Annytha Ina Rohi Detha, Annytha Ina Rohi
Bagian Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi Kimiawi dan Fraksinasi Protein Susu Kuda Sumba (THE CHEMICAL COMPOSITION AND PROTEIN FRACTIONATION OF SUMBA MARE’S MILK) Annytha Ina Rohi Detha; Mirnawati Sudarwanto; Hadri Latif; Frans Umbu Datta
Jurnal Veteriner Vol 15 No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study were to determine both chemical composition and fraction of the proteincompounds of sumba mare’s milk. Determination of the chemical compositions of sumba mare’s milk havedone by analyzing protein content using the Kjeldahl method, fat content using Gerber method, lactosecontent and the total solids content. Identification of antimicrobial compounds of whey proteins in milkusing high performance liquid chromatography (HPLC) method. The results showed that the average ofsumba mare’s milk contained protein, fat, lactose and total solids were; 1.82%, 1.67%, 6.48% and 11.37%respectively. The average value of protein and fat in sumba mare’s milk was decrease significantly at fifthmonth of lactation period. Based on identification of antimicrobial compounds using HPLC method, thereare six main peaks with different polarities and retention times. In conclusion, sumba mare’s milk havea balance composition that can be used as a source of nutritious food and the milk likely also has six mainantimicrobial compounds in its whey protein.
Penggunaan Antibiotik yang Kurang Tepat pada Peternakan Babi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Annytha Ina Rohi Detha; Diana Agustiani Wuri; Filomena Ramos; Desi Biru; Anita Lakapu; Margie Mila Meha
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.162

Abstract

Misuse of antibiotics has the potential to accelerate the emergence of types that are resistant to inappropriate drugs. This study aims to evaluate the inappropriate use of antibiotics in pig farms in the City of Kupang, East Nusa Tenggara. This antibiotic use evaluation study was conducted from March to May 2018. This study was conducted on 100 pig farmers spread across 6 (six) districts in Kupang City. The sampling technique was done by stratified random sampling method based on the characteristics or types of the population. This research used descriptive analysis method from the results of questionnaire data collection that had been filled out by pig farmers in Kupang City. Based on the results obtained that 84% of pig farmers or respondents did not know the function of antibiotics, and 83% of respondents did not know that the administration of antibiotics must be done with the supervision of a veterinarian. The results also showed that 86% of pig farmers buy antibiotics without a veterinarian’s prescription, with the type of antibiotics most often used were the tetracycline and sulfonamide groups. These results conclude that dominant respondents apply antibiotics without veterinary supervision, which can contribute to the spread of resistant bacteria so that it adversely affects human health.
PENERAPAN MANFAAT BOKASHI PADA PETERNAK SAPI DI DESA NGGORANG, KECAMATAN KOMODO MANGGARAI BARAT, NTT Annytha - Detha; Grace Maranatha; Nancy Foeh; Nemay Ndaong; Frans Umbu Datta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.235 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.288

Abstract

Tujuan yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan adalah memaksimalkan produktivitas peternakan sapi dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik Bokashi menggunakan probiotik yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Dalam mencapai tujuan ini, terdapat beberapa metode pencapaian tujuan yaitu pendekatan partisipasi aktif masyarakat berkolaborasi dengan Komponen Desa yang dimulai dari tahap perencanaan, termasuk pendataan dan pemetaan sumber daya yang tersedia; tahap pelaksanaan, yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan; tahap monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan pencapaian setiap aspek tujuan yang ada. Berkaitan dengan tujuan umum yang akan dicapai, maka dilakukan pengabdian untuk meningkatkan keasrian desa untuk menciptakan desa Agrowisata yang menjadi pusat padang penggembalaan yang bersih melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik menggunakan probiotik alami, yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Melalui pencapaian semua tujuan yang akan dicapai, desa mitra diharapkan akan meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui kelompok tani mitra yang mampu mengoptimalkan produktivitas peternakan melalui peningkatan keasrian wilayah melalui pemanfaatan limbah peternakan dan meningkatkan keterampilan pembuatan prebiotik yang secara nyata berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Understanding Level of Farmers on the Use of The Integrated Livestock Area in Nggorang Village, Komodo District, West Manggarai in East Nusa Tenggara Detha, Annytha; Foeh, Nancy; Ndaong, Nemay; Maranatha, Grace; Datta, Frans Umbu
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.136 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i4.21785

Abstract

The purpose of this community service activity is to support the Agro Tourism of Nggorang Village, Komodo District, West Manggarai to maximize the productivity of cattle farms by utilizing the availability of natural resources while empowering rice straw agricultural waste as the main source of feed by utilizing feed processing technology, creating a healthy environment in the village by supporting Agroeduwisata village and clean grazing center through the utilization of livestock feces waste into organic fertilizer using natural probiotics, which have an impact on environmental cleanliness. In achieving this goal, there are a number of methods for achieving the objectives, namely the active participation approach of the community in collaboration with the village component starting from the planning stage, including data collection and mapping of available resources; implementation phase; the monitoring and evaluation phase of the activities to ensure the achievement of all aspect of the objectives. Based on the results obtained in this activity, there is an understanding of the benefits and advantages of integrated grazing land that can be applied by farmers in Desa Nggorang village, Komodo District, West Manggarai in NTT  Keywords: Livestock centers; Agro-tourism; Komodo district
Teknologi Pengolahan Pakan Amoniase Pada Sapi di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo Manggarai Barat, NTT Ndaong, Nemay; Detha, Annytha; Datta, Frans Umbu; Foeh, Nancy; Maranatha, Grace
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.156 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i4.21798

Abstract

Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Maggarai Barat merupakan daerah yang cukup ideal untuk pengembangan ternak dan pemanfaatan limbah pertanian karena didukung oleh beberapa faktor antara lain daya dukung wilayah tempat sumber air yang ada dapat memenuhi air masyarakat kebutuhan sepanjang tahun dan ketersediaan limbah pertanian jerami padi. Tujuan dari pelaksanaan pelatihan pemrosesan pakan amoniase adalah untuk memaksimalkan produktivitas peternakan sapi dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam sambil memberdayakan limbah pertanian jerami padi sebagai sumber pakan utama dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan pakan. Oleh karena itu, pelatihan teknologi pengolahan pakan jerami telah menjadi limbah pertanian terbesar di Desa Nggorang. Berdasarkan hasil kegiatan yang ada, ada peningkatan pemahaman petani yang dicapai. Dengan demikian desa Nggorang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui kelompok tani mitra yang mampu mengoptimalkan produktivitas ternak melalui kemandirian dan kecukupan pakan ternak di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT  Kata Kunci: Agrowisata, Amoniase, Nggorang, Komodo
PENGELOLAAN DAN MANAJEMEN PETERNAKAN KELOMPOK PETERNAK SAPI DI TPA ALAK, KELURAHAN MANULAI II, KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG, NTT Annytha - Detha; Novalino H.G. Kallau
International Journal of Community Service Learning Vol. 4 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.447 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i1.24178

Abstract

Jumlah peternak yang memelihara ternak di TPA Alak yang berlokasi di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT semakin hari terus meningkat. Alasan peternak membiarkan sapi memakan sampah di TPA Alak karena di sekitar daerah tersebut sangat sulit untuk mendapatkan pakan sapi saat musim kemarau panjang. Beberapa kajian menyebutkan kondisi ini tidak saja menimbulkan efek toksik dan penyakit pada ternak, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi daging sapi dari sapi yang dipelihara di TPA Alak akibat keberadaan logam berat dalam sampah. Logam berat mampu terakumulasi dalam jaringan (daging) sehingga dapat menimbulkan penyakit pada manusia yang mengkonsumsi daging tersebut. Menoleh dari hasil kajian analisis situasi, dapat diidentifikasi masih  kekuatan/potensi yang dimiliki mitra yaitu sumberdaya manusia, lahan dan ketersediaan ternak, sesungguhnya kelompok peternak sapi di TPA Alak masih memungkinkan untuk tetap menyediakan sapi sehat dan peningkatan produktivitas peternakan yang berdampat peningkatakan ekonomi peternak. Namun oleh karena adanya kelemahan dan belum adanya pengetahuan yang baik dalam pemeliharaan yang baik dan ketrampilan pembuatan pakan yang minim, maka usaha pemeliharaan sapi oleh peternakan di sekitar wilayah Alak ini berpotensi menimbulkan bahaya laten baik bagi ternak sapi yang dapat mengancam penurunan populasi ternak, maupun bagi manusia yang mengkonsumsi daging sapi tersebut yang dapat menimbuklan potensi keracunan dan penyakit berbahaya lainnya. Pelatihan dilakukan untuk mengarahkan peternak dapat berupaya menyediakan pakan lokal yang sehat dengan memanfaatkan bahan dasar lokal yang tersedia di sekitar tempat tinggal seperti rumput dan jerami dalam rangka meningkatkan penyediaan pakan yang baik oleh peternak sehingga peternak tidak alagi memelihara ternaknya di TPA Alak. Kegiatan pendampingan dilakukan sebagai sarana percontohan dalam rangka mengarahkan peternak untuk dapat melihat hasil pakan yang dapat dimanfaatkan serta dapat meningkatkan minat dan ketertarikan dari peternak lain dalam kelompok peternak di TPA Alak. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program yang telah dilakukan serta mengevalusi kemajuan yang ada. Luaran yang dihasilkan berupa peningkatan kesadaran agar peternak meningkatkan mutu pola pemeliharaan untuk tidak lagi memelihara ternak di TPA Alak, namun secara swadaya membuat pakan silase yang berbahan baku lokal sehingga mudah diperoleh dan harga terjangkau sehingga mampu meningkatkan produktivitas peternakan oleh mitra maupun kelompok ternak di TPA Alak.
Aktivitas Antimikroba Sopi Terhadap Bakteri Patogen Salmonella Typhimurium dan Salmonella Enteritidis Annytha Ina Rohi Detha; Frans Umbu Datta
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v3i1.1026

Abstract

Sopi is a traditional drink from East Nusa Tenggara, made through a fermentation process that is derived from palm trees (Borassus flabellifer L.) which also has the potential to be used as an antimicrobial agent. The purpose of this study was to identify the antimicrobial activity of Sopi against pathogenic bacteria. Identification of the antimicrobial activity conducted in two stages, testing the alcohol content and acidity from sopi; and bioassay testing using pathogenic bacteria Salmonella Typhimurium and Salmonella Enteritidis. The results showed that the Sopi has antimicrobial activity against pathogenic bacteria Salmonella Typhimurium and Salmonella Enteritidis. Results of this research may be basic research to the development of Sopi as an antimicrobial agent.
TINGKAT KEJADIAN PARASIT Anisakis sp. PADA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN IKAN TONGKOL (Auxis thazard) YANG DIJUAL DI TEMPAT PENJUALAN IKAN PASIR PANJANG KOTA KUPANG Odulfus Salmon Hibur; Annytha Ina Rohi Detha; Julianty Almet; Irmasuryani .
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v4i2.1019

Abstract

Fish as a source of nutrients for the content of high value and high protein, omega 3, minerals and vitamins A and D for humans as well as human resources for the economy. Various species of tuna can be found in almost all waters of NTT, as a migration destination of the various species of tuna. Various species of marine fish known as intermediate host of different species of parasites, including nematodes Anisakis Anisakiasis which is the causative agent in humans. Anisakiasis can occur in humans after consumption of raw or undercooked fish infected by Anisakis sp, particularly in East Nusa Tenggara, the information about the fish Anisakis infection has not been reported and not well documented. Because it was in doing this research, conducted by collecting larvae of nematodes of the two species of tuna (Katsuwonus pelamis) tuna (Auxis thazard) from the sale of fish Pasir Panjang Kota Kupang. Organs are examined, namely the abdominal cavity, internal organs and muscle tissue. The larvae of nematodes be identified morphologically showed Anisakis sp, then separated for the calculation of Anisakis larvae. Parasites in fiksasi in 70% alcohol, followed by coloring Carmine, and the calculation of Anisakis larvae. The morphology, Anisakis sp. can be distinguished by other parasites by their ventriculus and mukron are clearly visible on Anisakis sp. under a stereo microscope. Anisakis sp . Found from the swordfish and fish skipjack all of them including Anisakis type i characterized by the presence of boring tooth on the tip of the anterior and mukron the percentage. Where as prevalence of the parasite Anisakis sp. on skipjack (Katsuwonus pelamis) that of 50 samples that were observed, as many as 8 samples were infected with Anisakis sp. with a prevalence of 16% value. While the tuna (Auxis thazard) of the 50 samples was observed, which infected 10 samples with grades prevalence of 20%.
Pengujian Residu Antibiotik Pada Susu Annytha Ina Rohi Detha
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v2i2.1005

Abstract

Pengobatan dengan antibiotik yang tidak sesuai prosedur yang tepat seringkali menimbulkan residu dapat menyebabkan masalah yang sangat merugikan peternak sapi perah, industri pengolah susu dan konsumen. Susu yang mengandung antibiotik tidak dapat digunakan untuk pembuatan susu produk fermentasi seperti yogurt dan keju. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap residu antibiotika dalam susu. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengidentifikasi residu antibiotika sehingga menekan efek samping antibiotika yang ada dalam susu. Sampel yang digunakan berupa susu segar sebanyak 6 sampel yang berasal dari peternakan sapi perah di Kunak, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pengujian residu dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Pengujian dilakukan dengan 2 cara yaitu uji residu antibiotika dan uji yoghurt. Berdasarkan hasil pengujian residu antibiotika, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sampel susu sapi segara yang diperiksa bebas dari residu antibiotika yang ditandai tidak terbentuknya zona bening di sekitar kertas cakram yang mengandung sampel susu segar. Hasil pemeriksaan residu antibiotika dengan uji yogurt pada keseluruhan sampel yang digunakan memberikan hasil negative yang ditandai dengan konsistensi susu menjadi kental. Hal ini mengindikasikan bahwa sampel susu yang diuji tidak mengandung residu antibiotik sehingga tidak menghambat pertumbuhan starter kombinasi dari Streptococcus termophillus, dan Lactobacillus bulgaris sehingga dapat membentuk yogurt pada sampel susu.
Identifikasi Coxiella brunetii Menggunakan Pengujian Polymerase Chain Reaction pada Kambing Di Kota Kupang Annytha Ina Rohi Detha
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v2i1.992

Abstract

Identification of Coxiella brunetii using polymerase chain reaction method in goats in Kupang area at Nusa Tenggara Timur had been done. Coxiella burnetii as causative of Q fever zoonosis in human and livestock and become public health problem. Q fever is considered an occupation hazard and caused epidemics in abattoir, scientific worker and livestock worker. This analysis using first Polymerase Chain Reaction and Nested Polymerase Chain Reaction as sets of primer to detect C. burneti. There are 40 sampel as the material to detect agent Q fever. The sample derived from one of the residential houses in Kupang. First and Nested PCR result to identification of Coxiella brunetii using PCR method showed that 40 samples did not contain the material genetic of C. burnetii in goats in Kupang Nusa Tenggara Timur.