- Moordiningsih
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi

STUDI KORELASI EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK : TELAAH PADA SISWA PERGURUAN TINGGI Kirana, Aulia; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efi kasi diri dan dukungan sosial dengan prestasi akademik mahasiswa, peran efi kasi diri terhadap prestasi akademik serta peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik. Subjek penelitian sebanyak 86 orang, diambil dari populasi mahasiswa fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala efi kasi diri dari Elias (2008), Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang dirumuskan oleh Zimet, Dahlem, Zimet & Farley (1988) dan dokumentasi nilai in- deks prestasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi dua predictor. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara efi kasi diri dan dukungan social dengan prestasi akademik dengan nilai koefi sien korelasi (R) sebesar 0,310; p = 0,015 (p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 9,6%. Peran efi kasi diri terhadap prestasi akademik sebesar 7,3% dengan dominasi aspek tingkatan dan kekuatan, sementara aspek keluasan tidak memberikan kontribusi signifi kan. Peran dukungan sosial terhadap prestasi akademik sebesar 7,1% dengan dominasi faktor dukungan teman dan dukungan keluarga, sementara dukungan orang lain yang dianggap penting tidak menunjukkan kontribusi yang signifikan.
HAPPINESS ORIENTATIONS AMONG ADOLESCENTS RAISED IN URBAN AND RURAL AREAS Anggraeny, Anisti; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Researcher takes particular interest to discover the respondents’ orientation towards happiness based on where the respondent was raised. The study involves 467 senior high school students with ages ranging from 14-17 years old. The data is analyzed using an adapted society psychological approach. The results shows that adolescents raised in rural areas are consider the family to be a factor that contributes to their happiness. Second, achievement is also a factor that leads to happiness. However for the category, to love and be loved, adolescents growing in urban areas place this as a factor that leads to happiness. Similar with spirituality, friends and leisure time are factors that make adolescents raised in urban areas to become happy. Nevertheless, the results of cross tabulation with Pearson chi square test scoring demonstrates that no correlations exist between adolescent happiness raised from urban or rural areas.
ORIENTASI MASA DEPAN ORANGTUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA Widianingsih, Arviana; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam mengenai gambaran orentasi  masa depan orang tua terhadap anak perempuan, penerapannya dan sikap yang ditunjukkan anak perempuan, serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan orientasi masa depan orang tua terhadap anak perempuannya dalam konteks budaya Jawa. Informan penelitian ini adalah orang tua yang Jawa di Desa Karangjati, terdiri dari 3 pasang orang tua sebagai informan utama dan 3 anak perempuan dari setiap pasang orang tua sebagai informan pendukung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pendidikan orang tua terhadap anak perempuannya di masa yang akan datang sejalan dengan gambaran karir yang diharapkan yaitu bidang-bidang seputar keperawatan, kebidanan, dan pengajaran. Perempuan dalam kultur Jawa diidentifikasikan memiliki sikap mengasuh, merawat, dan memberi. Nilai-nilai kesusilaan memiliki arti penting terhadap anak perempuan dipatuhi. Penerapan orientasi masa depan dilakukan dengan cara memberi tugas, nasehat, dan contoh.
MOTIVASI DAN NILAI HIDUP MASYARAKAT KAUMAN DALAM MELAKUKAN RITUAL ADAT BUKA LUWUR DI MAKAM SUNAN KUDUS Falah, Reynal; Ngemron, Moch; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan jalannya proses ritual adat buka luwur dimana ada motivasi yang sifatnya kolektif serta nilai hidup yang menjadi pegangan masyarakat kauman itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang menjadi tempat pelaksanaan ritual adat buka luwur. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa yang menjadi motivasi masyarakat Kauman adalah motivasi beragama yang mana mempunyai tujuan sebagai sebuah bentuk penghormatan terhadap Sunan Kudus. Nilai hidup masyarakat Kauman yang melandasi ritual ini adalah nilai-nilai agama dalam hal ini adalah agama Islam yang menjadi pedoman dalam keseharian dari masyarakat Kauman. Dari ritual ini muncul dampak yang sifatnya lahiriah antara lain berupa  menjadi ringan dalam berderma dan sisi batiniah antara lain adalah kepuasan batin. 
WHO MAKES ADOLESCENTS HAPPY? AN EXPLORATIVE STUDY USING THE INDIGENOUS PSYCHOLOGY APPROACH Hamka, Annisa Soleha; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed at discovering who the source of happiness is for adolescents and how he or she accomplishes his or her role in creating happiness. A number of 458 senior high school students completed an open-ended questionnaire developed by Kim and Park (2008). An indigenous approach is used to analyse respondents’ answers to the open-ended questionnaire. A categorization of respondents’ answers and cross tabulation is also conducted. Analysis results show that a majority of adolescences’ source of happiness derives from the family (50.1%), and friends (27%). Their role in creating happiness was by supporting (54.3). Acceptance of adolescents (20.8%) was also a source of happiness for adolescents. Providing facilities and prayers was also a role given for adolescents.
ORIENTASI MASA DEPAN ORANGTUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA Widianingsih, Arviana; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2326

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam mengenai gambaran orentasi  masa depan orang tua terhadap anak perempuan, penerapannya dan sikap yang ditunjukkan anak perempuan, serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan orientasi masa depan orang tua terhadap anak perempuannya dalam konteks budaya Jawa. Informan penelitian ini adalah orang tua yang Jawa di Desa Karangjati, terdiri dari 3 pasang orang tua sebagai informan utama dan 3 anak perempuan dari setiap pasang orang tua sebagai informan pendukung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pendidikan orang tua terhadap anak perempuannya di masa yang akan datang sejalan dengan gambaran karir yang diharapkan yaitu bidang-bidang seputar keperawatan, kebidanan, dan pengajaran. Perempuan dalam kultur Jawa diidentifikasikan memiliki sikap mengasuh, merawat, dan memberi. Nilai-nilai kesusilaan memiliki arti penting terhadap anak perempuan dipatuhi. Penerapan orientasi masa depan dilakukan dengan cara memberi tugas, nasehat, dan contoh.
PERILAKU KONFORMITAS MASYARAKAT BADUY Mulyanto, Mulyanto; Prihartanti, Nanik; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perilaku konformitas masyarakat Baduy. Bagaimana bentuk-bentuk konformitasnya? Mengapa hal tersebut dianggap penting ditengah kondisi yang serba praktis sebagai ciri khas modernitas? Hasil penelitian ini mengemukakan bentuk-bentuk konformitas dalam masyarakat Baduy memiliki makna fungsional dan makna filosofis yang cukup dalam, baik dari bentuk perilaku, penampilan, maupun dalam bentuk pandangan. Masyarakat Baduy bahkan menganggap konformitas bukan suatu kekalahan individu oleh kelompok, melainkan ekspresi aktualisasi diri yang justru membuat individu menjadi lebih berharga karena telah berarti bagi banyak orang. Pada budaya Baduy, konformitas tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang baik, konformitas bahkan menjadi prasyarat keberhasilan fungsinya tatanan budaya, tatanan kelompok, dan hubungan interpersonal warga Baduy.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PENGABDIAN ABDI DALEM KERATON SURAKARTA PASKA SUKSESI Allimin, Fadzar; Taufik, Taufik; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4710

Abstract

Abdi dalem merupakan orang mengabdi pada Keraton, pengabdian abdi dalem ini telah dilakukan selama belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengabdian Abdi Dalem Keraton Surakata Hadiningrat, Dinamika Psikologis Abdi Dalem Paska Suksesi, dan Konsekuensi dari suksesi dua raja. Informan dalam penelitian ini adalah 4 orang, yang terdiri dari 3 orang abdi dalem dan 1 sentono dalem. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kebimbangan, was-was, tidak tenang pada abdi dalem paska suksesi yang menghasilkan dua raja, namun hal tersebut tidak berlangsung lama dikarenakan prinsip pengabdian. Pengabdian menurut abdi dalam adalah (1) sama dengan bertapa, tidak mengharapkan upah, pangkat atau kedudukan, (2) mengabdi juga harus ikhlas bukan karena uang, (3) pengabdian kepada Keraton adalah dengan setia kepada Keraton, melaksanakan tugas yang diberikan raja yaitu memancarkan budaya Jawa dikalangan masyarakat, (4) mengabdi yang pertama adalah kepada Keraton untuk mencari berkah, yang kedua adalah raja. Latar belakang abdi dalem memutuskan mengabdi kepada keraton adalah (1) mencari berkah keraton dengan cara mengabdi, (2) rasa bangga dan senang menjadi abdi dalem, (3) rasa berhutang budi pada salah satu pusaka Keraton (Kyai Selamet), (4) keinginan untuk memancarkan kebudayaan Jawa, (5) mendapatkan ajakan dari orang yang pernah mengabdi kepada Keraton Surakarta, (6) mendapatkan cerita dari orang yang menjadi abdi dalem Keraton, (7) mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Tidak ada konsekuensi yang berat akibat peralihan kekuasaan terhadap abdi dalem, walaupun abdi dalem sempat mengalami kecemasan, kebingungan dan keragu-raguan. Abdi dalem tetap mengabdi kepada Keraton Surakarta.
Studi Fenomenologi Konteks Budaya Jawa dan Pengaruh Islam: Situasi Psikologis Keluarga dalam Membangun Empati pada Remaja Wewengkang, Destareni Belda Puspawuni; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.3129

Abstract

Wujud empati pada masyarakat Jawa adalah dengan gotong-royong dan ewuh-pekewuh. Salah satunya dengan rewang atau nyinom dalam acara hajatan tetangga atau saudara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan situasi psikologis keluarga dalam membangun empati pada remaja (konteks budaya Jawa dan pengaruh Islam. Informan utama dalam penelitian ini adalah orang tua yang bertempat tinggal di Karesidenan Surakarta, beragama Islam dan memiliki anak putra atau putri remaja yang berusia 11-20 tahun. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara. Hasilnya keluarga membangun empati pada anak remaja dengan cara memberi contoh dan pengarahan agar anak mau peduli terhadap orang lain. Mengenai bentuk-bentuk empati remaja (konteks budaya Jawa dan pengaruh Islam) yang muncul ketika peduli terhadap orang lain yaitu membantu orangtua dirumah, menjenguk teman yang sakit dan bergotong-royong di lingkungan sekitar rumah. Prinsip Budaya Jawa dan Prinsip Islam tentang empati yang diterapkan oleh keluarga dirumah adalah dalam keluarga menerapkan prinsip bergotong-royong, ojo rumongso iso tapi iso rumongso, andhap asor, wong nandur bakale ngunduh dan tangan mengkurep luwih becik tinimbang tangan mlumah. Kata kunci : empati, budaya jawa, pengaruh islam, situasi psikologis keluarga
HAPPINESS ORIENTATIONS AMONG ADOLESCENTS RAISED IN URBAN AND RURAL AREAS Anggraeny, Anisti; Yuniarti, Kwartarini Wahyu; moordiningsih, Moordiningsih; Kim, Uichol
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2312

Abstract

Researcher takes particular interest to discover the respondents’ orientation towards happiness based on where the respondent was raised. The study involves 467 senior high school students with ages ranging from 14-17 years old. The data is analyzed using an adapted society psychological approach. The results shows that adolescents raised in rural areas are consider the family to be a factor that contributes to their happiness. Second, achievement is also a factor that leads to happiness. However for the category, to love and be loved, adolescents growing in urban areas place this as a factor that leads to happiness. Similar with spirituality, friends and leisure time are factors that make adolescents raised in urban areas to become happy. Nevertheless, the results of cross tabulation with Pearson chi square test scoring demonstrates that no correlations exist between adolescent happiness raised from urban or rural areas.