S Sumardino
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN KULTURAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RUMAH SAKIT JOGJA INTERNATIONAL HOSPITAL Siti Lestari; W Widodo; S Sumardino
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.306 KB)

Abstract

Perawat merupakan petugas kesehatan yang mempunyai peran dominan dalam membantu pasien sembuh dari penyakit yang dideritanya. Terkait dengan budaya perawat perlu mengetahui dan menilai keanekaragaman budaya, mempunyai kapasitas untuk mengkaji budaya, menyadari bahwa budaya bersifat dinamis dan mempunyai adaptasi yang terus menerus dikembangkan dalam upaya mereaksikan dan memahami keanekaragaman budaya. JIH, merupakan salah satu rumah sakit internasional yang memiliki knsumen dari berbagai ragam latar budaya. Oleh karenanya perlu kiranya diketahui bagaimana pendekatan budaya yang dilakukan perawat di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan cultural dalam praktek keperawatan professional.Metode kualitatif dengan 18 narasumber yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan model miles dan Huberman, yang meliputi data reduksi, penyajian dan konklusion.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat perlu mempunyai pengetahuan tentang budaya dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat bersikap positif dalam menghadapi perbedaan budaya.Perawat akan membiarkan bila tidak mempengaruhi kesehatan, bernegosiasi atau bahkan akan melarang bila mengganggu kesehatan atau dilarang dokter. Hambatan yang sering ditemukan adalah dalam hal komunikasi dan pendekatan budaya dalam praktek keperawatan profesional dilakukan melalui identifikasi, analisa situasi, menyusun strategi dan mengevaluasi Kata Kunci: budaya, praktek keperawatan profesional. ABSTRACT Nurses are health professional who have dominant role to help client for healing the deseas. In relating to the culture, they must understand and valuing cul tural diversity background , have capability to asess cultural and aware that cultur is dinamic. Furthermore, nurses must adapt continuesly in order to reÀ ect and understand about cultural diversity. Jogja International Hospital is a international hospital that has consuments with many and different cultural background. So, it is important for understanding how implementing a culturral in professional nursing practice. The purpose of the study is for describing implemetation of cultur in professional nursing practice. . The qualitative research with 18 sample is designed to answer the purpose of study. Analize of data is using Mile and Huberman’s model, The results show that Nurses need to knowledge of other culture inorder to provide professional nursing practice. Nurses also should think positively when they care client with different culture group.Nurse will maintenance the culture when it is not inÀ uence the client’s health, or negotiating event they will probihited when the cultur will inÀ uence the health status. The barrier during work with client in different cultur background was communication and language. Professional Nursing Practice with cultur was conducted via cultur identi¿ cation, analizing of situation , making intervention and evaluation. Key words: Culture, proffessional nursing practice.
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN SINDROM METABOLIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RUANG INTENSIVE CARDIOVASKULER CARE UNIT (ICVCU) RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2014 Mentari Rosriyana Dewi; Dwi Susi Haryati; S Sumardino
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 2, Juli 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.47 KB)

Abstract

ABSTRAKAkut Miokard Infark (AMI) adalah keadaan nekrosis otot jantung akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen yang terjadi secara mendadak. Faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya AMI adalah obesitas sentral, hipertensi, peningkatan gula darah puasa, kenaikan kadar trigliserida, dan penurunan kadar high density lipoprotein ( HDL) yang lebih dikenal dengan sindrom metabolik. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian Akut Miokard Infark (AMI) di ruang Intensive Cardiovaskuler Care Unit (ICVCU) RSUD Dr. Moewardi tahun 2014. Jenis penelitian adalah eksplanatory riset dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pasien AMI yang menjalani perawatan di ruang ICVCU tanggal 12 Februari-12 April 2014. Untuk mengetahui faktor dominan sindrom metabolik menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian dari 30 responden pasien AMI diperoleh 14 orang (46,7%) mengalami obesitas sentral, 17 orang (56,7%) mengalami hipertensi, 15 orang (50%) mengalami kenaikan gula darah puasa, 20 orang (66,7%) mengalami kenaikan kadar trigliserida, 14 orang (46,7%) mengalami penurunan kadar HDL, dan pasien yang mengalami STEMI 20 pasien (66,7%) dan yang NSTEMI 10 pasien (33,3%). Hasil menujukkan faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida dengan nilai Exp (B) 5,102. Kesimpulan factor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida.Kata kunci: Akut Miokard Infark, sindrom metabolik, faktor dominanABSTRACTAcute Myocardial Infarction (AMI) is a state of cardiac muscle necrosis due to an imbalance between demand and supply of oxygen that occurs suddenly. Factors that may affect the incidence of AMI is central obesity, hypertension, increased fasting blood sugar, increases in triglyceride levels, and decreased levels of high density lipoprotein (HDL) better known as metabolic syndrome. Aim to determine the dominant factors of the metabolic syndrome are associated with the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) in the Intensive Care Unit cardiovascular (ICVCU) Hospital Dr. Moewardi 2014. This type of research is explanatory research with cross sectional approach. The samples used were 30 patients with AMI who undergo treatment at room ICVCU on February 12 to April 12, 2014. To determine the dominant factor of the metabolic syndrome using logistic regression. The results of the 30 respondents obtained 14 AMI patients (46.7%) had central obesity, 17 people (56.7%) had hypertension, 15 people (50%) experienced an increase in fasting blood sugar, 20 people (66.7% ) increased levels of triglycerides, 14 people (46.7%) decreased levels of HDL, and patients with STEMI 20 patients (66.7%) and the NSTEMI 10 patients (33.3%). The results showed the dominant factor of the metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels with Exp (B) 5.102. Conclusion The dominant factors of metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels.Keywords: Acute Myocardial Infarction, metabolic syndrome, the dominant factor