- Moordiningsih
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STUDI KORELASI EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK : TELAAH PADA SISWA PERGURUAN TINGGI Kirana, Aulia; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efi kasi diri dan dukungan sosial dengan prestasi akademik mahasiswa, peran efi kasi diri terhadap prestasi akademik serta peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik. Subjek penelitian sebanyak 86 orang, diambil dari populasi mahasiswa fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala efi kasi diri dari Elias (2008), Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang dirumuskan oleh Zimet, Dahlem, Zimet & Farley (1988) dan dokumentasi nilai in- deks prestasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi dua predictor. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara efi kasi diri dan dukungan social dengan prestasi akademik dengan nilai koefi sien korelasi (R) sebesar 0,310; p = 0,015 (p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 9,6%. Peran efi kasi diri terhadap prestasi akademik sebesar 7,3% dengan dominasi aspek tingkatan dan kekuatan, sementara aspek keluasan tidak memberikan kontribusi signifi kan. Peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik sebesar 7,1% dengan dominasi faktor dukungan teman dan dukungan keluarga, sementara dukungan orang lain yang dianggap penting tidak menunjukkan kontribusi yang signifikan.
PSYCHOLOGY OF VOICE: A META-ANALYTIC REVIEW. APLIKASI DALAM KEADILAN PROSES PELAYANAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK (PSYCHOLOGY OF VOICE: A META-ANALYTIC REVIEW. AN APPLICATION IN THE PUBLIC SERVING PROCESS AND PUBLIC POLICY JUSTICE) Moordiningsih, Moordiningsih
Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 01 (2009)
Publisher : Jurnal Psikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadilan prosedural lebih menekankan proses yang dilalui daripada hasil yang dicapai. Artikel ini menyajikan hasil studi meta analisis terhadap aneka penelitian berupa baik survei maupun eksperimen tentang efek kesempatan mengemukakan pendapat (voice) terhadap proses yang adil. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positifantara kesempatan mengemukakan pendapat dan keadilan prosedural. Prosedur yang adil memberikan kesempatan kepada fihak-fihak terkait untuk mengemukakan pendapat, baik mewakili pribadi maupun kelompok.. Prosedur yang adil mencakup prosedur untuk menegakkan keputusan atau kebijakan publik secara adil maupun dalam proses pemberian layanan jasa kepada konsumen. Aplikasi hasil studi meta analisis ini bisa ditemukan dalam beberapa situasi penelitian, seperti masyarakat sipil yang sedang menjalani proses peradilan, hubungan antara pimpinan dan karyawan, prosedur pelayanan pendidikan di perguruan tinggi, pemberian pelayanan kesehatan, dan keadilandalam proses seleksi menggunakan asesmen psikologi. Aplikasi lain adalah untuk mengkaji proses penegakan kebijakan publik yang berorientasi pada kemauan untuk mendengarkan suara atau memberikan kesempatan menyampaikan pendapat dari berbagai pihak atau elemen terkait dalam masyarakat sehingga dapat meminimalkankonflik, mewujudkan perdamaian, dan mencapai tujuan bersama yang lebih utama.Kata kunci: meta analisis, efek suara, keadilan prosedural
Proses Pengambilan Keputusan Dokter Moordiningsih, -; Faturochman, -
Jurnal Psikologi Vol 33, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.59 KB)

Abstract

Physician decision making has an important impact on patient’s recovery and rehabilitation. A qualitative research of decision making process was conducted to explore how physicians arrive at a diagnosis decision. The informants were 11 skilled physicians who interviewed and participated in in-depth interview and observation. Data from interviews with physicians were used to construct and examine theories of decision making. The study found that decision making process would be better if supported by self-sensitivity, clear information, good standard operation procedure, alternatives availability of choices, adequate emotions, meaningful experiences, and good team-work. This study also found that algorithmic model encouraged the decision maker to think systematically and follow a logical sequence through decision making process. Bayesian model that based on probability theory had limitations on applications. The discussion suggests that second generation theories of behavioral decision can be chosen. Keywords: decision making-physician-qua-lita¬tive research
Konflik Parlemen Indonesia: Sebuah Nilai Pembelajaran Moordiningsih, Dr
Buletin Psikologi Vol 14, No 1 (2006): Juni
Publisher : Buletin Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.486 KB)

Abstract

Mulai 1 Maret 2005, harga bahan bakar minyak dinaikkan setelah sekian lama mengalami penundaan dikarenakan protes dan berbagaikeberatan yang diungkapkan. Pemerintah dibawah kepemimpinanSusilo Bambang Yudhoyono mengambil keputusan untuk menaikkan BBM. Keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM ini direspon oleh parlemen Indonesia yaitu Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah pada hari Senin, 14 Maret 2005. Pemerintah diwakili presiden usai rapat tersebut kembali menyampaikan bahwa tidak akan mencabut harga BBMyang sudah diberlakukan per 1 Maret 2005.
ISLAMOPHOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA Moordiningsih, Dr
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004): Desember
Publisher : Buletin Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.586 KB)

Abstract

Sejak pasca peristiwa tragedi WTC 11 September 2001 di New York dan seruan peperangan terhadap terorisme, komunitas Islam seolah-olah menjadi bagian isu penting untuk selalu dibicarakan. Komunitas Islam dipandang sebagai penyebab segala permasalahan dan secara stereotip mereka menjadi sasaran tuduhan tersebut.Pasca serangan tersebut Amerika sampai mengeluarkan daftar pendatang yang dicurigai potensial sebagai teroris berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2002. Pemerintah Australia juga melakukan tindakan serupa dengan mengeluarkan serangkaian aturanantiterorisme dan melakukan beberapa penggeledahan terhadap beberapa rumah rumah muslim pasca bom Bali. Menurut Dr Kingsbury dari Universitas Deakin, Australia, pemerintahan Australia berpendapat bahwa jaringan terorisme Al Qaidahdianggap memiliki hubungan dekat dengan muslim radikal di Indonesia telah masuk ke Australia melalui mahasiswa dan warga negara Indonesia yang bermukim di Australia (Republika, Oktober 2004). Inggris juga memiliki kecemasan tersendiriterhadap ancaman terorisme pasca 11 September 2001, puluhan orang muslim dari Asia selatan dicurigai dan dikait-kaitkan dengan terorisme.
HAPPINESS ORIENTATIONS AMONG ADOLESCENTS RAISED IN URBAN AND RURAL AREAS Anggraeny, Anisti; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Researcher takes particular interest to discover the respondents’ orientation towards happiness based on where the respondent was raised. The study involves 467 senior high school students with ages ranging from 14-17 years old. The data is analyzed using an adapted society psychological approach. The results shows that adolescents raised in rural areas are consider the family to be a factor that contributes to their happiness. Second, achievement is also a factor that leads to happiness. However for the category, to love and be loved, adolescents growing in urban areas place this as a factor that leads to happiness. Similar with spirituality, friends and leisure time are factors that make adolescents raised in urban areas to become happy. Nevertheless, the results of cross tabulation with Pearson chi square test scoring demonstrates that no correlations exist between adolescent happiness raised from urban or rural areas.
ORIENTASI MASA DEPAN ORANGTUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA Widianingsih, Arviana; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam mengenai gambaran orentasi  masa depan orang tua terhadap anak perempuan, penerapannya dan sikap yang ditunjukkan anak perempuan, serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan orientasi masa depan orang tua terhadap anak perempuannya dalam konteks budaya Jawa. Informan penelitian ini adalah orang tua yang Jawa di Desa Karangjati, terdiri dari 3 pasang orang tua sebagai informan utama dan 3 anak perempuan dari setiap pasang orang tua sebagai informan pendukung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pendidikan orang tua terhadap anak perempuannya di masa yang akan datang sejalan dengan gambaran karir yang diharapkan yaitu bidang-bidang seputar keperawatan, kebidanan, dan pengajaran. Perempuan dalam kultur Jawa diidentifikasikan memiliki sikap mengasuh, merawat, dan memberi. Nilai-nilai kesusilaan memiliki arti penting terhadap anak perempuan dipatuhi. Penerapan orientasi masa depan dilakukan dengan cara memberi tugas, nasehat, dan contoh.
MOTIVASI DAN NILAI HIDUP MASYARAKAT KAUMAN DALAM MELAKUKAN RITUAL ADAT BUKA LUWUR DI MAKAM SUNAN KUDUS Falah, Reynal; Ngemron, Moch; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan jalannya proses ritual adat buka luwur dimana ada motivasi yang sifatnya kolektif serta nilai hidup yang menjadi pegangan masyarakat kauman itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang menjadi tempat pelaksanaan ritual adat buka luwur. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi motivasi masyarakat Kauman adalah motivasi beragama yang mana mempunyai tujuan sebagai sebuah bentuk penghormatan terhadap Sunan Kudus. Nilai hidup masyarakat Kauman yang melandasi ritual ini adalah nilai-nilai agama dalam hal ini adalah agama Islam yang menjadi pedoman dalam keseharian dari masyarakat Kauman. Dari ritual ini muncul dampak yang sifatnya lahiriah antara lain berupa  menjadi ringan dalam berderma dan sisi batiniah antara lain adalah kepuasan batin. 
WHO MAKES ADOLESCENTS HAPPY? AN EXPLORATIVE STUDY USING THE INDIGENOUS PSYCHOLOGY APPROACH Hamka, Annisa Soleha; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed at discovering who the source of happiness is for adolescents and how he or she accomplishes his or her role in creating happiness. A number of 458 senior high school students completed an open-ended questionnaire developed by Kim and Park (2008). An indigenous approach is used to analyse respondents’ answers to the open-ended questionnaire. A categorization of respondents’ answers and cross tabulation is also conducted. Analysis results show that a majority of adolescences’ source of happiness derives from the family (50.1%), and friends (27%). Their role in creating happiness was by supporting (54.3). Acceptance of adolescents (20.8%) was also a source of happiness for adolescents. Providing facilities and prayers was also a role given for adolescents.
ORIENTASI MASA DEPAN ORANGTUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA Widianingsih, Arviana; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2326

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam mengenai gambaran orentasi  masa depan orang tua terhadap anak perempuan, penerapannya dan sikap yang ditunjukkan anak perempuan, serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan orientasi masa depan orang tua terhadap anak perempuannya dalam konteks budaya Jawa. Informan penelitian ini adalah orang tua yang Jawa di Desa Karangjati, terdiri dari 3 pasang orang tua sebagai informan utama dan 3 anak perempuan dari setiap pasang orang tua sebagai informan pendukung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pendidikan orang tua terhadap anak perempuannya di masa yang akan datang sejalan dengan gambaran karir yang diharapkan yaitu bidang-bidang seputar keperawatan, kebidanan, dan pengajaran. Perempuan dalam kultur Jawa diidentifikasikan memiliki sikap mengasuh, merawat, dan memberi. Nilai-nilai kesusilaan memiliki arti penting terhadap anak perempuan dipatuhi. Penerapan orientasi masa depan dilakukan dengan cara memberi tugas, nasehat, dan contoh.