Idola Perdini Putri
Prodi Ilmu Komunikasi, sekolah Komunikasi dan Multimedia. Institut Manajemen Telkom Bandung Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motif Remaja dalam Menggunakan Media Baru (Studi Pada Remaja di Daerah Sub-Urban Kota Bandung) Pramiyanti, Alila; Putri, Idola Perdini; Nureni, Reni
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 2, September 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i2.2783

Abstract

Teknologi internet telah memunculkan media baru dengan interaktivitas dan koneksivitasyang sangat tinggi. Remaja usia 15-18 merupakan golongan digital native yang gemar menggunakanmedia baru. Penelitian yang mengunakan metode survei dengan analisis deskriptif kuantitatif ini,membahas perilaku dan motif penggunaan media baru oleh remaja sub-urban di Kota bandung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan perilaku dan motif penggunaan mediabaru. Teknik sampling yag digunakan adalah teknik aksidental. Sementara itu jumlah sampelpada penelitian ini adalah 300 siswa SMA yang berasal dari empat SMA di Kabupaten Bandungyang merupakan daerah sub-urban Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan remaja sub-urban media baru berada dalam kategori heavy user. Sedangkan motif yangpaling menonjol adalah motif kognitif, dimana para remaja menjadikan media baru sebagai beragamsumber informasi.
Representasi Edukasi Seksual Kesehatan pada Remaja dalam Film Dua Garis Biru Azzahra, Kenia; Putri, Idola Perdini
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3747

Abstract

Film digunakan sebagai wadah untuk merepresentasikan suatu realita yang terjadi di dalam masyarakat. Edukasi seksual pada remaja sendiri merupakan topik yang masih kurang diperhatikan karena dianggap hal yang ‘tabu’ dan ini merupakan realita sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan representasi edukasi seksual kesehatan pada remaja dalam Film Dua Garis Biru. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks. Penelitian memakai paradigma strukturalisme dan teori oposisi biner dari Claude Levi-Strauss. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya empat oposisi biner dari scene-scene edukasi seksual dalam Film Dua Garis Biru yaitu, Berani mengetahui edukasi seksual >< Malu mengetahui edukasi seksual, Melarang berpacaran >< Membolehkan berpacaran, Bertanggung Jawab atas konsekuensi dari pilihannya >< Tidak Bertanggung Jawab atas konsekuensi dari pilihannya dan Tidak Tahu >< Tahu. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi seksual direpresentasikan dalam film ini sebagai edukasi yang penting untuk diberikan namun masih jarang dibicarakan pada remaja, edukasi seksual direpresentasikan sebagai edukasi untuk membantu remaja memahami konsekuensi dari setiap pilihan kehidupan seksualnya dan budaya dalam keluarga mempengaruhi pemberian edukasi seksual pada remaja.