Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Stabilitas Penyumbatan Muara Sungai Akibat Fenomena Gelombang, Pasang Surut, Aliran Sungai dan Pola Pergerakan Sedimen pada Muara Sungai Bang, Kabupaten Malang Vironita, Feirani; Rispiningtati, Rispiningtati; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.334 KB)

Abstract

Muara Sungai Bang di Kabupaten Malang mengalami pendangkalan di mulut sungai diiringi dengan penyempitan sungai yang dapat mengganggu lalu lintas kapal nelayan saat air surut dan dapat mengakibatkan banjir saat air pasang yang dapat merugikan penduduk karena sebagian besar daerah tersebut digunakan sebagai pelabuhan ikan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju sedimentasi di muara, sehingga dapat memberikan alternatif pemecahan masalah pendangkalan dan penyempitan muara.Berdasarkan perhitungan gelombang diperoleh bahwa gelombang dominan berasal dari arah Selatan. Berdasarkan perhitungan angkutan sedimen pada muara Sungai Bang sebesar 15369,728 m3/th;sedangkan angkutan sedimen pantai sebesar 66042,94 m3/tahun dari arah selatan dan 73790,85 m3/tahun dariarah utara. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa angkutan sedimen yang mempengaruhi muara berasal dari angkutan sedimen sungai dengan volume budget sedimen per tahun sebesar 23117,64 m3. Oleh karenaitu diperlukan bangunan jeti sebagai bangunan pengatur sedimen di muara.Bangunan jeti direncanakan dengan panjang 480 m, ketinggian 9,7 m dari dasar laut dengan usiaguna 16 tahun. Strategi pengelolaan muara sungai terbaik yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah sedimentasi di Sungai Bang adalah dengan mulut sungai terbuka.Kata kunci : Muara, Gelombang, Sedimen, Jeti
STUDI PENENTUAN SKALA PRIORITAS PENINGKATAN KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BODOR KABUPATEN NGANJUK Utaya Kusuma, Olvi Pamadya; Rispiningtati, Rispiningtati; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1594.775 KB)

Abstract

Kabupaten Nganjuk merupakan daerah agraris, dimana sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Pengairan setiap tahun, dalam pengalokasian anggaran untuk biaya jaringan irigasi dalam upaya peningkatan produksi pertanian terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) . Dalam penentuan alokasi anggaran suatu kegiatan khususnya jaringan irigasi antara lain harus mempertimbangkan juga kinerja pada aspek kondisi prasarana fisik jaringan dan aspek penunjang yang terdiri dari produktifitas tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi, Petani Pemakai Air. Sebagai salah satu studi kasus dalam penentuan kinerja jaringan irigasi dalam hal ini penentuan skala prioritas penanganan maka diambil lokasi studi adalah di Daerah Irigasi Bodor yang berada pada Wilayah Kerja UPTD Dinas Pengairan Pace kabupaten Nganjuk dengan luas baku sawah 1886 ha .Pada Daerah Irigasi Bodor mempunyai tingkat kecukupan air sesuai dengan pola pemberian air eksisting pada Jaringan Irigasi Mlilir dengan luas areal tanam 795 ha mempunyai tingkat kecukupan air 55,55% , Jaringan Irigasi Ngrambe Kanan dengan luas areal tanam 112 ha mempunyai tingkat kecukupan air 91,67%, Jaringan Irigasi Ngrambe Kiri dengan luas areal tanam 292 ha mempunyai tingkat kecukupan air 55,55%, Jaringan Irigasi Banaran Kanan dengan luas areal tanam 174 ha mempunyai tingkat kecukupan air 50,00%, Jaringan Irigasi Banaran Kiri dengan luas areal tanam 513 ha mempunyai tingkat kecukupan air 55,55% dalam satu periode tanam.Penentuan Kinerja Jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Bodor ditinjau dari aspek prasarana fisik, produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, P3A dengan penilaian yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 32/PRT/M/2007 tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi diperoleh Jaringan Irigasi Mlilir 74,07 dengan kriteria kinerja baik, Jaringan Irigasi Ngrambe Kanan 79,14 dengan kriteria kinerja baik, Jaringan Irigasi Ngrambe Kiri 76,85 dengan kriteria kinerja baik, Jaringan Irigasi Banaran Kanan 74,51 dengan kriteria kinerja baik, Jaringan Irigasi Banaran Kiri 77,42 dengan kriteria kinerja baik. Penentuan skala prioritas berdasarkan evaluasi Faktor Indeks Kinerja maka ditentukan pada aspek fisik Jaringan Irigasi Mlilir dengan nilai prosentase 32,17 sebagai skala prioritas penanganan yang pertama, selanjutnya Jaringan Irigasi Banaran Kanan, Jaringan Irigasi Ngrambe Kanan, Jaringan Irigasi Ngrambe Kiri, dan Jaringan Irigasi Banaran Kiri.Kata kunci: Tingkat kecukupan air,kinerja irigasi,skala prioritas.
Kajian Peningkatan Manfaat Pada Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek Wahyuningdyah, Mey; Juwono, Pitojo Tri; Rispiningtati, Rispiningtati
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.777 KB)

Abstract

At the beginning Tugu dam was planned to supply water demand and irrigation water. In this study will be reviewed on a large electric power can be generated from the utilization of the reservoir outflow discharge and increase the value of benefits when Tugu dam is used as power plant and tourism places.Power generation at Tugu dam is planned in base load. Francis turbine is selected with optimum installed power is 400 kW, which capability of producing energy is 2,140,382.328 kWh / year. Tugu dam tourism region plans to use the land area of 9.86 hectares with cottage, water and tourist playground, swimming pool, restaurant and shop / shopping tour. Based on economic analysis conducted, can increase in the value of BCR, NPV and IRR. BCR value of 1.115 which was originally changed to 1.142; the original NPV of Rp. 36,705,066,329.00 turned into Rp.53.154.809.819,00; the original IRR 13.057% turn into 13.408%.Key words: power generation, tourism, economic analysis.
Kajian Peningkatan Kapasitas PLTA Lodoyo Widyaningsih, Wiwik; Rispiningtati, Rispiningtati; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.177 KB)

Abstract

Lodoyo dam has the potential to development of energy resources especially hydro energy power plant (HEPP), where the excess outflow discharge through spillway still have potential for capacity improvement.With the availability of outflow discharge through spillway data, the additional potential energy can be calculated, by analyze of head effective and energy. Also can performed in economic feasibility with parameter B/C Ratio, IRR, and NPV where benefit value calculated from the selling price of electric generated. The optimum improvement based on four alternative discharge outflow design with two alternative alignment. From 1st alternative analysis where located on the left river, the largest value of B/C Ratio at 1.037 (at the rate 12%) on discharge outflow at 34.05 m3/sec (Q75%) with an installed capacity 3.20 MW, and an annual energy at 25.58 GWh. For 2nd alternative where located on the right side of river has largest B/C Ratio values at 1.076 on the same discharge outflow with an annual energy of 25,65 GWh so this alternative has the most optimal of potential energy.Key words: discharge, head, energy, economic feasibility.
Kajian Potensi Sungai Srinjing Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (Pltmh) Brumbung Di Kabupaten Kediri Indarto, Agus; Juwono, Pitojo Tri; Rispiningtati, Rispiningtati
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.764 KB)

Abstract

MHP Brumbung is located at upstream of Srinjing River. Potential discharge MHP Brumbung depends on the discharge of the gate 1 operation of Siman dam which is used to irrigate 4852 Ha Siman crop area.To obtain the optimal scale in the construction of the MHP to be optimized flow generation and generating units in order to obtain an economical MHP. Dependable discharge optimization results are used as a basic for discharge planning of Brumbung MHP is discharge with 75% probability that is equal to 3.394 m3/dt with the discharge for one unitinstalled capacity is equal to 1.697 m3/dt and installed capacity of 50 kW,with fluctuating effective head ranged from 4.944 m to 5.140 m, the annual energy production obtained 875,785.980 kWH for two generating units with a turbines Crossflow.Keywords: Micro hydropower, discharge optimization, installed capacity
Analisis Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Usia Bendungan Tilong Di Das Tilong Kabupaten Kupang Propinsi Ntt Fallo, Yunus; Rispiningtati, Rispiningtati; Harisuseno, Donny
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.488 KB)

Abstract

The forest degradation rate reached 2,83 million ha every year. From the total forest area of 120,5 million ha, about 59 million ha were critical areas. Besides, the critical Watersheds ini Indonesia increased. The watershed conservation efforts had brought motivation to develop the erosion estimation technologies that could assist in solving the erosion rate estimation problems spatially. The study was carried out at Tilong Watershed, Kupang Regency of NTT Province. The results showed that the value of erosion rate in Tilong Watershed area with existing (year 2010) land utilization condition was 25.428,155 ton/year where the Tilong Watershed total wide was 4.948,75 Ha. Whereas the sediment potential was 7.319,524 ton/year. The Erosion Danger Level was 74,62 %. One of the assumptions why the land erosion rate was very high was because of the misuse of the land in that area. To control the erosion rate, focussed to the recommendation of land utilization direction that referred to The Soil Conservation and Rehabilitation Program (ARLKT) and building of 8 check dam. Meanwhile, the land utilization should notice The RTRW and the cooperation between local inhabitant and the government was needed indeed in the soil conservation and land rehabilitation efforts.Key Words : Erosion, Sediment, Check Dam, GIS
Studi Penentuan Kinerja Pengelolaan Das Di Sub Das Konto Hulu Wibowo, Anggara Cahyo; Sayekti, Rini Wahyu; Rispiningtati, Rispiningtati
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.448 KB)

Abstract

At the Sub Konto watershed upstream, Malang Regency, the success of watershed management was certainly related to the analysis of watershed sustainability performance indicators. Key performance indicators of sustainable management of watersheds in the region was covered environmental sustainability (land use and water management) as well as the sustainability of social, economic, and institutional. Therefore, an increase in cultivation area function requires integrated planning that some watershed management goals and objectives achieved, such as: 1) soil erosion control, 2) optimal water yield, and 3) productivity and carrying capacity of the land preserved. Thus land degradation can be controlled and wellbeing of the community can be assured. The purpose of this study was to determine the performance of sustainability in watershed management upstream Sub Konto watershed, and to know the results of the classification index parameters examined include land cover, land use suitability, erosion index, coefficient of river regime, the coefficient of variance, index of water use, sedimentation, runoff coefficient in Sub Konto watershed upstream. From this study it can be seen the results of the classification and calculation of the average in 2003 - 2012 include indices for land cover classification were 45.71% medium, the suitability of the land use classification of 85.21% good, erosion index of 85.98 classifications medium, the coefficient regime river classification either 8.88 good, coefficient variance of 0.18 medium, classification, water use index of 0.34 good classification, sedimentation of 2.23 medium classification ,runoff coefficient of 0.52 bad classification on the Sub Konto watershed upstream.Keywords: DAS, erosion, land use
Kajian Kemampuan Maksimum Danau Sentani Dalam Mereduksi Banjir Di DAS Sentani Fauzi, Mohammad; Rispiningtati, Rispiningtati; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1752.359 KB)

Abstract

Lake Sentani which located at Jayapura Regency is known as one of largest and most beautiful lakes in the province of Papua . About 14 rivers is flowing into Lake Sentani, thus one of its main functions is as a flood catchment. Based on the research conducted by Balai Wilayah Sungai Papua in 2012, it can be measured that the capacity of Lake Sentani is equal to 4.821.49 million m .The aim of this research is to analyze the flood discharge into Lake Sentani caused by land use changes from the use for every 3 years (2007, 2010 and 2012). The simulation of the flood discharge at the outlet and flood routing was made using the Muskingum method.From the analysis, it is shown that the discharge at outlet (Qout) was less than the discharge from inflow (Qin) as a result of simulation. The flood reduction (which was formed as a percentage) can be calculated as a ratio between the differences of (Qin - Qout) and inflow discharge (Qin). By this formula, it can be calculated that the average of flood reductions were 86,18% (2007), 86,22% (2010) and 86,23% (2012), by using simulation from eight different Return Period Discharge (Q2 to Q1000). Thus it can be concluded that Lake Sentani still has an adequate capacity to reduce flooding from the upstream zone of Sentani Catchment Area.From the results, it is found that the flood discharge is affected by the changes of catchment area and land use. Under these changes, the runoff coefficient will be changed as well.Keywords: Maximum Capacity, Flood Discharge, Flood Reduction
Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih PDAM Perumnas Kota Baru Driyorejo Gresik Suhartanto, Ery; Rispiningtati, Rispiningtati; Adhitama, Senna Ananggadipa
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.459 KB)

Abstract

Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih pada suatu daerah hendaknya memperhatikan ketersediaan sumber air yang ada. Begitu juga di Perumnas Kota Baru Driyorejo. Sesuai target nasional PDAM Kabupaten Gresik yaitu sebesar 80% masyarakatnya terpenuhi kebutuhan air bersihnya sehingga diperlukan peningkatan pelayanan dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang telah ada dan merencanakan pengembangan jaringan baru. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Perumnas Kota Baru Driyorejo memanfaatkan sumber air yang berasal dari IPA Krikilan dan IPA Legundi. Adapun kebutuhan air bersih di daerah studi termasuk dalam kebutuhan domestik dan non domestik dengan mempertimbangkan faktor kehilangan air. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air sampai dengan tahun 2020 serta mengetahui kondisi hidrolis dari sistem jaringan pipa yang ada. Simulasi jaringan pipa dilakukan dengan bantuan program WaterCAD v 4.5. Perhitungan dilakukan dengan simulasi kondisi tidak permanen dimana kebutuhan air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya. Berdasarkan hasil akhir simulasi, dapat dilihat bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan kondisi reservoar yang mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah studi.Kata Kunci: kebutuhan air bersih, kehilangan air, jaringan pipa, kondisi tidak permanen, reservoar.
Simulasi dan Optimasi Harga Air Bersih pada Proyek Waduk Titab Kabupaten Buleleng Propinsi Bali Ngurah Antariza, I Gusti; Rispiningtati, Rispiningtati; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.504 KB)

Abstract

Air adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup yang keberadaannya mutlak diperlukan, dengan bertambah tuanya planet bumi ini telah terjadi pemanasan global yang mengakibatkan berkurangnya jumlah volume air hujan. Pertemuan internasional oleh UNED badan dari PBB pada tahun 1996 mengulas tentang hubungan pengaturan air melalui mekanisme ekonomi.Propinsi Bali dengan luas wilayah sekitar 5.632,86 Km2 dan luas daerah aliran sungai di lokasi Bendungan Titab adalah sebesar 69,54 km2 dengan panjang sungai 25 km. Proyek Bendungan Titab berfungsi untuk penyediaan air irigasi di Saba seluas 1396.40 ha dan Puluran seluas 398.42 ha, serta suplai air baku untuk air minum, pembangkit listrik 3,15 MW.Tujuan dari studi ini adalah memberikan sumbangan pemikiran untuk penetapan dan analisa simulasi harga air bersih yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat pengguna setelah berdirinya proyek Waduk Titab tersebut.Lokasi waduk Titab terletak pada Sub Satuan Wilayah Sungai (Sub SWS) Bali Penida, dan secara administratif termasuk di empat wilayah desa, yaitu Desa Telaga, Desa Ularan, Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu dan Desa Ringdikit Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Luas daerah aliran sungai di lokasi bendungan adalah sebesar 69,54 km2 dengan panjang sungai 25 km.Hasil perhitungan uji kesesuaian metode proyeksi penduduk diambil dengan menggunakan metode eksponensial sebesar 0,921115 karena memiliki angka mendekati +1 dibandingkan metode yang lainnya. Penduduk Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 berjumlah sebanyak 2,343,380 jiwa yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan air bersih. Kebutuhan air rata–rata yang digunakan adalah kebutuhan air rata rata tahun 2025 dimana sebagai acuan untuk perhitungan BCR yaitu 65,095,932 lt/hari x 5500 (Harga air eksisting maksimum) = Rp 130,680,082,750 (Manfaat air bersih). Dalam perhitungan Benefit Cost Ratio dengan tingkat suku bunga 12% B/C Waduk Titab >1 maka dapat dikatakan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, atau lebih tepatnya proyek ini melebihi nilai impas. Dari hasil analisa perbandingan dapat diketahui bahwa harga air mimimum eksisting sebesar Rp 800/m³ dan harga air maksimum sebesar 5500/m³, sedangkan dari hasil simulasi didapat harga air minimum sebesar Rp.982/ m³ dan harga air maksimum sebesar 5695/m³ sehingga didapat bahwa untuk mendapakan nilai B/C > 1 maka pihak pengelola air dapat menerapkan harga air yang sudah di analisa.Ketersediaan air pada musim kemarau sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan pendekatan kepada petani agar mau melaksanakan pola tata tanam yang sudah di jadwalkan dan hendaknya pihak-pihak terkait selalu meninjau dan turut serta dalam pemeliharaan Waduk Titab agar waduk dapat beroperasi secara optimal sesuai usia gunanya serta terjaga keefektifitasannya.Kata kunci : simulasi, optimasi, harga air bersih, waduk titab.