Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan Pining Zena Sara Bangsu; Subhan Subhan; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18943

Abstract

Abstrak. Hutan Pining adalah salah satu kawasan hutan yang berada di dalam Kawasan Ekosistem Leuser, luas wilayah kawasan hutan di Kecamatan Pining mencapai 95.568,00 Ha, dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut yang memiliki flora dan fauna hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup tinggi dan bersifat perlindungan serta konservasi sehingga perlu dilakukan penelitian agar sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya lestari. Salah satu HHBK yang dimanfaatkan masyarakat kampung Pertik, Kecamatan Pining adalah Madu hutan. Sehingga hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat desa hutan terhadap hutannya yang  mencakup berbagai kehidupan. Kondisi  sosial  masyarakat di sekitar hutan merupakan variabel yang perlu diperhitungkan dalam merumuskan tujuan pengeloaan hutan tentunya dalam budidaya madu hutan serta kelestariannya. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai bulan September 2021. Penelitian ini dilakukan di Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Dengan 74 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif  kuantitatif  hasil analisis data dideskripsikan secara kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Skala likert. Skor ideal merupakan skor yang digunakan untuk menghitung skor untuk menentukan skala penilaian dan jumlah seluruh jawaban. Selanjutnya Data akan diolah menggunakan analisis Rank Spearman menggunakan SPSS 22 FOR WINDOWS. Dengan hasil jawasan responden tentang Studi pengetahuan masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi tahu sebesar 32%, studi sikap masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju sebesar 50% dan studi perlikau masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju 39 %.  Nilai kolerasi pengetahuan dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah dan signifikan dengan kolerasi yang kuat. Nilai kolerasi sikap dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah namun tidak signifikan dengan memiliki nilai kolerasi sangat kuat.Kata Kunci : Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan PiningAbstract. Pining Forest is one of the forest areas located in the Leuser Ecosystem Area, the area of the forest area in Pining District reaches 95,568.00 Ha, with an altitude of 400 meters above sea level which has sufficient flora and fauna to non-timber forest products (NTFPs). protection and conservation, so it is necessary to conduct research so that living natural resources and their ecosystems are sustainable. One of the NTFPs used by the people of Pertik Village, Pining District is forest honey. So that the relationship between knowledge and attitudes towards community behavior affects the environmental and economic conditions of forest village communities towards their forests which cover a variety of lives. The social condition of the community around the forest is a variable that needs to be taken into account in formulating the objectives of forest management, of course, in the cultivation of forest honey and its sustainability. This research was conducted from February to September 2021. This research was conducted in Pertik Village, Pining District, Gayo Lues Regency. With 74 respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive analysis. The results of data analysis are described qualitatively. Quantitative data were analyzed using a Likert scale. The ideal score is the score used to calculate the score to determine the rating scale and the total number of answers. Furthermore, the data will be processed using Spearman Rank analysis using SPSS 22 FOR WINDOWS. With the results of the respondents' answers regarding the study of knowledge of the Pining forest honey hunter community, the highest is tofu at 32%, the study of attitudes of the Pining forest honey hunter community agrees the highest at 50% and the behavior study of the Pining forest honey hunter community agrees with the highest 39%. The correlation value of knowledge with the behavior of forest honey hunter communities on the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional and significant relationship value with a strong correlation. The correlation value of attitudes with the behavior of forest honey hunter communities towards the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional but insignificant relationship value with a very strong correlation value.
pola komunikasi guru dengan anak keterbelangan mental di YYPC Banda Aceh Sahputra Sahputra; Nurhasanah Nursahanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.556 KB)

Abstract

ABSTRACT  Sahputra. 2017. Communication Patterns Teachers and Children's Mental Backwardness to YPPC Banda Aceh. Skripsi, Departement of Guidance and Counseling,The Faculty of Teachers Trainning and Education,Syiah Kuala University Supervisor:(1)   Dra. Nurhasanah, M.Pd., (2) Drs. Martunis, M.Si. Keywords: Communication Patterns, Teachers, Children's Mental BackwardnessBasically, communication is needed by everyone, either normal or people with special needs such as children who have mental retardation. Communication patterns greatly affect the existence of persons with mental retardation in doing habit. Children with mental retardation overall retarded growth and weakness in the psychological field. This study aims to determine the communication pattern teacher with child mental retardation and obstacles encountered in the process of communication in Banda Aceh YPPC. This study used a qualitative approach. The subjects were 4 teachers. The object of research is the communication pattern teacher with mentally retarded children. Data is collected using interviews, observation and documentation. The results showed that the communication pattern teacher with mental retardation in the child YPPC Banda Aceh is a pattern of two-way communication occurs reciprocal (feedback) between teachers and students, but not balanced in the communication process to respond to what you want to say by the child and give the child a positive appreciation of the initiative storytelling and develop empathetic communication. In practice, the patterns of communication between teachers and children take place relatively good mental retardation. Obstacles faced by teachers, among others, misperceptions between teachers and students in the communication process of learning as children grow and develop, so that his curiosity was sometimes greater. As for his mental development is not balanced in the process of communication with teachers. In addition, other constraints that teachers face is difficult to change the mindset mainset or students to be more successful in the learning process.
STUDI LAYANAN INFORMASI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP SISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN PERGURUAN TINGGI Muhammad Fadhli Eka Putra Prayoga; Martunis Martunis; Qurrata A’yuna
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pemilihan jurusan merupakan langkah awal dalam pendidikan di SMA untuk mempersiapkan para siswa mencapai studi lanjutan yang diinginkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkanbagaimanakah pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK yang berjumlah 2 orang dan 5 orang siswa kelas XII MAN Lhokseumawe. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: layanan informasi yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka membantu siswa untuk memperoleh informasi, memahami, dan menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan mengambil suatu keputusan. Layanan informasi dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik jurusan, prasyarat, dan orientasi pekerjaan. Sedangkan pemahaman diri siswa dipengaruhi oleh minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Sikap dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi berkaitan dengan aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif dengan tingkatan tinggi, sedang, dan rendahnya sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi.Kata kunci : layanan informasi, sikap, pemilihan jurusan
Dampak Kawin Lari Terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Morina Sabariah; M. Husen; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Dampak Kawin Lari terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues”.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari dan dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari 9 pasangan keluarga kawin lari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain; (a) tidak adanya persetujuan wali diantara kedua belah pihak (b) pasangan atau sebagian masyarakat masih kurang memahami makna dari legalitas pernikahan ataupun perkawinan secara hukum Islam atau peraturan maupun undang-undang yang berlaku, sehingga masyarakat beranggapan surat nikah tidak terlalu penting (c) rendahnya pemahaman tentang ilmu agama, sehingga pasangan memilih untuk melakukan kawin lari (d) kurang memiliki kemampuan pihak mempelai laki-laki untuk membeli mahar, dan (e) sering diadakannya hiburan-hiburan malam, sehingga remaja-remaja memiliki kebebasan dalam bergaul. Adapun dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga terdapat dua hal yaitu ada pasangan yang harmonis dan ada pasangan yang tidak harmonis.  Ada 7 pasangan yang harmonis, hal ini dilihat dari adanya nilai-nilai kegamaan dalam membina keluarga, penghasilan yang diperoleh, mencukupi kebutuhan keluarga dan dikaruniai keturunan yang menambah kebahagian keluarga. Selain itu, terdapat 2 pasangan yang tidak harmonis. Hal ini karena dalam keluarga tidak adanya keturunan, keharmonisan tidak ada, seperti kedua belah pihak tidak akur, perkawinan tidak diakui oleh hukum karena tidak tercatat, kurangnya ekonomi atau penghasilan, sehingga menyebabkan sering terjadinya perselisihan, serta masing-masing pasangan berpeluang untuk bercerai. Kata kunci:  Dampak Kawin Lari, Keharmonisan Keluarga
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING PADA SISWA SD NEGERI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH Ayu Muspita; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.985 KB)

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: Faktor Penyebab, Perilaku Bullying, Siswa Perilaku bullying selama ini sering sekali terjadi di kalangan siswa, baik di tingkat SLTA, SLTP maupun di SD (Sekolah Dasar). Perilaku tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan karena bisa menimbulkan masalah lebih besar, yang dapat menghambat keberhasilan studi bagi siswa. Oleh karena itu, perlu dicari faktor-faktor yang menimbulkan perilaku tersebut, yang selanjutnya dapat dicari alternatif penanggulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SD yang pernah terlibat dalam kasus bullying di sekolah sebanyak 6 orang dan guru-guru yang pernah menangani kasus bullying pada siswa di sekolah sebanyak 6 orang. Sedangkan objek penelitian adalah faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa.Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah adalah faktor keluarga yang melakukan kekerasan kepada anak atau menampakkan praktek kekerasan di hadapan anaknya, teman sebaya (di sekolah dan luar lingkungan sekolah) yang berperilaku bullying, sekolah yang membiarkan atau tidak menerapkan sanksi yang tegas kepada siswa pelaku bullying serta media yang sering menampilkan adegan perilaku bullying. Oleh karena itu, diharapkan kepada pihak sekolah untuk mengadakan seminar edukasi atau sosialisasi mengenai bullying kepada orang tua, agar orang tua memiliki pemahaman yang baik mengenai masalah bullying ini. Selain itu, sekolah hendaknya mensosialisasikan peran guru BK dalam masalah bullying, sehingga murid menjadi tahu kemana mereka harus pergi dan bercerita mengenai masalah bullying yang sedang dihadapinya.
Efektifitas Layanan Mediasi dalam Mengatasi Konflik antar Siswa di SMAN 1 dengan SMKN 2 Langsa Rizka Az-Zahra; Martunis Martunis; Dahliana Abd
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonflik antar siswa merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam hubungan pertemanan siswa. Konflik dapat terjadi akibat beberapa faktor yaitu, adanya perselisihan, pertentangan dan sikap saling menjatuhkan dalam mencapai tujuan. Bentuk konflik berbeda-beda, mulai konflik kecil yang melibatkan individu dengan individu hingga konflik besar yang melibatkan kelompok. Layanan mediasi adalah salah satu layanan yang bertujuan untuk membangun kembali hubungan baik antar siswa yang berkonflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab konflik antar siswa SMKN 2 dengan SMAN 1 Langsa, strategi layanan mediasi yang dilakukan oleh sekolah dan efektifitas dari layanan mediasi yang telah dilakukan sekolah dalam mengatasi konflik. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan guru BK di SMAN 1 dan SMKN 2 Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antar siswa kedua sekolah  disebabkan adanya siswi SMAN 1 Langsa yang di ganggu oleh siswa SMKN 2 Langsa saat menonton pertandingan bola, ketidakpuasan siswa dalam menerima hasil pertandingan, adanya saling ejek-mengejek antar siswa, dan adanya provokasi yang memancing emosi siswa. Strategi layanan mediasi dilakukan sesuai tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis hasil evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil layanan mediasi yang dilakukan sekolah menunjukkan adanya kesadaran siswa, adanya sikap perdamaian, terjalinnya kembali hubungan yang harmonis antar dua sekolah. Layanan mediasi yang dilakukan sekolah dapat dikatakan efektif, karena strategi layanan disesuaikan dengan kearifan lokal seperti, peusijuek, ganti rugi kerusakan fasilitas sekolah dan biaya pengobatan siswa.Kata kunci: Efektifitas, Layanan Mediasi, Konflik 
Mutu Kimia dan Sensori Nugget Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Penambahan Wortel Yunisa Safrila; Normalina Arphi; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20025

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah jamur tiram putih menjadi produk nugget dengan variasi penambahan wortel dan tepung, serta menentukan mutu kimia dan sensori nugget yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu rasio jamur tiram putih:wortel (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu K0= 100:0 (kontrol), K1= 80:20 dan K2= 60:40. Selain itu perlakuan lainnya berupa rasio terigu:maizena (T) terdiri dari tiga taraf yaitu T1= 100:0, T2= 50:50 dan T3= 0:100. Uji kimia yang dilakukan meliputi kadar air, abu, lemak dan protein serta dilakukan juga analisis kadar serat kasar dan DPPH (antioksidan). Pengujian sensori yang dilakukan berupa uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada nugget jamur tiram putih.Hasil penelitian menunjukkan rasio jamur:wortel (K) hanya berpengaruh (P≤0.05) terhadap kadar lemak dengan nilai kadar lemak paling baik yaitu 8,70% yang diperoleh pada rasio jamur:wortel 60:40 (K2). Selain itu rasio terigu:maizena (T) hanya berpengaruh (P≤0.05) terhadap nilai hedonik rasa dan tekstur. Nilai terbaik yang diperoleh pada hedonik rasa yaitu 4,11-4,21 (suka), dan nilai hedonik tekstur yaitu 4,14 (suka) dari nugget dengan rasio terigu:maizena 0:100 (T3). Sedangkan perlakuan rasio jamur:wortel (K), rasio terigu:maizena (T), dan interaksi kedua perlakuan (KT), berpengaruh tidak nyata (P≥0.05) terhadap kadar air, abu, protein, serat kasar, persentase inhibisi DPPH, nilai hedonik warna dan aroma nugget jamur tiram putih. Perlakuan terbaik berdasarkan uji rangking berupa analisis kimia dan sensori diperoleh pada perlakuan K2T3 yaitu pada rasio jamur:wortel 60:40 dan rasio terigu:maizena 0:100, dengan kadar lemak 10,51%, rasa 4,18 (suka) dan tekstur 4,06 (suka).
PENGARUH SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA DAERAH: ANALISIS PERUBAHAN APBD KABUPATEN/KOTA SE-ACEH Martunis Martunis; Darwanis Darwanis; Syukriy Abdullah
Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Telaah & Riset Akuntansi
Publisher : Program Magister Akuntansi Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.133 KB)

Abstract

This study aimed to examine the effect of Time over Budget Calculation (SiLPA) and Local Revenue (PAD) on local expenditure in Aceh. The population in this study is LKPD districts/cities in Aceh, amounting to 23 districts/cities consist of 18 counties and 5 cities. While the unit of analysis is the study of purely budgetary data and changing budget allocations data for the period 2009-2012 changes in 23 districts/cities in Aceh. Data analysis techniques in this study using multiple linear regression analysis. This study shows that SiLPA and PAD either jointly or separately affect the local expenditure districts/cities in Aceh. Keywords:Time over Budget Calculation (SiLPA), Local Revenue (PAD), Local Expenditure
Jenis dan Komposisi Vegetasi di Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional di Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam Asnita Rahmah Juliar; Martunis Martunis; Lola Adres Yanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20009

Abstract

Kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih memiliki beberapa ekosistem/tipe vegetasi hutan. Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi jenis dan komposisi vegetasi pada blok pemanfaatan, perlindungan dan tradisional dengan menggunakan metode Systematic Random Sampling yaitu petak contoh ditempatkan pada lokasi hutan dominan. Penentuan sampel menggunakan intesitas sampling sebesar 0,05 % terdiri atas 20 plot sampel. Hasil penelitian menunjukan pada blok pemanfaatan, blok perlindungan dan blok tradisional dengan luas kawasan 589 ha ditemukan 26 jenis tumbuhan berdasarkan tingkat semai, pancang, tiang dan pohon dengan total individu sebanyak 315 individu.
Upaya Guru Pembimbing Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Klangan Siswa Di Sekolah Menengah Atas SMA Negeri 5 Kota Banda Aceh umi kalsum; saiful bahri; martunis martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study began with growing addiction to drug use especially drugs and the like among teens especially the students. Even in Banda Aceh, in the city of students who used the forbidden object, so the study took a title :” the teachers’ efforts the preventing drug abuse among the students of SMA N 5 Banda Aceh” this study how the teaching counselors’ take part in interplanetary drug abuse prevention in among the students and what are the counselors’ constraint on drug abuse prevention among students SMA N 5 Banda Aceh. The purpose of this study is to identify the efforts that advisers make in the prevention of drug abuse and counselors’ constraint in the prevention of drug abuse among students SMA N 5 Banda Aceh. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive type of research. The informant in this study is made up of the principal. The guidance counselor and a student. The data collection is done with interview observation, and documentation techniques this research results are known that efforts by teaching counselors on misuse prevention in SMA N 5 Banda Aceh are to working with multiple (stakeholder) at the school and others outside of school are like medical services in the form of medical clinics and national narcotics agencies (BNN), in order to sosialize the prevention of drug abuse among the students. Teacher ban on drug abuse prevention among students SMA N Banda Aceh is the students level of awareness of drug addiction, the student’s meager support of the family especially the parents of the students to the control of their children, the limits of the means and infrastructure for drug breeders SMA N 5 Banda Aceh.Penelitian ini berawal semakin meningkatnya kecanduan memanfaatkan obat-obatan terlarang terutama Narkoba dan sejenisnya di kalangan remaja terutama siswa. Bahkan di Kota Banda Aceh juga dijumpai siswa yang mamanfaatkan benda terlarang tersebut. Oleh karena itu kajian ini mengangkat judul “Upaya Guru Pembimbing dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa di Sekolah Menengah Atas SMA N 5 Kota Banda Aceh”. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ialah bagaimana upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa dan apa saja kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru BK dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa upaya yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan di SMA N 5 Banda Aceh ialah mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak (stake holder) yang ada di sekolah, dan pihak lainnya di luar sekolah seperti Dinas Kesehatan berupa Puskesmas dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam rangka sosialisasi dalam rangka pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa. Kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Banda Aceh ialah minimnya tingkat kesadaran siswa terhadap kecanduan Narkoba, minimnya dukungan keluarga siswa terutama orang tua siswa terhadap kontrol anak-anaknya, dan keterbatasan sarana dan prasarana dalam penangulangan Narkoba pada siswa SMA N 5 Banda Aceh.