Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Agriculture Output Growth in East Java: An Input-Output Analysis Beetwen 1985-1990 and 1994-2000 Ratya Anindita; Agustina Shinta
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10, No. 1 Februari 2010
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8162.543 KB)

Abstract

-
Animal Food Demand in Indonesian Rural: A Quadratic Almost Ideal Demand System Approach Nikmatul Khoiriyah; Ratya Anindita; Nuhfil Hanani; Abdul Wahib Muhaimin
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is estimated that the protein consumption in Indonesia will increase up to 90 % in 2030. The objective of this study was to analyze the effect of price, income, and socio-demographic variables on demand for animal food in rural households in Indonesia. The demand estimation is using a Quadratic Almost Ideal Demand System. The research used  Susenas 2016 data from 131,975 households. The results of the study confirmed that animal food is elastic, except the eggs. Beef is more sensitive to the household income changing. The increasing of household income increase beef and milk consumption. When the price of beef increases, the household consume the other protein resource (chicken, fish, and eggs) as substitutions. The increase of 1% beef price increase chicken, fish and milk consumption by  0.17%, 0.13%, 0.05% respectively. The increase of income followed by milk price decreasing increase chicken and fish consumption by 0.14% and 0.04%. The increase of one person household member decrease consumption of egg, meat, and milk for 0.33%,  0.01%, and 0.05 %.
VOLATILITAS HARGA GULA DUNIA DAN HARGA GULA DOMESTIK Fitrotul Laili; Ratya Anindita; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 3 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.886 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat volatilitas harga gula dunia dan harga gula domestik. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ARCH/GARCH. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa volatilitas harga gula dunia dan harga gula domestik, masing-masing bernilai kurang dari 1 (satu) pada seri harga nominal. Volatilitas harga gula mentah (raw sugar) sebesar 0.00254. Volatilitas harga gula rafinasi (refined sugar) sebesar 0.957513. Volatilitas harga gula domestik sebesar 0,980068. Hal ini menunjukkan volatilitas dengan kecenderungan menurun pada tahun-tahun berikutnya.   Kata kunci: Volatilitas, Harga Gula Dunia, Harga Gula Domestik, ARCH/GARCH
Analisis Respon Penawaran Komoditas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Indonesia Citra Saragih; Ratya Anindita; Rosihan Asmara
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.02.13

Abstract

Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PBD) yang cukup besar yaitu sekitar 13,14% pada tahun 2017 atau sebagai urusan kedua setelah sektor industri pengolahan. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan hasil perkebunan di indonesia yang berperan terhadap peningkatan neraca perdagangan, menurunkan inflasi, mengurangi belanja pemerintah, dan meningkatkan real capital return. Namun permasalahan dalam mengembangkan kelapa sawit yaitu kesenjangan produksi antara potensi dan hasil yang dicapai oleh petani kelapa sawit masih cukup senjang. Kelapa sawit sebagai komoditas yang strategis memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi penawararan kelapa sawit di tingkat produktivitas dan di tingkat jumlah tanaman menghasilkan. Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1989-2017 denngan mengunakan model respon penawaran tanaman tahunan yang dikembangkan oleh Franch dan Matthews  untuk mengetahui bahwa adanya respon penawaran kelapa sawit jangka pendek dan panjang, digunakan uji stasioner, uji kointegrasi dan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa respon penawaran jangka pendek dan panjang di tingkat produktivitas dan jumlah tanaman menghasilkan terkointegrasi secara positif. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa elastisitas respon penawaran jangka panjang dan pendek diketahui nilai elastisitas yang sama antara jangka panjang dan pendek yaitu kurang dari 1 (E<1).
ANALYSIS OF FARMERS’ SATISFACTION ON HYBRID RICE SEED MAPAN P-05 IN PENDEM VILLAGE, JUNREJO SUBDISTRICT, BATU CITY Sri Wahyuni; Ratya Anindita; Condro Puspo Nugroho
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 18, No 1 (2018): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.646 KB) | DOI: 10.21776/ub.agrise.2018.018.1.1

Abstract

The purpose of this research is to describe the knowledge of farmers about the seed of hybrid rice Mapan P-05, to analyze the conformance of performance and importance level, and to analyze farmers’ satisfaction to hybrid rice seeds of Mapan P-05. Sampling method used is census, where all the population members are farmers who use the seed of Mapan P-05. Methods of data analysis use descriptive analysis and quantitative analysis, which are IPA (Importance Performance Analysis) and CSI (Customer Satisfaction Index). The results found that the conformance level of performance and importance of hybrid rice seed Mapan P-05 is 80.2%; while the level of overall satisfaction is 62.06%. From the CSI, the attributes which should be considered by producers are the price, the seeds productivity, the seeds availability and the harvest age. Mapan P-05
CRITICAL SUCCESS FACTORS OF JAVA PREANGER COFFEE CHAIN IN BANDUNG REGENCY Taufik Perdana Putra; Ratya Anindita; Suhartini Suhartini
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 18, No 1 (2018): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.622 KB) | DOI: 10.21776/ub.agrise.2018.018.1.7

Abstract

The Purpose of this research is to identify and analyse the critical success factor of Java Preanger Coffee  in achieving Competitive advantage. The method of these research is using qualitative methode using critical success factor analysis. Data analysis technique using descriptive analysis qualitative that compared obtained data with the theories. An Strategy to improve competitive advantage of coffee Java preanger will be the main objective of these researchThe factors that become the critical factor is aroma, serving methods, Price, Packaging, stock, roasting quality, innovation, roasting date, Serving quality, Barista role. Strategy to improve the product and make a market penetration to increase market competitiveness. Based on the result of analysis can be concluded that aroma and  roasting quality have a high point of critical sucess with score of 6.58 and 6.55 from maximum 7 points.  Packaging having the lowest score with 5.82 points. These results show us that the important role from coffee industry was the production, post harvest and processing factor that create an unique aroma and flavour for the competitive advantage and increase the benefit and value.The Purpose of this research is to identify and analyse the critical success factors of Java Preanger Coffee  in achieving Competitive advantage. The method of these research is using critical success factor analysis. The observation and data collected are used to describe factors affecting Java Preanger Coffee. The results found that the factors used for improvemen in competitive advantage of coffee Java preanger are aroma, serving methods, price, packaging, stock, roasting quality, innovation, roasting date, serving quality, and barista role. Based on the results can be concluded that aroma and  roasting quality have a high point of critical sucess with score of 6.58 and 6.55 from maximum 7 points.  Packaging has the lowest score with 5.82 points. Additionally, the important role of coffee industry was the production, post harvest and processing that create an unique aroma and flavour for the competitive advantage and increase the benefit and value.
ANALISIS VOLATILITAS HARGA, VOLATILITAS SPILLOVER, DAN TREND HARGA PADA KOMODITAS BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DI JAWA TIMUR Mullisa Ayu Wijaya; Ratya Anindita; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.71 KB)

Abstract

Liberalisasi perdagangan di Indonesia menyebabkan impor bawang putih selalu meningkat sehingga harga domestik bawang putih tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan domestik, akan tetapi mengikuti harga impor bawang putih. Hal itu menyebabkan harga domestik bawang putih semakin tidak pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga, volatilitas spillover, dan untuk mengetahui trend harga pada komoditas bawang putih sebelum dan sesudah liberalisasi perdagangan. Penelitian ini didukung oleh data sekunder (time series), yaitu harga bawang putih di tingkat produsen (petani) dan konsumen (eceran) di Jawa Timur, selama 21 tahun, dari 1992 hingga 2012 (bulanan). Untuk menganalisis volatilitas harga digunakan metode ARCH/GARCH, volatilitas spillover digunakan metode EGARCH, dan untuk mengukur trend harga digunakan metode Kuadrat Terkecil. Hasil-hasil penelitian ditunjukkan bahwa sebelum liberalisasi perdagangan volatilitas harga produsen dan konsumen adalah high volatility, sedangkan sesudah liberalisasi perdagangan volatilitas harga produsen adalah high volatility dan volatilitas harga konsumen adalah low volatility. Sebelum liberalisasi perdagangan mengindikasi volatilitas spillover, sedangkan sesudah liberalisasi perdagangan tidak mengindikasi volatilitas spillover. Trend harga produsen dan konsumen sesudah liberalisasi perdagangan adalah meningkat sangat tinggi daripada trend harga produsen dan konsumen sebelum liberalisasi perdagangan. Kedua trend harga tersebut merupakan garis uptrend.   Kata kunci: bawang putih, volatilitas harga, volatilitas spillover, trend harga
ANALISIS VOLATILITAS HARGA, TRANSMISI HARGA, DAN VOLATILITY SPILLOVER PADA PASAR DUNIA CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN PASAR MINYAK GORENG DI INDONESIA Yuliana Bakari; Ratya Anindita; Syafrial Syafrial
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.833 KB)

Abstract

Unpredictable supply and demand dapat menyebabkan unpredictable price sehingga dapat menyebabkan kecenderungan terjadinya volatilitas harga. Demikian halnya unpredictable supply and demand juga terjadi pada pasar minyak goreng di Indonesia dan pasar dunia Crude Palm Oil (CPO). Di sisi lain, adanya globalisasi dan liberalisasi perdagangan menunjukkan kemungkinan besar terjadinya transmisi harga dan volatility spillover. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga pada masing-masing pasar, transmisi harga antara kedua pasar tersebut, serta spillover volatility yang terjadi. Metode yang digunakan adalah kointegrasi engel, ARCH/GARH, dan GARCH-BEKK. Meskipun terjadi transmisi harga dan volatilitas spillover pada kedua pasar tersebut, hasil penelitian volatilitas pada masing-masing harga yaitu pada pasar minyak goreng di Indonesia dan pasar dunia Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan bahwa harga bersifat low volatility.   Kata kunci: Transmisi harga, Volatilitas, Volatility spillover, ARCH/GARCH
ANALYSIS OF PADDY FARMER’S SATISFACTION ON INSECTICIDE X IN PENDEM VILLAGE, JUNREJO SUB-DISTRICT, BATU CITY Made Anggara Citra Retnanti; Ratya Anindita
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 18, No 1 (2018): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.499 KB) | DOI: 10.21776/ub.agrise.2018.018.1.2

Abstract

Satisfaction is a condition where the demand for the products received in accordance with consumers’ expectation. The purpose of this research is to analyze the paddy farmer's satisfaction on the insecticide used. Data collection was done by interview technique using questionnaire. The method of analysis used is the method of Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The respondents were 40 rice farmers. This study usesone of the insecticide brands used by rice farmers. From the IPA method, the result shows that on average the conformity rate is 91.4%. This indicates that the insecticide product is able to meet consumer expectations. The resultof the CSI method shows that the satisfaction level is 78.2%.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI BAWANG PUTIH (STUDI KASUS DI DESA GIRIPURNO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU) M. Erwan Suriaatmaja; A. Wahib Muhaimin; Ratya Anindita
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.548 KB)

Abstract

Kebutuhan bawang putih dalam negeri dikuasai oleh bawang putih impor, hal ini dikarenakan produksi bawang putih dalam negeri semakin tahun mengalami penurunan. Ini disebabkan selain biaya produksi tinggi juga karena dalam berusahatani bawang putih petani tidak dapat mengalokasikan input usahataninya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan faktor yang berpengaruh pada tingkat efisiensi teknis dan alokatif. Model yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi adalah fungsi produksi stochastic frontier, dengan faktor produksi yang dimasukan dalam model yaitu luas lahan, bibit, pupuk, insektisida, fungisida dan tenaga kerja. Sedangkan metode efisiensi teknis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada model efisiensi teknis yang dikembangkan oleh Battese dan Coelli. Faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis yang dimasukan dalam model yaitu, pengalaman berusahatani, tanggungan keluarga, tingkat pendidikan dan umur petani. Berdasarkan hasil penelitian petani masih belum mampu untuk mengalokasikan input usahataninya secara optimal, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan petani didaerah penelitian dalam menggunakan faktor produksi baik itu luas lahan, bibit dan pupuk belum efisien secara teknis dikarenakan kemampuan petani dalam mengadopsi teknologi yang ada belum maksimal ini dikarenakan tingkat pendidikan petani berpengaruh pada tingkat efisiensi teknis. Rendahnya tingkat pendidikan dan terbatasnya kecakapan petani merupakan penyebab rendahnya penerapan teknologi oleh petani bawang putih. Terbatasnya pengaplikasian teknologi yang tepat sangat berpengaruh kepada hasil produksi komoditas pertanian, sehingga belum tercapai optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja, fungisida dan isektisida, yang sebenarnya sangat berpotensi untuk memberikan hasil yang lebih optimal dan dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.   Kata kunci: efisiensi teknis, produksi, pendapatan, bawang putih