Julianus A. R. Sondakh
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

YOUTH CENTER di TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE, ARSITEKTUR EKSPRESIONISME Afrilia G. Karundeng; Julianus A. R. Sondakh; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43385

Abstract

Kesenian di daerah sangihe yang meliputi seni vocal, seni musik dan seni tari, serta juga sekarang ini sedang berkembang di Sangihe yaitu terdapat seni lukis dan peran. Dilihat sudah terdapat komunitas-komunitas remaja baik dalm bidang seni maupun olahraga yang berpotensi serta juga berpresentasi dibidang tersebut. Akan tetapi kurangnya fasilitas yang mendukung pengembangan aktivitas serta kreativitas remaja-remaja ini membatasi mereka dalam mengembangkan minat serta bakat mereka dalam seni maupun olahraga. Adanya perancangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, terlebih di luar jam pembelajaran juga dapat memotivasi kaum remaja-remaja untuk dapat mengembangkan kembali nilai-nilai ksesenian Sangihe yang sudah hampir dilupakan. Dengan menggunakan tema arsitektur Ekspresionisme dengan banyak unsur-unsur yang dapat dipadukan salah satunya yaitu dengan menerapkan unsur-unsur kesenian yang ada di Sangihe ini akan menjadi konsep baru untuk objek perancangan sehingga nantinya perancangan ini bisa menjadi salah satu daya tarik baru khusus di kota Tahuna Kapubapten Kepulauan Sangihe.Kata Kunci : Tahuna, Youth Center, Arsitektur Ekspresionisme
MAHAWU PUBLIC LIBRARY AND LEARNING CENTER: Arsitektur Hibrid Kezia G. Wowiling; Windy Mononimbar; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat serta fenomena gaya hidup masyarakat yang semakin berkembang membuat fasilitas-fasilitas komersil tampak lebih menarik, jika dibandingkan dengan sarana atau fasilitas edukasi seperti perpustakaan dan tempat bimbingan belajar, sehingga membawa dampak pada berkurangnya minat baca masyarakat serta menurunnya kualitas pendidikan di suatu daerah. Seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan dalam suatu daerah harus terus berkembang agar dapat bersaing di era globalisasi ini. Kota Tomohon sebagai Kota Pendidikan, memiliki fasilitas pendidikan yang cukup baik, hanya ada beberapa fasilitas yang kurang memadai, seperti perpustakaan dan learning center. Oleh karena itu, melalui perancangan Mahawu Public Library and Learning Center dengan menerapkan konsep Arsitektur Hibrid dihasilkan rancangan arsitektural dengan menggabungkan unsur pendidikan dan rekreasi, sehingga dapat menghadirkan suatu bangunan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan rekreatif, serta berperan sebagai landmark literasi kota yang dapat menarik berbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadikan objek ini sebagai wadah tempat mengembangkan minat baca dan menampung kebutuhan pendidikan non formal bagi masyarakat Kota Tomohon. Kata kunci: Arsitektur Hibrid, Learning Center, Mahawu, Public Library
PUSAT KREATIVITAS DI MANADO: Arsitektur Dekonstruksi Patrycia A. J. Sandil; Julianus A. R. Sondakh; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas monoton masyarakat kota yang berfokus pada aktivitas dan interaksi di rumah dan di tempat bekerja / sekolah dapat memberikan tekanan kepada masyarakat dan mengurangnya waktu mengembangkan kreativitas diri individu maupun kreativitas kelompok. Pusat Kreativitas di Manado ini menjadi tempat Ketiga yang penting bagi masyarakat kota Manado untuk menyalurkan bakat dan minat mereka melalui aktivitas-aktivitas pengembangan kreativitas yang telah disediakan. Selain memberikan wadah pengembangkan minat dan bakat masyarakat melalui aktivitas kreativitas yang ada, masyarakat kota juga dapat menyalurkan aktivitas bersosialisasi, membangun komunitas, dan bersantai di dalam Pusat Kreativitas di Manado ini. Dengan adanya Pusat Kreativitas di Manado ini kiranya dapat membantu masyarakat kota Manado dalam pengembangan kreativitas diri yang mampu bersaing di era ekonomi yang sedang berkembang pesat dan dapat membantu mengurangi tekanan aktivitas melalui aktivitas sosial yang ada. Kata Kunci : Pusat Kreativitas, Arsitektur Dekonstrksi, Manado, Tempat Ketiga.
PUSAT INDUSTRI KREATIF DI MINAHASA: Arsitektur Post Modern Preyshe F. A. Kawung; Julianus A. R. Sondakh; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya masyarakat Minahasa melahirkan seni dan kreatifitas seperti tarian, musik, kerajinan, makanan, lukisan, bermacam kain batik dan tenun, dan lain sebagainnya. Maka, perlunya suatu wadah untuk yang menjadi tempat mengembangkan setiap kegiatan yang ada dimana hal ini bertujuan agar tetap melestarikan budaya yang ada dan sebagai media untuk mengembangkan, memamerkan, mempromosikan kegiatan kreatifitas, baik lewat pentas seni maupun penjualan karya. Setiap orang yang mengambil bagian dalam kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomiannya lewat mengkormesilkan hasil karya ataupun mementaskannya. Selain itu, setiap pelaku ekonomi yang berhubungan dengan produksi seni juga dapat menerima keuntungan, seperti mereka yang menjadi penyalur bahan baku karya seni dan lainya. Maka hasil dari objek ini adalah menghadirkan tempat yang memiliki studio atau sanggar produksi karya seni, studio atau sanggar untuk latihan musik dan tari, area pameran dan pentas. Hal ini bertujuan agar setiap pengembangan kreatifitas yang ada dapat terdukung dari proses produksi sampai siap dipasarkan. Pada proses perancangan objek Pusat Industru Kreatif di Minahasa ini menggunakan tema Arsitektur Post Modern untuk menghadirkan hasil rancangan yang berbaur antara modern dan unsur budaya Minahasa. Kata Kunci: Pusat Industri Kreatif, Arsitektur Post Modern
PUSAT PERBELANJAAN DI KOTAMOBAGU. Konservasi Energi pada Bangunan Komersial Kurniawan Paransi; Julianus A. R. Sondakh; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17272

Abstract

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi utara, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007. Kota Kotamobagu secara administratif terbagi kedalam 4 kecamatan dan 32 desa/kelurahan. Luas keseluruhannya mencapai 184,33 KM2 dengan Jumlah penduduk yaitu sebesar 108.794.Seiring perkembangan zaman serta peningkatan jumlah penduduk di Kotamobagu maka kebutuhan masyarakat di bidang fashion semakin terbuka lebar. Namun, kurangnya pusat perbelanjaan yang lengkap dengan menawarkan berbagai kebutuhan masyarakat.Berdasarkan hal tersebut, maka diangkatlah sebuah judul untuk Tugas Akhir Perancangan Arsitektur yaitu Pusat Perbelanjaan Di Kotamobagu dengan Tema Konservasi Energi Pada Bangunan Komersial.Konsep perencanaan pusat perbelanjaan ini adalah suatu karya rancangan bangunan yang memanfaatkan sumber energi yang ada dalam bangunan agar digunakan secara cermat dan efisien. Serta mampu memanfaatkan dan mendayagunakan sumber energi dan kondisi iklim dilingkungan sekitar yang merupakan sebagian dari proses pembangunan operasional dan perawatan dari suatu bangunan tanpa harus mengorbankan kenyamanan dari pengguna bangunan tersebut kemudian di kembangkan lagi fungsinya yang tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan tapi juga menjadi pusat rekreasi, dan hiburan.Kata Kunci : Kota Kotamobagu, Pusat Perbelanjaan, Hemat Energi 
GELANGGANG REMAJA DI MANADO. Pendekatan Psikologi Arsitektur Febryanti A. Londo; Judy O. Waani; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17598

Abstract

Banyak sekali komunitas, klub dan even remaja yang diadakan di Kota Manado, hal ini merupakan tanda bahwa remaja setempat memiliki potensi untuk menunjukan kreativitas maupun eksistensinya. Fenomena ini perlu diimbangi dengan penyediaan berbagai fasilitas untuk mewadahi kegiatan remaja seperti fasilitas olahraga, fasilitas kesenian dan fasilitas komunitas. Meskipun sudah ada beberapa bangunan yang diperuntukan untuk generasi muda di Kota Manado, namun pada kenyataanya bangunan yang sudah ada belum bisa menarik perhatian para remaja untuk datang dan melakukan kegiatan positif ditempat tersebut.Perancangan Gelanggang Remaja di Manado ini bertujuan untuk mendapatkan desain bangunan yang dapat memberikan fasilitas kegiatan olahraga, kesenian serta kegiatan komunitas ke dalam bentuk bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja guna meningkatkan kreativitas remaja. Persoalan desain adalah: bagaimana ekspresi ruang dan bentuk bangunan yang mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dapat diterjemahkan ke dalam desain wadah Gelanggang Remaja di Manado, dan Psikologi Arsitektur sebagai solusi desain arsitektural. Prinsip-prinsip Psikologi Arsitektur yang diterapkan pada Gelanggang Remaja ini diharapkan dapat menghadirkan desain bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dalam berkegiatan di dalamnya.Kata Kunci: Remaja, Kreativitas, Psikologi Arsitektur, Gelanggang Remaja, Manado
PASAR TRADISIONAL DI TALAUD. Green Architecture Olvis Tamalihis; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18030

Abstract

Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri perdagangan dan jasa, pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kabupaten Talaud sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan Pasar Tradisional di Kabupaten Talaud, yang mengacu dari  kebutuhan akan barang dan jasa sebagai penunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari.Berangkat dari tujuan perancangan objek ini maka tema yang digunakan adalah Green Architecture, yang diharapkan dapat menciptakan sesuatu objek yang baru dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. salah satunya dengan menghadirkan pasar tradisional mengusung konsep.            Dengan hadirnya perancangan pasar tradisional di talaud ini, dapat menunjang keperluan masyarakat akan barang dan jasa, serta menambah pendapatan daerah. Pasar tradisional ini mampu menampung masyarakat kabupaten talaud dalam mencari kebutuhan sehari-hari, karna pasar ini dirancang sesuai dengan standard kebutuhan di dalam pasar tradisional.Kata Kunci : Pasar Tradisional, Green  Architecture.
YOUTH CENTER DI TONDANO. Arsitektur Feminisme Regina D. Manopo; Julianus A. R. Sondakh; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20822

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus, namun fenomena kenakalah-kenakalan remaja di Tondano kerap kali menjadi masalah. Dimana sering kali ditemui kasus-kasus kenakalan remaja yang dapat dikategorikan sebagai kasus krimunal. Hal tersebut terjadi karena kurangnya wadah untuk para remaja menyalurkan bakat dan minatnya untuk kegiatan yang positif yang bermanfaat serta membangun karakter remaja. Tondano merupakan ibu kota Minahasa yang memiliki warisan budaya yang beragam, namun pada saat ini kurang di ajarkan kepada generasi mudah untuk melestarikan budaya tersebut seperti tarian tradisional dan musik tradisional Minahasa. Untuk itu dengan adanya Youth Center di Tondano ini dapat menjadi wadah untuk menampung kegiatan seni dan olahraga yang dapat menjadi tempat yang menunjang bagi para remaja di Tondano membentuk bersosialisasi, berbagi pendapat dan mengembangkan jiwa sosial mereka. Dengan penerapan Arsitektur Feminisme pada Youth Center di Tondano ini diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk remaja dan wisatawan. Gaya dari arsitektur feminisme sendiri sangat berbeda dengan gaya arsitektur di Tondano dimana arsitektur feminisme ini menghasilkan gaya arsitektural yang modern dan lebih kekinian yang akan lebih menarik perhatian anak muda. Kata kunci : Youth Center di Tondano, Remaja, Arsitektur Feminisme, Seni Budaya Minahasa
REDESAIN MUSEUM NEGERI PROVINSI SULAWESI UTARA. Regionalisme dalam Arsitektur Eka Oktaviana; Rieneke L. E. Sela; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20825

Abstract

Proses merancang kembali sebuah museum guna merubah penampilan atau fungsi bangunan agar bisa melestarikan warisan budaya dari wilayah provinsi Sulawesi Utara untuk tujuan studi, penelitian, dan kesenangan atau hiburan dengan tema regionalisme dalam arsitektur yang merupakan upaya menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Saat ini di Provinsi Sulawesi Utara terutama kota Manado masih kurangnya keberadaan bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya salah satunya museum negeri provinsi sulawesi utara. Tujuan penulisan ini untuk meredesain kembali museum yang modern yang memperlihatkan identitas budaya setempat dan memenuhi persyaratan ruang yang belum terpenuhi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur, observasi/surveying, studi kasus, studi komparasi, dan analisa. Hasil yang dicapai, sebuah museum yang memiliki identitas budaya setempat melalui bentuk atau ornamen pada fasade bangunan, dan adanya penambahan unsur yaitu unsur rekreatif sehingga masyarakat lebih tertarik lagi untuk datang ke museum. Tidak hanya sekedar melihat pameran tapi juga bisa merasakan fasilitas lain yaitu fasilitas rekreasi agar tidak terpaku pada suasana yang terkesan monoton.Kata kunci : Redesain, Museum, Regionalisme, Arsitektur
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. Ekspresi Bentuk Meylita F. Munir; Vicky H. Makarau; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20839

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang. Tanpa ilmu seseorang tidak bisa mengerti atau melakukan sesuatu. Masa nak-anak merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah intelektual anak mengalami pertumbuhan yang amat pesat yang tak akan pernah teralami lagi pada masa berikutnya. Sejak awal perkembangannya, anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan berupa psikososial dan pendidikan agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, karena bangsa ini akan menjadi kuat salah satunya adalah adanya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Maka dari itu perkembangan kreatifitas dan minat anak perlu di salurkan sejak dini.Kreatifitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya,tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara.Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan disegala bidang, yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.(Kata kunci : Pendidikan, Anak, Kreatif)