Kunto Adi Wibowo, Kunto Adi
Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Realitas Politik Indonesia dalam "Kacamata" Pengguna Twitter Wibowo, Kunto Adi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besartwitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruhnegara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untukmenentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politikpadapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metodesurvei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik diIndonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaansignifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode surveyonline dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebihbaik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebihnegatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukansumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutamatelevisi.Kata-kata kunci: Realitas politik, jejaring sosial, teori kultivasi, twitter, media sosial
REALITAS POLITIK INDONESIA DALAM "KACAMATA" PENGGUNA TWITTER Wibowo, Kunto Adi; Mirawati, Ira
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.648 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6027

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar twitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruh negara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politik padapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metode survei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik di Indonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode survey online dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukan sumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutama televisi.
REALITAS POLITIK INDONESIA DALAM "KACAMATA" PENGGUNA TWITTER Wibowo, Kunto Adi; Mirawati, Ira
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.648 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6027

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar twitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruh negara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politik padapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metode survei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik di Indonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode survey online dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukan sumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutama televisi.
PENGARUH PERSONAL TRAITS PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN KERJA WORK FROM HOME (WFH) SAAT PANDEMI COVID-19 Tinekaningrum, Yuniasih; Wibowo, Kunto Adi; Mulyani, Henny Sri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 20 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2021.20.1.12

Abstract

Social Distancing has been imposed almost in all countries affected by Covid-19 including Indonesia, causing almost all companies to urge their employees to work from home (WFH). Teleworking in pandemic conditions is not a person’s choice, but a compulsion. This research is aimed at finding the relationship between personal traits and job satisfaction towards WFH. This study employed the big five personality and demography variables such as sex, age, ranks, and duration of work as control variables. This research uses a quantitative method, through a survey of 129 administration staff (Tendik) at the Institut Teknologi Bandung (Bandung Institute of Technology). The results of this study have demonstrated that there is a positive influence from the personal traits toward job satisfaction in WFH. Another finding is there is a negative influence from the rank of workers toward their job satisfaction in WFH setting, while other demography variables such as sex, age, and work duration have not significantly predicted job satisfaction towards WFH. Technological and cultural aspects of workspace communication are further discussed as a contributing factor that is not directly measured in this research.
Efikasi politik dan jenjang partisipasi politik pemilih pemula Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta; Syafaat, Azman Hamdika
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.126 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i2.26433

Abstract

Partisipasi politik pemilih pemula secara teoritis memiliki beragam bentuk dan saluran. Sementara di Indonesia, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum Indonesia memiliki fokus pada peningkatan partisipasi politik electoral terutama pada kelompok pemilih pemula. Terkait dengan hal tersebut, maka penelitian ini melakukan studi mengenai partisipasi politik dari Civic Voluntarism Model (CVM) terutama aspek efikasi politik sebagai prediktor utama partisipasi politik pemilih pemula. Selain itu, penelitian ini juga melakukan penyelidikan terkait jenjang partisipasi dari perspektif risiko, sumber daya, dan fokus intervensi institusi politik di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka dan daring kepada 406 mahasiswa Universitas Padjadjaran dari tanggal 28 Mei 2019 sampai dengan 16 Juli 2019. Setelah pengumpulan data selesai dilakukan, selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis regresi mediasi dengan efikasi politik sebagai prediktor dan partisipasi politik secara daring, luring, serta memilih pada pemilu 2019 secara berurutan merupakan mediator dan efek. Hasil penelitian mendemonstrasikan bahwa efikasi politik tidak memprediksi partisipasi memilih secara langsung. Efikasi politik memprediksi partisipasi politik daring, dan partisipasi politik daring selanjutnya memprediksi partisipasi politik luring, namun partisipasi politik luring tidak memprediksi partisipasi memilih pada pemilu 2019. Selanjutnya, isu praktis dan akademis terkait partisipasi politik dan konsolidasi demokrasi didiskusikan dalam bagian akhir dari artikel ini.
Paparan Selektif Partisan dalam Berita Covid-19 Widiastuti, Anindita; Wibowo, Kunto Adi; Pratamawaty, Benazir Bona
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13 No 1 (2021): Ultimacomm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v13i1.1999

Abstract

Partisan selective exposure to online COVID-19 news articles is hypothesized to increase one’s exposure time to politically opinion-reinforcing news when exposed to a more opinion-reinforcing news environment and to increase one’s exposure time to politically opinion-challenging news when exposed to a more opinion-challenging news environment. This blocked 2x3 within-subjects experimental study crossed partisan stance (Pro Jokowi vs. Pro Anies) as the blocking factor with news conditions as the experimental factors (Pro vs. Contra vs. Control). The study randomly assigned 216 participants living in the Jakarta metropolitan area during the COVID-19 pandemic to two experimental and one control group for each stance (Pro Stance, Contra Stance, Control). Data shows how participants significantly spent more time on politically opinion-reinforcing news when in the Pro Stance condition, compared to when in the Contra Stance condition, and compared to when in the Control condition. Participants only significantly spent more time on politically opinion-challenging news when in the Contra Stance condition as compared to when in the Pro Stance condition, but not significantly as when compared to in the Control condition. The study took a look at how partisan selective exposure may play out in a certain news environment and found how a polarized news environment would lead to a more polarized exposure, which could get disastrous as it may play a role in people’s behavior towards the COVID-19 pandemic. Hence, getting ourselves accustomed to perspectives from an equal news environment could lead us to be less polarized, and therefore be wiser at determining our standpoints towards the COVID-19 pandemic.
APLIKASI MHEALTH COVID-19 DI INDONESIA: ANALISIS KONTEN MENGGUNAKAN MOBILE APLICATION RATING SCALE (MARS) Bening, Maharani; Wibowo, Kunto Adi; Fuady, Ikhsan
SINTECH (Science and Information Technology) Journal Vol. 4 No. 2 (2021): SINTECH Journal Edition Oktober 2021
Publisher : LPPM STMIK STIKOM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/sintechjournal.v4i2.889

Abstract

It has been a year since the first COVID-19 cases in Indonesia and the development of COVID-19 health applications has grown significantly during that time. However, there has not been found research to analyze such an application in Indonesia. This study aims to evaluate the mHealth COVID-19 application in Indonesia application store, which will eventually become a reference for all researchers related to the mhealth application development in Indonesia. The researchers used COVID-19-related keywords to identify apps on iOS and Android devices. There were 17 applications selected for this research, and the applications' quality were assessed by two coders using the Mobile App Rating Scale (MARS). The search results totaled 842 applications, 19 of which met the researcher's criteria, and 17 applications were found to be assessed. This research was using the Krippendorff coefficient alpha (α) to calculate the reliability value of the agreement between coders. The result showed that PeduliLindungi applications had the highest (4.2/5) of the average MARS score, and the MARS scores of 14 applications were unacceptable (<3.0), which explained that most of the COVID-19 related apps in Indonesia are of low quality. Also, this research implies that the information-related features should be the next focus for overall quality improvement of the Indonesian mHealth application in the future.    
Personalisation and User Engagement Putri, Shafira Annisa; Wibowo, Kunto Adi; Fuady, Ikhsan
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13 No 2 (2021): UltimaComm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v13i2.2220

Abstract

The development of web 2.0 of social media has caused many changes in the implementation and approach of a political campaign. Nowadays, political campaigns are more personal and can be carried out at any time. Politicians can share personal information directly through social media, even outside a particular electoral or media agenda. The public can also directly communicate with politicians through social features in likes, comments, and shares. Therefore, it becomes interesting to analyse these changes. This study applied a quantitative content analysis method to explore further the concept of personalisation in Facebook contents of one of the famous politicians in Indonesia, Anies Baswedan. The concept of personalisation used in this study is Van Santen and Van Zoonen's typology of self-personalisation. The results show Anies Baswedan Facebook contents commonly utilised the typology of self-personalisation, a correlation between text visual post type with the use of self-personalisation typology, and a strong and positive correlation between the use of self-personalisation typology with the level of user engagement obtained. Keywords: campaign strategy, Facebook, political communication,self-personalisation, social media
PENYULUHAN KOMUNIKASI MEDIA MENGENAI LITERASI POLITIK BAGI KALANGAN GENERASI MUDA DI ERA KONVERGENSI Nugraha, Aat Ruchiat; Wibowo, Kunto Adi; Sjoraida, Diah Fatma
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2a (2021): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v4i2a.4230

Abstract

Perkembangan politik bagi generasi muda terkadang manjadi sesuatu yang tidak menarik untuk diikuti. Hal ini disebabkan oleh konotasi kegiatan politik yang selalu negatif. Berbicara politik pada generasi milenial, maka momentum yang paling mencolok ialah disaat Pemilihan Presiden, Anggota Legislatif, maupun Kepala Daerah, yang di mana generasi milenial dijadikan sasaran strategis untuk meraup suara rakyat. Padahal posisi dan peranan generasi milenial dalam kancah perpolitikan lokal dan nasional masih sedikit. Berdasarkan data dari Trans Media Sosial, karakteristik generasi milenial yang paling mencolok adalah sangat menguasai gawai, informasi teknologi serta aktif di media sosial Facebook, YouTube, Instragram, Line, WhatsApp dan Tiktok. Kebiasaan generasi milenial yang sering mengakses media sosial dilakukan dengan tujuan untuk mencari informasi hiburan, kuliner, agama, politik, olah raga dan gaya hidup kekinian. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa generasi milenial dapat diedukasi mengenai pengetahuan politik dengan menggunakan pendekatan komunikasi penyuluhan yang berbasiskan media konvergensi, diantaranya melalui webinar politik.