Erika Laras Astutiningtyas
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA LAGU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI SD SE-KECAMATAN LAWEYAN Efendi, Agus; Astutiningtyas, Erika Laras; Asmari, Januar Budi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has purpose to determine which one providing better learning achievement between direct instruction learning with song and direct instructionlearning without song. In this research, students’ learning achievementis limited to the fourth grade teaching material of elementary schoolin circumference and area of parallelogram. The result of this research produces songsare consisting of circumference, area of parallelogram, and triangle teaching materials.This research is conducted to all elementary schools in Laweyan. Two schools are randomly taken as the samples, and then one class is taken from each school, therefore thereare two classes. The first sample as the experiment class (direct instruction learning with song) and the second sample as the control class (direct instruction learning without song). The research is quasi-eksperimental research. The research methods used are test and documentation method. The research data analysis is using t-test.Based on the resultof the research is obtained t = -2,198  DK, then H0 is  subtracted. Therefore it can be conclude that there are differences mathematic learning achievement between direct instruction learning with song and direct instruction learning without song. If it is observed on the average, learning achievement of direct instruction learning  with song is better than direct instruction learning without song.Key words: Achievement, Direct Instruction, Song
MICROTEACHING DALAM JARINGAN BERBASIS LESSON STUDY DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGAJAR SERTA PENGEMBANGAN LESSON PLAN Herry Agus Susanto; Erika Laras Astutiningtyas; Dewi Susilowati
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021): Delta : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v9i2.1406

Abstract

The purpose of this study is to improve skills in developing Lesson Plans and teaching skills for students. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were 11 students of the Mathematics Education Study Program, Teacher Training and Education Faculty, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. The research was conducted on Microteaching Courses which were conducted based on Lesson Study. Recovery is carried out in a network using several platforms, namely: YouTube, the Learning System in the Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Network with the Moodle, Zoom, and WhatsApp application platforms. The method of data collection is carried out by the method of observation. The instruments used in this study were: Teaching skills assessment sheet and lesson plan assessment sheet. The two instruments are carried out to assess teaching skills and the Learning Implementation Plan in Open Lesson I, II, and III. Based on the results of the study, it was found that the change in the average score of 11 students who practiced their skills in developing Lesson Plans starting from 76.636; 84,182; 88,364. For teaching skills, the changes are as follows: 76,818; 83,909; 87,182. So the result of this research is that the implementation of Microteaching in a network based on Lesson Study can improve students' abilities in compiling Lesson Plans and student teaching skills.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH HIMPUNAN Astutiningtyas, Erika Laras; Susanto, Hery Agus
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pembelajaran yang lebih baik antara pendektan pembelajaran langsung dan matematika realistik untuk membentuk proses berpikir siswa dalam pemecahan masalah Himpunan di SMP Negeri 02 Sukoharjo .Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 02 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel berjumlah 72 siswa, dengan rincian 36 siswa pada kelompok eksperimen satu dan 36 siswa pada kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes proses berfikir pada pemecahan masalah, dan tes kecerdasan sosial. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi dengan metode Liliefors, uji homogenitas variansi menggunakan uji Bartlett dengan statistik uji c2. Uji keseimbangan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta uji hipotesis menggunakan uji beda rerata dengan statistik uji t. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih baik dari pada pembelajaran langsung dalam membentuk proses berfikir siswa pada pemecahan masalah himpunan bagi siswa di SMP Negeri 02 Sukoharjo. Kata-kata kunci : RME,  matematika realistik, pemecahan masalah, proses berfikir
PENGGUNAAN MAGIC BUTTON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN BULAT Wulandari, Andhika Ayu; Astutiningtyas, Erika Laras; Susilowati, Dewi
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.056 KB) | DOI: 10.29100/jp2m.v2i2.203

Abstract

Operasi bilangan bulat merupakan materi pembelajaran kelas IV yang konsepnya harus ditekankan pada siswa karena merupakan dasar kemampuan berhitung untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksperimentasi penggunaan magic button sebagai salah satu media pembelajaran operasi bilangan bulat. Eksperimentasi dilakukan di SDN Begalon 02 sebagai kelas eksperimen dan SDN Kleco I sebagai kelas kontrol. Berdasarkan uji pendahuluan, disimpulkan kedua kelas sampel mempunyai prestasi yang seimbang sebelum eksperimentasi dilakukan. Hasil angket respon siswa menunjukkan 77,43% siswa memberikan respon positif setelah dilakukan pembelajaran dengan magic button. Analisa data menggunakan uji-t, menunjukkan rata-rata nilai tes kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Disimpulkan bahwa penggunaan magic button sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV.
Microteaching dalam Jaringan berbasis Lesson Study dan Keterampilan Penyusunan Authentic Assessment Matematika berorientasi HOTS Erika Laras Astutiningtyas; Andhika Ayu Wulandari; Isna Farahsanti; Annisa Prima Exacta
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v9i1.9136

Abstract

The objectives of this study were to describe the implementation of microteaching in an online Lesson Study and to find out the percentage of improvement in skills in making Authentic Assessment with Higher Order Thinking Skills (HOTS) oriented through online Microteaching based on Lesson Study. This type of research is a descriptive exploratory study with a qualitative approach. The platforms used for online Microteaching courses are: Zoom, Moodle, YouTube, and the WhatsApp application. The instruments used in this study were: (1) an observation sheet on the implementation of the Lesson Study; (2) HOTS-oriented Authentic Assessment Sheet. The results of this study are: (1) The stages of Microteaching implementation in an online Lesson Study are as follows. (a) Preparation stage with the formation of a Team, (b) Implementation Phase, which includes plans, do, and see carried out online (c) Evaluation stage of activities. (2) The increase in the mean score of HOTS-oriented Authentic Assessment from Open Lesson I to Open Lesson III is 25.49%. The score category, which was in passable level, became good.
Ethno-Module Kombinatorik dan Kesadaran Metekognitif Erika Laras Astutiningtyas
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.637 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i1.1324

Abstract

Tujuan peneltian ini adalah untuk mengkomparasikan skor kesadaran metakognitif antara mahasiswa yang memanfaatkan Ethno-module dalam perkuliahan dengan mahasiswa yang menggunakan Regular-module. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan variabel terikatnya adalah skor kesadaran metakognitif dan variabel bebas yang dikendalikan dalam penelitian ini adalah jenis modul. Modul yang digunakan ada dua macam yaitu modul dengan pendekatan etnomatematika yang disebut sebagai Ethno-module dan modul tanpa pendekatan etnomatematika yang selanjutnya disebut sebagai Regular-module. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Teknik sampling yang digunkan adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari Metacognitive Awareness Inventory (MAI)-test yang dikembangkan oleh Schraw. Uji hipotesis yang dilakukan adalah dengan uji beda rerata t-test. Uji prasyarat analisis yang dilakukan yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorof-Semirnov dan uji homogenitas dengan uji Levene’s. Uji hipotesis dan uji prasyarat dalam penelitian ini dikerjakan dengan aplikasi SPSS. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa mahasiswa yang memanfaatkan Ethno-module memiliki skor kesadaran metakognitif yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang menggunakan Regular-module dalam perkuliahan Kombinatorik.
ANALISIS RESPON MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN WORKSHEET ELPSA DALAM PEMBELAJARAN RELASI REKURENSI Andhika Ayu Wulandari; Erika Laras Astutiningtyas; Djatmiko Hidajat
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v3i2.1765

Abstract

Analisis kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dalam pembelajaran relasi rekurensi Andhika Ayu Wulandari; Erika Laras Astutiningtyas
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.612 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v6i1.14263

Abstract

Komunikasi matematis pada dasarnya adalah proses penyampaian gagasan matematika. Dengan menganalisis kemampuan komunikasi matematis, dosen dapat mengukur pemahaman mahasiswa dalam merepresentasikan konsep dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran relasi rekurensi sebagai salah satu materi perkuliahan Matematika Diskrit yang membutuhkan pemahaman konsep mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan rekurensi, dosen perlu mengetahui kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa semester VI Pendidikan Matematika Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo dalam mengerjakan tes pemahaman relasi rekurensi. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan lisan berupa pedoman wawancara yang telah dinilai layak oleh validator. Penelitian yang dilakukan dengan grounded theory menyimpulkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi mampu menggambarkan situasi masalah, menyatakan solusi menggunakan tabel dan penyajian secara aljabar, menginterpretasikan gagasan dalam bentuk tulisan, menggunakan bahasa matematika dan simbol secara tepat dan merepresentasikan konsep matematika dan solusinya. Sedangkan mahasiswa dengan kemampuan komunikasi matematis sedang dan rendah tidak mampu dalam menginterpretasikan gagasan dalam bentuk tulisan. Kemampuan untuk menyatakan solusi masalah menggunakan tabel/bagan juga tidak dimiliki mahasiswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah. Persentase capaian tertinggi kemampuan komunikasi matematis ada pada indikator menggambarkan situasi masalah sebesar 86,54%. Sedangkan persentase capaian terendah ada pada indikator menginterpretasikan gagasan dalam bentuk tulisan sebesar 48,07%
Analisis Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran Matematika Nanda Ayu Sasami; Krisdianto Hadiprasetyo; Erika Laras Astutiningtyas
Absis: Mathematics Education Journal Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/absis.v3i2.831

Abstract

The purpose of this study was to find out how the level of sudent motivation in online learning in mathematics in class XI MIPA SMA Negeri 1 Weru in the academic year 2019/2020 and to find out how students’ motivation to learn in each indicator. This research uses descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study in the form of a questionnaire. The result showed that the level of student motivation in online learning in mathematics in the class XI MIPA of SMA Negeri 1 Weru in academic year 2019/2020 was included in the medium category. With the percentage of students’ motivation in each indicator that is in indicator 1 (Perseverance in doing the assignment) of 66,53% so that it is included in the sufficient category, in indicator 2 (Resilient in facing difficulties) by 69,19% so that it is included in the sufficient category, at indicator 3 (Happy working independently) by 68,01% so that it is included in the sufficient category, in indicator 4 (There is encouragement and needs in learning) by 67,47% so it is included in the sufficient category, indicator 5 (Showing interest) 0f 55, 38% so it is included in the category of not good, in indicator 6 (Can maintain confidence) of 69,35% so that it is included in the sufficient category, in indicator 7 (Happy to find and solve answers to mathematical problems) of 64,11% so that it is included in enough categories.
RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Denny Andriani; Krisdianto Hadi Prasetyo; Erika Laras Astutiningtyas
Absis: Mathematics Education Journal Vol 2, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/absis.v2i1.830

Abstract

The objective of this study is to determine students' responses to learning in the network (online) in mathematics. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection technique is questionnaire. The questionnaire consisted of positive and negative statements totaling 20 statements. The questionnaire is distributed via Googleform. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion. The subjects are 29 students of Class XI MIPA 1 of SMA Negeri 1 Weru in the academic year 2019/2020. The result shows that the average percentage of student responses in mathematics received positive criteria. With the average percentage of students' responses to the first indicator, namely interest of 83.62% so it is included in the positive criteria. In the second indicator, motivation is 74.14% so it is included in the positive criteria. The third indicator is satisfaction at 80.17% so it is included in the positive criteria. In the fourth indicator, interest is 73.49% so it is included in the positive criteria. And the fifth indicator is the response of 75.43% so it is included in the positive criteria.