Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI WORTEL (Daucus carota L.) DI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Asmara, Rosihan; Sholeh, Shoimus
Jurnal Agrise Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Sosek FPUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.491 KB)

Abstract

Kecamatan Bumiaji merupakan sentra penghasil wortel di Kota Batu karena memiliki produksi dan luas lahan terbesar dibandingkan dengan kecamatan lainnya dengan luas lahan 444.8 ha, produksi mencapai 6,733.5 ton dan produktivitas sebesar 15 ton/ha. Petani masih dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman wortel dengan penggunaan faktor-faktor produksi yang efisien, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian yaitu: (1) untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi wortel, (2) menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani wortel, dan (3) menganalisis pendapatan usahatani wortel di Kecamatan Bumiaji Batu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Faktor-faktor produksi yang di analisis yaitu benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Analisis yang digunakan yaitu fungsi produksi Cobb-Douglas dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda. Untuk mengetahui efisiensi alokatif dengan melihat nilai produk marginal (NPM). Dari hasil analisis regresi diperoleh faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani wortel adalah benih, pestisida dan tenaga kerja. NPMx/Px untuk penggunaan benih > 1 yaitu sebesar 3.94, sehingga penggunaan benih belum efisien. NPMx/Px untuk alokasi penggunaan pestisida < 1 yaitu sebesar 0.94, sehingga penggunaan pestisida tidak efisien. NPMx/Px untuk penggunaan tenaga kerja > 1 yaitu sebesar 2.17 sehingga alokasi penggunaan tenaga kerja belum efisien. Rata-rata total penerimaan petani wortel sebesar Rp 58,197,350,- dan rata-rata total biaya sebesar Rp 25,434,007,-, sehingga diperoleh pendapatan usahatani wortel sebesar Rp 32,763,343,- per hektar dalam satu musim tanam. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata usahatani wortel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu menguntungkan.   Kata kunci:  wortel, usahatani, faktor produksi, efisiensi, nilai produk marginal
PREFERENSI RESIKO PETANI DALAM ALOKASI INPUT USAHATANI JAGUNG MENGGUNAKAN MODEL JUST AND POPE Asmara, Rosihan; Widyawati, Wiwit; Hidayat, Abdul Haris
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.416 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.20

Abstract

Perilaku risiko usahatani tanaman jagung dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu perilaku sumberdaya manusia dan sifat sumberdaya alam. Salah satu kondisi alam yang menyebabkan peningkatan risiko pada sektor pertanian ialah perubahan iklim. Usahatani tanaman jagung merupakan salah satu usahatani tanaman pangan yang dapat menerima kondisi tersebut, yaitu perilaku usahatani yang dilakukan petani dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Peneletian ini menganalisis preferensi petani terhadap risiko produksi jagung menggunakan model Just and Pope. Hasil penelitian menunjukkan petani dengan preferensi risk seeker menggunakan input produksi lebih besar daripada petani dengan preferensi risk averse. Petani dengan preferensi risk seeker lebih efisien secara teknis daripada preferensi risk averse. Pada kondisi sosial petani dengan preferensi risk seeker cenderung memiliki jumlah tanggungan keluarga yang lebih besar, tingkat pendidikan lebih tinggi, serta memiliki pengalaman usahatani jagung lebih lama daripada petani dengan preferensi risk averse.
Pola Konsumsi dan Permintaan Protein Hewani di Kota Malang Model Almost Ideal Demand System (AIDS) Farras, Muhammad Faishal; Anindita, Ratya; Asmara, Rosihan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.01

Abstract

Total konsumsi protein hewani Indonesia masih tertinggal dari negara lain di ASEAN. Tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia hanya mencapai 8% dari total konsumsi pangan. Salah satu indikator yang dapat dilihat dari rendahnya tingkat konsumsi protein adalah bayi pendek. prevalensi bayi pendek meningkat dari 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi dan permintaan protein hewani yaitu daging sapi, ayam, telur , susu dan ikan di Kota Malang dan untuk Mengetahui elastisitas permintaan protein hewani di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan fungsi permintaan Almost Ideal Demand System (AIDS) dengan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi dan permintaan protein hewani di Kota Malang ada harga sendiri, pendapatan, dan faktor sosiodemografi yang mempengaruhi permintaan adalah jumlah anggota rumah tangga, usia kepala rumah tangga, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan kepala rumah tangga. Elastisitas harga dari permintaan menunjukkan bahwa komoditas protein hewani di Malang inelastis, elastisitas pendapatan menunjukkan barang normal, dan elastisitas silang menunjukkan bahwa komoditas ini saling substitusi.
Keterkaitan Sikap Kewirausahaan Petani Tebu dan Produktivitas Tebu di Kabupaten Malang Jihad, Baroroh Nur; Hanani, Nuhfil; Asmara, Rosihan; Fahriyah, Fahriyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.31

Abstract

Sikap kewirausahaan berperan penting pada peningkatan kemampuan petani tebu guna meningkatkan produktivitas usahatani tebu. Peningkatan produktivitas tebu merupakan salah satu upaya untuk mengatasi defisit gula di Indonesia yang rata-rata mencapai 4,7 juta ton (tahun 2016-2019). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan sikap kewirausahaan petani tebu dengan produktivitas tebu di Kabupaten Malang dengan menggunakan tabulasi silang. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis sikap kewirausahaannya. Indikator yang digunakan untuk mengukur sikap kewirausahaan yaitu kategorisasi diri, motivasi, efikasi diri, berani mengambil risiko, inovasi, mampu melihat peluang, dan berorientasi pada pertumbuhan. Ketujuh indikator tersebut diukur menggunakan skala Likert. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara pada 50 petani tebu di Kabupaten Malang. Metode penentuan responden dilakukan secara Multistages Random Sampling. Sebanyak 70 persen petani tebu di Kabupaten Malang memiliki sikap kewirausahaan yang rendah, terutama pada indikator inovasi dan motivasi dengan rata-rata skornya 2,38 dan 2,17. Pada hasil tabulasi silang menunjukkan adanya keterkaitan positif antara sikap kewirausahaan petani tebu di Kabupaten Malang dengan capaian produktivitasnya.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DENGAN PENDEKATAN FRONTIER PADA USAHA PEMBUATAN CHIPS MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Irawati, Niken; Asmara, Rosihan; Hanani, Nuhfil
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat produksi usaha pembuatan chips ubi kayu, menganalisis efisiensi teknis penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha pembuatan chips ubi kayu, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis pada usaha pembuatan chips ubi kayu. Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap produksi frontier dan tingkat efisiensi yang dicapai pada masing – masing unit usaha dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap fungsi produksi frontier dengan menggunakan Frontier software 4.1 . Sedangkan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi yang dicapai digunakan regresi berganda. Hasil penelitian antara lain adalah faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi frontier dalam usaha pembuatan chips MOCAF adalah jumlah ubi kayu yang merupakan bahan baku utama dari chips. Sedangkan  tenaga kerja dan volume bak perendaman dalam analisis ini tidak tampak pengaruhnya. Efisiensi teknis dari usaha pembuatan chips ini sudah cukup tinggi, 60% dari responden sudah berada pada tingkat efisiensi teknis lebih dari  0,92. Faktor yang berpengaruh nyata pada efisiensi teknis adalah tingkat pendidikan, kepemilikan dan lamanya usaha berdiri. Sedangkan umur tidak tampak pengaruhnya dalam analisis ini. Kata kunci: efisiensi, frontier, MOCAF