Ade Yamin, Ade
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIKA PEREMPUAN LUPA (Etnografi Perempuan TQN, PP Suryalaya, Tasikmalaya-Jawa Barat) Yamin, Ade
MUWAZAH Vol 6 No 2: Desember 2014
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.635 KB)

Abstract

This ethnographic study shows that, the conception of gender equality is interpreted by Suryalaya TQN community is a result of discrimination on gender in the form of male domination of women. This happens because, for dogmatic reasons and traditions, or precisely because women have been shown to surrender to what happened so long in the community. Therefore, efforts need to begin to affect the habits that put the subordination of women as men, through lectures, explanations to the provision of community models TQN Suryalaya in looking at the presence of womenStudi etnografi ini menunjukkan bahwa, konsepsi kesetaraan gender ditafsirkan oleh masyarakat Suryalaya TQN adalah hasil dari diskriminasi gender dalam bentuk dominasi laki-laki perempuan. Hal ini terjadi karena, untuk alasan dogmatis dan tradisi, atau justru karena perempuan telah terbukti untuk menyerah kepada apa yang terjadi begitu lama di masyarakat. Oleh karena itu, upaya harus mulai mempengaruhi kebiasaan yang menempatkan perempuan sebagai subordinasi laki-laki, melalui ceramah, penjelasan untuk penyediaan model masyarakat TQN Suryalaya dalam melihat kehadiran perempuan.
MAKNA YANG HILANG (NEO-DEVIAN); Studi Terhadap Miskinnya Penerapan Rahmatan Lil Alamin di Papua Yamin, Ade
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.604 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i2.741

Abstract

Menjadi pemeluk Islam di Papua tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pemeluknya. Islam sendiri adalah agama ‘baru’ yang hadir di Papua karena para pendatang, bukan agama mayoritas masyarakat asli Papua. Oleh karena itu, nilai-nilai Islam yang ada di Papua tidak berorientasi pada penerapan Rahmatan Lil Alamin tetapi lebih kepada nilai-nilai ekonomi yang menjadi prioritas bagi pemeluk Islam yang lain. Para muslim Papua dihadapi oleh tantangan menjadi Islam yang Rahmatan Lil Alamin tetapi di sisi lain situasi dan kondisi di Papua kurang mendukung. Saat ini sedang berlangsung model-model penyimpangan baru (Neo-Devian) dalam beragama (Islam). Tumbuh suburnya ormas Islam, lembaga pendidikan Islam, paham-paham baru dalam Islam, tidak sejalan dengan pembinaan kelompok  muslim marginal. Munculnya berbagai hal baru tersebut lebih disebabkan oleh dorongan pasar yang begitu kuat, merubah tatanan kehidupan agama dan maindset para cendekiawan Muslim dari hal-hal yang bersifat etis menjadi sekedar gambaran estetis, para cerdik pandai Islam terbawa oleh arus pasar yang menganggap segala sesuatu adalah komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga Islam berakhir pada hukum jual beli.Kata Kunci : Islam Rahmatan Lil Alamin,Papua, Neo-Devian