Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FACE VALIDATION METHOD ALTERNATIVES FOR SHIPHANDLING FUZZY LOGIC DIFFICULTY MODEL Tjahjono, Tri; Benabdelhafid, Abdellatif; Priadi, Antoni Arif
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.756 KB)

Abstract

The development of shiphandling difficulty model for ferry is based on the empirical experience through the Master of Ro-Ro ferries. The SHDMF is consisted from two parts which are the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Fuzzy Inference System. Both parts had been validated through internal validation in the form of consistency test for the first part and robustness test for the second part. Further, the external/face validation is required to compare the proposed model with similar model through benchmarking approach. The benchmarking approaches are elaborated for the reliability, validity, possibility, efficiency and effectiveness. Through fuzzy group decision making method, the questionnaire survey is performed to verify the most appropriate approach based on the shiphandling simulator as the most preferred benchmarking tool by experts. Next, the proposed scenario is overviewed and discussed especially related to the advantages and drawbacks of shiphandling simulator. Keywords: shiphandling difficulty, fuzzy group decision making, internal validation Model pengukuran kesulitan pengendalian feri didasarkan pada pengalaman empiris melalui pernyataan nahkoda kapal feri Ro-Ro. SHDMF terdiri atas dua bagian, yaitu Analytic Hierarchy Process dan Fuzzy Inference System. Kedua bagian ini telah divalidasi melalui validasi internal dalam bentuk uji konsistensi untuk bagian pertama dan uji kehandalan untuk bagian kedua. Selanjutnya validasi atau wajah eksternal diperlukan untuk membandingkan model yang diusulkan dengan model yang diperoleh dari benchmarking. Pendekatan benchmarking dijabarkan untuk kehandalan, validitas, kemungkinan, efisiensi, dan efektivitas. Melalui metode fuzzy kelompok pembuatan keputusan, survei kuesioner dilakukan untuk memverifikasi pendekatan yang paling tepat dengan simulator pengendalian kapal sebagai alat yang paling disukai oleh para ahli untuk benchmarking. Selanjutnya skenario yang ditinjau-ulang dan dibahas terutama terkait dengan keuntungan dan kelemahan simulator pengendalian kapal. Kata-kata kunci: kesulitan pengendalian, fuzzy kelompok pembuatan keputusan, validasi internal
FACE VALIDATION METHOD ALTERNATIVES FOR SHIPHANDLING FUZZY LOGIC DIFFICULTY MODEL Tjahjono, Tri; Benabdelhafid, Abdellatif; Priadi, Antoni Arif
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.756 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i2.1393.%p

Abstract

The development of shiphandling difficulty model for ferry is based on the empirical experience through the Master of Ro-Ro ferries. The SHDMF is consisted from two parts which are the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Fuzzy Inference System. Both parts had been validated through internal validation in the form of consistency test for the first part and robustness test for the second part. Further, the external/face validation is required to compare the proposed model with similar model through benchmarking approach. The benchmarking approaches are elaborated for the reliability, validity, possibility, efficiency and effectiveness. Through fuzzy group decision making method, the questionnaire survey is performed to verify the most appropriate approach based on the shiphandling simulator as the most preferred benchmarking tool by experts. Next, the proposed scenario is overviewed and discussed especially related to the advantages and drawbacks of shiphandling simulator. Keywords: shiphandling difficulty, fuzzy group decision making, internal validation Model pengukuran kesulitan pengendalian feri didasarkan pada pengalaman empiris melalui pernyataan nahkoda kapal feri Ro-Ro. SHDMF terdiri atas dua bagian, yaitu Analytic Hierarchy Process dan Fuzzy Inference System. Kedua bagian ini telah divalidasi melalui validasi internal dalam bentuk uji konsistensi untuk bagian pertama dan uji kehandalan untuk bagian kedua. Selanjutnya validasi atau wajah eksternal diperlukan untuk membandingkan model yang diusulkan dengan model yang diperoleh dari benchmarking. Pendekatan benchmarking dijabarkan untuk kehandalan, validitas, kemungkinan, efisiensi, dan efektivitas. Melalui metode fuzzy kelompok pembuatan keputusan, survei kuesioner dilakukan untuk memverifikasi pendekatan yang paling tepat dengan simulator pengendalian kapal sebagai alat yang paling disukai oleh para ahli untuk benchmarking. Selanjutnya skenario yang ditinjau-ulang dan dibahas terutama terkait dengan keuntungan dan kelemahan simulator pengendalian kapal. Kata-kata kunci: kesulitan pengendalian, fuzzy kelompok pembuatan keputusan, validasi internal
Analisis Kompetensi Anak Buah Kapal Dalam Penanganan Limbah Sesuai Dengan Implementasi MARPOL 73/78 Priadi, Antoni Arif; Tristanti; Sunaryanto; M. Hasan Habli
Meteor STIP Marunda Vol 10 No 2 (2017): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v10i2.69

Abstract

Penanganan limbah adalah salah satu isu penting dalam keselamatan pelayaran. Sebagai contoh penanganan limbah terkait dengan resiko kecelakaan kapal yang mengakibatkan tumpahan minyak di laut. Kecelakaan kapal tanker, misalnya, sangat beresiko menumpahkan minyak dalam jumlah yang besar yang dapat mencemari lingkungan perairan. Kompetensi pelaut/ ABK sangat dibutuhkan dalam mencegah dan mengendalikan resiko pencemaran limbah baik dalam keadaan normal maupun darurat. Tinjauan utama penelitian ini adalah untuk meneliti sejauhmana pelaut telah memahami, memiliki keterampilan, dan mampu mengimplementasikan regulasi terkait penanganan limbah. Disamping itu, penelitian ini juga menggali faktor-faktor lain dalam sistem penanganan limbah yang berpengaruh pada efektifitas pelaksanaan prosedur dan ketentuan terkait. Dengan demikian bila di kapal dan pelabuhan sebagai lingkungan kerja pelaut ada persoalan, sejauhmana pelaut bersikap dan mengantisipasinya. Sehingga dapat diteliti lebih lanjut, apakah faktor kompetensi menjadi faktor utama dalam penanganan limbah di kapal dan pelabuhan, ataukah faktor lain menyangkut peralatan, manajemen perusahaan, atau prosedur yang ditetapkan dan diimplementasikan otoritas pelabuhan terkait penanganan limbah di kapal.
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROGRAM TOL LAUT BERBASIS AHP (STUDI KASUS: PELABUHAN TAHUNA) Kristini, Florentina; Bambang, Azis Nur; Handoko, Wisnu; Priadi, Antoni Arif
Warta Penelitian Perhubungan Vol 31, No 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.799 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v31i2.1269

Abstract

AbstrakTol laut merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, pemerataan distribusi barang dan mengurangi disparitas harga antara wilayah Barat Indonesia dan wilayah Timur Indonesia. Perencanaan tol laut dimulai pada akhir tahun 2015 dan telah berjalan selama tiga tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program tol laut sekaligus menganalisa faktor dan subfaktor yang menjadi prioritas utama dengan menggunakan metode analisis Analitical Hierarchy Process (AHP).  Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dengan melakukan wawancara terhadap responden untuk pengisian kuesioner dalam penentuan nilai pembobotan yang kemudian diolah dengan menggunakan AHP dan nilai variabel yaitu nilai yang diberikan oleh responden terkait kondisi dari kriteria dan subkriteria berdasarkan Skala Likert. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut yakni berupa data realisasi tol laut terkait jumlah pelayaran, jumlah muatan, dan jenis muatan. Penelitian dilakukan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Surabaya selaku operator kapal tol laut pada trayek 4. Responden dalam penelitian ini meliputi Kepala Urusan Pemasaran Penjualan Jasa, Staf Administrasi dan Umum, Manajer Tol Laut, dan Kepala Sub Cabang Tahuna. Penelitian ini dibatasi hanya untuk trayek 4 yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak ? Makassar - Tahuna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa program tol laut berjalan cukup efektif. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensinya, faktor yang harus diutamakan adalah faktor infrastruktur dan faktor biaya. Adapun subfaktor yang perlu diprioritaskan adalah subfaktor multimoda, subfaktor infrastruktur sekitar pelabuhan dan subfaktor biaya kontainer.Kata kunci: AHP, efektivitas program, efisiensi distribusi, faktor prioritas, tol laut.AbstractThe Effectiveness and Efficiency of Sea Highway Program Based on AHP (Case Study: Tahuna Harbour): Sea highway is an Indonesian government program that aims to improve connectivity between regions, equitable distribution of goods and reduce price disparities between Western and Eastern regions of Indonesia. Sea highway planning began at the end of 2015 and has been running for 3 years. The purpose of this study was to analyze the effectiveness and efficiency of the implementation of the sea highway program and analyze the factors and sub factors that were the top priority using the Analitical Hierarchy Process (AHP) analysis method. The data collected were primary and secondary data. Primary data collection were done by asking respondents to fill in the questionnaire that determined the value which was then processed using AHP and variable values, namely the value given by the respondent related to the condition of the criteria and sub-criteria based on a Likert Scale. Secondary data was obtained from the Directorate of Sea Traffic and Transport in the form of Sea highway realization data related to the number of shipping, the number of loads, and the type of cargo. This research was conducted to PT. Pelayaran Nasional Indonesia Surabaya Branch as the ship operator of the sea highway route 4. The respondents in this study were the Head of Marketing Services Sales Services, Administrative and General Staff, Sea highway Managers, and the Head of Tahuna Sub-Branch. This study was limited to route 4 that passed through the Port of Tanjung Perak - Makassar - Tahuna. The results showed that the sea highway road program was quite effective. To increase its effectiveness and efficiency, infrastructure and cost factors must be prioritized. Meanwhile the sub factors that needed to be prioritized were multimodal, infrastructure around the port and container cost.Keywords: AHP, program effectiveness, distribution efficiency, factor priority, maritime highway road.
KINERJA KOMPETENSI PERWIRA PERMESINAN KAPAL: SUATU ANALISIS KESENJANGAN BERBASIS KOMPETENSI Priadi, Antoni Arif; Fahcruddin, Imam; Almuzani, Nafi; Gupron, Ahmad Kasan
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v20i2.813

Abstract

Indonesia memegang peran penting dalam industri maritim dunia. Salah satunya melalui penyediaan pelaut untuk pangsa pasar nasional maupun internasional. Besarnya jumlah pelaut Indonesia jika tidak diimbangi dengan kualitas atau kompetensinya menyebabkan lemahnya daya serap pelaut Indonesia ke kapal dalam negeri maupun luar negeri. Kompetensi yang dimiliki manusia dapat diketahui oleh orang yang melihat dan menilai aktifitas yang dia lakukan. Dengan membandingkan antara persepsi dan harapan, kita bisa mengetahui apakah ada gap (kesenjangan) dalam mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini dibahas persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal asal Indonesia tahun 2017 menggunakan analisis kesenjangan. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal untuk kompetensi permesinan kapal sebesar 78.92%, kompetensi listrik, elektronika, dan sistem kontrol sebesar 77.69%, kompetensi perawatan dan perbaikan sebesar 77.97%, kompetensi pengendalian operasi kapal dan penanganan personil di kapal sebesar 77.34% serta kompetensi softskill sebesar 80.92%. Kesenjangan yang terjadi antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal adalah negatif.
DESAIN MODEL INSTRUMEN PENYETARAAN NAKHODA KAPAL UNTUK JABATAN DOSEN MELALUI REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL) Priadi, Antoni Arif; Cahyadi, Tri; Purba, Damoyanto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v21i2.1279

Abstract

Nakhoda kapal dengan kualifikasi Ahli Nautika Tingkat-II (ANT-II)  merupakan  profesional yang memiliki pengetahuan dan pengalaman pada level tertinggi dalam sistem operasi kapal mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, menganalisis, dan evaluasi. Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) membuka peluang bagi para profesional seperti Nakhoda kapal untuk setara dengan jenjang tertentumenggunakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Hal ini memungkinkan sebagai cara pemenuhan dosen pada pendidikan tinggi vokasi dari profesional atau industri. Penelitian deskripsi ini disajikan untuk menganalisis penyetaraan Nakhoda kapal ke dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nakhoda kapal dapat disetarakan dengan jenjang 8 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia melalui desain instrumen penilaian yang disusun berdasarkan aspek kompetensi pengajaran dan kompetensi profesional.
DESAIN MODEL SERTIFIKASI PROFESI TEKNIKA KAPAL UNTUK DOSEN DENGAN REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU Sularno, Heri; Priadi, Antoni Arif; Nugroho, Eko
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v21i1.975

Abstract

Ahli Teknika Kapal merupakan  profesional yang memiliki tingkat pengetahuan dan pengalaman tertinggi dalam operasi permesinan kapal mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, analisis, dan evaluasi. Melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) membuka peluang bagi para profesional seperti Ahli Teknika Kapal untuk setara dengan jenjang  kualifikasi dosen tertentu yang sesuai standard KKNI berdasarkan rekognisi pembelajaran lampau (RPL), untuk dapat menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya guna menyelesiakan permasalahan kebutuhan dosen pada perguruan tinggi vokasi pelayaran. Penelitian deskriptif ini disajikan untuk menganalisis penyetaraan Ahli Teknika Kapal ke dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia melalui studi pustaka dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahli Teknika Kapal dapat disetarakan dengan kualifikasi Dosen tingkat master yang memiliki jenjang 8 KKNI melalui instrumen penilaian yang disusun dalam penelitian.
FACE VALIDATION METHOD ALTERNATIVES FOR SHIPHANDLING FUZZY LOGIC DIFFICULTY MODEL Tri Tjahjono; Abdellatif Benabdelhafid; Antoni Arif Priadi
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.756 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i2.1393.%p

Abstract

The development of shiphandling difficulty model for ferry is based on the empirical experience through the Master of Ro-Ro ferries. The SHDMF is consisted from two parts which are the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Fuzzy Inference System. Both parts had been validated through internal validation in the form of consistency test for the first part and robustness test for the second part. Further, the external/face validation is required to compare the proposed model with similar model through benchmarking approach. The benchmarking approaches are elaborated for the reliability, validity, possibility, efficiency and effectiveness. Through fuzzy group decision making method, the questionnaire survey is performed to verify the most appropriate approach based on the shiphandling simulator as the most preferred benchmarking tool by experts. Next, the proposed scenario is overviewed and discussed especially related to the advantages and drawbacks of shiphandling simulator. Keywords: shiphandling difficulty, fuzzy group decision making, internal validation Model pengukuran kesulitan pengendalian feri didasarkan pada pengalaman empiris melalui pernyataan nahkoda kapal feri Ro-Ro. SHDMF terdiri atas dua bagian, yaitu Analytic Hierarchy Process dan Fuzzy Inference System. Kedua bagian ini telah divalidasi melalui validasi internal dalam bentuk uji konsistensi untuk bagian pertama dan uji kehandalan untuk bagian kedua. Selanjutnya validasi atau wajah eksternal diperlukan untuk membandingkan model yang diusulkan dengan model yang diperoleh dari benchmarking. Pendekatan benchmarking dijabarkan untuk kehandalan, validitas, kemungkinan, efisiensi, dan efektivitas. Melalui metode fuzzy kelompok pembuatan keputusan, survei kuesioner dilakukan untuk memverifikasi pendekatan yang paling tepat dengan simulator pengendalian kapal sebagai alat yang paling disukai oleh para ahli untuk benchmarking. Selanjutnya skenario yang ditinjau-ulang dan dibahas terutama terkait dengan keuntungan dan kelemahan simulator pengendalian kapal. Kata-kata kunci: kesulitan pengendalian, fuzzy kelompok pembuatan keputusan, validasi internal
Biaya Logistik Sektor Transportasi Laut Dan Pengaruhnya Terhadap PDB Nasional Antoni Arif Priadi; Bartho Ari; Rudy Sugiarto; Pamungkas Nurullah
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 19, No 2 (2021): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3152.039 KB) | DOI: 10.25104/mtm.v19i2.2042

Abstract

 Sejalan dengan Paket Kebijakan Ekonomi ke XV salah satunya penekanannya adalah pengurangan biaya operasional jasa transportasi, sehingga guna peningkatan kinerja logistik nasional menuntut perlu adanya suatu evaluasi terhadap komponen biaya logistik sektor transpotasi laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komponen biaya yang mempengaruhi biaya logistik di sektor transportasi laut khususnya untuk kegiatan kepelabuhanan dan angkutan di perairan khususnya untuk pelabuhan Belawan, Bitung, Makassar dan Tanjung Perak. Penelitian diawali dengan identifikasi komponen biaya yang mempengaruhi biaya logistik sektor transportasi laut baik dari sektor kepelabuhanan maupun angkutan laut dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap biaya logistik sektor transportasi laut, dan pengaruh biaya logistik sektor transportasi laut terhadap biaya logistik nasional. Tahapan analisis dalam penelitian ini diawali dengan analisis biaya satuan pengiriman barang (logistik) sektor transportasi dan tahapan analisis biaya logistik sektor transportasi laut. Hasil penelitian menunjukan komponen biaya yang mempengaruhi biaya logistik di sektor transportasi laut meliputi biaya jasa pelayanan di pelabuhan, biaya jasa bongkar muat , biaya trucking, biaya kegiatan operasional JPT, biaya pengurusan dokumen, biaya PNBP dan biaya dan lain-lain. Selanjutnya, ditemukan total biaya logistik sektor transportasi laut di lokasi penelitian adalah sebesar 684 trilyun/tahun di tahun 2019 dan total biaya logistik sektor transportasi laut adalah 21,4% dari biaya logistik nasional.
Efektivitas dan Efisiensi Program Tol Laut berbasis AHP (Studi Kasus: Pelabuhan Tahuna) Florentina Kristini; Azis Nur Bambang; Wisnu Handoko; Antoni Arif Priadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol 31, No 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.799 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v31i2.1269

Abstract

AbstrakTol laut merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, pemerataan distribusi barang dan mengurangi disparitas harga antara wilayah Barat Indonesia dan wilayah Timur Indonesia. Perencanaan tol laut dimulai pada akhir tahun 2015 dan telah berjalan selama tiga tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program tol laut sekaligus menganalisa faktor dan subfaktor yang menjadi prioritas utama dengan menggunakan metode analisis Analitical Hierarchy Process (AHP).  Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dengan melakukan wawancara terhadap responden untuk pengisian kuesioner dalam penentuan nilai pembobotan yang kemudian diolah dengan menggunakan AHP dan nilai variabel yaitu nilai yang diberikan oleh responden terkait kondisi dari kriteria dan subkriteria berdasarkan Skala Likert. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut yakni berupa data realisasi tol laut terkait jumlah pelayaran, jumlah muatan, dan jenis muatan. Penelitian dilakukan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Surabaya selaku operator kapal tol laut pada trayek 4. Responden dalam penelitian ini meliputi Kepala Urusan Pemasaran Penjualan Jasa, Staf Administrasi dan Umum, Manajer Tol Laut, dan Kepala Sub Cabang Tahuna. Penelitian ini dibatasi hanya untuk trayek 4 yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak – Makassar - Tahuna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa program tol laut berjalan cukup efektif. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensinya, faktor yang harus diutamakan adalah faktor infrastruktur dan faktor biaya. Adapun subfaktor yang perlu diprioritaskan adalah subfaktor multimoda, subfaktor infrastruktur sekitar pelabuhan dan subfaktor biaya kontainer.Kata kunci: AHP, efektivitas program, efisiensi distribusi, faktor prioritas, tol laut.AbstractThe Effectiveness and Efficiency of Sea Highway Program Based on AHP (Case Study: Tahuna Harbour): Sea highway is an Indonesian government program that aims to improve connectivity between regions, equitable distribution of goods and reduce price disparities between Western and Eastern regions of Indonesia. Sea highway planning began at the end of 2015 and has been running for 3 years. The purpose of this study was to analyze the effectiveness and efficiency of the implementation of the sea highway program and analyze the factors and sub factors that were the top priority using the Analitical Hierarchy Process (AHP) analysis method. The data collected were primary and secondary data. Primary data collection were done by asking respondents to fill in the questionnaire that determined the value which was then processed using AHP and variable values, namely the value given by the respondent related to the condition of the criteria and sub-criteria based on a Likert Scale. Secondary data was obtained from the Directorate of Sea Traffic and Transport in the form of Sea highway realization data related to the number of shipping, the number of loads, and the type of cargo. This research was conducted to PT. Pelayaran Nasional Indonesia Surabaya Branch as the ship operator of the sea highway route 4. The respondents in this study were the Head of Marketing Services Sales Services, Administrative and General Staff, Sea highway Managers, and the Head of Tahuna Sub-Branch. This study was limited to route 4 that passed through the Port of Tanjung Perak - Makassar - Tahuna. The results showed that the sea highway road program was quite effective. To increase its effectiveness and efficiency, infrastructure and cost factors must be prioritized. Meanwhile the sub factors that needed to be prioritized were multimodal, infrastructure around the port and container cost.Keywords: AHP, program effectiveness, distribution efficiency, factor priority, maritime highway road.