Endah Yulianingsih, Endah
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Berisiko Tertular HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri Di Kota Gorontalo Yulianingsih, Endah
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia dewasa ini. Penyakit ini terdapat hampir disemua negara di dunia tanpa kecuali termasuk Indonesia. Remaja lebih mudah melakukan penyesuaian dengan arus globalisasi dan arus informasi yang bebas yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan perilaku menyimpang karena adaptasi terhadap nilai-nilai yang datang dari luar, seperti narkoba, kriminal, dan kejahatan seks bebas yang dapat membahayakan mereka karena bisa terjangkit berbagai penyakit kelamin terutama HIV/AIDS. Perubahan perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposing, enabling, reinforcing. Hasil penelitian diperoleh  lima variabel yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tindakan berisiko tertular HIV/AIDS pada siswa SMA Negeri di Kota Gorontalo yaitu variabel pengetahuan, sikap, religiusitas, keterpaparan media informasi, pengaruh teman sebaya, Penelitian ini menghasilkan  variabel yang memiliki hubungan yang sangat dominan yaitu variabel religiusitas.   Kata kunci:  Tindakan Berisiko Tertular HIV/AIDS, Pengetahuan, Sikap, Religiusitas, Keterpaparan Media.   Abstract HIV / AIDS is the world’s problems. The disease is found in almost all countries in the world including Indonesia. Teens easier to make adjustments with globalization and the free flow of information that can lead to deviant behavior change because of adaptation to the values ​​that come from outside, such as drugs, crime, and sex crimes that could harm them because it can be infected with venereal diseases especially HIV / AIDS. Health behavior change is influenced by three factors: factors predisposing, enabling, reinforcing. The results obtained by the five variables that showed significant association with risk measures infected with HIV / AIDS in the State high school students in the city of Gorontalo is variable knowledge, attitudes, religiosity, media exposure information, peer influence, this study generates a variable that has a very dominant relationship namely religiosity variables. Keyword:        Action risk of contracting HIV / AIDS, Knowledge, Attitude, Religiosity, Media Exposure.
Teknik Massage Counterpressure terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala l Fase Aktif pada Ibu Bersalin di RSUD. Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo Yulianingsih, Endah; Porouw, Hasnawatty Surya; Loleh, Suwarni
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.797 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.374

Abstract

Nyeri persalinan dapat mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut, khawatir dan menimbulkan stress. Stress dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama. Kondisi ini membuat sebagian besar ibu memilih cara yang paling cepat dan gampang untuk menghilangkan nyeri. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Masase Conterpresure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Pada Massase Conterpresure Penurunanan Nyeri Kala 1 Fase Aktif  Pada Ibu Bersalin di RSUD Dr MM Dunda Limboto 2018.Penelitian ini termasuk jenis penelitian Pre Eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design, dimana peneliti akan menganalisis Efektifitas Massase Conterpresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif di RSUD Dr M.M  Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018.  Tehnik pengambilan sampling menggunakan Purposive sampling.Hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon di dapatkan hasil p value =0,000(<?=0,05). Hal ini berarti ada Efektifitas massage conterpresure terhadap penurunan intensitas nyeri kala I fase aktif di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018.Kesimpulan: ada efektifitas massase conterpresure terhadap penurunana intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif pada ibu bersalin di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
PEMBERDAYAAN REMAJA DESA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN COVID-19 Olii, Nancy; Rasyid, Puspita Sukmawaty; Yulianingsih, Endah; Sujawati, Sri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3742

Abstract

Abstrak: Tingginya prevalensi infeksi saluran kemih dan infeksi saluran reproduksi serta kanker payudara perlu dicermati dengan tindakan pencegahan melalui manajemen kesehatan menstruasi (MKM) dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penyakit  ini mulai mengarah pada usia yang lebih muda, maka usia remaja (13-20 tahun) juga perlu melakukan MKM dan SADARI secara rutin sebagai upaya pencegahan. Kesadaran individu melakukan MKM dan SADARI ditentukan oleh pengetahuan sehingga perlu dilakukan upaya promosi kesehatan melalui Leaflet, booklet dan video. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi, simulasi dan praktik kepada remaja agar memahami tentang MKM, SADARI, dan pencegahan COVID-19, dan mampu melakukan secara mandiri, sehingga remaja mampu memberikan edukasi kepada teman sebayanya. Tahapan kegiatan terdiri dari (1) Mendistribusikan leaflet, booklet dan video; (2) Memberikan edukasi, simulasi, dan praktik tentang MKM, SADARI, dan pencegahan COVID-19; (3) Membentuk kelompok remaja sebaya; (4) Peserta memberikan edukasi kepada teman sebaya. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja dengan rata-rata sebelum diberikan edukasi, simulasi dan praktik 52,22 dan meningkat menjadi 88,17 yang dievaluasi melalui kuisioner. Peserta juga mampu mempraktikkan secara mandiri cara melakukan SADARI yang dievaluasi melalui check list, serta mampu memberikan edukasi kepada teman sebayanya.  Abstact: The high prevalence of urinary tract infections and reproductive tract infections as well as breast cancer needs to be monitored with preventive measures through Menstrual Health Management (MHM) and BSE. This disease starts to lead to the younger age, so adolescents (13-20 years) also need to routinely carry out MHM and BSE as a preventive measure. Individual awareness of MHM and BSE is determined by knowledge that health promotion efforts need to be made through leaflets, booklets and videos. The aim of this activity was to provide education, simulation and practice to adolescents in order to understand about MHM, BSE, and the prevention of COVID-19, and to be able to do it independently, so that teenagers are able to provide education to their peers. The activity stages consisted of (1) Distributing leaflets, booklets and videos; (2) Providing education, simulations, and practices regarding MHM, BSE, and prevention of COVID-19; (3) forming peer youth groups; (4) Participants provide peer education. The results achieved were an increase in adolescent knowledge on average before being given education, simulation and practice of 52.22 and increased to 88.17 which was evaluated through a questionnaire. Participants were also able to independently practice how to do BSE which is evaluated through a check list, and are able to provide education to their peers.
Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Pemeriksaan Antenatal Care di Puskesmas Se- Kabupaten Boalemo Porouw, Hasnawatty Surya; Sujawaty, Sri; Podungge, Yusni; Yulianingsih, Endah; Igirisa, Yusni Igirisa
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 1 (2021): Maret (Supplement: The 2nd Virtual Gorontalo International Nursing Conference 20
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v13i1.1397

Abstract

Keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat di ukur melalui angka kematian ibu (AKI). Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan ibu hamil adalah dengan melihat tercapainya pemeriksaan kehamilan yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan Antenatal Care di Puskesmas se-Kabupaten Boalemo. Populasi dalam penelitian sebanyak 290 responden dengan sampel 166 ibu hamil trimester III yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 105 responden (58,4%) dalam kategori pemeriksaan antenatal care yang tidak teratur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariate menggunakan uji regresi logistic. Hasil analisis menggunakan Uji Chi-Kuadrat menunjukkan variable umur (p value= 0,435 dan OR 0,745), jarak (p value= ,0,513 dan OR 0,804), penghasilan (p value= ,0,402 dan OR 1,310) dan media informasi (p value= ,0,414 dan OR 0,676) yang artinya variable tersebut tidak memiliki hubungan dengan pemeriksaan antenatal care. Sedangkan variabel pendidikan (p value=0,034 dan OR 2,573), pekerjaan (p value= ,0,002 dan OR 2,733), paritas (p value= ,0,000 dan OR 3,828), pengetahuan (p value= ,0,002 dan OR 2,813), dukungan suami (p value= ,0,001 dan OR 2,937) dan budaya (p value= ,0,013 dan OR 2,259) memiliki hubungan yang signifikan dengan pemeriksaan antenatal care. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel dominan yang berhubungan dengan pemeriksaan ANC adalah variabel paritas dengan Odds Ratio (OR) sebesar 5,01 ibu yang memiliki paritas multipara beresiko 5,01 kali mengalami kunjungan antenatal tidak teratur setelah dikontrol variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, dukungan suami dan budaya.
Tempe Juice As An Alternative Treatment For Anemia In Adolescent Girls Yulianingsih, Endah; Porouw, Hasnawatty Surya; Podungge, Yusni; Igirisa, Yusni; Yanti, Febri Dwi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.756

Abstract

The highest prevalence of anemia is found in Southeast Asia, with an estimated 60% of children experiencing anemia. Young women are at a higher risk of developing anemia compared to boys. Anemia has a negative impact on adolescents which can cause physical growth, behavioral and emotional disorders. This study aims for this study to see the effect of tempeh spice juice on increasing hemoglobin levels in adolescent girls. The research design was quantitative pre-experiment using the One Group Pre Test-Post Test design. The research subjects were 30 young women who were included in the inclusion criteria. This study was tested using the statistical paired sample t-test, obtained sig 0.002 less than 0.005. The average hemoglobin level before being given tempeh spice juice was 13, 123 and the average hemoglobin level after being given tempeh spice juice was 13, 910. The results of this study have a significant effect on the presentation of tempeh spice juice on the hemoglobin levels of adolescent girls. The results of this study can be used as an alternative in an effort to reduce the prevalence of anemia, with naturally occurring preparations that make it more plausible for young women.