Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENENTUAN DURASI PEMBERIAN LOW-MOLECULAR-WEIGHT HEPARIN SECARA SUBKUTAN PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT UNTUK MENGURANGI KEJADIAN DAN LUAS Novrianda, Dwi; Huraini, Emil
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.14-21.2015

Abstract

: Penggunaan Low-Molecular-WeightHeparin(LMWH) secara subkutan telah direkomendasikan pada penatalaksanaan Sindroma Koroner Akut. Namun efek samping pemberian LMWH berupa memar terlihat pada 20,6 % sampai 88,9 % (de Campos, da Silva, Beck, Secoli & de Melo Lima, 2013). Perlu diketahui durasi terbaik penyuntikan LMWH secara subkutan yang dapat diaplikasikan dengan kejadian dan luas memar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan kejadian dan luas memar setelah 48 jam pada lokasi penyuntikan LMWHsecara subkutan pada pemberian dengan durasi 10 detik dengan durasi 20 detik. Penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan posttest only Equivalen control group design ini dilakukan di Pusat Jantung Regional RS Dr M Djamil Padang. Sampel adalah 35 orang penderita Sindroma Koroner Akut yang mendapat terapi LMWH. Variabel independen adalah penyuntikan LMWH secara subkutan dengan durasi 10 detik dan dengan durasi 20 detik sedangkan variabel dependen adalah kejadian dan luas memar pada area penyuntikan LMWH secara subkutan setelah 48 jam. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dengan menggunakan uji Mann-Whithney. Derajat kemaknaan secara statistic ditetapkan pada nilai p=0,05.Hasil penelitian menunjukkan 54,29% responden dengan durasi penyuntikan 10 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar) dibandingkan dengan 28,57% responden dengan penyuntikan 20 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar). Terdapat perbedaan bermakna kejadian dan luas memar pada kedua kelompok (p=0,013). Durasi injeksi 20 detik dapat mengurangi kejadian dan luas memar pada penyuntikan LMWH secara subkutan
PROFIL STATUS GIZI ANAK BATITA (DI BAWAH 3 TAHUN) DITINJAU DARI BERAT BADAN/TINGGI BADAN DI KELURAHAN PADANG BESI KOTA PADANG Novrianda, Dwi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.9-13.2015

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah yang penting yang perlu diperhatikan pada anak batita karena kelompok yang paling rawan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil status gizi batita (1-3 tahun) ditinjau dari BB/TB di Kelurahan Padang Besi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2010 sampai April 2011. Jumlah sampel sebanyak 109 orang ibu dan diambil secara proporsional random sampling. Analisa data dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,2 % status gizi batita normal dan 12,8 % status gizi kurus. Diharapkan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas untuk lebih meningkatkan frekuensi promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang status gizi batita agar pengetahuan, sikap dan tindakan ibu tentang gizi menjadi lebih baik, dan pentingnya monitoring status gizi batita ke Puskesmas
PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING PENDAMPINGAN MENYUSUI MELALUI PELATIHAN Dwi Novrianda; Lili Fajria; Hermalinda Hermalinda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.245

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit di Kota Padang yang mempunyai Ruang Perinatologi dengan kapasitas 15 tempat tidur bayi. RSUD dr. Rasidin memiliki program untuk melakukan pemberian ASI secara dini, namun belum diikuti oleh program konseling menyusui oleh perawat. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan motivasi perawat dan bidan dalam melakukan pendampingan menyusui pada ibu. Sehingga pemberian pelatihan merupakan salah satu alternatif terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan. Sebanyak 22 perawat/bidan sebagai mitra pada ipteks berbasis masyarakat ini diklasifikasikan atas 2 kelompok yaitu 1) kelompok perawat sebanyak 11 orang, dan 2) kelompok bidan sebanyak 11 orang. Target dan luaran IbM ini adalah meningkatnya wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai teknik menyusui dan strategi pendampingan menyusui yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai pemberi layanan yang profesional bagi ibu menyusui. Setelah mengikuti training ini, secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan.
The Effect of Assertive Training on Bullying in Junior High School Herman, Hermalinda; Nurshal, Deswita; Novrianda, Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2020.15.1.1069

Abstract

Bullying is a universal phenomenon and a common problem amongst school-aged children. Bullying can have a negative impact on the mental health and welfare of children. One strategy that can be done to prevent bullying is to practice assertiveness skills. This study aimed to identify the effect of assertiveness training in reducing bullying behaviour amongst students of Junior High School Padang. The study design was Quasi-experimental with a sample of 81 students (43 controls and 38 interventions). The intervention group received assertiveness training that consisted of 5 sessions, including communicating with others, declaring "no" to irrational requests, expressing complaints, rewarding others and accepting rewards and reinforcing the assertive behaviour with social-drama. Each session duration was 30-45 minutes. Adolescent Peer Relation Instrument (APRI) was applied to measure bullying behaviour. The statistical tests used were Wilcoxon and Mann Whitney. The results showed that there were differences in bullying behaviour before and after intervention between the control group and the intervention group (p-value 0.001). It can be concluded that assertiveness skills training could be maintained as an intervention that would be able to prevent bullying in adolescents.
Mukositis Oral dan Kualitas Hidup Spesifik–Mukositis Oral pada Anak Kanker yang di Kemoterapi Dwi Novrianda; Yulastri Arif
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.822 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.1.50-59.2017

Abstract

Salah satu efek samping yang umumnya terjadi selama kemoterapi adalah mukositis oral. Gangguan akibat mukositis oral ini seringkali berdampak terhadap psikologis dan penurunan kualitas hidup anak. Oleh karena itu penting untuk mengetahui hubungan mukositis oral pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan kualitas hidup terkait mukositis oral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anak yang mengidap kanker yang menjalani kemoterapi di Ruang Rawat Kronis IRNA Anak-Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Strategi yang digunakan dalam menentukan sampel adalah consecutive sampling berjumlah 132 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yaitu Oral Mucositis Daily Questionnaire (OMDQ) dan Oral Mucositis-specific Quality of Life (OMQoL). Hasil menunjukkan rata-rata responden berusia 6,55 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki dan didiagnosis mengalami leukemia limfositik akut. Kurang dari sebagian responden mengalami mukositis oral berat (skor 2, 3, dan 4) dan mengalami keterbatasan aktivitas derajat ringan hingga berat terutama makan, minum, dan menelan. Rata-rata skor total kualitas hidup spesifik-mukositis oral 58,61. Subskala diet dan menelan menempati rata-rata skor terendah dan di bawah skor total yaitu 55,00 dan 55,75. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup spesifik-mukositis oral antara mukositis ringan dan berat (p > 0,05). Dengan demikian diharapkan perawat professional dapat mengidentifikasi secara dini kondisi membrane mukosa oral pasien kanker dan mengevaluasi pelaksanaan intervensi mukositis oral melalui penilaian kualitas hidup spesifik-mukositis oral.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Orang Tua pada Anak Pra-operasi Di Ruang Bedah Anak Dwi Novrianda, S.Kep, M.Kep; Hermalinda Hermalinda; Musymiratul Fauziah
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.762 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.1.36-47.2019

Abstract

Parental anxiety in the child's preoperative phase is influenced by various factors. This study aimed to determine the factors that affect parents' anxiety in preoperative children in the child's surgery room. Quantitative research with cross sectional study approach has been done in dr. M. Djamil Hospital Padang. The sampling technique used accidental sampling with 30 samples. This research took time from June 20 – July 30, 2016. Data were analyzed using independent sample t-test, with p <0.05. t-Test results showed the variables that influence anxiety of parents in pre operative children were parents’s education (p=0,006), parents’ knowledge (p=0,001), family support (p=0,03), and nurse’s support (p=0,001). Suggested to the nurses in pediatric surgery room to increase the information support like counseling face to face with the parents during the preoperative period, so that can increasing the knowledge of parents.
DISEMINASI ILMU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA ANAK DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG Dwi Novrianda; Hermalinda Hermalinda; Deswita Deswita; Lili Fajria; Meri Neherta; Vetty Priscilla; Yonrizal Nurdin
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.114 KB)

Abstract

Puskesmas Ambacang merupakan satu dari tiga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat 1 di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Puskesmas Ambacang meliputi 4 kelurahan sebagai wilayah kerjanya. Wilayah kerja Puskesmas ini berada di pusat kota dan di pinggir jalan utama sehingga beresiko terjadinya berbagai kejadian yang dapat mencederai pada balita akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan selama berada di dalam rumah. Mitra pada IbDM ini yaitu kelompok keluarga di Kelurahan Anduring sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi cedera pada anak dan upaya antisipasi yang dapat dilakukan di rumah sebagai akibat kurangnya wawasan dan keterampilan tentang panduan antisipasi cedera. Oleh karena itu pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan. Setelah diberikan edukasi kesehatan telah dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai identifikasi dan penanganan cedera pada anak yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai caregiver anak.
Knowledge, Attitude and Practice of Evidence-Based Nursing Practice and Barriers Dwi Novrianda; Hermalinda Herman
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.331 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v7i3.884

Abstract

Professional nurses, one of the human resources in the health sector, are obliged to carry out the nursing process, especially nursing, based on scientific evidence. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practice of evidence-based practice and its barriers to the hospital. Quantitative research with a descriptive approach was conducted at Dr. M. Djamil Hospital, Padang. A consecutive sampling technique was utilized, with 139 selected nurse practitioners, and only 90 nurses filled in the questionnaires. The instruments used were Evidence-Based Practice Profiles (EBP2) and the BARRIERS Scale. Characteristics of respondents were 70.0% diploma education; mean age was 36.7 (SD=7.95) years and 13.35 (SD=8.37) years of working time. The mean attitude towards EBP was higher than the mean of EBP knowledge/understanding, confidence, understanding of research terms, and practice towards EBP (3.32; 2.93; 2.72; 2.53; 1.95). Therefore, there is a definite need for improving knowledge, comprehending EBP, and research terminology to overcome the obstacles of EBP implementation in the nursing service practice.
Perbandingan Efektivitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Kemampuan Ibu Merawat Balita ISPA di Puskesmas Padang Pasir dan Pauh Dwi Novrianda; Henny Lucida; Irfandy Soumariris
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.524 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2015.1.2.29

Abstract

Health education with booklet media is an effort to increase knowledge and ability in caring Acute respiratory infection (ARI). This study aimed to identify comparison effectivity in health education towards knowledge and ability in caring between Padang Pasir and Pauh Health Center. Method used pre experimental with pretest posttest design. Subject was mothers with children having ARI amount 15 samples. Data was collected by questionnaires. Data analysis used wilcoxon to identify difference pre and posttest of mother’s knowledge and ability in caring, mann whitney-U to know difference between both of them. Study showed there was difference of knowledge and ability in caring between pre and posttest (p=0,002). There was difference in effectivity of health education between Padang Pasir and Pauh on ability in caring (p=0,004).It suggested health education with more interesting media like booklet must be given especially for mothers so ARI’s rate can be reduced in children.
PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERAWAT DALAM CARING Rika Sarfika; Esthika Ariany Maisa; Siti Yuliharni; Dewi Eka Putri; Ira Erwina; Bunga Permata Wenny; Rika Fatmadona; Dwi Novrianda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.166 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v3i2.386

Abstract

The caring behavior is the main basis that underlies the mutual help relationship established between the nurse-patient. This therapeutic relationship is built through therapeutic communication that is practiced to achieve the success of the therapeutic program. However, there are still many nurses who do not apply therapeutic communication in interacting with patients. This activity was aimed to improve nurses' understanding through therapeutic communication training for nurses at a hospital in Padang city. The implementation of this activity used method lecture, discussion, and demonstration. Learning was carried out for 8 hours effectively, before and following learning the measurement of pre-test and post-test knowledge were carried out. The number of participants as many as 20 nurses who served in the unit inpatient care room. Based on paired t-test, the results obtained were differences in the average knowledge of participants about therapeutic communication before and after training (p value = 0,000). The average difference in knowledge scores before and after training was 2.550. The results of this activity showed that learning activities using lecture, discussion, and demonstration methods were proven to increase nurses' knowledge about therapeutic communication. Therefore, it is suggested that this activity can be carried out routinely in order to improve the quality of nursing care for patients through the application of good therapeutic communication by nurses.