p-Index From 2017 - 2022
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosiding SNATIF
Rakhmad Yatim
LAPAN

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGOPERASIAN BEBAN LISTRIK FASE TUNGGAL TERKENDALI MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER DAN SENSOR VOICE RECOGNITION (VR) Goeritno, Arief; Ginting, Sandy Ferdiansyah; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMinimum system berbasis mikrokontroler dan sensor voice recognition (VR) sebagai pengendali aktuator telah digunakan untuk pengoperasian beban listrik fase tunggal.  Minimum system adalah suatu sistem yang tersusun melalui 2 (dua) tahapan, yaitu (a) diagram rangkaian dan bentuk fisis board dan (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega16.  Keberadaan sistem mikrokontroler pada minimum system perlu program tertanam melalui pemrograman berbasis bahasa BasCom AVR dengan sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Uji verifikasi terhadap sistem mikrokontroler dilakukan melalui simulasi berbantuan aplikasi Proteus, berupa pemberian 5 (lima) macam perintah terhadap sensor VR, yaitu “LAMPU”, “NEON”, “KIPAS”, “HIDUP”, dan “MATI”. Hasil simulasi sesuai perintah terhadap sensor VR berupa tampilan pada Virtual Terminal.  Kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega16 berbantuan sensor VR ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor diberi perintah “LAMPU”, maka lampu pijar menyala (on), (ii) saat sensor diberi perintah  “NEON”, maka lampu TL menyala (on), (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, maka kipas angin beroperasi (on), (iv) saat sensor diberi perintah “HIDUP”, maka lampu pijar dan lampu TL menyala (on) dan kipas angin beroperasi (on), dan (v) saat sensor diberi perintah “MATI”, maka lampu pijar dan lampu TL padam (off) dan kipas angin tidak beroperasi (off). Pemberian perintah masukan terhadap sensor VR telah memberikan kinerja yang diharapkan. Kata Kunci: beban listrik fase tunggal,  mikrokontroler ATmega16, sensor voice recognation
BEBAN-BEBAN LISTRIK TERKONTROL MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS PAYLOAD DATA HANDLING BERBANTUAN MIKROKONTROLER Goeritno, Arief; Sopyandi, Sopyandi; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengontrolan terhadap beban-beban listrik berbantuan sistem pengontrolan berbasis Payload Data Handling berbantuan mikrokontroler, melalui (1) pengintegrasian rangkaian elektronika system pengontrolan ke system mikrokontroler dan  (2) uji verifikasi dan validasi. Pengintegrasian dilakukan terhadap sejumlah rangkaian elektronika untuk deteksi nilai tegangan, penyesoran nilai arus, penggerak relai, (ii) pabrikasi board untuk system mikrokontroler, (iii) pengawatan system pengontrolan dan pembuatan catu daya, dan (iv) pemrograman terhadap mikrokontroler berbasis bahasa pemrograman BasCom AVR. Uji verfikasi berupa simulasi berbantuan aplikasi Proteus dan uji validasi berupa pemberian beban listrik pada sejumlah titik terkontrol dan pengiriman berbantuan protokol Bluetooth dan penampilan pada perangkat berbasis Android.  Pembuatan board untuk rangkaian elektronika dan sistem mikrokontroler berbantuan program aplikasi EAGLE, dimana pengawatan pada sistem mikrokontroler ATmega32 berupa sensor arus dan tegangan sebagai masukan pada mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD berukuran 4x16 sebagai keluaran untuk tampilan hasil pengukuran dan penampilan pada perangkat berbasis Android. Pengoperasian sensor saat pengukuran, digunakan sumber tegangan 5 volt dc dan komunikasi sensor dengan satu jalur data yang digunakan untuk perintah pengalamatan, pengambilan, dan pengiriman data dilakukan oleh mikrokontroler. Pemograman mikrokontroler Atmega32 meliputi pembuatan diagram alir dan penulisan sintaks. Diagram alir meliputi delapan tahapan, yaitu: (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel, (iii) deklarasi konstanta, (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) tampilan sensor tegangan dan arus, (vii) ambil dan kirim data, dan (viii) keluaran. Konfigurasi pin merupakan penentuan pin yang digunakan sebagai masukan atau keluaran,  untuk sensor tegangan dan arus. Uji verfikasi berupa pengujuan terhadap program berbasis bahasa aplikasi Bascom AVR di-compile ke sistem simulasi untuk mikrokontroler yang terdapat pada Proteus. Kondisi sistem dengan pengontrolan: (i) jika daya stabil dalam suatu pemakaian, maka beban listriktetap dalam kondisi “on” dan (ii) ketika suatu ruangan berlebih dalam pemakaian daya listrik, maka beban listrik berubah menjadi “off” secara otomatis untuk pembatasan pemakaian daya listrik. Uji validasi berupa pemberian beban listrik pada titik-titik terkontrol dengan hasil yang tertampil pada LCD dan tertampilkan juga pada layar perangkat berbasis Android yang terkirim melalui jalur protokol Bluetooth.  Kata kunci: beban listrik, mikrokontroler, minimum system berbasis PDH, perangkat berbasis Android, perangkat bluetooth.
MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 BERBANTUAN SENSOR PASSIVE INFRARED RECEIVER DAN FINGERPRINT UNTUK SISTEM PENGAMANAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH Afandi, Muhammad Yusuf; Goeritno, Arief; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dibuat minimum system berbasis mikrokontroler ATMega32 berbantuan sensor passive infrared receiver (PIR) dan fingerprint untuk sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.  Minimum system adalah tersusun melalui integrasi dengan tahapan (a) perancangan diagram rangkaian dan pabrikasi bentuk fisis board, (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega32, dan (c) pemrograman terhadap sistem mikrokontroler ATmega32 berbasis bahasa BasCom AVR.  Pemrograman melalui sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Simulasi dengan aplikasi Proteus berupa pemberian 2 (dua) macam perintah/masukan terhadap sensor, yaitu satu masukan data berupa keberadaan manusia (gerak manusia) terhadap sensor PIR dan satu masukan data inisialisasi sidik jari manusia terhadap sensor fingerprint. Hasil uji verifikasi berupa simulasi sesuai perintah terhadap sensor PIR dan fingerprint berupa tampilan pada virtual terminal.  Uji validasi berupa pengukuran kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega32 ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor PIR diberi masukan “keberadaan manusia (gerak)”, sensor fingerprint menyala (on) dan (ii) saat sensor fingerprint menyala yang berarti siap terima masukan data berupa “inisialisasi sidik jari end user” pengaktifan actuator dan sistem pada kendaraan bermotor. Pemberian perintah masukan terhadap sensor passive infrared reciever dan fingerprint  telah memberikan kinerja yang diharapkan. Terdapat penurunan tegangan sebesar 1,001669% pada catu daya, saat digunakan sebagai sumber tenaga untuk minimum system. Kata Kunci: mikrokontroler ATmega32, sensor PIR dan fingerprint, sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.
MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32 BERBANTUAN SENSOR PASSIVE INFRARED RECEIVER DAN FINGERPRINT UNTUK SISTEM PENGAMANAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH Afandi, Muhammad Yusuf; Goeritno, Arief; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dibuat minimum system berbasis mikrokontroler ATMega32 berbantuan sensor passive infrared receiver (PIR) dan fingerprint untuk sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.  Minimum system adalah tersusun melalui integrasi dengan tahapan (a) perancangan diagram rangkaian dan pabrikasi bentuk fisis board, (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega32, dan (c) pemrograman terhadap sistem mikrokontroler ATmega32 berbasis bahasa BasCom AVR.  Pemrograman melalui sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Simulasi dengan aplikasi Proteus berupa pemberian 2 (dua) macam perintah/masukan terhadap sensor, yaitu satu masukan data berupa keberadaan manusia (gerak manusia) terhadap sensor PIR dan satu masukan data inisialisasi sidik jari manusia terhadap sensor fingerprint. Hasil uji verifikasi berupa simulasi sesuai perintah terhadap sensor PIR dan fingerprint berupa tampilan pada virtual terminal.  Uji validasi berupa pengukuran kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega32 ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor PIR diberi masukan “keberadaan manusia (gerak)”, sensor fingerprint menyala (on) dan (ii) saat sensor fingerprint menyala yang berarti siap terima masukan data berupa “inisialisasi sidik jari end user” pengaktifan actuator dan sistem pada kendaraan bermotor. Pemberian perintah masukan terhadap sensor passive infrared reciever dan fingerprint  telah memberikan kinerja yang diharapkan. Terdapat penurunan tegangan sebesar 1,001669% pada catu daya, saat digunakan sebagai sumber tenaga untuk minimum system. Kata Kunci: mikrokontroler ATmega32, sensor PIR dan fingerprint, sistem pengamanan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.