Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Estetika Tari Minang dalam Kesenian Randai Analisis Tekstual-Kontekstual Rustiyanti, Sri; Djajasudarma, Fatimah; Caturwati, Endang; Meilinawati, Lina
PANGGUNG Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i1.86

Abstract

ABSTRACT This paper reveals textual and contextual Randai, among other things, an analysis of Gerak Ga­ lombang Randai, an analysis of the character of Anak Randai, and at the end of the study series, to reveal the values contained in Randai as a cultural reality, which in principle is an inseparable part of the existence of Minangkabau community as the cultural support. The variety of motion used in Gerak Galombang Randai is not only a decoration of the motion beauty (tangible), but it also can be translated, as well as a symbol or emblem that has educational meanings (intangible), and can be an example of the daily life of the indigenous Minangkabau society. Keywords: Minang Dance aesthetic, Randai, textual­contextual analysis  ABSTRAK Tulisan ini mengungkap teksual dan kontekstual Randai, di antaranya, analisis terhadap gerak galombang Randai, analisis karakter tokoh anak Randai, dan sebagai akhir dari rang- kaian penelitian ini, mengungkapkan nilai-nilai yang terdapat pada Randai sebagai realitas budaya, yang pada prinsipnya merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari eksistensi masyarakat Minangkabau sebagai penyangga kebudayaan. Ragam gerak yang digunakan dalam gerak galombang Randai itu kiranya tidak hanya sekedar hiasan keindahan gerak be- laka (tangibel), namun ia dapat diterjemahkan, sekaligus merupakan simbol atau lambang yang bermakna  mendidik (intangibel), dan dapat   menjadi teladan dalam kehidupan se- hari-hari dalam masyarakat adat di Minangkabau. Kata Kunci: estetika Tari Minang, Randai, analisis tekstual-kontekstual  
Estetika Tari Minang dalam Kesenian Randai Analisis Tekstual-Kontekstual Sri Rustiyanti; Fatimah Djajasudarma; Endang Caturwati; Lina Meilinawati
PANGGUNG Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.598 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v23i1.86

Abstract

ABSTRACT This paper reveals textual and contextual Randai, among other things, an analysis of Gerak Ga­ lombang Randai, an analysis of the character of Anak Randai, and at the end of the study series, to reveal the values contained in Randai as a cultural reality, which in principle is an inseparable part of the existence of Minangkabau community as the cultural support. The variety of motion used in Gerak Galombang Randai is not only a decoration of the motion beauty (tangible), but it also can be translated, as well as a symbol or emblem that has educational meanings (intangible), and can be an example of the daily life of the indigenous Minangkabau society. Keywords: Minang Dance aesthetic, Randai, textual­contextual analysis  ABSTRAK Tulisan ini mengungkap teksual dan kontekstual Randai, di antaranya, analisis terhadap gerak galombang Randai, analisis karakter tokoh anak Randai, dan sebagai akhir dari rang- kaian penelitian ini, mengungkapkan nilai-nilai yang terdapat pada Randai sebagai realitas budaya, yang pada prinsipnya merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari eksistensi masyarakat Minangkabau sebagai penyangga kebudayaan. Ragam gerak yang digunakan dalam gerak galombang Randai itu kiranya tidak hanya sekedar hiasan keindahan gerak be- laka (tangibel), namun ia dapat diterjemahkan, sekaligus merupakan simbol atau lambang yang bermakna  mendidik (intangibel), dan dapat   menjadi teladan dalam kehidupan se- hari-hari dalam masyarakat adat di Minangkabau. Kata Kunci: estetika Tari Minang, Randai, analisis tekstual-kontekstual  
CITRA HATÉ 'HATI' DALAM METAFORA ORIENTASIONAL DALAM BAHASA SUNDA Hera Meganova Lyra; Cece Sobarna; Fatimah Djajasudarma; Gugun Gunardi
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 14, No 2 (2016): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.103 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v14i2.193

Abstract

THIS paper describes image schemas produced by orientational metaphors of apart of body, heart (haté), in Sundanese language. A cognitive semanticconceptual study of Lakoff and Johnson (1980) supported by Cruse & Croft(2004) and Saeed (2003) is used to describe and analyze the data. This studyused descriptive method in which the data source were got from oral and writtendata. The result shows that there are eight types of image schemas of orientationalmetaphor of heart, a body part, namely: a) space image schema; b) power imageschema; c) fire image schema; d) colors image schema; e) journey image schema;f) form image schema; g) size image schema; and h) wound image schema. AbstrakDALAM tulisan ini dideskripsikan skema citra yang dihasilkan oleh metafora orientasionalbagian tubuh haté ‘hati’ dalam bahasa Sunda. Metode deskriptif dan kajian konseptualsemantik kognitif Lakoff dan Johnson (2003); Cruse & Croft (2004); dan Saeed (2003)digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang bersumber dari datalisan dan tulisan. Hasil analisis data ditemukan delapan jenis skema citra metaforaorientasional bagian tubuh haté ’hati’, yaitu (1) skema citra ruang; (2) skema citrakekuatan; (3) skema citra api; (4) skema citra warna; (5) skema citra perjalanan; (6)skema citra bentuk; (7) skema citra ukuran; dan (8) skema citra luka.
QUANTIFIER ALL DALAM KALIMAT BAHASA INGGRIS Retno Widi Utami; Fatimah Djajasudarma; Eva Tuckytasari; Dudih A. Zuhud
Jurnal Sosioteknologi Vol. 9 No. 19 (2010)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper deals with quantifier "žall"Ÿ as the effect of context-dependence. We propose that the lack of context understanding on quantification without restriction violate the sentences. The result shows that epistemic modality, can repair such sentences because they can serve as the restriction for the quantificational force of another expression.Basides modal verbs there exist other expressions of modality refferred to as modal expressionsor stance markers, such as always, usually, or often. This expressions will help speakers to limit the amount of their assertion about their knowledge, bilief, or opinion. Key words: all, quantifier, modals, semantic, restriction