Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kesiapan Akreditasi Berbasis SAPTO Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Mataram Idrus, Agil Al; Karnan, Karnan; Setiadi, Dadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.173 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v3i2.32

Abstract

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Salah satu indikator mutu program studi adalah baik tidaknya nilai akreditasi prodi yang menggambarkan program studi secara menyeluruh. Pelaksanaan akreditasi prodi yang merupakan sistem penjaminan mutu eksternal  terus berkembang dari waktu ke waktu dan sistem yang berlaku adalah berbasis SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). Prodi Pendidikan Biologi adalah salah satu prodi di lingkungan FKIP UNRAM yang akan mengajukan akreditasi disebabkan masa berlakunnya akan segera berakhir dalan satu tahun mendatang. Namun demikian untuk bisa memperoleh nilai tersebut perlu dilakukan persiapan-persiapan baik di tingkat prodi maupun fakultas, sehingga perlu dilakukan kajian kesiapan program studi dan fakultas dalam mengahadapi akreditasi prodi berbasis SAPTO. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesiapan Prodi Pendidikan Biologi dan institusi/fakultas dalam menghadapi akreditasi berbasis SAPTO yang mencakup 7 estándar akreditasi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif kualitatif. Penelitian dilaksanakan mulai dari akhir bulan Mei  2018 sampai dengan akhir Nopember 2018.Tempat pelaksanaan di FKIP Universitas Mataram. Subjek penelitian dan sumber adalah dosen program studi, tenaga kependidikan dan dekanat di lingkungan FKIP UNRAM serta dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk dicari tema dan polanya data reduction , kemudian data display, setelah itu ditarik sebuah conclusion drawing. Hasil menunjukan bahwa tingkat kesiapan prodi untuk akreditasi  pada tingkatan kurang siap dengan data dan informasi sesuai dengan tagihan dari standar pada borang seperti : standar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian, Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, Mahasiswa dan Lulusan Sumber Daya Manusia, Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, Penelitian, Pelayanan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Infsi.ormasi. Dengan demikian perlu dipersiapkan data informasi yang dibutuhkan serta penjelasan yang fokus dan komprehensif untuk bagian-bagian tertentu dari standar pada borang akreditasi.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KERJA DANKOMPETENSI GURU DENGAN KINERJA GURU SMK DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016 Zulkarnain, Zulkarnain; Wildan, Wildan; Setiadi, Dadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.72 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v2i2.65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan iklim kerja dan kompetensi guru baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan kinerja guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat tahun 2016. Untuk memperoleh data dalam penelitian adalah dengan metode survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat yang berjumlah 154 guru. Sampel penelitian berjumlah 60 orang guru yang diambil dengan teknik proportionate random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji regresi dan korelasi. Hasil penelitian adalah: 1) terdapat hubungan antara iklim kerja dengan kinerja guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan kontribusi sebesar 13,69%, artinya bahwa semakin kondusif iklim kerja, maka kinerja guru juga semakin baik, 2) terdapat hubungan antara kompetensi guru dengan kinerja guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan kontribusi sebesar 16,81%, artinya bahwa semakin meningkat kompetensi guru, kinerja guru juga akan semakin meningkat, 3) terdapat hubungan antara iklim kerja dan kompetensi guru secara bersama-sama dengan kinerja guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan kontribusi sebesar 21,16%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin kondusif iklim kerja dan semakin meningkatnya kompetensi guru, maka kinerja guru SMK di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat juga semakin baik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU HONORER SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM Anam, M. Chairul; Wilian, Sudirman; Setiadi, Dadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.243 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan  Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Guru Honorer SDN di Kecamatan Selaparang Kota Mataram.Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan  angket skala sikap.Hasil analisis regresi diketahui terdapat pengaruh yang signifikan variabel  kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru honorer. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 2,391 lebih besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 2,021 (t hitung =2.391 > t tabel = 2,021) dengan  tingkat signifikansi sebesar 0,021 < 0,05. Sementara variabel Budaya Organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja Guru Honorer, ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,999 lebih besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 2,021 (t hitung =7.99 > t tabel = 2,021) dengan tingkat signifikansi 0,000 0,05. Dari uji model regresi, didapatkan model persamaan regresi pengaruh dari kedua variabel terhadap variabel motivasi dengan model persamaan Y = 1,194 (α) – 0,92 (KPS) + 0,956(BO) + 0,415(ɛ). Artinya secara bersama-sama, kedua variabel X terbukti berpengaruh terhadap motivasi kerja guru honorer. Ini bisa dilihat dari nilai hasil uji F yang sudah dilakukan, dimana nilai Fhitung sebesar 32,009, lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 3,22. Dengan demikian, direkomendasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi perlu disinergikan untuk meningkatkan motivasi kerja guru honorer. Namun dari hasil penelitian tersebut prioritas utama peningkatan adalah pada budaya organisasi itu sendiri, karena variabel ini terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar dari variabel kepemimpinan kepala sekolah (7,99 > 2,391) terhadap motivasi kerja guru honorer.Kata kunci:Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja Guru Honorer
Pelatihan Ekowisata Berbasis Potensi Flora Fauna pada Masyarakat di TWA Gunung Tunak Gito Hadiprayitno; Dadi Setiadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v2i1.23

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat  yang bertujuan untuk (1) mengenalkan potensi flora fauna pada masyarakat yang tinggal di sekitar TWA Gunung Tunak, (2) melatih masyarakat untuk melakukan proses identifikasi dan inventarisasi flora fauna dengan mudah, praktis dan bisa digunakan dalam pengembangan ekowisata di TWA Gunung Tunak, dan (3) membuat dan mengembangkan leaflet ekowisata berbasis potensi flora fauna yang ada di TWA Gunung Tunak. Kegiatan pengabdian ini telah dilakukan bersama dengan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar TWA Gunung Tunak. Teknik kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara klasikal dengan memberikan informasi yang terkait dengan potensi flora fauna yang ada di TWA Gunung Tunak. Sementara itu  kegiatan pelatihan dilakukan dengan melakukan survei dan obervasi lapang dalam bentuk  identifikasi dan inventarisasi flora fauna yang ada di TWA Gunung Tunak. Hasil pengabdian yang telah dilakukan menghasilkan beberapa point penting di antaranya ialah (1) potensi flora dan fauna yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata di TWA Gunung Tunak terdiri dari 32 spesies burung dan 52 spesies kupu, (2) hasil observasi bersama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Tunak Besopoq memberikan rekomendasi untuk menggunakan spesies burung target dalam pengembangan ekowisata lebih lanjut di antaranya ialah Caloenas nicobarica, Pitta elegans, Megapodius reinwardt, dan Philemon buceroides, sedangkan spesies kupu-kupu terdiri dari Troides helena dan Pachilopta aristolochiae, dan (3) sosialisasi lebih lanjut potensi flora dan fauna yang ada di TWA Gunung Tunak akan dilakukan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Tunak Besopoq dengan membagikan leaflet hasil kegiatan pengabdian ini kepada para wisatawan pada saat berkunjung ke TWA Gunung Tunak dan akan dilakukan secara online melalui webnya Forum Komunikasi Masyarakat Tunak Besopoq.
PENGARUH PENGEMBANGAN KEPROFESIAN DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Hadiwijaya, Aos Santoso; Setiadi, Dadi; Najwa, Lu’luin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.521 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v1i2.10

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan keprofesian dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah penelitian expost facto. Sampel penelitian ini berjumlah 66 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekolah Dasar Negeri tersertifikasi di Kecamatan Labuapi yang ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengembangan keprofesian berpengaruh terhadap kinerja guru dilihat dari nilai t hitung > t tabel yaitu 7,066 > 2,000, koefisien determinasi sebesar 43,8% dan koefisien korelasi parsial sebesar 0,597; 2) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru dilihat dari nilai t hitung > t tabel yaitu 3,811 > 2,000, koefisien determinasi sebesar 18,5%, dan koefisien korelasi parsial sebesar 0,285; 3) Pengembangan keprofesian dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru dilihat dari hasil F hitung > Ftabel yaitu 28,568 > 3,13, dan koefisien determinasi sebesar 47,6%. Hal ini berarti bahwa pengembangan keprofesian yang dilakukan guru setelah sertifikasi dan motivasi dari kepala sekolah melalui kepemimpinannya berpengaruh pada unjuk kerja guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru dapat diupayakan melalui pengembangan keprofesian setelahsertifikasi dan peningkatan fungsi kepemimpinan kepala sekolah. Kata Kunci: pengembangan keprofesian, kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Yusuf, Suriati; Wildan, Wildan; Setiadi, Dadi
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.084 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v4i1.79

Abstract

Abstrak : Studi denganpendekatan kualitatif deskriftif mengkaji tentang Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas pada Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Ampenan Kota Mataram, difokuskan pada:Supervisi akademikpembelajaranmeliputi : (1), Penyusunan perencanaan pembelajaran,(2), Pelaksanaan kegiatan pembelajaran, (3), Kegiatan evaluasi pembelajaran, (4), Penyusunan hasil evaluasi tindak lanjut pembelajaran, (5), Pengembangan kualitas pembelajaran.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian ini menemukan: (1), Penyusunan perencanaanpembelajaran,melalui pendampingan Pusat Kegiatan Guru (PKG), dengan membentuk Tim kecil di kegiatan PKG serta melakukan Diskusi Kelompok Terarah, (2), Pelaksanaan supervisi pembelajaran dengan kunjungan kelas terencana ,dan pemeriksaan kelengkapan perangkat pembelajaran, (3),Kegiatan evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan berdasarkan dari hasil temuan-temuan kepengawasan, dan dilaporkan ke Kepala Dinas, (4),Temuan-temuan yang berupa kelemahan dan kekuatan ini menjadi bahan dasar perbaikanuntuk pengembangan pembelajaran, (5), Hasil temuan ?temuan sebagai dasar menyususun program peningkatan kompetensi guru dan kepala TK.Secara umum pelaksanaan supervisi di TK Kecamatan Ampenan Kota Mataram belum maksimal.Keywords : Perencanaan, Pelaksanaan, Tindak lanjut, Supervisi Akademik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PEMBERIAN KOMPENSASI KERJA TERHADAP MOTIVASI GURU SMK DI KECAMATAN LINGSAR MB, M Sumartono; Karta, Wayan Sumartono; Setiadi, Dadi
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.886 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v2i2.62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan pemberian kompensasi kerja terhadap motivasi guru SMK di Kecamatan Lingsar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMK di Kecamatan Lingsar. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang berjumlah 60 orang guru dari 154 guru yang diambil dengan teknik purposivesampling. Sebelum melakukan uji hipotesis dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu seperti: uji normalitas, uji homogenitas, uji multikolinieritas, dan uji auto korelasi. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:1) terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru SMK di Kecamatan Lingsar sebesar 13,00%, 2) terdapat pengaruh positif pemberian kompensasi kerja terhadap motivasi guru SMK di Kecamatan Lingsar sebesar 47%, dan 3) terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah dan pemberian kompensasi kerja secara bersama-sama terhadap motivasi guru SMK di Kecamatan Lingsar sebesar 47,60%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan pemberian kompensasi kerja dapat meningkatkan motivasi guru SMK di Kecamatan Lingsar. Implikasi dari penelitian ini adalah motivasi guru dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah dan pemberian kompensasi kerja.
Sistem Penjaminan Mutu Internal Di Satuan Pendidikan Menengah (SMA) Sridana, Nyoman; Wilian, Sudirman; Setiadi, Dadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.239 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.212

Abstract

Abstrak: Tingkat pengetahuan warga sekolah terkait dengan Sisitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) masih pada tingkat rendah yang masih perlu dikembangkan sebelum membentuk sistem penjaminan mutu internal satuan pendidikan. Selain itu pemahaman pendidik terkait standar pendidikan nasional yang sangat berhubungan dengan tugasnya masih pada tingkat cukup sehingga masih perlu peningkatan pemahaman agar bisa melaksananakan proses dan evaluasi sesuai dengan standar. Perlu pengembangan bagi tenaga pendidik dan kependidikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi penjaminan mutu internal melalui tim khusus dari eksternal satuan pendidikan sampai sekolah tersebut siap untuk bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu internal. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan, satuan pendidikan perlu membentuk SPMI sesuai dengan stándar dan aturan yang berlaku Estándar Nasional Pendidikan (SNP) walaupun dilihat dari nilai akreditasi mencapai stándar tertinggi.  Dengan demikian diperlukan kajian terkait dengan sistem penjaminan mutu internal di sekolah-sekolah tersebut agar secara bertahap bisa memenuhi SNP atau bahkan melebihinya. Kata Kunci: Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI), Standar Nasional Pendidikan (SNP), Satuan Pendidikan Menengah
Perangkat Pembelajaran IPA Model 5E : Kajian Kritis Hasil Workshop Guru-Guru Anggota MGMP IPA Kota Mataram Jekti, Dwi Soelistya Dyah; Bachtiar, Imam; Sedijani, Prapti; Zulkifli, Lalu; Setiadi, Dadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.233 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.205

Abstract

Abstrak: Kurikulum Mata Pelajaran IPA SMP tahun 2017 di Kota Mataram  menuntut para guru IPA untuk bisa meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan perencanaan  dan mengimplementasikannya secara baik. Salah satunya adalah guru IPA SMP bisa mengembangkan perangkat pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran IPA sesuai dengan standar,  para guru IPA harus memiliki keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, Para guru masih terpaku dengan meodel yang disarankan kemnetrian terkait, sementara  banyak model pembelajaran berbasisi siswa aktif salah satunya model 5E (Engage, Explore, Explain, Extend dan Evaluate).  Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk mengmbangkan keterampilan  bapak/ibu guru IPA anggota MGMP IPA dalam perangkat pembelajaran model 5E. Desain yang digunakan adalah post tes no control group design. Populasi adalah semua guru IPA anggota MGMP Kota Mataram, sampel yang digunakan sebanyak 40 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengevaluasi produk berupa perangkat pembelajaran hasil kegiatan workshop. Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru peserta (90%) sudah baik dalam merencanakan langkah-langkah 5E. Tetapi dalam kaitannya dengan tagihan dan pengetahuan sebagian besar perangkat pembelajaran kurang mencakup keluasan dan kedalaman materi yang ditagih oleh kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian walaupun langkah-langkah pembelajaran berbasis siswa aktif dan memenuhi tagihan kurikulum tetapi tingkat asesmen belum memenuhi tagihan. Berdasarkan hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa  90% bapak ibu guru IPA dapat menyusun perangkat pembelajaran cukup baik khususnya terkait sintaks  5E. Kata Kunci : pembelajaran IPA, model 5E, kajian kritis
Keefektifan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Organisasi Sekolah di SDN 1 Sandik Kecamatan Batulayar Wijaya, Linawati; Setiadi, Dadi; Syuaib, Muhammad Zulfikar
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v1i1.5

Abstract