p-Index From 2017 - 2022
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Hariadi Darmawan, Hariadi
Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDY TINGKAT KEMATANGAN OOSIT KAMBING PE YANG DIKULTUR SECARA IN VITRO PADA 22 JAM Darmawan, Hariadi; Supartini, Nonok; Dendo, Yulius
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.407 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pematangan oosit secara in vitro pada kambing pe. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui peranan growth factor gdf-9 dan egf yang dapat meningkatkan jumlah oosit berkualitas baik pada pematangan oosit secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini 46 oosit yang diperoleh dari kambing betina kelompok dewasa kelamin dan prapubertas. Ovarium dibawah kelaboratorium dalam termos air hangat dengan suhu 380C selama 22 jam. Pengamatan dilakukan berdasarkan tingkat pengembangan ekspansi cumulus kualitas A. penelitian ini dilakukan dengan 5 kali ulangan. analisa data yang digunakan adalah pengembangan ekspansi cumulus kualitas A dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa kualitas oosit hasil pematangan secara in vitro berdasarkan pengembangan ekspansi cumulus pada oosit kambing PE diperoleh 50 %. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kualitas oosit kambing PE pada hasil pematangan in vitro berdasarkan pengembangan ekspansi cumulus kualitas A dan keberadaan polar body di pengaruhi oleh growth factor GDF-9 dan EGF. Disarankan agar oosit dari kambing dapat digunakan untuk maturation.Agar data yang di hasilkan lebih lanjut perlu dilakukan dengan perlakuan yang lebih banyak oosit dari kambing
TINGKAT KONSUMSI, KONVERSI DAN INCOME OVER FEED COST PADA PAKAN AYAM KAMPUNG DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN Mazi, Khairul; Supartini, Nonok; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.722 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan Desa Dadaprejo, Sumbersekar, Kota Batu, Kabupaten Malang Jawa Timur, pada bulan Agustus 2013 sampai September 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat protein dan enzim yang berpengaruh pada konsumsi, konversi, IOFC, dan bobot badan ayam kampung, serta mengetahui komposisi terbaik antara protein pakan dan penambahan enzim. Materi yang digunakan adalah ayam kampung yang dipelihara mulai umur 7 hari sampai 60 hari sebanyak 180 ekor yang berasal dari persilangan antara ayam kedu dengan ayam Bangkok. Penelitian ini terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu P1E1 (Protein 17% + Enzim 0,05%), P1E2 (Protein 17% + Enzim 0,075%), P1E3 (Protein 17% + Enzim 0,1%), P2E1 (Protein 16% + Enzim 0,05%), P2E2 (Protein 16% + Enzim 0.075%), P2E3 (Protein 17% + Enzim 0,1%), P3E1 (Protein 15% + Enzim 0,05%), P3E2 (Protein 15% + Enzim 0,075%), P3E3 (Protein 15% + Enzim 0,1%), P4E1 (Protein 14% + Enzim 0,05%), P4E2 (Protein 14% + Enzim 0.075%), P4E3 (Protein 14% + Enzim 0,1%). Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dilanjutkan dengan Uji BNT. Ayam penelitian memiliki ciri fisik yang sama dengan ayam kedu. Uji statistik menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap masing-masing variabel penelitian. Penelitian dengan nilai perlakuan terbaik terhadap bobot badan, konsumsi, konversi, dan IOFC berturut-turut yaitu: P2E2 sebesar 539.64 gram; P2E2 sebesar 1.599,12 gram; P1E2 sebesar 2,78; P1E2 sebesar 6.832,63
UJI KIMIAWI SILASE DAUN TEBU DENGAN PERLAKUAN DAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Darmawan, Hariadi; Handayani, Sri; Pekuwali, Yunita Rambu Babang
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to determine the chemical quality of sugarcane leaf silage at different fermentation times. Silage chemical tests include crude protein content, total acid and pH. The research design used was Factorial Completely Randomized Design, namely Factor I = Silage with sugar cane leaf basal material consisting of 2 levels, namely P1 = Molases (without EM4), P2 = Molases with EM4 and Factor II = Duration of fermentation consisting of 3 levels namely T0=0 days, T5 =5 days, T10 =10 days so that there were 6 combinations of treatments. Each treatment was repeated 4 times. The results of a combination of treatments with the addition of EM4 and the length of fermentation in sugarcane leaf silage showed no significant differences in crude protein and pH while in total acid showed a very significant difference. The best treatment is P2T10 which is crude protein content 11.06 ± 4.89, total acid 4,39 ± 0,77 and pH 4,6 ± 0,84. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas kimia silase daun tebu pada lama fermentasi yang berbeda. Uji kimia silase meliputi kandungan Protein kasar, Total Asam dan pH. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yaitu Faktor I= Silase dengan bahan basal daun tebu yang terdiri atas 2 aras yaitu P1=Molases (tanpa EM4), P2=Molases dengan EM4 dan Faktor II= Lama fermentasi yang terdiri atas 3 aras yaitu T0=0 hari, T5=5 hari, T10=10 hari sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian kombinasi perlakuan dengan penambahan EM4 dan lama fermentasi pada silase daun tebu menunjukkan tidak perbedaan yang nyata pada protein kasar dan pH sedangkan pada total asam menunjukkan perbedaan yang sangat nyata. Perlakuan terbaik adalah P2T10 yaitu kandungan protein kasar 11,06 ± 4,89, total asam 4,39 ± 0,77 dan pH 4,6 ± 0,84.
PENGARUH PERBEDAAN LEVEL PEMBERIAN TEPUNG KECAMBAH TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM KEDU Darmawan, Hariadi; Susanti, Sri; Duka, Andro Umbu
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to study the effect of using flour sprouts on feed intake and eggs production of Kedu chicken. The material consisted of 16 Kedu chickens, yellow corn, pollard, meat flour, minerals, dl-methionine 2%, lysine 0.50%, tomato waste, vegetables waste, fish waste, sprouted flour. Sprouted flour was giving as much as 5-15% in the feed. The study used an experimental method, designed in a completely randomized design (CRD) with 4 treatments 4 replications. The treatments tested were P0 (Feed without sprouts), P1 (Feed + 5% flour sprouts), P2 (Feed + 10% flour sprouts), P3 (feed + 15% flour sprouts). The results showed that the addition of 5-15% sprouts to the feed had no significant effect (P>0.05) on feed intake and egg production of Kedu chicken. The addition of flour sprouts up to 15% in feed gives the same response to feed intake and egg production of Kedu chicken. It is recommended to further research about the addition of flour sprouts with levels that are more varied or higher than 15%, so that they can provide more accurate information about the potential of sprouts flour as chicken feed. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh penggunaan tepung kecambah dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan produksi telur ayam Kedu. Materi yang digunakan terdiri dari 16 ekor ayam Kedu, jagung kuning, pollard, tepung daging, mineral, dl-metionin 2%, lisin 0,50%, limbah tomat, limbah sayur, limbah ikan, tepung kecambah. Penggunaan tepung kecambah sebanyak 5-15% dalam pakan. Penelitian menggunakan metode percobaan, dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0 (Pakan ransum tanpa kecamba), P1 (Pakan ransum+5% tepung kecambah), P2 (Pakan ransum + 10% tepung kecambah), P3 (pakan ransum + 15% tepung kecambah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kecambah sebanyak 5-15% pada pakan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan produksi telur ayam Kedu. Penambahan tepung kecambah hingga 15% pada pakan memberikan respon yang sama terhadap tingkat konsumsi dan produksi telur ayam Kedu. Disarankan perlu penelitian lebih lanjut tentang penambahan tepung kecambah dengan level yang lebih bervariasi atau lebih tinggi dari 15%, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang potensi tepung kecambah sebagai pakan ayam.
EVALUASI PRODUKSI KARKAS DAN NON KARKAS SAPI DI PERUSAHAN DAERAH RUMAH POTONG HEWAN KOTA MALANG Darmawan, Hariadi; Supartini, Nonok; Wetu, Nensita Ara
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the evaluation of local cow carcass and non-carcass production. The material used was 100 limosin cows at the age of 3 years.The equipment used was a scale, a set of tools for slaughtering process, a GOOD stamp for carcasses. The variables measured were life weight, carcass and non carcass weight, percentage carcass and non carcass. The results showed that the number of slaughtered local cows on slaughterhouse at Malang City is 100 cows/month, the live weight of local cows aged 3 years ranged from 53.116 kg per head. The average carcass weight was 290,18 kg, with the carcass percentage of 54,63 %, while the average non carcass weight was 103,92 kg with non carcass percentage 19,56 %. It can be concluded that the percentage of carcasses were quite good.To get a better percentage of carcasses, it was recommended to increase the slaughter weight of cows. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi produksikarkasdannon karkassapilokal di PD RPH Kota Malang. Materi yang digunakan adalah ternak sapi lokal sebanyak 100 ekor yang berumur 3 tahun. Peralatan yang digunakan adalah timbangan, seperangkat alat untuk proses penyembelihan, stempel BAIK untuk karkas. Variabel yang diukur adalah bobot hidup sapi limosin, bobot karkas, bobot non karkas, Persentase karkas, dan persentase non karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemotongan sapi lokal di PD RPH Kota Malang sebanyak 100 ekor/bulan, bobot hidup sapi lokal umur 3 tahunberkisar 53.116 kg per ekor. Rata-rata bobot karkas, sapi lokal umur 3 tahun adalah 290,18 kg, dan persentase karkas 54,63 %, sedangkan rata-rata bobot non karkas sebesar 103,92 kg dengan persentase non karkas 19,56 %. Dapat disimpulkan bahwa persentase karkas tergolong baik. Untuk mendapatkan persentase karkas yang lebih baik, disarankan meningkatkan bobot potong ternak sapi.
IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING (Studi Kasus Di Kecamatan Wajak Dan Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang) Riga, Gabriel Kaju; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan objek penelitian adalah peternak yang menetap di desa Ngembal kecamatan Wajak sebanyak 31 orang dan di desa Sempol kecamatan Pagak 50 orang serta daun tanaman pohon yang sering diberikan oleh peternak. Hasil penelitian menunjukkan macam daun tanaman yang diberikan ada 13 macam, yaitu daun Sengon (Paraserianthes falcataria), Gamal (Gliricidia sepium), Kaliandra(Calliandracalothyrsus), daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), Lamtoro (Leucaenaleucocephala), Pahitan (Tithonia diversivolia), Mahoni (Swieteria mahagoni), Daun randu (Ceiba petandra), Jolali, daun Kopi (coffea), daun Apukat (Persea americana), daun Singkong (Manihot utilissima), daun Mindi (Melia azedarach). Dari kedua wilayah rata-rata penggunaan daun tanaman adalah daun nangka(Artocarpus heterophyllus) 65%, daun gamal(Gliricidia sepium) 77%, daun sengon(Paraserianthes falcataria) 44% dan daun lamtoro(Leucaena leucocephala) 67,5%
PROFIL PAKAN DAN KONSUMSI HIJAUAN PAKAN TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (Studi Kasus Di Peternak Rakyat Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) Usvinit, Finsensiana; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know feed profile and forage consumption on goats of Peranakan Etawa. The benefits of this study are expected to provide information on the evaluation of the type of forage feed given as goat feed. This research was conducted in Prodo Village, Klampok Village, Singosari Sub-district, Malang Regency, East Java on 1st February 2017 to 2nd March 2017.Object in this research is goat farmer as respondent counted 50 people with criteria that have goat herd, number of ownership of goats ? 2 heads, long breeding ? 5 years. Number of livestock observed as many as 65 goats (adult 33 heads, young 22 heads and till 10 heads). The method used is case study with descriptive data presentation. Primary data collection was obtained from respondents using questionnaires, interviews, observation and documentation. Secondary data are documents of village government, books, library materials, and literature. Sampling by purposive sampling. The variables observed were frequency and amount of forage feed, consuption of forage feed. The results of this studyshowed that most animal feed given to goast is paitan, grassy field, and kaliandra, The consumption of forage for goat feed at researchlocation of dry matter consumption value BK / ST livestock unit (ST) is 12,92 kg / ST equal to 3,9% from body weight. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil pakan dan konsumsi hijauan pada ternak kambing Peranakan Etawa. Penelitian dilaksanakan di Dusun Prodo, Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur mulai tanggal 1 Pebruari 2017 sampai 2 Maret 2017. Materi penelitian adalah peternak kambing sebanyak 50 orang, dengan kriteria peternak memiliki ternak kambing ? 2 ekor, lama beternak ? 5 tahun. Jumlah ternak yang diamati sebanyak 65 ekor kambing ( dewasa 33 ekor, muda 22 ekor, dan anakan 10 ekor). Metode yang digunakan studi kasus dengan penyajian data secara deskriptif. Data primer diperoleh dari responden menggunakan teknik kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder dari data dokumen pemerintah Desa, buku, bahan pustaka, dan literature. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang diamati adalah frekuensi dan jumlah pemberian pakan hijauan, konsumsi pakan hijauan. Hasil penelitian menunjukan pakan ternak yang paling banyak diberikan kepada kambing adalah paitan, rumput lapang, dan kaliandra. Konsumsi hijauan pakan ternak kambing nilai bahan kering (BK)/satuan ternak (ST) adalah 12,92 kg/ST setara dengan 3,9% dari bobot badan.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK (Lactobacillus plantarum) TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR (PK) DAN N FESES PADA ITIK PETELUR FASE LAYER Motu, Maria Serviana; Fitasari, Eka; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimulai pada tanggal 02 Juli ? 05 September 2012 di Laboratorium Lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Analisa proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan MakananTernak Universitas Brawijaya. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus plantarum pada pakan terhadap kecernaan protein kasar dan N feses pada itik Khaki Campbell. Materi penelitian yang digunakan adalah itik Khaki Campbell umur 6 bulan, jenis kelamin betina sebanyak 18 ekor dengan bobot badan 1,6 kg. Penelitian menggunakan 6 perlakuan : B0S1 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 25%), B0S2 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 35 %), B0S3 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 45 %), B1S1 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 25%), B1S2 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 35%), B1S3 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 45%) Variabel yang diamati yaitu kecernaan protein kasardan N feses. Metode yang digunakan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang tidak nyata terhadap kecernaan protein kasar (P>0,05), N feces (P>0,05). Penggunaan probiotik dalam pakan memberikan kecernaan protein (1430.84%) dan N feses (31.66g).
EFISIENSI REPRODUKSI TERNAK KAMBING DI DESA KLAMPOK KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG (StudiKasus Di KecamatanSingosari,Kabupaten Malang) Mbapa, Stefanus Wua Prada; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari dan mengevaluasi efisiensi reproduksi ternak kambing.Materi penelitian 60 peternak di Desa Klampok dan 348 ekor kambing meliputi dewasa, muda dan cempe. Metode yang digunakan adalah studi kasus, penelitian yang dirancang khusus untuk mempelajari secara rinci dan mendalam sebuah khasus.Variabel yang diamati gambaran umum , reproduksi ternak, serta efisiensi reproduksi ternak meliputi umur pertama ternak dikawinkan, umur -rata sapih, rata kelahiran, serta lama waktu kawin pertama setelah beranak. Tingkat kelahiran cempe betina lebih tinggi dibandingkan kelahiran cempe jantan. Penampilan efisiensi reproduksi menunjukanumur pertama dikawinkan, jantan 19,42 betina 15,72, umur sapih, jantan 3,93 betina 3,79, rata-rata jumlah anak dilahirkan 2,06 (ekor/tahun), dan kawin pertama setelah beranak 5,92% bulan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemeliharaan kambing masih tradisional. Nilaiefisiensi reproduksi yaitu 2,31/ekor/induk/tahun.Nilai ini cukup efisien karena adanya keinginan peternak dalam pengembangan hasil produksi anak dipersiapkan sebagai ternak bibit sehingga penampilan anak adalah pertimbangan utama anak dapat dijual dengan harga tinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA FORMULASI PAKAN DENGAN PROTEIN KASAR YANG BERBEDA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN PADA AYAM KAMPUNG Keiya, Ronald; Sumarno, Sumarno; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2014, di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.Analisis proksimat dan kecernaan dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik dalam 3 formulasi pakan yang berbeda terhadap kecernaan protein ayam kampung. Penelitian menggunakan 8 perlakuan yaitu: P0K1= PenggunaanProbiotik G + BR1 (100% pakan kontrol), P1K1 = ProbiotikGa + PK 20%, P2K1 = Probiotik Ga + PK 18%, P3K1 = Probiotik Ga + PK 19%, P0K2 = PenggunaanProbiotik A + BR1 (100% pakan kontrol), P1K2 = Probiotik Ag + PK 20%, P2K2 = Probiotik Ag + PK 18% dan P3K2 = Probiotik Ag + PK 19%. Probiotik G (Bacillus sp) dan probiotik A (Lactobacillus). Masing ? masing perlakun diulang 3 kali. Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola tersarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik pada pakan dengan level protein yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (79,63%) dan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar (89,17%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik Bacillus sp dalam pakan dengan PK 19% pada P2K1, memberikan pengaruh terhadap kecernaan bahan kering yang tinggi yakni 79,63% pada ayam kampung serta penggunaan probiotik Bacillus sp dalam pakan dengan PK 18% pada Perlakuan P3K1, memberikan pengaruh terhadap kecernaan protein kasar yang tinggi yakni 89,17% pada ayam kampung.