Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik Industri

ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TEKNISI PENGUJI LAMPU SWABALAST DI PT. SUCOFINDO (PERSERO) CIBITUNG ANDI SETIAWAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.965 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.794

Abstract

PT.Sucofindo (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang pengujian, pelatihan, sertifikasi produk dan pengawasan (auditor). Dalam kegiatan pengujian lampu swa-balast perlu meningkatkan kinerja produktif karyawannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah adanya beban kerja berlebih pada teknisi. Hal ini ditandai dengan tidak optimalnya kinerja teknisi dalam pengujian efisiensi energi produk lampu swa-balast di PT. Sucofindo Cibitung, maka dilakukan pemecahan masalah dengan metode Work Load Analysis (WLA). Untuk menjalankan penelitian ini data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder yang didapat dengan cara melakukan penelitian di SBU Laboratorium Cibitung, setelah itu data akan diolah dengan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA), metode tersebut merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis aktivitas-aktivitas yang timbul beserta beserta beban kerja yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas tersebut. Perhitungan Work Load Analysis (WLA) diperoleh dari sejumlah aktivitas yang dilakukan karyawan beserta dengan frequensi terjadinya aktivitas tersebut dan waktu yang diperlukan guna menyelesaikan aktivitas sehingga dapat memberikan jumlah karyawan yang optimal. Berdasarkan analisis diperoleh aktivitas produktif rata-rata teknisi sebesar 87,68% dengan aktivitas non produktif sebesar 12,32%. Beban kerja rata-rata teknisi pengujian lampu swa-balast yaitu sebesar 114,69% yang diperoleh dengan mengalikan persentase produktif teknisi dengan performa rating dan allowance. Jumlah teknisi yang ada sudah optimal yaitu sebanyak dua orang. Kelebihan beban kerja tersebut perlu diberikan jam kerja tambahan / overtime. Kata kunci : Beban kerja, Work Load Analysis (WLA).