Tri Yogo Wibowo
Pusat Teknologi Agroindustri, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340, DKI Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Degradation of the oxirane ring of epoxidized oleic acid in a liquid catalyzed reaction system Wibowo, Tri Yogo; Rusmandana, Bayu; astuti, Astuti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.344 KB)

Abstract

Epoxidized oleic acid was produced using acetic acid as a carrier of oxygen in liquid organic media. The attack on the oxirane ring by nucleophilic ion takes place in the epoxidation process with liquid catalyst, so decreased the yield of the epoxy. We report a study of degradation of oxirane ring influenced by the amount of sulfuric acid catalyst and addition time of hexane on the epoxidation reaction of oleic acid with hydrogen peroxide. The results show that increasing amount of sulfuric acid catalyst not only can increase rate of reaction but also can affect degradation of epoxide increased. On the process conditions: temperature of 50-55 ºC; mole ratio of oleic acid: acetic acid: hydrogen peroxide = 1 : 0.4 : 1.5; and stirrer speed of 1200 rpm, the amount obtained by sulfuric acid catalyst is best at 3.5% which can result in a number epoksid oxirane and iodine numbers are 3.15 and 4.66, respectively. Meanwhile, the hexane addition did not influence on the reaction rate of double bond cleavage, however the hexane addition at the right time can decrease the degradation of oxirane ring. The addition of a 125 g hexane at the first hour gave the degradation oxirane low at 50%. Keywords: oleic acid, epoxide, oxirane ring, degradation
SINTESIS TRIGLISERID RANTAI SEDANG MELALUI ESTERIFIKASI ENZIMATIS GLISEROL DAN ASAM LAURAT DARI MINYAK INTI SAWIT Wibowo, Tri Yogo; Handayani, Wiwik; Astuti, Astuti; Setianto, Wahyu B
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.341 KB)

Abstract

Minyak inti sawit (PKO) merupakan minyak yang diolah dari kernel sawit. Minyak ini mengandung asam lemak rantai sedang seperti asam kaprilat, asam kaprat, asam kaproat, dan asam laurat, dimana asam lemak ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan kimia yang banyak manfaatnya seperti trigliserid rantai sedang (medium chain triglyceride). Produk MCT telah dimanfaatkan untuk pengobatan penderita HIV, kanker, gangguan jantung, dan gangguan pada pencernaan. Rancangan percobaan Box-Behnken dipakai untuk menguji parameter proses pada produksi medium chain triglyceride (MCT) dari asam laurat melaui proses esterifikasi enzimatis menggunakan katalis enzim Rhizomucor miehei. Parameter esterifikasi yang diuji mencakup rasio mol gliserol dan asam laurat, suhu reaksi dan waktu reaksi. Produk MCT mencapai nilai terbaik pada kondisi operasi rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:6, selama 6 jam, dan pada suhu 60 °C dengan rendemen MCT 48.81% dan konversi asam laurat sebesar 88.19%. Sementara itu, konversi terendah dihasilkan pada kondisi operasi selama 24 jam, pada suhu 55 °C dan rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:9 dengan konversi hanya 24%
PENGARUH PENYANGRAIAN DENGAN TEKNOLOGI VIBRO-FLUIDIZED TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI KAKAO Manalu, Lamhot P.; Astuti, Astuti; Jakfar, Jusuf; Wibowo, Tri Yogo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.436 KB)

Abstract

ABSTRAKProses penyangraian biji kakao dapat mempengaruhi mutu kakao. Akibat suhu yang tinggi pada proses penyangraian, aktivitas antioksidan biji kakao dapat menurun. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat penurunan aktivitas antioksidan biji kakao maka perlu dilakukan proses penyangraian yang lebih efektif (waktu penyangraian yang lebih cepat dan pemanasan yang lebih merata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyangraian biji kakao secara cepat dan efektif dengan menggunakan alat vibro-fluidized roaster, sehingga penurunan aktivitas antioksidan biji kakao dapat dikurangi. Biji kakao yang tidak di fermentasi dipilih untuk disangrai menggunakan alat vibro-fluidized roaster atau disangrai menggunakan penyangrai konvensional. Proses penyangraian dilakukan pada suhu 140 °C selama waktu tertentu sehingga kadar airnya mencapai 2–2.5%. Selanjutnya, biji hasil sangrai dipecah dan dipisah antara nib kakao dengan kulit kakao. Nib kakao dianalisa antioksidannya dan laju penurunan kadar airnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biji kakao yang dihasilkan dari proses penyangraian menggunakan vibro-fluidized roaster memiliki kandungan anti oksidan sebesar 46.86%, sedangkan produk yang dihasilkan menggunakan penyangrai konvensional sebesar 38.16%. Laju penurunan kadar air dari hasil penyangraian menggunakan alat vibro-fluidized roaster lebih cepat dari pada menggunakan penyangrai konvensional ABSTRACTA roasting process of cocoa beans can influence to the quality of cocoa beans product, specifically the use of high temperature on roasting process could reduce the activity of antioxidant. Therefore, in order to diminish levels of reducing activity of antioxidant on cocoa beans, it needs to manage the effectivity of a roasting process such as time and temperature. This research aims to determine the effect of length of roasting time using vibro-fluidized roaster which could reduce the decreasing of level the antioxidant activity of cocoa bean. In this experiment, the unfermented cocoa beans were selected for a roasting process using a vibro-fluidized roaster or roasted apparatus using conventional roasters. The roasting process was carried out at 140 °C for a certain time resulted the water content reached 2-2.5%. Furthermore, roasted beans were broken down and separated between cocoa nib with cocoa shell. The antioxiant activity of cocoa nib and the decreasing of water content were analyzed and the results showed that cocoa beans produced contains antioxidant 46.86% while the conventional products 38.16%. It can be conclude that the rate of decreasing moisture content from roasting process using a vibro-fluidized roaster is faster than a conventional roaster