Harry Aveling, Harry
Harry Aveling, Ph.D. receives his Ph.D. in Malay Literature from the National University of Singapore and a Doctorate in Creative Arts (DCA) from the University of Technology, Sydney. In late 2004 he was Visiting Professor of Translation Studies wit

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Culture Research in The Recent Work of Itamar Even-Zohar Aveling, Harry
Wacana Vol 9, No 2 (2007): Ideologi dan Pemikiran Bangsa
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.166 KB) | DOI: 10.17510/wjhi.v9i2.213

Abstract

Even-Zohar sangat dihormati di kalangan peneliti Kajian Terjemahan untuk sumbangan teoritisnya dalam wilayah kajian ”Polysystem Theory”. Makalah ini memberikan pengantar ke karya terbaru Even-Zohar dalam wilayah ”penelitian budaya” (yang ia bedakan dari Kajian Budaya). Karya tersebut menempatkan pemikirannya dalam kerangka kerja yang diturunkan dari Formalisme Rusia dan, yang lebih baru, Semiotika Rusia. Fokus utama makalahnya dalam Penelitian Budaya (2004/2005) adalah pada budaya sebagai sistem sosio-semiotika, yang memungkinkan adanya refleksi dan aksi. Sebuah istilah penting dalam membahas sistem-sistem adalah ”repertoar”, yaitu aturan-aturan dan materi-materi yang mengatur pembuatan dan penggunaan objek-objek budaya tertentu. Tulisan Even-Zohar berusaha menempatkan repertoar di dalam kerangka kerja yang lebih luas, dan memungkinkan penemuan serta pemindahan repertoar-repertoar tersebut di antara kelompok-kelompok sosial. Peran para pembuat-ide sangatlah penting dalam pemindahan ini. Tulisan ini menyimpulkan relevansi ”penelitian budaya” terhadap Kajian Terjemahan. Ini menunjukan bahwa ide-ide Zohar hanya dapat digunakan secara terbatas, tetapi mampu menyediakan dasar untuk refleksi lebih jauh tentang peran penerjemah dan penerjemahan, khususnya di banyak negara-bangsa baru.
The Coloniser and the Colonised: Reflections on Translation as Contested Space Aveling, Harry
Wacana Vol 8, No 2 (2006): Multikultural Internasional
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.603 KB) | DOI: 10.17510/wjhi.v8i2.232

Abstract

Tulisan ini mengemukakan pentingnya pemahaman penerjemah mengenai “kata” dari sebuah karya. Kata “coloniser” dan “colonised” yang muncul dalam karya Albert Memmi memiliki relevansi dengan pengertian kolonial yang bersifat metaforis. Oleh karena itu, seorang penerjemah, dalam melihat kedua kata itu, haruslah terfokus pada teks itu sendiri dan merefleksikannya. Secara singkat ada banyak cara untuk melihat karakteristik yang beragam dari hubungan antara penerjemah beserta terjemahannya dan penulisnya
Marina la Malinche: Writing across Cultures Aveling, Harry
Wacana Vol 8, No 1 (2006): Keanekaragaman Budaya Regional
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.937 KB) | DOI: 10.17510/wjhi.v8i1.252

Abstract

Tulisan ini membahas karya pengarang perempuan Prancis, Kim Lefévre. Lefévredilahirkan di Vietnam dari ayah Prancis dan ibu Vietnam—ia sendiri kini tinggal di Prancis.Karya-karya autobiografinya berkenaan dengan kompleksitas identitas campurannya. Dalamkarya novelnya Marina la Malinche, ia menyajikan kehidupan seorang wanita penerjemah,Malinche, selama invasi Spanyol di Meksiko. Malinche saat ini dianggap oleh orang Meksikosebagai pengkhianat bangsa. Dalam novel itu Lefévre menggunakan tokoh Malinche sebagaicermin problem identitasnya. Penerjemah hanyalah seorang “pengkhianat” ketika ia menjadikorban kekuatan di luar dirinya.