conducted in Indragiri Hilir Regency. Objective of research was to obtain information about the types of insects in tidal rice plant ecosystems. This research was conducted using purposive random sampling. Collection of insects was done using pitfall trap, yellow pan trap, swing nets and malaise traps. Tidal rice plantation area of ​​Indragiri regency has 8 types of insect order obtained from 4 types of traps installed, ie insect order diptera, hymenoptera, hemiptera, orthoptera, coleoptera, lepidoptera, collembola and odonata. The highest insect population at the time before the rice planting period was occupied by insects of the order, followed by hymenoptera, hemiptera, orthoptera, coleoptera, lepidotera, and collembola respectively. Indragiri's downstream rice cultivation has high biodiversity potential and biological agents to be developed.
Pemberian Beberapa Kombinasi Abu Sekam Padi dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Produksi Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) di Lahan Gambut Zahlul Ikhsan; Intan Sari; Zinatal Hayati
Jurnal Agro Indragiri Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v1i1.590

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir Riau pada bulan juni hingga agustus 2015. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis optimal kombinasi abu sekam padi dan pupuk kandang sapi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau.Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok RAK tunggal terdiri dari 6 perlakuan level dosis abu sekam padi dan pupuk kandang sapi dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 1048 ASP kg/ha, 30.000 kg/ha pukan sapi, 1048 ASP + 15.000 kg/ha ASP, 1048 kg/ha ASP + 10.000 kg/ha pukan sapi, 800 kg/ha ASP + 15.000 kg/ha pukan sapi, 800 kg/ha ASP + 10.000 kg/ha pukan sapi.Parameter pengamatan pada penelitian ini yaitu: Tinggi tanaman, Umur panen, Jumlah polong pertanaman sampel dan Bobot biji kering perplot. Data pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey HSD pada taraf 5%.Pemberian berbagai dosis kombinasi abu sekam padi dan pukan sapi yang telah dicobakan belum mampu meningkatkan produksi yang optimal untuk tanaman kacang hijau di lahan gambut. Secara angka peningkatan produksi tertinggi terdapat pada kombinasi perlakuan 800 kg/ha ASP + 15.000 kg/ha pukan sapi terhadap tinggi tanaman, kombinasi perlakuan 800 kg/ha ASP + 10.000 kg/ha pukan sapi terhadap umur panen, perlakuan 1048 kg/ha ASP terhadap jumlah polong pertanaman, perlakuan 30.000 kg/ha pukan sapi terhadap bobot biji kering per plot.
Potensi ZPT Air Kelapa dan Pengaruh Bentuk Potongan Pangkal Stek terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Jambu Air (Syzygium aqueum Burm) Zahlul Ikhsan; Sutini Sutini
Jurnal Agro Indragiri Vol. 2 No. 01 (2017): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v2i01.606

Abstract

Jambu air dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif, perbanyakan tanaman secara generatif sering mengecewakan karena selain umur mulai berbuah yang lama juga sering terjadi penyimpangan sifat-sifat dari pohon induknya. Dalam usaha perbanyakan dengan menggunakan stek yang menjadi permasalahan adalah bagaimana mendapatkan bahan stek yang mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi dan persentase perakaran yang lebih baik. Untuk mengatasi hal tersebut, upaya untuk mempercepat perkembangan perakaran pada stek pucuk jambu air salah satunya adalah dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT). kelapa mengandung vitamin, mineral dan hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.Penelitian telah dilaksanakan di lahan kampus pertanian Jalan Provinsi Parit 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir pada bulan Juni sampai Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis ZPT (A) dengan konsentrasi 25 % yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu Aquades sebagai control , 25% Air kelapa muda, 25% Air kelapa tua. Faktor kedua adalah bentuk potongan pangkal stek (J) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu Pangkal stek datar, Pangkal stek miring dan Pangkal stek runcing.Hasil penelitian menujukkan bahwa Perlakuan ZPT air kelapa muda dan air kelapa tua dapat meningkatkan pertumbuhan stek pucuk jambu air pada semua parameter pengamatan disbanding kontrol. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan ZPT air kelapa muda.Perlakuan bentuk potongan pangkal stek datar, miring dan runcing tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan stek pucuk jambu air. Secara angka hasil pertumbahan terbaik didapat dari bentuk potongan pangkal stek runcing.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGARI SILAGO KABUPATEN DHARMASRAYA MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Zahlul Ikhsan; Yaherwandi Yaherwandi; Siska Efendi; Dewi Rezki; Irwin Mirza Umami; Dede Suhendra
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v3i1.316

Abstract

Oil palm plants are the belle of the community in the Dharmasraya Regency today. One of the causes of the low productivity of community plantations is caused by the production technology that is applied relatively simple, starting from seeding to harvesting. With the application of appropriate cultivation technology, it will be directed to increase palm oil production. The activity objectives are to 1) increase the understanding and knowledge of the Nagari Silago community about oil palm production technology, 2) improve the community's knowledge and skills in processing agricultural waste to be more useful 3) encourage the enthusiasm of farmers so that they can better utilize Nagari Silago's agricultural potential. This community service activity was carried out in Nagari Silago District IX Koto Dharmasraya Regency on 26-27 October 2019. This community service activity was carried out using the lecture, discussion method. The number of students involved numbered 150 people. Previously, the community service participants only followed the coconut cultivation technique, which was carried out by the farmers before, even though the cultivation technique was not correct. The Nagari Silago community is very enthusiastic about welcoming and discussing about the technology of oil palm cultivation. Many people ask questions, and good discussions are starting from the origin of seedlings and oil palm nursery techniques, land clearing, fertilizing, castration, pest control, and diseases of oil palm plants. Farmers can consider the concept of 5 T, which is the right way, the proper dosage, the right time, the right type and the right quality that is important in providing that which is not suitable enough for vegetative and generative growth of oil palm.
Diversity and Composition of Hymenoptera Around Tidal Swamp Rice In Indragiri Hilir District, Indonesia Zahlul Ikhsan; Aulia Oktavia
Andalasian International Journal of Agriculture and Natural Sciences (AIJANS) Vol. 2 No. 02 (2021): Andalasian International Journal of Agricultural and Natural Sciences
Publisher : Institute of Research And Community Service, Andalas University / LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.08 KB) | DOI: 10.25077/aijans.v2.i02.13-20.2021

Abstract

Pest attacks on rice plants can cause a detrimental decrease in production. Hymenoptera has many important roles in ecosystems, including as parasitoids and predators of pests. The purpose of this study was to determine the presence of Hymenoptera around tidal swamp rice in Indragiri Hilir Regency, Indonesia. Sampling used four traps, namely: 1) swing net; 2) yellow pan trap; 3) malaise trap; and 4) pitfall traps. The analysis was carried out by calculating the Shannon-Wiener diversity index (H'), the Margalef species richness index (D), the Pielou species evenness index (J). Hymenoptera found around tidal swamp rice areas of Indragiri Hilir Regency were 15.253 Hymenoptera insects consisting of 11 superfamilies, 37 families, and 304 morphospecies. Hymenoptera parasitoid had the highest diversity index value (4,80), followed by Hymenoptera pollinator (3,13) and Hymenoptera predator (3,11). The number of species of Hymenoptera parasitoid, pollinator, and predator obtained was 243; 31 and 76 species. The high diversity of Hymenoptera around tidal agricultural land optimizes its ecological role in the rice plantation ecosystem.
INOVASI PENGELOLAAN HAMA TERPADU LALAT BUAH PADA PERTANAMAN JERUK DI DAERAH SUNGKAI KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Hidrayani Hidrayani; Zahlul Ikhsan
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v4i4.563

Abstract

Orange is one of the horticultural commodities that deserve to be developed because it can be used as a good source of income for farmers. Efforts to increase the production of citrus plants cannot be separated from the problem of pest, which results in decreased production. Fruit flies are the most important pests that interfere with the production of citrus cultivation in Sungkai. Extension activities and monitoring of integrated pest management of fruit flies in citrus plantations in the Sungkai area of Padang City. The method applied in the extension of integrated pest management (IPM) for fruit flies is through training and Focus Group Discussions and making pilot demonstration plots. Participants in fruit flies' integrated pest management counseling activity are members of the P4S Sungkai Permai, Sungkai Permai Farmers Group, Bukik Bulek, and Pulau Indah, and all communities in the Sungkai area. The IPM technique used to reduce fruit fly pests in Sungkai is land clearing (sanitation). Prevention of fruit fly pests with sanitation has the advantage of low operating costs and low impact or hazard to worker health and the environment. Cleaning the remains of these plants means that we break the life cycle of pests, thereby reducing the pest population. Through this counseling, farmers know and understand how to implement land sanitation to control fruit fly pests. In addition, citrus farmers in Sungkai also have field demonstration plots of land sanitation techniques for citrus plantations to reduce fruit fly pests.