Maimun Zulhaidah Arthamin, Maimun Zulhaidah
Lab PK FKUB/RSSA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekspresi IFN-γ dan IL-4 CD4+T Limfosit pada Tuberkulosis Kontak terhadap Antigen 38 Kda Mycobacterium tuberculosis Nugrahani, Iin Trilistiyanti; Kusuma, HMS Chandra; Raras, Tri Yudani Mardining; Arthamin, Maimun Zulhaidah; Astuti, Tri Wahju; Tanoerahardjo, Francisca
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.8

Abstract

Mengendalikan epidemi tuberkulosis pada anak adalah prioritas kesehatan global. Efikasi vaksin Bacillus of Calmette and Guerin (BCG) sangat bervariasi sehingga memerlukan pengembangan vaksin baru. Antigen rekombinan 38 Kda Mycobacterium tuberculosis sebagai kandidat vaksin harus melalui uji imunogenitas. Tujuan studi ini untuk mengidentfikasi apakah antigen  38 Kda dapat menstimuli ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ pada kultur PBMC anak dengan kontak TB. Studi ini dilakukan pada kultur PBMC dari 8 kontak TB dan 8 anak sehat yang diinduksi oleh antigen 38 Kda (kelompok 1), PPD (kelompok 2) dan tanpa perlakuan (kelompok 3). Ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+ diukur dengan flowcytometry. Rerata kadar IFN-γ untuk kontak TB tertinggi pada kelompok 3 (p=0,76), sedangkan rerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2(p=0,68).RerataIFN-γ untukkelompok sehattertinggi pada kelompok3(p=0,78) sedangkanrerata IL-4 tertinggi pada kelompok 2 (p=0,32). Rerata ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang diinduksi oleh antigen 38 Kda, masing-masing lebih tinggi pada kontakTB daripada subjek sehat (p=0,62 dan 0,39). Pengaruh respon imun yang protektif ditunjukkan oleh rasio ekspresi IFN-γ dan IL-4 yang lebih dari 1, baik pada kontak TB dan sehat (1,22 dan 1,28). Tidak ada perbedaan signifikan antara perlakuan pemberian antigen38 kDa, PPD dan tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa antigen 38 Kda dapat menstimuli  ekspresi IFN-γ dan IL-4 limfosit TCD4+pada kultur PBMC kontak TB. Kata Kunci: Antigen rekombinan 38 Kda, Mycobacterium tuberculosis, IFN-γ, IL-4, limfositTCD4+
Efek Pemberian Protein Rekombinan Fusi ESAT6-CFP10 Mycobacterium tuberculosis terhadap Persentase IL2 dan IL10 yang Dipresentasikan Sel T CD8 pada Kultur PBMC Christianto, David; Raras, Tri Yudani Mardining; Sumarno, Sumarno; Arthamin, Maimun Zulhaidah; Astuti, Triwahju; Sardjono, Teguh Wahyu; S, Noorhamdani A
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.7

Abstract

Keberhasilan vaksin BCG dalam memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) pada orang dewasa di Indonesia belum optimal (37%) sehingga diperlukan vaksin alternatif yang lebih efektif. Protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 merupakan kandidat vaksin yang potensial. Penelitian dilakukan untuk menguji efektifitas protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 dalam meningkatkan ekspresi IL2 dan IL10 sel T CD8 yang memainkan peran penting dalam respon imun melawan TB. Pengujian kandidat vaksin dilakukan secara in vitro pada peripheral blood mononuclear cell (PBMC) dari kelompok sehat endemik TB, kelompok kontak TB, dan kelompok pasien TB dengan melihat persentase IL2 dan IL10 CD8. Setiap kelompok diberi perlakuan tanpa antigen, PPD, dan protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10. Persentase IL2 meningkat secara signifikan dari kelompok sehat, kontak TB, hingga Pasien TB. Sebaliknya peningkatan persentase IL2 antar kelompok yang dipaparkan PPD tidak signifikan secara statistik (p=0,396). Persentase IL10 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompoknya baik tanpa paparan antigen (p=0,617), PPD (p=0,351), maupun protein rekombinan fusi ESAT6-CFP10 (p=0,257). Didapatkan persentase IL2 yang tidak berbeda secara signifikan antar perlakuan pada kelompok sehat (p=0,309), kelompok kontak TB (p=0,318), dan kelompok pasien TB (p=0,424). Demikian juga dengan persentase IL10 yang tidak berbeda secara signifikan antar perlakuan pada kelompok sehat (p=0,908), kelompok kontak TB (p=0,352), dan kelompok pasien TB (p=0,776). Hal ini menunjukkan bahwa protein fusi rekombinan ESAT6-CFP10 dapat meningkatkan persentase IL2 tetapi tidak dengan IL10 meskipun secara statistik tidak signifikan.