Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Elementaria Edukasia

ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) DI SEKOLAH DASAR Tantin Noor Aida; Subuh Anggoro; Ana Andriani
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1496

Abstract

Kegiatan proses pembelajaran yang terjadi selama ini belum mampu secara optimal mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas masih diarahkan untuk menghafal informasi dan mengerjakan soal harian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) pada pembelajaran tema 9 di kelas IV SD Negeri Watuagung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas IV dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kemampuan berpikir kritis siswa sudah baik dilihat dari aspek yang diamati seperti memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, mengatur strategi, dan penerapan masalah pada saat pembelajaran; 2) Pelaksanaan model pembelajaran POE di kelas IV sudah cukup baik. Siswa dan guru telah melakukan tahapan-tahapan POE dengan baik dan benar; 3) Faktor pendukung proses kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV melalui model pembelajaran POE ada 2 faktor yaitu faktor fasilitas sekolah dan faktor siswa; 4) Faktor penghambat proses kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV melalui model pembelajaran POE yaitu proses pembelajaran tidak kondusif karena beberapa siswa menghiraukan penjelasan guru pada saat pembelajaran. Model pembelajaran POE sangat efektif digunakan untuk melatih kemampuan berpikir siswa.Kata kunci: Berpikir Kritis, Model Pembelajaran POE
PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MATERI BANGUN RUANG KELAS V SEKOLAH DASAR Annisa Nur Faiqoh; Sony Irianto; Subuh Anggoro
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1484

Abstract

Peserta didik di era abad 21 saat ini dihadapkan pada era globalisasi yang memerlukan kemampuan yang memadai. Kemampuan berpikir tingkat tinggi telah diusung dalam kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan menggunakan model 4-D menurut Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang terdiri dari empat tahapan yaitu: pendefinisian (define), desain (design), pengembangan (developm), penyebaran (disseminate). Penelitian bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) materi bangun ruang di kelas V Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes meliputi observasi, wawancara, validasi ahli, penilaian guru dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengembangan LKPD Matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Materi Bangun Ruang di kelas V sekolah dasar dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan untuk melengkapi bahan ajar matematika di sekolah dasar, 2) penilaian validasi pakar/ ahli terhadap hasil pengembangan LKPD memperoleh rata-rata 3,76 yang berarti valid, 3) penilaian guru terhadap LKPD Matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Materi Bangun Ruang di kelas V memperoleh rata-rata 4,55 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, 4) respon peserta didik terhadap LKPD Matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Materi Bangun Ruang di kelas V memperoleh rata-rata 3,55 yang berarti “Sangat Setuju”. Peserta didik antusias dan memperoleh keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga hasil evaluasi peserta didik juga baik. Kata kunci: LKPD, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Bangun Ruang
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR IPA SEKOLAH DASAR Ayu Ratnaningsih; Subuh Anggoro; Pamujo Pamujo
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model experiential learning terhadap rasa ingin tahu dan prestasi belajar IPA. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain non equivalent (pretest dan posttest) control group design. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Larangan dengan jumlah sebanyak 40 siswa pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes,  dalam bentuk soal pretest, posttest dan non tes dalam bentuk angket. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji t yang sebelumnya melalui tahap uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian pengujian hipotesis variabel rasa ingin tahu diperoleh nilai  atau 3,383>2,024 signifikansi 5% dan dk=38 maka  ditolak dan  diterima maka diketahui terdapat pengaruh model experiential learning terhadap rasa ingin tahu. Pengujian hipotesis untuk variabel prestasi belajar IPA diperoleh nilai  3,351>2,024 signifikansi 5% dan dk=38 maka  ditolak dan  diterima maka diketahui terdapat pengaruh model experiential learning terhadap prestasi belajar IPA Kata kunci: Experiential Learning, Rasa Ingin Tahu, Prestasi Belajar IPA