Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DIRASAT Jurnal Manajemen

Tawaran Komplementer Hadis Nabi Untuk Gagasan “The Right Man On The Right Job”: Penelitian dan Pemahaman Hadis “Idhā Wussida al-Amr ila Ghayri Ahli-hi fa-Intaẓir al-Sā‘ah” Amrulloh, Amrulloh
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6104.539 KB)

Abstract

Abstrak: Artikel ini berupaya menangkap tawaran komplementer hadis Nabi yang berbunyi, “idhā wussida al-amr ilā ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” (jika urusan dikuasakan kepada bukan-ahlinya maka tunggulah hari kiamat) untuk salah satu gagasan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang sudah tidak asing lagi, yaitu “the right man on the right job” (orang yang tepat ditempatkan pada pekerjaan yang tepat), khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Sekilas, kedua ungkapan tersebut tampak sama, namun jika ditelaah lebih mendalam sebenarnya yang pertama bisa melengkapi dan menyempurnakan yang kedua. Walaupun hadis tersebut disampaikan sekitar 14 abad yang lalu, namun sikap apatis terhadap gagasan manajerial yang terkandung di dalamnya sebaiknya dikesampingkan dahulu, mengingat Rasulullah, sang penutur hadis, adalah seorang “manajer” bahkan leader di berbagai bidang, termasuk “pendidikan”. Dengan terlebih dahulu memastikan otentisitas dan validitas hadis Nabi tersebut—dengan mengaplikasikan teori-teori penelitian hadis konvensional, di sini akan diungkap sisi komplementer hadis “idhā wussida al-amr ilā ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” untuk gagasan “the right man on the right job”. Asal hadis Nabi tidak dipandang secara kaku dan tekstual, tawaran komplementernya terhadap konsep-konsep dan gagasan-gagasan manajerial sebenarnya tidak patut dikesampingkan, apalagi dilupakan.Abstract: This article attempts to capture a complementary offer of Prophetic hadīth, which says, “idhā wussida al-amr ila ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” (if cases given to the non-experts then wait for the doomsday) for one of the human resource management idea, which is already familiar, namely “the right man on the right job,” especially in the context of Islamic education. At first glance, those two words seem have the same mean, but when examined more deeply the first one can complement and enhance the latter. Although the hadīth is delivered about 14 centuries ago, but apathy toward the managerial ideas contained in it should be ruled out, because the Prophet Muhammad—narrator of the hadīth—is a “manager” and even a leader in many fields, including the “education.” Firstly, verifying the authenticity and validity of the hadīth  must be conducted. By applying the theories of conventional research of hadīth, the complementary side of the hadīth that says, “idhā wussida ila al-amr ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah,” for the idea that says, “the right man on the right job,” will be revealed here. As long as the Prophet’s hadīth is not viewed as rigid and textual, complementary offer to the concepts and ideas of managerial actually not be dismissed and forgotten.
GURU SEBAGAI ORANG TUA DALAM HADIS “AKU BAGI KALIAN LAKSANA AYAH” Amrulloh, Amrulloh
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.532 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu peran yang dituntut untuk dimainkan oleh guru sebagai pendidik di sekolah adalah peran orang tua, mengingat guru memang adalah orang tua kedua di sekolah. Setidaknya karena itulah dalam sistem pendidikan modern terdapat unsur kompetensi afektif yang harus ada pada diri guru profesional. Guru tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan dari dirinya kepada para peserta didik kemudian bersikap ‘lepas tangan.’ Ini tentu jauh dari idealisme guru profesional. Jauh-jauh hari Rasulullah dalam satu hadis yang berbunyi “aku bagi kalian laksana ayah” telah memberi teladan baik (uswah hasanah) tentang bagaimana guru harus berperan sebagai orang tua dalam setiap proses pendidikan dan pengajaran. Dengan metode deskriptif-analitis serta pendekatan ilmu hadis dan ilmu pendidikan, di sini penulis bermaksud menelusuri otentisitas dan validitas hadis “aku bagi kalian laksana ayah,” mengekspos pemahaman hadis “aku bagi kalian laksana ayah” sebagaimana terdokumentasikan dalam literatur-literatur syarah hadis, dan mengidentifikasi relevansi antara hadis “aku bagi kalian laksana ayah” dan sistem pendidikan modern. Selanjutnya penulis akan membuktikan bahwa peran guru sebagai orang tua kedua peserta didik di sekolah mempunyai dasar yang otentik dan valid sekaligus spesifik dalam hadis Nabi.Abstract: One of the roles needed to be played by teachers as educators at schools is the role of parents, because indeed teachers are the parents of students at schools. At least that’s why there is an element of affective competencies that must exist in the professional teachers. Teachers don’t just transfer knowledge to students and then leave them alone. It’s certainly far from the ideals of professional teachers. In the 7th century the Prophet in a hadīth that says “I’m for you like a father” gave a good example (uswah hasanah) about how teachers should act as parents in every process of education and teaching. Using the descriptive-analytic method and the science of h}adīth and science of education approach, the Author intends to explore the authenticity and validity of the h}adīth “I’am to you like a father,” exposing understanding of the tradition of “I’m to you like a father,” as documented in the literature of sharh hadīth, and identify the relevance between the h}adīth “I’am to you like a father” and the modern education system. Furthermore, the Authors will prove that the teachers role as second parents at school has an authentic, valid and specific base in the hadīth of the Prophet.
Efektivitas Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Model Immersed untuk Meningkatkan Respons Belajar Mahasiswa PGMI Putra, Miftakhul Ilmi Suwignya; Anwar, M. Ansor; Solichin, Mujianto; Amrulloh, Amrulloh
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.321 KB) | DOI: 10.26594/dirasat.v4i1.1229

Abstract

This study was aimed to describe the efectivity of science integrated learning with immersed model to increase student responses in PGMI. Students of 4th semester majoring in PGMI Unipdu Jombang, were subjected with the tested learning method. The study was conducted in February-June 2018 with experimental method. Students’ performance was assesed through cognitive tests, observation, and interviews. Results of this study indicate that science integrated learning with immersed model to improve students responses. Student responses to science integrated learning with immersed model is positive.
Desain Manajemen Pendidikan dengan Model Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Fitriyah, Afif Lailatil; Putra, Miftakhul Ilmi S; Solichin, Mujianto; Amrulloh, Amrulloh; Anwar, M Ansor
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v6i2.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan desain manajemen pendidikan dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto. Sampel penelitian adalah 34 siswa kelas VIII G SMP Negeri 5 Kota Mojokerto. Penelitian pengembangan ADDIE dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2019 menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui tes kognitif, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto. Motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan PBL adalah valid dan positif.