Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemahaman Siswa Pada Konsep Segiempat Berdasarkan Teori van Hiele Khoiri, Miftahul
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa pada Konsep Segiempat masih rendah dan menempati pada posisi yang memprihatinkan. Diantara berbagai solusi yang ditawarkan yang hasilnya tidak meragukan lagi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran adalah pembelajaran berdasarkan teori van Hiele.  Pembelajaran teori van Hiele yang dapat membangun pemahaman konsep meliputi empatlevel yaitu level 0 (visulisasi), level 1 (analisis), level 2 (abstraksi) dan level 3 (deduktif) dengan melalui 5 (lima) tahap yaitu tahap 1 (informasi), tahap 2 (orientasi terarah), tahap 3 (uraian), tahap 4 (orientasi bebas) dan tahap 5 (integrasi).hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaajran berdasarkan teori van Hiele mampu membangun pemahaman siswa pada konsep segiempat.
Pemahaman Siswa Pada Konsep Segiempat Berdasarkan Teori van Hiele Khoiri, Miftahul
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1 No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa pada Konsep Segiempat masih rendah dan menempati pada posisi yang memprihatinkan. Diantara berbagai solusi yang ditawarkan yang hasilnya tidak meragukan lagi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran adalah pembelajaran berdasarkan teori van Hiele.  Pembelajaran teori van Hiele yang dapat membangun pemahaman konsep meliputi empatlevel yaitu level 0 (visulisasi), level 1 (analisis), level 2 (abstraksi) dan level 3 (deduktif) dengan melalui 5 (lima) tahap yaitu tahap 1 (informasi), tahap 2 (orientasi terarah), tahap 3 (uraian), tahap 4 (orientasi bebas) dan tahap 5 (integrasi).hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaajran berdasarkan teori van Hiele mampu membangun pemahaman siswa pada konsep segiempat.
Mathematics Preservice Teachers’ Views on Mathematical Literacy Afifah, Ani; Khoiri, Miftahul; Qomaria, Nur
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : IIES Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.842 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v1i3.45

Abstract

This study aims to know mathematics preservice teachers? common sense understanding of mathematical literacy. The results will later be used to design a learning program to introduce mathematical literacy to preservice teachers so that they have a better understanding of mathematical literacy. Data were collected by giving questionnaires to one hundred and eight mathematics preservice teachers. The result showed that mathematics preservice teachers? views on mathematical literacy can be categorised into 5 areas: 1) ability that has to do with problems in people?s daily life, 2) communicating using mathematics concepts and properties, 3) interpreting mathematical sentences into everyday language or vice versa, 4) activity related to reading and writing about mathematics, 5)  basic knowledge of mathematics. Preservice teachers agreed that learning mathematics in schools should connect mathematical concepts with real-life problems. They are also ready to increase the mathematical literacy abilities of their future students.
Pemberdayaan Peserta Didik Melalui Program Kewirausahaan, Pendidikan Lingkungan, dan Budaya Literasi Mabaroh, Barotun; Sugianti, Sugianti; Nadif, Achmad; Khoiri, Miftahul; Sulistyowati, Evi
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v3i1.1420

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) bertujuan membangun jiwa kewirausahaan, mengolah sampah menjadi barang berguna, dan menciptakan budaya literasi bagi siswa-siswi di lingkungan sekolah MA Al Furqon Bugul Lor Kota Pasuruan. Kegiatan berupa penyampaian sosialisasi dan pelatihan pembuatan coklat praline. Selain itu, tim pengabdian KKNT juga memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari kain perca menjadi gantungan kunci, bross, dan kotak pensil. Kegiatan pendidikan lingkungan berupa sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai pembuatan tempat sampah organik dan nonorganik serta penanaman tanaman hias pada botol bekas. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa-siswi menyadari betapa pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan terakhir adalah meningkatkan budaya literasi bagi siswa-siswi melalui pembuatan papan motivasi, labelling, dan penataan ulang perpustakaan sekolah menjadi ruang baca yang lebih representatif. Hasil dari kegiatan KKNT mendapatkan respon dan apresiasi yang memuaskan dari pihak sekolah. Tim pengabdian KKNT berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mendorong kreatifitas siswa-siswi.
Analisa Gangguan Rele Differential Busbar di GISTET 500 kV Durikosambi Jakarta Barat Khoiri, Miftahul; Muslim, Muslim
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i2.002

Abstract

Tenaga listrik merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Keandalan sistem tenaga listrik akan menjadi prioritas utama dalam sistem penyaluran tenaga listrik dari pembangkit menuju konsumen. Gardu induk merupakan salah satu sub sistem penyaluran tenaga listrik dari tegangan ekstra tinggi menuju tegangan rendah yang kemudian disalurkan ke konsumen. Busbar merupakan bagian utama pada instalasi di Gardu Induk yang berfungsi sebagai titik pertemuan peralatan-peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik atau daya listrik. Untuk memenuhi keandalan sistem pada Gardu Induk, tentunya pada busbar memiliki pengaman atau sistem proteksi dari gangguan. Rele proteksi busbar bekerja berdasarkan prinsip rele differential dimana membandingkan arus yang masuk dan arus keluar pada CT1 terhadap CT2. Di GISTET 500 kV Durikosambi menggunakan sistem double busbar dengan konfigurasi satu setengah PMT (3 PMT). Gangguan pada GISTET 500 kV Durikosambi terjadi pada saat manuver pemberian tegangan IBT 2 yang terhubung dengan beban sistem 500/150 kV. Gangguan terbaca fasa ke tanah yang mengakibatkan rele differential busbar bekerja. Dari hasil Analisa, rele differential busbar bekerja dikarenakan adanya pembacaan arus yang tidak seimbang sehingga mengakibatkan trip Busbar A yang terhubung dengan IBT 2