Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengalaman Perempuan Setelah Menjalani Terapi Kanker Serviks Erfina Erfina; Yati Afiyanti; Imami Nur Rachmawati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13, No 3 (2010): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i3.246

Abstract

AbstrakKanker serviks merupakan salah satu keganasan pada sistem reproduksi perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna dari pengalaman perempuan setelah menjalani terapi kanker serviks. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan metode fenomenologi. Delapan orang partisipan yang dipilih secara purposive sampling di poliklinik RSX Jakarta. Penelitian ini mengidentifikasi lima tema yang menggambarkan makna pengalaman perempuan setelah menjalani terapi kanker serviks yaitu berbagai dampak setelah menjalani terapi, adaptasi untuk mengurangi keluhan fisik setelah terapi, harapan terhadap kehidupan setelah menjalani terapi, dukungan sosial, dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat meningkatkan pelayanan keperawatan bagi perempuan bukan saja pada selama sakit dan menjalani terapi, tetapi juga setelah menjalani terapi kanker serviks. AbstractCervical cancer is one of the malignancies in the female reproductive system. The aim of this research is to reveal the meaning of the experiences of women after cervical cancer therapy. This qualitative research was conducted using phenomenological methods. Eight participants were recruited by purposive sampling in the clinic of obstetric and gynecology at X hospital Jakarta. This study identified five themes that describe the meaning of experiences of women after cervical cancer therapy are the adverse effects after therapy, adaptation to reduce physical complaints after therapy, the hope of life after therapy, social support, and perception of health care. This research’s findings suggest that nurses are needed to improve nursing services for women not only on illness and therapy, but also after cervical cancer therapy.
BREASTFEEDING SELF-EFFICACY DI RS SAYANG IBU BAYI DENGAN NON-RS SAYANG IBU BAYI Muaningsih Muaningsih; Imami Nur Rachmawati; Yati Afiyanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.686

Abstract

Breastfeeding self-efficacy (BSE) merupakan salah satu aspek penting yang mendorong ibu untuk menyusui bayinya. BSE mempengaruhi keputusan ibu untuk menyusui bayinya atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai BSE ibu menyusui di Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) dengan Non- Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (Non-RSSIB). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross- sectional dengan uji analisis independen t-test. Penelitian ini melibatkan 188 partisipan yakni ibu menyusui yang dipilih secara konsekutif dari RSSIB dan non- RSSIB. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai BSE ibu menyusui di RSSIB (median = 57,00, IQR = 55,00; 68,00) dan non-RSSIB (median = 50,00, IQR = 35,00; 56,25) dengan nilai p = 000. BSE dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi efektifitas program RSSIB terhadap keberhasilan menyusui. 
Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri ( Self Care ) Anita Agustina; Yati Afiyanti; Bahrul Ilmi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.35

Abstract

Penyakit Gagal jantug kongestif (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan masyarakat, maupun keluarga. Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU POSTPARTUM PASCA SEKSIO SESAREA UNTUK MELAKUKAN MOBILISASI DINI DI RSCM Suryani Hartati; Setyowati .; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2349

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU POSTPARTUM PASCA SEKSIO SESAREA UNTUK MELAKUKAN MOBILISASI DINI DI RSCMThe factors related to post-cesarean mothers in performing early mobilizationSuryani Hartati(1) , Setyowati(2), Yati Afiyanti(3)(1)Akper Manggala Husada JakartaJl. Prof. Dr. Latumeten No. 1 Jakarta 11460(2,3)Universitas IndonesiaKampus UI Depok, 16424E-mail: 1) hartati_suryani@yahoo.comABSTRAKMobilisasi dini adalah salah satu tindakan keperawatan untuk meminimalkan terjadinya komplikasi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi ibu pasca seksio sesarea untuk melakukan mobilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ibu pasca seksio sesarea dalam melakukan mobilisasi dini. Desain penelitian adalah pendekatan cross sectional. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pengetahuan, motivasi, dan pemberian informasi oleh petugas kesehatan terhadap tindakan mobilisasi dini dengan p value (p=0.005; á=0.05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap tindakan mobilisasi dini adalah faktor pemberian informasi oleh petugas kesehatan (Exp (B): 4,200). Direkomendasikan perawat untuk memberikan informasi tentang tindakan mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea sesuai dengan standar operasional prosedur. Kata kunci : Mobilisasi dini, ibu pasca seksio sesaraea, pemberian informasi oleh petugas kesehatanABSTRACTEarly mobilization is one of the nursing interventions to minimize the occurrence of complications. Various factors can affect the post-Caesarean section mothers to accomplish early mobilization. The purpose of this study was to determine the factors related to post-cesarean mothers in performing early mobilization. This study used a quantitative method with cross-sectional approach. There were a significant correlation between the factors of knowledge, motivation, and information provision given by health professionals to the intervention of early mobilization with p value (p=:0.005;á=0.05). While the most affecting factor was the information about early mobilization to post caesarean section mothers in accordance with standar operating procedure. Key words: early mobilization, Caesarean section , the provision of information by health professionals
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN WANITA DI DAERAH PEDESAAN DALAM MENJALANI MASA KEHAMILAN PERTAMA Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 2 (2004): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i2.149

Abstract

AbstrakKehamilan seringkali dianggap sebagai periode transisi dalam kehidupan seorang wanita. Suatu studi kualitatif secara hermeneutic fenomenologi telah dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman wanita di daerah pedesaan dengan kehamilan pertamanya termasuk pengalaman mereka menerima pelayanan kesehatan dari para praktisi kesehatan Data studi ini diperoleh dari 9 ibu muda, dikumpulkan melalui wawancara formal tidak berstruktur yang mendalam sebanyak dua kali di rumah partisipan masing-masing. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan berbagai pengalaman wanita yang bervariasi. Kebanyakan ibu muda dalam studi ini mengalami kesulitan mengatasi berbagai ketidaknyamanan fisik dan psikologis akibat kehamilan dan mengalami kecemasan menghadapi proses kelahiran bayi mereka. Mereka membutuhkan dukungan dan bantuan, baik dari para praktisi kesehatan maupun anggota keluarga. Dengan hasil studi ini, diharapkan para praktisi kesehatan akan lebih memahami harapan-harapan seorang ibu hamil untuk dapat menjalani masa kehamilannya dengan sehat dan sejahtera. AbstractPregnancy often assumed as transition period in the woman’s life. A Qualitative studi, using fenomenology hermeunetic was carried out to explore women’s experiences in rural area of their first pregnancy, included their experiences received from the health care provider. Data were obtained from 9 women whose unstructured formal interviews were tape-recorded dan transcribed. Interviews were conducted in the women’s homes on two occasions during pregnancy. The findings reported the women’s experiences were varied and diverse. Most had difficulty coping with the physical and emotional symptoms of pregnancy. Loss of control caused anxiety toward with their childbirth The need for support emerged as important from their family and the health care providers. The findings of this study will provide the health care providers deeper understanding about the expectances of new expectant mothers with their first pregnancy, healthy dan wellness.
Pengalaman Pasien Pertama Kali Terdiagnosis HIV/AIDS: Studi Fenomenologi Dalam Perspektif Keperawatan Welly Vitriawan; Ratna Sitorus; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 11, No 1 (2007): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v11i1.179

Abstract

AbstrakSuatu studi fenomenologi telah dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman pasien pertama kali terdiagnosis HIV/AIDS termasuk pengalaman menerima pelayanan kesehatan dari para praktisi kesehatan. Data studi ini diperoleh dari 6 partisipan, dikumpulkan melalui wawancara formal tidak berstruktur yang mendalam sebanyak dua kali di ruang rawat khusus HIV/AIDS RS X di Jakarta. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan variasi berbagai pengalaman pasien pertama kali terdiagnosis HIV/AIDS. Setiap pasien dalam studi ini saat pertama kali terdiagnosis HIV/AIDS mengalami stress. Pasien juga mengalami proses berduka. Berbagai mekanisme koping dan adaptasi telah dilakukan pasien. Selain itu setiap pasien pertama kali terdiagnosis HIV/AIDS membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya terutama dari keluarga, pasangan, teman terdekat, dan petugas kesehatan. Pasien juga membutuhkan pelayanan keperawatan termasuk membutuhan perawat yang bersikap baik dan komunikatif. Hasil studi ini diharapkan perawat medikal bedah akan lebih memahami harapan pasien HIV/AIDS untuk dapat meningkatkan kualitas hidup. AbstractThis a phenomenology study which aims to understand the diverse of patients’ first time experiences when they were diagnosed with HIV/AIDS included experience accepted of health care. The data collection from six participants with deep interviewed in the X Hospital in Jakarta. Interview recorded thus transcripted. The findings showed that the patients’ first time experiences when diagnosed with HIV/AIDS were depicted emotionally and filled with thematic expressions. It was concluded from this study that the physical, psychological and social stress were considered as the first time experiences of patients when diagnosed with HIV/AIDS. Whilst the first grieving process experienced by the patients. The coping mechanisms identified as the first time experiences were the openness to others, self motivated, and struggled to adapt to the any circumstances. The research findings suggested that the first time experiences of every patient when diagnosed with HIV/AIDS required supports primarily from relatives, spouse, significant friends and health care providers. The needs to the nursing care and good behaviors and communication of nurses were also included as the first needs and expectations of the patients to the nurses. Furthermore, the study also made suggestions that supports, recognition and improvement of the nursing service provided for the first time experience of patients being diagnosed with HIV/AIDS, in turn, would lead to the better patients’ live and reassure the quality of nursing care
Pengalaman Orang Tua Menerima Perilaku Caring Perawat dalam Memfasilitasi Bonding Attachment Bayi Prematur Laviana Nita Ludyanti; Yeni Rustina; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v18i3.438

Abstract

Perpisahan dengan orang tua akibat perawatan pada bayi prematur berpengaruh terhadap proses bonding attachment. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif pada tujuh partisipan ini menggunakan teknik purpossives sampling yang bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman orang tua menerima perilaku caring perawat dalam memfasilitasi bonding attachment bayi prematur di Ruang NICU. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil analisis data mendapatkan tujuh tema, yaitu proses peningkatan pengetahuan, mampu melakukan perawatan terhadap bayinya, respons ibu terhadap tindakan perawatan yang diberikan, termotivasi dalam melakukan perawatan bayi prematur, terpenuhinya kebutuhan bayi selama dilakukan perawatan,  keterlibatan dalam asuhan keperawatan, dan kepuasan terhadap perawatan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan dan bonding attachment pada bayi prematur.  Abstract Experience Caring Parents Receive The Behavior of Nurses in Premature Infants Facilitate Bonding Attachment. Separation between parents and premature babies in intensive care unit affects in bonding attachment process. This study was a qualitative research design with descriptive phenomenology approach took 7 participants used Purpossive Sampling Technique. This study aims to explore mother’s experience received nursing caring in facilitated bonding attachment of premature babies. Data were collected with indepht interview and analized with Colaizzi method. The results of data analysis got seven themes: knowledge improving process; capable to cared their babies; mother’s respons with nursing care; was motivated to cared their premature babies, the premature babies needed was fullfiled well; participated in nursing care; and nursing care satisfaction. The result is expectedto be inputin improvingnursing care and bonding attachment in premature babies. Keywords: premature babies, mother’s experiences, nursing caring, neonatus intensive care
Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 1 (2008): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v12i1.201

Abstract

AbstrakMetode Focus Group Discussion (FGD) merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk mengumpulkan data/informasi pada penelitian kualitatif, tidak terkecuali penelitian keperawatan yang saat ini semakin populer menggunakan metode FGD sebagai metode pengumpulan data. Metode ini memiliki karakteristik utama yaitu menggunakan data interaksi yang dihasilkan dari diskusi diantara para partisipannya. Kekuatan utama metode FGD terbukti dapat memberikan data yang lebih mendalam, lebih informatif, dan lebih bernilai dibanding metode lainnya. Namun, pelaksanaan yang optimal dari metode ini masih menjadi perdebatan yang dilaporkan pada banyak literatur dan konsensus metode FGD sebagai metode yang ideal untuk pengumpulan data belum disepakati oleh banyak ahli penelitian. AbstractFocus Group Discussions (FGD) method is a common approach for data collection in qualitative research projects, without exception in nursing research in recent years. The primary characteristic of this method is to use interaction data resulting from discussion among participants. The primary strength of the FGD method is that it can provide rich data, more informative, and valuable insight which can not be discovered through other methods. However, the optimal execution of the FGD method has been debated in the literatures, and consensus related to ideal methodology has not been achieved by researchers.
Pengambilan Keputusan Pemakaian Kontrasepsi pada Ibu Grande Multipara di Kabupaten Tangerang: Studi Grounded Theory Dyah Juliastuty; Setyowati Setyowati; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 2 (2008): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v12i2.207

Abstract

AbstrakTingginya angka kematian Ibu di Indonesia secara langsung diakibatkan oleh perdarahan, eklamsia, dan infeksi. Kematian juga terjadi akibat ‘terlalu banyak’. Tujuan penelitian ini adalah dikembangkannya konsep tentang proses pengambilan keputusan pemakaian kontrasepsi pada ibu grande multipara. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode grounded theory dengan pendekatan feminis. Delapan partisipan direkrut secara theoretical sampling di Kabupaten Tangerang, Banten. Data dianalisis secara konten sampai tercapai saturasi. Konsep yang menggambarkan proses pengambilan keputusan pemakaian kontrasepsi pada ibu grande multipara, yaitu “kemauan tidak hamil/melahirkan lagi mengharuskan ibu grande multipara memilih dan memakai kontrasepsi yang tepat”. Oleh karena itu, perawat diharapkan melakukan pengkajian kontrasepsi secara komprehensif, meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi dan ketrampilan negosiasi, dan memberikan konseling KB pada ibu grande multipara dan pasangannya secara adekuat. AbstractHigh maternal mortality rate in Indonesia is directly caused by hemorrhage, eclampsia, and infection. Maternal mortalities also happen because ‘too much’. The aim of this research is to develop a concept about contraceptive decision making of grand multiparous women. This qualitative was conducted using a grounded theory method with the feminism approach. Eight participants were recruited by theoretical sampling in Tangerang District. The data were analyzed by content until get saturated. A concept that described the process of grand multiparous women contraceptive decision making was “the desire not to pregnant or giving birth again obligated grand multiparous women to choose and utilize the appropriate contraceptive”. It is recommended that the nurse conduct contraceptive assessment comprehensively, increasing the contraceptive knowledge and negotiating skill, and providing contraceptive counseling for grand multiparous women and their husband adequately.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Aryanti Wardiyah; Yati Afiyanti; Tri Budiati
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v5i2.2341

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARAIdentification of Factors Affecting The Breast Cancer Patients Optimism Of HealingAryanti Wardiyah(1), Yati Afiyanti(2), Tri Budiati(3)(1,2,3)Keperawatan Maternitas, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, 16424.E-mail: 1)aryanti.wardiyah@gmail.comABSTRAKKasus kanker terbanyak kedua di Indonesia adalah kanker payudara yang kesembuhannya sulit untuk diprediksi. Penderita kanker payudara mengalami ketidakpastian, depresi, dan tekanan psikologis. Kondisi ini menyebabkan optimisme terhadap kesembuhan pasien menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme terhadap kesembuhan pada pasien kanker payudara. Desain penelitian menggunakan cross sectional pada 96 responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap optimisme kesembuhan responden adalah dukungan sosial (p value = 0,015) dan stres (p value = 0,022). Faktor yang paling mempengaruhi adalah dukungan sosial (â = 0,055). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada intervensi keperawatan yang digunakan untuk meningkatkan dukungan sosial pada pasien kanker payudara.Kata Kunci : Kanker Payudara, Optimisme, Dukungan SosialABSTRACTThe second most common cancer case in Indonesia is breast cancer which its healing is difficult to be predicted. The breast cancer sufferers undergo uncertainty, depression, and psychological pressure. This condition decreases the patient’s optimism of healing. This research aimed to identify factors affecting the breast cancer patients’ optimism of healing. This study applied cross sectional design with 96 respondents. Factors affecting significantly against respondents’ healing optimism were social support (p value = 0,015) and stress (p value = 0,022). The most influencing factor was social support (â = 0,055). It is recommended that the further research will be more focused on the nursing intervention that used to raise social supports for breast cancer patients.Keywords: Breast cancer, optimism, sosial support