Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Antena Mikrostrip Susun untuk Radar Pengawas Pantai Zulkiflia, Fitri Yuli; Wahyu, Yuyu; -, Basari; Raharjo, Eko Tjipto
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.641 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.55-59

Abstract

Makalah ini membahas pengembangan antena mikrostrip yang disusun secara linier sebanyak empat elemen untuk aplikasi radar pengawas pantai. Teknik pencatuan yang digunakan untuk mencatu antena susun ini adalah proximity coupled. Desain antena menggunakan software CST microwave studio dan dirancang untuk bekerja di frekuensi 9,4 GHz. Hasil simulasi memperlihatkan impedance bandwidth antena pada return loss ≤ -9,54 dB adalah 760 MHz dari  9,34-10,1 GHz dan dari  hasil ukur  adalah 860 MHz dari frekuensi  9,35-10,21 GHz. Di samping itu, hasil simulasi menunjukkan half power beamwidth (HPBW) pada phi=0 sebesar 23,7o dengan sidelobe level (SLL) sebesar -12,03 dB, sementara pada phi=90 diperoleh  HPBW sebesar 77,2o dengan SLL tertekan sampai -19,78 dB. Sebagai tambahan, gain dari antena diperoleh sebesar 11,33 dB.  Adapun  hasil pengukuran menunjukkan hasil HPBW pada phi=0 sebesar 20o dengan SLL  sebesar -18,9 dB dan pada phi=90 diperoleh HPBW sebesar 65o dengan SLL -15,51 dB.
Realization of a Second Harmonic Antenna for Rural Communications* Kurniawan, Adit; Hasyim, Ahmad; Wahyu, Yuyu
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 38, No 2 (2006)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.507 KB) | DOI: 10.5614/itbj.eng.sci.2006.38.2.2

Abstract

In this research, an active antenna operated at the second harmonic frequency is investigated, and is implemented using microstrip antenna material. The antenna consists of a FET oscillator which plays as a fundamental frequency oscillator and a frequency multiplier, and a patch antenna resonated at the second harmonic frequency as the radiator. A maximum second-harmonic output power can be extracted when the load impedance of the oscillator is optimized both at the fundamental and at the second harmonic frequencies. A rectangular patch antenna is used to radiate the second harmonic output power from the oscillator. The patch impedance is matched resistively at the second harmonic frequency. The patch antenna is fabricated using Diclad 522 microstrip substrates (relative permitivity r = 2.5) with a dielectric thickness of 1.57 mm. A GaAs FET AT-8250 transistor is used as an oscillator and a frequency multiplier and acts as the active component. Fundamental frequency is designed at 2,4 GHz band, so that the second harmonic frequency operates at 4,8 GHz band. The frequency is chosen to facilitate and to extend the needs of communications in rural areas using the unlicensed Industrial Scientific, and Medical (ISM) band. Operating the communication infrastructures intended for the use at 2.4 GHz band at its second harmonic frequency, is intended to alleviate interference levels at 2.4 GHz.
Desain dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Persegi Susunan Linier dengan Teknik Pencatuan Proximity Coupled pada Frekuensi 4 ,3 GHz untuk Radio Altimeter Pesawat Amrullah, Yahya Syukri; Santiko, Arief Budi; Prabowo, Bayu Heri; Wahyu, Yuyu
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.398 KB) | DOI: 10.14203/jet.v16.33-39

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi, dan realisasi antena mikrostrip array dengan catuan proximity coupling untuk aplikasi radio altimeter. Penentuan nilai dimensi antena dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus antena mikrostrip. Nilai-nilai dimensi yang telah diperoleh kemudian disimulasikan dengan simulator elektromagnetik untuk memperoleh performansi yang dihasilkan. Selain itu, proses simulasi juga digunakan untuk mengoptimasi desain antena. Antena yang dirancang mampu bekerja pada frekuensi 4,3 GHz, dengan return loss< -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz, gain ≥ 9,25 dBi, pola radiasi unidirectional, dan polarisasi linier. Substrat yang digunakan adalah Rogers RT5880 yang memiliki permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan sebesar 1.57 mm. Antena yang terealisasi bekerja pada frekuensi tengah 4,3 GHz yang menghasilkan VSWR 1,005, polarisasi elips, gain 13,46 dB, pola radiasi unidirectional, impedansi 50,113 - j228,123 mOhm, return loss -51,890 dB, dan effective bandwidth 286 MHz (4,175-4,461 MHz).
Studi Pemrosesan dan Visualisasi Data Ground Penetrating Radar M, Yudi Yulius; Wahyu, Yuyu; Oktafiani, Folin
INKOM Journal Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.198 KB)

Abstract

Ground Penetrating Radar (GPR) telah digunakan dalam beberapa tahun ini sebagai metode non-destruktif untuk menemukan anomali di bawah permukaan. Dalam tulisan ini, pertama-tama akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam survei GPR. Berikutnya, tentang aplikasi GPR untuk menaksir kondisi hidrogeologi dangkal. Prosedurnya untuk memperoleh, memproses, memvisualisasi, dan menginterpretasikan data GPR. Dari studi kasus yang telah dilakukan menunjukan bahwa data GPR dapat digunakan dalam penentuan geologi bawah permukaan dangkal  dan menemukan muka air tanah.Kata kunci: Groudn penetrating radar, hidrogeologi, permukaan dangkal
Modul Antena dengan Susunan Uniform untuk Sistem Antena Radar Generasi Kedua Oktafiani, Folin; Saputera, Yussi Perdana; Maulana, Yudi Yuliyus; Wahyu, Yuyu
INKOM Journal Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.637 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.427

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan fabrikasi modul antena dengan susunan uniform untuk sistem antena radar generasi kedua. Modul antena yang dirancang terdiri dari empat buah sub-modul yang disusun secara vertikal. Sub-modul terdiri dari susunan delapan patch berbentuk persegi yang diatur sejajar ke arah horizontal dengan metode pencatuan coaxial feed pada titik tengah sub-modul. Setiap patch antena diberi daya yang sama sehingga susunan berbentuk uniform (seragam). Antena dicetak pada bahan duroid dengan nilai εr 2,2 dengan ketebalan 1,57 mm. Hasil pengukuran antena menunjukkan bahwa antena dapat bekerja pada frekuensi 9,4 Ghz dengan nilai VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) ≤1,5. Gain antena yang didesain sebesar 20.08 dBi dengan beamwidth horizontal 10˚ dan beamwidth vertikal 20˚.
ANTENA OMNIDIRECTIONAL ULTRA WIDE BAND (UWB) UNTUK APLIKASI ELECTRONIC SUPPORT MEASURE (ESM) Muthiah, Amalina; Nugroho, Bambang Setia; Wahyu, Yuyu
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, semakin banyak negara di dunia yang menyadari keunggulan dari peperangan elektronika (Electronics Warfare=EW) dan kebutuhannya bagi suatu negara, termasuk juga Indonesia. Salah satu aplikasi teknologi yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah sistem radar yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mengatur pancaran gelombang elektromagnetik di sekitarnya.Pada penelitian ini, telah dirancang dan direalisasikan antena untuk sistem radar pasif pada teknologi ESM (Electronic Support Measure). Antena ini memiliki prinsip kerja sebagai penerima (receiver) saja. Pada teknologi ini, diperlukan antena yang bekerja pada frekuensi tinggi dan bandwidth yang sangat lebar, memiliki gain yang tepat serta pola pancar yang sesuai. Antena yang dirancang pada penelitian ini memiliki dua bagian, yaitu bagian atas yang merupakan semi-circular ring antenna dan bagian bawah yang merupakan linearized cone antenna. Antena ini memiliki karakteristik Ultra Wide Band (UWB) dan memiliki pola radiasi ke segala arah (omnidirectional). Yang mana karakteristik diatas sesuai dengan kebutuhan antena untuk teknologi ESM. Hasil pengukuran adalah antena memiliki VSWR ≤ 2 pada frekuensi 6-12 GHz dengan gain sebesar 1.19 dBi pada frekuensi 6 GHz dan 1.97 dBi pada frekuensi 9 GHz serta memiliki pola radiasi omnidirectional.
ANALISIS ANTENA BOWTIE PADA FREKUENSI 500-700 MHZ UNTUK TV DIGITAL DI INDONESIA Riza, Tengku Ahmad; Wahyu, Yuyu; Ibrahim, Reza Aldrian
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.203 KB) | DOI: 10.25124/jett.v2i2.104

Abstract

Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah perubahan di Indonesia dari TV analog menjadi TV digital sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.05 Tahun 2012 yang mengadopsi Televisi Digital terestrial Digital Video Broadcasting-Terestrial second Generation (DVB-T2), sehingga diharapkan dengan perubahan menjadi TV Digital dapat meningkatkan kapasitas layanan melalui efisiensi spektrum frekuensi, dimana setelah migrasi ke TV Digital maka 1 kanal bisa ditempati sekitar 6-8 operator televisi. Pada Penelitian sebelumnya, telah dirancang dan direalisasikan sebuah antenna Bowtie, namun belum di implementasikan untuk siaran televisi digital di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode desain, realisasi kemudian diimplentasikan dan dilakukan pengujian dan pengukuran sehingga menghasilkan suatu Antena Bowtie pada rentang frekuensi 500-700 MHz yang dipergunakan untuk antena penerima televisi digital di Indonesia tanpa menggunakan set top box dengan harga yang relatif murah.Hasil Analisis dari antena Bowtie yang dipergunakan untuk televisi digital dengan rentang frekuensi 500-700 MHz didapatkan VSWR masing-masing 500 MHz (VSWR=1,442) dan 600 MHz (VSWR=1,448) serta 700 MHz (VSWR=1,442) kemudian untuk penguatan 13,038 bisa menerima siaran televisi digital. Namun antena ini masih perlu untuk pengembangan ke depannya, karena antenna ini belum dikemas dengan baik dan sempurna.
Perancangan dan Implementasi Pengontrol Arah Pancaran Radar Pengawas Pantai Terhadap Sudut Tertentu Mahmudin, Dadin; Dharma, Andri Setya; Susanto, Erwin; Wahyu, Yuyu
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.898 KB) | DOI: 10.14203/jet.v14.29-35

Abstract

Dewasa ini telah banyak dilakukan  penelitian dan pengembangan radar . Salah satunya adalah radar yang ditempatkan di Kapal Laut. Penempatan radar di kapal laut mempunyai kendala pada tiang agung kapal. Tiang agung akan mengganggu fungsi radar karena adanya pantulan sinyal jarak dekat pada tiang agung. Hal ini dapat diantisipasi dengan mematikan pancaran radar saat arah pancaran radar menuju pada tiang agung kapal laut.Oleh sebab itu didalam penelitian ini dirancang  prototype untuk mengatur otomatis aktif dan tidaknya pancaran radar berdasarkan arah pancaran radar. Kontrol aktif  dan tidaknya pancaran radar ini dikontrol menggunakan perpaduan sensor ultrasonik dan sensor kompas dengan dilengkapi metode fuzzy sebagai logika jauh dekatnya tiang agung. Jika sensor ultrasonik membaca adanya halangan maka pancaran tidak aktif begitu sebaliknya. Penggabungan kedua sensor ini bertujuan jika sensor ultrasonik tidak dapat bekerja karena hujan maka kontrol sudut pada sensor kompas yang akan bekerjaSetelah dilakukan perancangan dan pengujian pada alat ini maka diperoleh sudut deviasi dengan range 14,30 – 29,30 dengan eror ± 30. Dengan acuan jangkauan titik tiang agung 60-120cm dari poros radar dengan lebar tiang 30cm. Kecepatan yang diperoleh saat fuzzy berlangsung sebesar 20 kali rpm dari kecepatan normal saat prototype mengenai halangan. Serta adanya sensor hujan berperan sebagai switch sensor ultrasonik ke mode off dan mode on untuk sensor kompas dengan menggunakan inisialisasi awal. Dari data yang dihasilkan prototype ini maka diperoleh keberhasilan sebesar 85% dilihat dari pengujian beberapa sensor dan peggabungannya. Oleh sebab itu apabila prototype ini direalisasikan akan membantu penelitian industri perkapalan dalam pembuatan radar sesungguhnya.
Perancangan Penguat Daya L-Band Menggunakan Transistor GaAs p-HEMT MMG15241H Berbasis Mikrostrip Amiruddin, Rifki; Syihabuddin, Budi; Wahyu, Yuyu
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 1 (2018): February 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.634 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v10i1.331

Abstract

The power amplifier which is designed by using BJT (Bipolar Junction Transistor) has a larger power consumption, hence in this research, the FET GaAs p-HEMT MMG15241H is used. The power amplifier designed in this research uses microstrip-based and works at the middle frequency of 1.27 GHz. This research yielded a power amplifier which works at the bandwidth with a range frequency of 1.265 - 1.275 GHz, a gain result of 20.02 dB, and input return loss result of -24.45 dB.
Antena Spiral-dipole untuk Ground Penetrating Radar (GPR) Wahyu, Yuyu; S, Haryanto Sachrawi; H, Asep Yudi; Wijanto, Heroe
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.36 KB) | DOI: 10.14203/jet.v13.39-46

Abstract

GPR (Ground Penetrating Radar) merupakan divais yang berguna untuk proses pendeteksian objek yang terkubur di bawah permukaan tanah hingga kedalaman tertentu, tanpa perlu dilakukan penggalian tanah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena spiral-dipole dengan pembebanan resistif untuk aplikasi impulse GPR. Pembebanan resistif bertujuan untuk menekan late-time ringing dan memperbesar bandwidth walaupun akan mengurangi efisiensi amplitudo pulsa utama. Late-time ringing merupakan osilasi yang mengikuti pulsa yang dikirimkan. Osilasi ini dapat mengaburkan sinyal yang dipantulkan oleh objek sehingga menyulitkan untuk dilakukan proses deteksi. Dengan melakukan perubahan nilai konstanta k pada rumusan spiral Archimedes, maka didapatkan bentuk spiral dengan kerapatan yang berbeda-beda. Dalam tulisan ini, nilai konstanta k yang digunakan antara lain 0,5; 1; dan 1,5. Parameter yang dibahas dalam simulasi ini adalah amplitudo peak to peak pulsa utama maupun ringing yang dihasilkan dari masing-masing antena dengan nilai konstanta k yang digunakan. Analisis elektromagnetik dalam domain waktu digunakan metode FDTD (finite-difference time-domain) dengan software FDTD3D untuk menghitung gelombang yang ditransmisikan antena dalam domain waktu. Selanjutnya dilakukan realisasi dan pengukuran antena tersebut.