Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

PERGESERAN MAKNA SOSIAL MAHKOTA BINOKASIH PADA PENGANTIN KEBESARAN SUMEDANG 1970-2010 Sofi Solihah; Ruly Darmawan
Metahumaniora Vol 11, No 1 (2021): METAHUMANIORA, APRIL 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i1.32610

Abstract

Tata rias merupakan sentuhan keindahan yang tampak pada penampilan keseluruhan pengantin. Tata rias juga memiliki fungsi memperindah atribut pengantin khususnya pada saat perhelatan pernikahan. Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang memiliki ciri khas yang spesifik, yakni digunakannya mahkota sebagai perlengkapan perhiasan. Mahkota tersebut dikenal dengan Mahkota Binoka Sri atau Binokasih untuk mempelai laki-laki dan Mahkota Binokasri untuk mempelai wanita. Oleh karena proses Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang mengalami perjalanan sejarah maka penelitian ini bertujuan menguraikan perubahan sosial yang diidentifikasi melalui penggunaan Mahkota Binokasih. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode sejarah sebagai cara menguraikan proses. Metode sejarah terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni antropologi budaya untuk menganalisis bagaimana cara berpikir manusia sehingga tercipta budaya berbeda sehingga dapat mengubah tradisi sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada setiap perhelatan Pengantin Kebesaran Sumedang memiliki identitas kesejarahan yang terjaga sejak abad ke-16 melalui mahkotanya. Selain itu, penelitian ini menunjukkan keturunan menak Sumedang mengalami pergeseran ras kebangsawanan dari menak dengan menak menjadi menak dengan bukan menak. Hal tersebut nampak pada perhelatan pernikahan tradisional sejak 1970 hingga 2010.