Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELAKSANAAN PERJANJIAN FIDUSIA PADA FIF ASTRA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA Kurniawan, Rizki
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.64 KB) | DOI: 10.55129/jph.v4i1.508

Abstract

Fidusia adalah lembaga jaminan bentuk baru atas benda bergerak disamping gadai dimana dasar hukumnya yurisprudensi. Walaupun lembaga Fiducia ini sudah melembaga dalam praktek perFIFan khususnya FIFAstra, tidak terlepas dari cacat. Dimana menjadi persoalan adalah ketentuan mana yang akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian kepustakaan yaitu meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberi jaminan fidusia ini merupakan perjanjian yang bersifat accessoir dari suatu perjanjian pokok sebagaimana disebutkan dalam penjelasan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 dan harus dibuat dengan suatu akta notaris yang disebut sebagai Akta jaminan fidusia. Kesimpulannya adalah dalam Fiducia benda jaminan tidak diserahkan secara nyata oleh debitur kepada kreditur, yang diserahkan hanyalah hak milik secara kepercayaan. Benda jaminan masih tetap dikuasai oleh debitur dan debitur masih tetap bisa mempergunakan untuk keperluan sehari-hari. Kata Kunci     :     Fidusia, Pengaturan Fidusia, FIFAstra, Debitur, Kreditur
IMITASI BUDAYA PADA TAYANGAN TELEVISI DI INDONESIA Kurniawan, Rizki
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOne of the products from popular culture is television, there is no other media that can be compared with television in terms of volume of cultural texts produced and number of viewers. Currently the importance of television is the cultural and economic value, furthermore television is a form of democratic and creative culture as well. It instill in the minds of viewers that what is seen in the television seems to be ideal. As the main media of popular culture, television is the perfect distributor for it. Every time we are surrounded by popular culture, a culture that exist because we recognize its fame and fond of its existence.Audiences of popular culture imitate and follow trends, consume products associated with the image of the idol and trends, in order to associate themselves as a fans of popular culture icons they eventually being trapped to contribute to spread popular culture it self. AbstrakSalah satu produk dari budaya populer adalah televisi, tidak ada media lain yang bisa menyamai televisi dalam hal volume teks budaya yang diproduksi dan dalam hal jumlah penontonnya. Saat ini nilai penting dari televisi adalah nilai kultural dan ekonominya, selain juga merupakan bentuk budaya yang demokratis dan kreatif. Televisi menanamkan pengertian di benak khalayak pemirsanya , sebagai suatu yang ideal. Sebagai media utama budaya populer, televisi adalah penyalur yang sempurna untuk hal tersebut. Setiap saat kita di kelilingioleh budaya populer, budaya yang ada karena kita mengakuiketenarannya dan menggemari keberadaannya. Khalayak budaya populer mengimitasi dan mengikuti tren yang ada, mengkonsumsi produk yang berkaitan dengan citra idola dan tren tersebut, mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari penggemar ikon budaya populer tertentu yang pada akhirnya terjebak untuk berkontribusi untuk menyebarkan budaya populer itu sendiri.
PERLINDUNGAN HUKUM KREDITUR PENERIMA JAMINAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH Kurniawan, Rizki
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.324 KB) | DOI: 10.55129/jph.v4i2.500

Abstract

Jaminan merupakan terjemahan dari bahasa Belanda, yaitu zekerheid atau cautie Zekerheid atau caulie mencakup secara umum cara-cara kreditor menjamin dipenuhinya tagihannya, disamping pertanggung jawab umum debitor terhadap barangnya. Obyek Hak Tanggungan yaitu hak atas tanah dengan membedakan benda bergerak dan tidak bergerak, benda terdaftar dan tidak terdaftar. Setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria yang menganut asas pemisahan horizontal dan asas nasionalitas (proteksi terhadap hak atas tanah tertentu, Hak Milik, Hak Bangunan, dan Hak Guna Usaha). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian kepustakaan yaitu meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasar penjelasan umum pasal 14, irah-irah yang dicantumkan pada Sertifikat Hak Tanggungan dalam ketentuan pada ayat 2 dan 3 ini, dimaksud untuk menegaskan adanya kekuatan eksekutorial pada Sertifikat Hak Tanggungan, sehingga apabila debitor cidera janji, siap untuk dieksekusi seperti halnya suatu putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.  Kata Kunci     :     Jaminan, Hak Tanggungan, Debitur, Kreditur
PENGOLAHAN LIMBAH UKM SULAM PITA UNTUK BAHAN BAKU PRODUK FASHION Andriana, Yunita Fitra; Septiana, Ulfa; Kurniawan, Rizki
Fesyen Perspektif Vol 8, No 2 (2017): Fesyen Perspektif
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ribbon embroidery is a technique to decorate fabric by sewing ribbon on surface of the fabric using a variety of decorative piercing techniques. The advantage of this technique is the size of ribbon that wider than the yarn, so it can produce three-dimensional decoration with varied designs and colors. The process of producing products with ribbon embroidery brings out wastes, that has not been treated well. The wastes consists of pieces of ribbon,  yarns with varying sizes and different colors, and also pieces of fabrics. To reduce the amount of waste production process, 3R principle can be applied, reduce, reuse, and recycle. The principle of recycle can be used to produce new alternative materials by processing ribbon embroidery industry, so as to reduce the amount of waste, it also increase creativity in producing new products that  environmentally friendly. This research explores various techniques to process ribbon embroidery industry waste, so it can be reused as an alternative textile raw material  This research begins with collecting data through observation and interviews to the ribbon embroidery industry in Limo Village, Depok to know the production process of the industry and to find out the amount of waste that has been produced during the process. The next step is processing the ribbon embroidery industry waste with various types of exploration techniques to produce new alternative of textile raw materials. Moreover, the raw materials will be processed into eco-fashion products that highly aesthetic and valuable.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA YANG BERDAMPAK PADA PRESTASI KERJA Kurniawan, Rizki; Hazir, Ahmad Yani
JEM Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 5 No 1 (2019): JEM Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : LPPM STIE PERTIBA Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of leadership, motivation, work environment, organizational culture on performance both simultaneously and partially. Furthermore, to analyze the effect of performance on the performance of employees of the Land Office of Central Bangka Regency. The amount of sample determined is 30 employees of the Land Office of Central Bangka Regency. The research instrument used questionnaires, arranged on a scale of 1-5, score 1 for very poor responses and a score of 5 for excellent responses. The method of analysis using path analysis (Path analysis) trimming model. Hypothesis testing using F test (simultaneous) and t-test (partial). The result of this research concludes that there is significant influence from the variable of leadership, motivation, work environment, organizational culture to motivation 97,3%. Furthermore, for performance variables, there is a positive and significant impact on employee performance which is seen from the coefficient of determination by 75 percent. Furthermore, to the Land Office of Central Bangka Regency to improve the variables of leadership, motivation, work environment, organizational culture in order to increase the motivation that can give a positive influence on employee performance
PENYELAMATAN KREDIT BERMASALAH BERDASARKAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PEMBERIAN KREDIT KEPADA DEBITUR SESUAI PASAL 8 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERBANKAN Kurniawan, Rizki; Setyawan, Rahmat Afandi
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.112 KB) | DOI: 10.55129/jph.v7i1.683

Abstract

Bank dalam melakukan kredit kepada debitur wajib dan harus dibimbing dan mempertimbangkan prinsip-prinsip kredit yang sehat dan dengan prinsip kehati-hatian. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan prinsip kehati-hatian oleh bank konvensional dalam penyelamatan kredit bermasalah menurut Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan dan mekanisme penyelamatan kredit bermasalah oleh bank konvensional kepada debitur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan meneliti peraturan perundangan khususnya Undang-Undang Perbankan dan bahan pustaka lain terkait prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit kepada debitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbankan yang secara penafsirannya bank memiliki analisis terhadap calon debitur yang akan mengajukan kredit dan harus melakukan penilaian yang saksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan dan kondisi ekonomi. administrasi kredit, yakni kredit yang perlu     mendapat perhatian khusus, perlakuan terhadap kredit yang tunggakan      bunganya dikapitalisasi, prosedur penyelesaian kredit bermasalah. Kata Kunci: Hukum, Perbankan, Prinsip Kehati-Hatian, Debitur, Kredit Macet.
PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI PERADILAN AGAMA MENURUT PASAL 55 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor : 2860/PDT.G/2013/PA.MR.) Kurniawan, Rizki; Intan, Ayu
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.673 KB) | DOI: 10.55129/jph.v7i2.703

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: 1.) Bagaimana Mekanisme Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah dalam Lingkungan Peradilan Agama menurut Pasal 55 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 atas Perkara Nomor : 2860/Pdt.G/2013/PA.Mr ? 2. Bagaimana pertimbangan Hakim dalam memutus Sengketa Perbankan Syariah di Peradilan Agama atas perkara Nomor: 2860/pdt.G/2013/PA.Mr?Penelitian ini menggunakan metode Hukum Normatif, yang difokuskan untuk mengkaji penelitian hukum positif yang berhubungan dengan perbankan syariah sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah atas putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor : 2860/Pdt.G/2013/PA.Mojokerto. Bahan hukum primer (primary resource atau authoritative records) berupa 1)  Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman;  2) Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam ; dan 3) Putusan Perkara Nomor 2860/Pdt.G/2013/PA.Mr. Hasil penelitian diketahui 1) Menurut Undang undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang undang Nomor 7 Tahun 1939 Tentang Peradilan Agama. Pengadilan Agama mempunyai kewenangan dalam menyelesaiakan sengketa ekonomi syariah. Penyelesaian sengketa melalui pengadilan (litigasi) adalah salah satu alternatif yang diperbolehkan oleh hukum, 2) Keberadaan perlindungan hukum bagi nasabah bank syariah atas perkara nomor 2860/Pdt.G/2013/PA.Mr, dari analisis dapat dikemukakan bahwa masih terdapat realita perlindungan hokum bagi nasabah yang berpekara dalam perkara ekonomi syariah masih belum optimal mendapatkan perlindungan hokum oleh pihak yang berwenang menanganinya, hal ini juga dikeranakan masih banyak nasabah yang belum memahami penyelesaian hukum terhadap perkara hukum yang akan terjadi bila berkaitan dengan ekonomi syariah.. Kata Kunci: Sengketa, Perbankan Syariah, dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008
ANALISIS YURIDIS PEROLEHAN HARTA BAGI ANAK ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM Kurniawan, Rizki
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.014 KB) | DOI: 10.55129/jph.v5i2.483

Abstract

Wasiat wajibah bagi anak angkat, menyangkut rasa keadilan dengan ukuran kesejahteraan dan kehidupan dimasa yang akan datang dari anak angkat tersebut. Beberapa hal praktek anak angkat dilakukan dalam kehidupan umat Islam, yang tentunya dilatarbelakangi berbagai pertimbangan kemanusiaan, salah satunya adalah untuk meningkatkan derajat dan menolong anak yatim serta orang miskin, tidak jarang justru eksistensi anak angkat dalam keluarga terlihat lebih dekat dengan orang tua angkatnya, konflik horizontal diantara anak angkat dan keluarga sedarah mengenai harta warisan sudah sering terjadi, dan terkadang menimbulkan kegelisahaan dalam masyarakat, yang prinsipnya mengenai rasa keadilan dan kemanusiaan.Sedangkan masalahnya adalah perolehan harta anak angkat melalui wasiat wajibah dan pandangan masyarakat Islam terhadap wasiat wajibah dalam rangka pemberian rasa keadilan bagi para ahli waris.Dalam metode penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Kata Kunci : Harta, Waris, WajibahDOI: 10.5281/zenodo.1470137
Batik Motif Parang Dari Court Art Menuju Global Trend Kurniawan, Rizki
JURNAL RUPA Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Rupa
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v1i1.734

Abstract

Like other cultures, batik has undergone many developments and changes. Batik Parang in particular has experienced it many times in different periods with a very long time span. From this period, we can see that batik parang have also experienced some ups and downs conditions, which not only caused by outside influences, but also can be caused by various influences from within his own culture. In a due process of change will produce a wide range of output that inevitably will influence directly a form of culture. These conditions also experienced by batik, especially batik parang in the process of developing and adapting to changes. As in batik parang, which evolved from court art, must be degraded into folk art. Batik in order to survive as a cultural form, should be able to adapt changes and sacrificed by decreasing its symbolic meanings to continued its existence in the future.
Ekspresi Kreativitas Fransisco Jose de Goya y Lucientes Kurniawan, Rizki
JURNAL RUPA Vol 2 No 2 (2017): Journal Rupa
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v2i2.1005

Abstract

As a painter who inspired many of his successor painters, Goya's work not only was trapped by his establishment as a palace painter but also transformed from a portrait painter to a painter with a subversive theme in accordance with the social situation that occured at the time. Goya is always trying to challenge his creativity by trying to bring unusual and controversial themes that are sometimes againts the authority of the palace and the church. With the background of the Goya's creativity process that are so diverse, it is very interesting if we can observe how the creativity process came up with all things that influence it both from the influence of his personal life, environment and socio-political conditions at that time. Keywords: creativity, transformation, challenge, influences.