Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pra Rancang Bangun Asap Cair dari Potongan Kayu dengan Kapasitas 3000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Coloumn Zeolit Aktif dan Karbon Aktif Sari, Mila Puspita; Iskandar, Taufik; Anggraini, S.P. Abrina
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kayu olahan dapat dimanfaatkan untuk dijadikan asap cair. Asap cair dapat digunakan sebagai antimikroba, antioksidan, anti rayap dan memberikan efek warna. Berdasarkan sifat-sifat ini, perusahaan akan memanfaatkan limbah kayu olahan sebagai asap cair yang akan digunakan sebagai pengawet dan pewarna kayu. Asap cair dalam proses ini diperoleh dengan mengembunkan asap yang dihasilkan melalui cerobong pirolisis. Selain itu, asap cair yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pengawet, antioksidan, disinfektan, atau sebagai biopeptisida. Produk produk asap cair dibagi menjadi tiga kelas, yaitu grade 3, grade 2 dan grade 1. Liquid Smoke Grade 3 adalah output asap cair pertama dalam reaktor pirolisis. Asap cair kelas 3 belum layak untuk pengawet makanan atau rasa karena di kelas ini asap cair masih bercampur dengan tar yang merupakan komponen residu pembakaran yang tidak lengkap. Selain tar, asap cair tingkat 3 mengandung senyawa Polycyclic Hydrocarbon (HPA) Aromatik yang terbentuk selama proses pirolisis asap cair. Desain asap cair ini diharapkan menghasilkan 3000 ton / tahun dengan waktu operasional 300 hari selama 18 jam dibagi menjadi 3 shift. Lokasi produksi berada di wilayah Pasuruan. Total Capital Invesment (TCI): Rp16.656.394.370,-, Return Of Invesment (ROIBT): 34,55 %, Return Of Invesment (ROIAT): 31,09%, Pay Out Time (POT): 2,8 tahun, Break Even Point (BEP): 35,01%, Internal Rate Of Return (IRR) : 28,65%. Kata-kata kunci : Pre rancang pabrik, Asap cair, pirolisis ABSTRACT Utilization of waste processed wood can be utilized to be made into liquid smoke. Liquid smoke can be used as an antimicrobial, antioxidant, anti-termite and provide a color effect. Based on these traits, the company will utilize waste of processed wood as liquid smoke which will be used as preservative and wood dye. Liquid smoke in this process is obtained by condensing the fumes produced through the pyrolysis chimney. In addition, the resulting liquid smoke can be used as raw material preservatives, antioxidants, disinfectants, or as a biopepticide. The liquid smoke product product is divided into three grades, namely grade 3, grade 2 and grade 1. Liquid Smoke Grade 3 is the first liquid smoke output in the pyrolysis reactor. Class 3 grade liquid smoke is not yet feasible for food preservatives or flavors because in this class, liquid smoke is still mixed with tar which is an incomplete combustion residue component. In addition to tar, grade 3 liquid smoke contains an Aromatic Polycyclic Hydrocarbon (HPA) compound formed during the pyrolysis process of liquid smoke. This liquid smoke design is expected to produce 3000ton / year with a 300-day operational time for 18 hours divided into 3 shifts. The location of production is in the region of Pasuruan. Total Capital Invesment (TCI): Rp16.656.394.370,-, Return Of Invesment (ROIBT): 34,55 %, Return Of Invesment (ROIAT): 31,09%, Pay Out Time (POT): 2,8 tahun, Break Even Point (BEP): 35,01%, Internal Rate Of Return (IRR) : 28,65%. Keywords : pre design factory, liquid smoke, pyrolisis
Perbandingan Kerja Antar Bahan Pengisi pada Menara Cooling Tower dengan Sistem Destilasi Uap Ayyam, Khoirul; Sari, Mila Puspita; Ma’sum, Zuhdi; P., Wahyu Diah
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Prinsip kerja Menara Pendingin adalah penukar panas yang berfungsi untuk mengurangi suhu aliran air yang dibawa dari kondensor dengan mengekstraksi panas dari air. Mekanisme penurunan suhu dilakukan dengan kontak langsung dengan udara sehingga sebagian kecil air menguap dan suhu cairan turun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio kerja antara bahan pengisi di Tower Cooling Tower untuk menurunkan suhu air pendingin pada sistem destilasi steam. Pengisi pada pengisi menggunakan pipa PVC dan kaleng bekas. Tes ini dilakukan 5 kali percobaan dan setiap percobaan suhu tercatat sebanyak 5 kali pengukuran. Pengukuran suhu dicatat mulai dari destilat tetes pertama. Ketika proses sirkulasi air di menara Cooling Tower telah berlangsung maka suhu diukur dan dicatat terus menerus setiap 30 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan filler kaleng lebih efektif pada temperatur 260C hingga 380C. Kata kunci: Menara Pendingin, menara pendingin pengisi, filler PVC, filler kaleng bekas . ABSTRACT Working principle Cooling Tower is a heat exchanger that serves to reduce the temperature of the water flow carried from the condenser by extracting the heat from the water. The temperature drop mechanism is carried out by direct contact with air so that a small portion of the water evaporates and the liquid temperature drops. The purpose of this research is to know the working ratio between filler material in tower Cooling Tower to lower cooling water temperature in steam distillation system. Fillers on filler using PVC pipes and used tins. This test was performed 5 times experiment and each experiment of temperature was recorded as much as 5 times the measurement. Temperature measurements are recorded starting from the first drip destilat. When the process of water circulation in the tower Cooling Tower has lasted then the temperature is measured and recorded continuously every 30 minutes. The results showed that the use of canned filler was more effective at temperatures of 260C up to 380C. Keywords : Cooling Tower, filler cooling tower, filler PVC, filler used tins