Tri Yudani MR
Laboratorium Biokimia - Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prolonged-heated High-Fat Diet Increase the Serum LDL Cholesterol Level and Induce the Early Atherosclerotic Plaque Development in Wistar Rats Yurina, Valentina; Yunita, Ema Pristi; Raras, Tri Yudani Mardining; Rudijanto, Achmad; Handono, Kusworini
Journal of Tropical Life Science Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rats are one of the most widely used animal models in health research. However, since rats are relatively resistant to atherosclerosis, the transgenic rats often used to study atherosclerosis in rats. Our study suggests a prolonged-heated lipid to induce atherosclerosis in rats, therefore provide a more low-cost option to study atherosclerosis in rats. Aims of this study is to compare the effect of heated high-fat diet (HFD) to the LDL and HDL cholesterol level and foam cell formation in the Wistar rat animal model. Rats were divided into three groups, control group was given with the normal diet, and the other two treated groups received oxidized HFD (heated HFD) and HFD, respectively. The heated HFD contain lard that was previously heated at 190°C for 24 h. Diet was given for 8 weeks. The serum LDL and HDL cholesterol level were measured before and 4th and 8th weeks after treatment with help of colorimetric measurement. The aorta analyzed for the foam cell formation after HE staining using the light microscope.  The prolonged- heated HFD significantly increased the LDL cholesterol from the 4th week of the treatment (p = 0.023). The rats aortic from HFD and heated HFD treated groups showed a mononuclear cells infiltration and the early foam cell formation. The heating process of the lipid caused lipid oxidation which significantly increased the LDL cholesterol level of the animal model and foam cells formation. This study suggests that Wistar rats with heated HFD could demonstrated early atherosclerosis plaque development.
Ekspresi IFN-γ dan IL-4 CD4+T Limfosit pada Tuberkulosis Kontak terhadap Antigen 38 Kda Mycobacterium tuberculosis Nugrahani, Iin Trilistiyanti; Kusuma, HMS Chandra; Raras, Tri Yudani Mardining; Arthamin, Maimun Zulhaidah; Astuti, Tri Wahju; Tanoerahardjo, Francisca
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.8

Abstract

Mengendalikan epidemi tuberkulosis pada anak adalah prioritas kesehatan global. Efikasi vaksin Bacillus of Calmette and Guerin (BCG) sangat bervariasi sehingga memerlukan pengembangan vaksin baru. Antigen rekombinan 38 Kda Mycobacterium tuberculosis sebagai kandidat vaksin harus melalui uji imunogenitas. Tujuan studi ini untuk mengidentfikasi apakah antigen  38 Kda dapat menstimuli ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ pada kultur PBMC anak dengan kontak TB. Studi ini dilakukan pada kultur PBMC dari 8 kontak TB dan 8 anak sehat yang diinduksi oleh antigen 38 Kda (kelompok 1), PPD (kelompok 2) dan tanpa perlakuan (kelompok 3). Ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ diukur dengan flowcytometry. Rerata kadar IFN-γ untuk kontak TB tertinggi pada kelompok 3 (p=0,76), sedangkan rerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2(p=0,68).RerataIFN-γ untukkelompok sehattertinggi pada kelompok3(p=0,78) sedangkanrerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2 (p=0,32). Rerata ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang diinduksi oleh antigen 38 Kda, masing-masing lebih tinggi pada kontakTB daripada subjek sehat (p=0,62 dan 0,39). Pengaruh respon imun yang protektif ditunjukkan oleh rasio ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang lebih dari 1, baik pada kontak TB dan sehat (1,22 dan 1,28). Tidak ada perbedaan signifikan antara perlakuan pemberian antigen38 kDa, PPD dan tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa antigen 38 Kda dapat menstimuli  ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+pada kultur PBMC kontak TB. Kata Kunci: Antigen rekombinan 38 Kda, Mycobacterium tuberculosis, IFN-γ, IL-4, limfositTCD4+
PROFIL KADAR SOLUBLE UROKINASE PLASMINOGEN ACTIVATOR RECEPTOR (suPAR) PADA SERUM PENDERITA TUBERKULOSIS PARU (SEBAGAI MONITORING TERAPI) Astuti, Triwahju; MR, Tri Yudani; Riawan, Wibi; Muktiati, Nunuk Sri; Widjajanto, Edy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.873 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.01.4

Abstract

Dutch study shows that Upar expression content is significantly higher in tubercolusis patient’s psiphsy monosit compared to those in the healthy control group. So far, there is no biologic marker used whichcan accurately observe response improvement in the treatment of lung tubercolusis. The aim of this research is to investigate whether the serum level of soluble utokinase plasminogen activator receptor (suPAR) carries information in monitoring TB treatment for Lung Tuberculosis patients. suPAR was measured by ELISA in 21 individuals at the time of enrolment into observational cross sectional based on active tuberculosis  and 5 individuals as healthy control. There were 3 groups, 1). patients who had not started treatment (n=7),2). patients who had been treated for 2 months (n=7),  3). patients who had been treated for 6 months (n=7). Among groups, there were no difference in mean of body mass index, erythrocyte sedimentation rate and monocyte count. Patients positive for TB on direct  microscopy were 29% ( 6 from 21 patients) , 2 patients each groups. The suPAR levels were elevated in patients with active TB compared to healthy control (P<0,001). suPAR levels were highest in patients positive for TB on direct microscopy ( mean suPAR 4.455 ng/ml).
Efek Pemberian Protein Rekombinan Fusi ESAT6-CFP10 Mycobacterium tuberculosis terhadap Persentase IL2 dan IL10 yang Dipresentasikan Sel T CD8 pada Kultur PBMC Christianto, David; Raras, Tri Yudani Mardining; Sumarno, Sumarno; Arthamin, Maimun Zulhaidah; Astuti, Triwahju; Sardjono, Teguh Wahyu; S, Noorhamdani A
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.7

Abstract

Keberhasilan vaksin BCG dalam memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) pada orang dewasa di Indonesia belum optimal (37%) sehingga diperlukan vaksin alternatif yang lebih efektif. Protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 merupakan kandidat vaksin yang potensial. Penelitian dilakukan untuk menguji efektifitas protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 dalam meningkatkan ekspresi IL2 dan IL10 sel T CD8 yang memainkan peran penting dalam respon imun melawan TB. Pengujian kandidat vaksin dilakukan secara in vitro pada peripheral blood mononuclear cell (PBMC) dari kelompok sehat endemik TB, kelompok kontak TB, dan kelompok pasien TB dengan melihat persentase IL2 dan IL10 CD8. Setiap kelompok diberi perlakuan tanpa antigen, PPD, dan protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10. Persentase IL2 meningkat secara signifikan dari kelompok sehat, kontak TB, hingga Pasien TB. Sebaliknya peningkatan persentase IL2 antar kelompok yang dipaparkan PPD tidak signifikan secara statistik (p=0,396). Persentase IL10 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompoknya baik tanpa paparan antigen (p=0,617), PPD (p=0,351), maupun protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 (p=0,257). Didapatkan persentase IL2 yang tidak berbeda secara signifikan antar perlakuan pada kelompok sehat (p=0,309), kelompok kontak TB (p=0,318), dan kelompok pasien TB (p=0,424). Demikian juga dengan persentase IL10 yang tidak berbeda secara signifikan antar perlakuan pada kelompok sehat (p=0,908), kelompok kontak TB (p=0,352), dan kelompok pasien TB (p=0,776). Hal ini menunjukkan bahwa protein fusi rekombinan ESAT6-CFP10 dapat meningkatkan persentase IL2 tetapi tidak dengan IL10 meskipun secara statistik tidak signifikan.
Distribusi M. Tuberculosis Genotipe Beijing pada Pasien Tuberkulosis Paru di Malang MR, Tri Yudani; Astuti, Triwahju
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.868 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.3

Abstract

ABSTRAKPenelusuran  penyebaran  genetis  Mycobacterium  tuberculosis  merupakan  salah  satu  faktor  penting  dalam mengendalikan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Studi mengenai distribusi Mycobacterium tuberculosis galur Beijing pada TB paru BTA (+) pasien di RSU dr. Saiful Anwar rumah sakit ini   dilaksanakan dengan metode spoligotyping. Dahak dikumpulkan dari total 41 pasien, dicuci dengan salin normal dan ditanam pada medium LJ. DNA dari bakteri yang tumbuh kemudian diisolasi dan mengalami spoligotyping. Sembilan belas spoligotype (65,5%) ditemukan dari total dua puluh sembilan sampel yang berkembang, sedangkan sepuluh sampel (34,5%) adalah non-Mycobacterium tuberculosis. Dari spoligotype sembilan belas, sembilan sampel merupakan Beijing strain (31%) dan sepuluh sampel (34,5%) menunjukkan strain non Beijing. Proporsi pasien TB yang terinfeksi, menunjukkan bahwa persentase pasien terinfeksi dengan strain Beijing hampir sama antara wanita dan pria. Ditemukan bahwa prevalensi tertinggi strain Beijing pada pasien dengan usia berkisar antara 31-40 tahun (51%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa strain Beijing mendominasi distribusi M. tuberculosis pada pasien TB paru di Malang.Kata Kunci: Beijing strain, M. tuberculosis, Spoligotyping