Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) RINGAN MELALUI PEMBELAJARAAN KOOPERATIF SETTING INKLUSIF sumiyatun, sumiyatun
Pijar Nusatara Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : Pijar Nusatara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi dalam pendidikan di sekolah dasar adalah adanya kecenderungan memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan kurang maksimal. Padahal ABK tersebut mempunyai hak sama dengan anak pada umumnya dalam hal memperoleh layanan pendidikan dan kemampuan mereka dapat dikembangkan secara maksimal untuk menguasai materi pembelajaran melalui perbaikan pembelajaran dalam setting pembelajaran inklusi. Beranjak dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus ringan melalui pembelajaran dalam setting inklusi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 sampai dengan 9 Oktober 2013 di SDN Ketami 1 Kota Kediri dengan subjek penelitian sebanyak 38 anak. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulannya melalui observasi.Teknik analisa data yang digunakan yaitu anak kualitatif dan kwantitatif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tindakan siklus I menunjukkan kemampuan pengukuran pada anak berkebutuhan khusus sejumlah 14, 28 %  anak dengan hasil  baik, 42,85 %  anak dengan hasil  sedang dan 42,85 % anak dengan hasil  kurang. Selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan kemampuan belajar pengukuran dengan hasil 57, 12 % anak dengan hasil baik, 28,56 %  anak dengan hasil sedang dan 14,28 % anak dengan hasil kurang.  Dengan terselesaikannya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan Kelas VI SD Negeri Ketami 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi relevan dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus, dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, dan memiliki tingkat keefektifan yang signifikan dalam membantu anak berkebutuhan khusus mencapai kemampuan belajar pengukuran. Maka dengan demikian model pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi juga memiliki kelayakan untuk dikembangkan pada sekolah dasar yang terdapat anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: pengukuran, anak berkebutuhan khusus, kooperatif, inklusi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) RINGAN MELALUI PEMBELAJARAAN KOOPERATIF SETTING INKLUSIF sumiyatun, sumiyatun
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 1 No 1 (2015): Pijar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.62 KB) | DOI: 10.29407/pn.v1i01.99

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi dalam pendidikan di sekolah dasar adalah adanya kecenderungan memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan kurang maksimal. Padahal ABK tersebut mempunyai hak sama dengan anak pada umumnya dalam hal memperoleh layanan pendidikan dan kemampuan mereka dapat dikembangkan secara maksimal untuk menguasai materi pembelajaran melalui perbaikan pembelajaran dalam setting pembelajaran inklusi. Beranjak dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus ringan melalui pembelajaran dalam setting inklusi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 sampai dengan 9 Oktober 2013 di SDN Ketami 1 Kota Kediri dengan subjek penelitian sebanyak 38 anak. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulannya melalui observasi.Teknik analisa data yang digunakan yaitu anak kualitatif dan kwantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tindakan siklus I menunjukkan kemampuan pengukuran pada anak berkebutuhan khusus sejumlah 14, 28 % anak dengan hasil baik, 42,85 % anak dengan hasil sedang dan 42,85 % anak dengan hasil kurang. Selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan kemampuan belajar pengukuran dengan hasil 57, 12 % anak dengan hasil baik, 28,56 % anak dengan hasil sedang dan 14,28 % anak dengan hasil kurang. Dengan terselesaikannya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan Kelas VI SD Negeri Ketami 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi relevan dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus, dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, dan memiliki tingkat keefektifan yang signifikan dalam membantu anak berkebutuhan khusus mencapai kemampuan belajar pengukuran. Maka dengan demikian model pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi juga memiliki kelayakan untuk dikembangkan pada sekolah dasar yang terdapat anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: pengukuran, anak berkebutuhan khusus, kooperatif, inklusi
PENERAPAN FRAMEWORK DENGAN ARSITEKTUR MODEL-VIEW-CONTROLLER PADA PENGELOLAAN DATA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Sumiyatun, Sumiyatun; Astuti, Femi Dwi; Windarti, Syamsu
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 10, No 30 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.306 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v10i30.127

Abstract

ABSTRAKTeknologi web yang saat ini sedang berkembang dan mulai banyak digunakan adalah dengan menggunakan framework.Framework merupakan kumpulan script (terutama class dan function) yang dapat membantu developer/programmer dalam menangani berbagai masalah-masalah dalam pemrograman.Penelitian ini mengimplementasikan framework dengan arsitektur model view controller untuk mengelola data penelitian dan pengabdian pada masyarakat di STMIK AKAKOM. Framework yang digunakan dalam penelitian ini adalah Code Igniter. Code Igniter merupakan salah satu framework yang dibangun menggunakan konsep MVC (Model-View-Controller) development pattern.Aplikasi pengelolaan data penelitian dan pengabdian pada masyarakat menjadi lebih mudah dikelola, lebih terstruktur dan memiliki standar pemrograman yang jelas setelah dibangun dengan menggunakan konsep MVC.Kata kunci :Code Igniter, Framework, MVC, Penelitian, Pengabdian
KEMANDIRIAN WANITA SINGLE PARENT DALAM MENDIDIK ANAK (Studi Kasus Di Desa Pakang, Andong, Boyolali) Sumiyatun, Sumiyatun; Muhibbin, Achmad
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 25, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Department of Accounting Education, Faculty of Teacher Training and Education Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2317/jpis.v25i1.823

Abstract

The research aims are: 1. to describe the women independency ofbeing single parent to educate their children at pakang village,Andong, Boyolali; 2. To describe the problem of single parentwomen in educate their children at pakang village, Andong,Boyolali.The indicator of women independency of being singleparent are: 1. Can complete duty, 2. Responsible, 3. Able to overcome theproblem, 4. Believe in their own ability, 5. Able to manage themselves. Thisresearch used two triangulation methods, those are: data gathering techniqueand data gathering source. Data collections used are: participativeobservation, in depth interview, and documentation. Data analysis used isqualitative descriptive with interactive analysis model, including: datagathering, data reduction, data presenting, and drawing conclusion. Theresearch result showed that; 1. The women independency of being singleparent to educate their children at pakang village, Andong, Boyolali, includingphysical, intellectual, and spiritual education. 2. The problem faced by singleparent women to educate their children including internal and externalproblem. The main internal problem is parent and their own children. Externalproblem is their playing and school environment. 3. Problem solution that isused by single parent women for internal; the parent should always giveenough pay attention and independency to their children. For external: theparent should plant Islamic values in their environment and choosing anappropriate school for their children in order to get the best attitude andbehavior.
PROSES ADAT PERKAWINAN SEBAMBANGAN MARGA SEKAMPUNG LIBO DI JABUNG LAMPUNG TIMUR Khoirul, Nanang; Sumiyatun, Sumiyatun; Hidayat, Bobi
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to describe the traditional marriage process of Sebambangan Marga Sekampung Libo in Negara Batin Village, East Lampung. This research method is qualitative research. Data and data sources are obtained from books, traditional and community leaders and village communities as sources, documentation, and other sources that can assist in gathering research data information. Data collection procedures in this study are observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Checking the validity of the findings is carried out through trustworthiness,transferability, accountability, and certainty. The results of research on the sebambangan and its solutions in the indigenous people of Lampung Saibatin Marga Sekampung Libo In Negara Batin Village, East Lampung, there are factors that cause the occurrence of the sebambangan, namely internal factors (consensual, education and age factors) and external factors (economic, parental blessing, social, avoid large costs and compulsion). The implementation of the sebambangan starts when the girl leaves the house with an amount of inheritance money (pengawitan) then muli is taken to the mekhanai family's house and the process is finished. The process of completing a sebambangan is carried out in stages, namely Ngattak Salah, Shooting Bedil, Masang Pajangan, Ngumpul Muwari, Ngayonan, Ngumpul Balak, Sujud, Sesabaian, Canggot, Ijab Kabul, Bathing Belanger / Ngarak, and Awarding of Titles.
PERKEMBANGAN CABANG MUHAMMADIYAH METRO TIMUR DALAM BIDANG DAKWAH PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TAHUN Afifah, Lailatul; Agustono, Ragil; Sumiyatun, Sumiyatun
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLITIK DIPLOMASI PERDANA MENTERI AMIR SYARIFUDIN DAN PERJANJIAN RENVILLE Ervani, Ervani; Sumiyatun, Sumiyatun; Kuswono, Kuswono
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN MAHATMA GHANDI DI BIDANG AGAMA DAN SOSIAL DALAM USAHA KEMERDEKAAN INDIA TAHUN 1914-1947 Putri, Tesa Regenita; Sumiyatun, Sumiyatun; Kuswono, Kuswono
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GDSS MULTI KRITERIA PENENTUAN STRATEGI MARKETING TERBAIK PERGURUAN TINGGI Sumiyatun, Sumiyatun
Jurnal SAINTEKOM Vol 9 No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : STMIK Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.317 KB) | DOI: 10.33020/saintekom.v9i1.73

Abstract

Dunia pendidikan telah mengalami evolusi secara kontinyu. Salah satu faktor pemicunya adalah kompetisi antar perguruan tinggi yang semakin ketat. Oleh karena itu pemasaran menjadi unsur yang strategis dalam menjaga eksistensi perguruan tinggi. Dalam membuat keputusan pemilihan strategi marketing, terdapat beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah biaya, waktu, tingkat pengaruh, capaian target dan lain sebagianya. Pada perguruan tinggi swasta pengambilan keputusan terkait strategi marketing tidak hanya ditentukan oleh bagian Humas saja, akan tetapi harus meminta pertimbangan dari pihak manajemen dan yayasan pemilik perguruan tinggi. Berdasarkan kompleknya permasalahan yang dihadapi, diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan kelompok atau Group Decision Support System (GDSS) dalam menentukan strategi marketing pergurauan tinggi. Pada penelitian ini, penulis mengajukan GDSS menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang mendukung model Multi Attribute Decision Making (MADM) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai model untuk pengambilan keputusan. Penggunaan GDSS pada penelitian ini bertujuan untuk mengakomodir penilaian lebih dari satu evaluator dan meningkatkan kualitas keputusan. Dengan demikian diharapkan penilaian yang dilakukan lebih obyektif, karena tidak dilakukan oleh satu pihak saja. Perangkat lunak yang dibangun dari hasil penelitian ini diharapkan mempermudah dan mempercepat dalam menentukan strategi marketing perguruan tinggi.
PENGEMBANGAN KONSEP MOBILE CITY MENUJU JOGJA SMART CITY Sumiyatun, Sumiyatun; Prayitna, Adiyuda
Jurnal SAINTEKOM Vol 10 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : STMIK Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.742 KB) | DOI: 10.33020/saintekom.v10i1.108

Abstract

Yogyakarta selain terkenal sebagai kota perjuangan, kota pelajar, kota pariwisata jugadikenal sebagai kota budaya. Sebutan kota budaya untuk kota ini berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi pada masa kejayaan kerajaan yang sampai kini masih tetap lestari. Meskipun berbagai layanan online sudah diterapkan, namun demikian sangat disayangkan karena belum terlihat adanya pengembangan e-Culture, padahal di Yogyakarta mempunyai nilai-nilai kebudayaan yang sangat potensial sehingga e-Culture ini sangat penting untuk kota yang berkemajuan dan berbudaya. Penelitian ini mengembangkan konsep mobile city dengan membangun aplikasi dengan teknologi mobile berbasis android untuk menginventarisir kebudayaan di kota Yogyakarta untuk mendukung konsep Jogja Smart City. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi literature. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan masyarakat, sedangkan data sekunder diperoleh melalui data yang telah diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini mengembangkan aplikasi mobile untuk menginventarisir kebudayaan di Kota Yogyakarta. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk menunjang promosi dan perwujudan konsep Jogja Smart City.