Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PARENT STORY TELLING SKILL AT BAITUL MAQDIS CIPTA EDUKASI Julaeha, Uha; Prijana, Prijana; Yanto, Andri
Record and Library Journal Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V5-I2.2019.160-175

Abstract

Background of the study: informal education can be enhanced by providing parents with parenting education (non-formal education for parents) which can be obtained through courses, training, study groups, and community learning centers in order to support lifelong education. One of them is through inspiring fairy tale training for parents and educators organized by the educational institution Baitul Maqdis Cipta Edukasi (BMCE). Purpose: This research aims to determine the differences in the ability of storytelling  participants between before and after being given treatment in the form of storytelling  training in Baitul Maqdis Cipta Edukasi. Method: The method in this research uses a quantitative method through a pre-experimental study approach with the form of one group pretest-posttest design. The research population consisted of 36 Baitul Maqdis Cipta Edukasi storytelling  trainees. Sampling is based on the proportion of total sampling, which is a total of 36 participants. The research data was collected using primary data and secondary data. Primary data in the form of questionnaires, observation, interviews. Secondary data in the form of library studies. The research data uses a nominal scale and analyzed using a sign test (sign test) with a 95% confidence level. Findings: The results of this study indicate that there are differences in storytelling  skills in the form of the ability to understand and choose story material, the ability to tell fairy tales, and the ability to tell messages behind fairy tales after being given treatment. Conclusion: So that storytelling  training improves the ability of storytelling  participants and there are differences in the form of additional knowledge and skill of participants.
Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Cairan, dan Status Hidrasi Mahasiswa Obesitas dan Non Obesitas Buanasita, Annas; Yanto, Andri; Sulistyowati, Indah
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.869 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2015.002.01.2

Abstract

AbstrakDehidrasi merupakan kondisi kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk. Terdapat 37,3% remaja asupan cairannya kurang dari 90% kebutuhannya atau resiko dehidrasi. Dehidrasi dapat menjadi faktor resiko terjadinya obesitas pada anak dan remaja disamping asupan energi dan lemak yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui  perbedaan tingkat konsumsi energi, lemak dan cairan, serta status hidrasi pada mahasiswa obesitas dan non obesitas di Akademi Gizi Surabaya. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik, dimana mencoba membanding antara kelompok obesitas dan non obesitas atau case control study. Populasi dalam penelitian seluruh mahasiswa Akademi Gizi Surabaya sebanyak 170 mahasiswa baik yang obes maupun normal, dan sampel yang diambil sebanyak 31 mahasiswa obesitas (total population) dan 31 mahasiswa non obesitas (simple random sampling). Pengambilan data asupan energi,lemak dan cairan dilakukan dengan repeated recall dan status hidrasi dilakukan dengan tes urine sedangkan uji statistik yang digunakan untuk melihat perbedaan dua kelompok dengan uji Chai Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat konsumsi lemak, cairan dan  status hidrasi pada mahasiswa obesitas dan non obesitas di Akademi Gizi Surabaya. Mahasiswa yang obesitas memiliki tingkat konsumsi energi dengan kategori di atas normal yang lebih tinggi bandingkan mahasiswa non obesitas. Tingkat konsumsi lemak pada mahasiswa non obesitas dengan kategori defisit berat lebih tinggi (32.3%) dibandingkan kelompok obesitas (3.2%). Tingkat konsumsi cairan pada mahasiswa obesitas dengan kategori defisit berat lebih tinggi (64.5%) dibandingkan non obesitas (19.4%). Pada status hidrasi, mahasiswa obesitas banyak mengalami dehidrasi yaitu 21 responden (67.7%), dibandingkan mahasiswa non obesitas yaitu 6 responden (19.4%). Diharapkan mahasiswa terutama yang obesitas harus mendapatkan cukup informasitentang pola makannya terutama asupan cairan, karena ini akan mempengaruhi konsentrasi belajar. Perlu adanya penelitian lanjutan antara asupan cairan dan status hidrasi dengan status kesehatan pada mahasiswa.Kata kunci : Energi, Lemak, Cairan, Status Hidrasi, Obesitas AbstractDehydration is a condition of the body dehydrated because the amount of fluid comes out more than the amount of fluid intake. There are 37.3% of teens who drink less than 90% of requirements or had dehydration risk. Dehydration could be a risk of obesity besides excessive intake of energy and fat. The purpose of this study is to determine differences in the level of energy, fat and fluids consumption, and hydration status in obese and non-obese students in the Nutrition Academy of Surabaya. This was an analytical observational study which designed tried to find the differences between the two groups (obese and non obese group) or “case control study”. The population was Nutrition Academy of Surabaya, consisting 170 students, and the samples comprised 31 students of obese (total obese students) and 31 students non-obese (simple random sampling). Repeated Food Recall was  used to get energy, fat and fluid consumption. Urine test was used to know the hydration status. Statistical test used Chai Square Test .The results showed that there was a difference in the level of energy consumption, fat and fluids, and hydration status in obese and non-obese students in the Nutrition Academy of Surabaya. Students who are obese have higher percentage of energy consumption whose category more than normal compared to those who are non-obese. The percentage of fat consumption in non-obese students with severe deficiency was higher (90.9%) compared to those with obesity (9.1%). The percentage of fluid intake in obese students with severe deficiency level was higher (76.9%) than those of non-obese students (23.1%). In  hydration status, many obese students were dehydrated, consisting of 21 respondents (77.8%), compared to non-obese students which are 6 respondents (22.2%).  To get better health and students achievements, students have to get enough information about the advantages of fluid consumption., especially those who are obese. It is suggested that further research is conducted to see the relationship between fluids consumption and dehydration with health status of the students.Keywords: Fluids Consumption, Hydration Status, Obese and Non-Obese
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI BAGI PENGELOLA PERPUSTAKAAN/PUSTAKAWAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Yanto, Andri; CMS, Samson
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.32 KB)

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah guna meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Sebagai kabupaten yang merupakan hasil pemekaran kabupaten, perlu upaya membantu peningkatan IPM Kabupaten Bandung Barat, maka diperlukan peningkatan kemampuan literasi informasi para pengelola perpustakaan/pustakawan yang ada di wilayah Bandung Barat mulai dari para Pengelola Perpustakaan Sekolah/Pesantren/Masjid, Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai kelompok sasaran. Adanya peningkatan kapasitas para pengelola lembaga informasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan SDM serta memberikan kemampuan belajar sepanjang hayat kepada para pengguna (pemustaka) perpustakaan yang mereka layani. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kemampuan literasi informasi Bagi Pengelola Perpustakaan/Pustakawan Di Kabupaten Bandung Barat. Adapun tujuan dari PPM ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keahlian terkait literasi informasi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat. Hasil dari PPM ini adalah adanya peningkatan kemampuan literasi para pengelola perpustakaan/pustakawan pada TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat serta adanya penambahan keahlian para pengelola perpustakaan/pustakawan TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustkaan Desa dalam membuat program perpustakaan dan adanya sinkronisasi dengan program-program lembaga di mana perpustakaan itu bernaung.
WORKSHOP PEMBUATAN JARINGAN INFORMASI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PENGUSAHA ALAT-ALAT PERTANIAN Sinaga, Dian; Yanto, Andri; Rohanda, Rohanda; Perdana, Fitri
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.697 KB)

Abstract

PPM yang berjudul “Workshop Pembuatan Jaringan Informasi Dan Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Kegiatan Pengusaha Alat-Alat Pertanian”. Adapun salah satu hal yang menjadi perhatian kami dalam upaya mengembangkan usaha alat-alat pertanian adalah dengan mengembangkan jaringan informas antar para pengrajin dan kelompok pengrajin serta  memanfaatkan beberapa media alternatif dalam  memasarkan produk-produk alat pertanian tersebut. Tim kami memberikan pelatihan kepada 13 orang peserta terkait bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Hasil dari PPM tersebut adalah terbangunnya website para kelompok pengrajian dalam upaya pemasaran alat-alat pertanian melalui laman https://kerajinangalonggong.wordpress.com/ serta membuat akun media sosial seperti facebook dengan laman https://www.facebook.com/KerajinanGalonggongTasik dalam upaya pemasaran produk alat-alat pertanian oleh para kelompok pengrajin yang ada di Dusun Galogggong Desa Cilangkap Kabupaten Tasimalaya.
WORKSHOP LITERASI INFORMASI DAN PENULISAN ILMIAH BAGI KALANGAN GURU SMA NEGERI 1 CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT Rohman, Asep Saeful; Prijana, -; Yanto, Andri
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.293 KB)

Abstract

Seperti halnya Dosen di perguruan tinggi, Guru di sekolah pun memiliki tanggung jawab secara akademis dan profesional untuk senantiasa menghasilkan karya ilmiah baik berupa karya tulis maupun laporan penelitian tindakan kelas. Hal tersebut dapat digunakan untuk pengembangan keilmuan maupun untuk peningkatan karir profesinya sebagai Guru. Beragam kendala sering dihadapi Guru dalam menghasilkan suatu karya tulis. Umumnya kendala tersebut dikarenakan kekurangan ide untuk menulis, minimnya informasi dan sumber referensi untuk menulis, malas untuk menulis, sibuk dengan rutinitas pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, serta tidak terlatihnya kemampuan menulis. Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut diperlukan berbagai upaya baik didasari oleh inisiatif sendiri dari kalangan Guru, maupun dari pihak sekolah. Melalui kerjasama antara sekolah dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi, maka berbagai program untuk peningkatan kapasitas dan kualitas Guru dapat diselenggarakan secara bersama-sama. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran melalui para Dosen kepada Masyarakat di Jawa Barat merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan untuk pembangunan masyarakat. Dalam program PKM yang diselenggarakan ini, Tim berupaya memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas Guru Pendidikan Menengan (SMA), dimana mereka adalah para Pendidik bagi siswa yang nantinya akan menjadi Calon Mahasiswa ke perguruan tinggi, termasuk ke Universitas Padjadjaran. Karena itu, dengan berupaya meningkatkan kualitas Guru dalam kemampuan literasi, maka diharapkan dapat meningkatkan pula kemampuan literasi para siswanya yang kelak akan menjalani studi di perguruan tinggi. Kegiatan PKM ini berupa pelatihan (workshop) tentang literasi informasi sebagai softskill yang dapat diimplementasikan oleh guru dalam kegiatan menulis dan menghasilkan suatu karya ilmiah. PKM ini diikuti oleh semua Guru yang ada di SMA Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat. Antusiasme peserta sangat tinggi dan manfaat yang dirasakan yakni berupa tambahan pengetahuan dan skill baru dalam menggunakan informasi untuk menulis karya ilmiah yang lebih baik dan berkualitas. 
WORKSHOP PEMASARAN ONLINE PRODUK INDUSTRI KEREATIF MELALUI MEDIA SOSIAL DI KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Prijana, -; Komariah, Neneng; Koswara, Iwan; Yanto, Andri
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.078 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian kami dalam Hibah PUPT Tahun 2017 yang berjudul “Eksplorasi Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Jaringan Informasi Komunitas Industri Kreatif Dalam Mengatasi Kemiskinan” menunjukkan hasil bahwa belum optimalnya kegiatan promosi produk yang para pelaku industri kreatif terutama usaha kuliner. Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mempromosikan produk yang mereka miliki. Tim kami memberikan pelatihan kepada 17 orang peserta terkait bagaimana mempromosikan produk industri kreatif kuliner berbasis online menggunakan media sosial yang sangat mudah digunakan dengan investasi yang tidak besar namun memiliki dampak yang luas. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana melakukan promosi produk melalui media sosial. Hasil dari kegiatan adalah adanya peningkatan pemahaman tentang pentingnya promosi dalam kegiatan industri kretif kuliner serta dampak dari adanya promosi menggunakan media sosial terutama menggunakan media facebook, serta para peserta dapat mempraktikkan dan membuat media promosi produk melalui facebook sebagai bagian dari kemampuan dan keterampilan praktis tentang promosi melalui media sosial dengan menggunakan perangkat telepon pintar yang terkoneksi internet dari para pelaku usaha disertai dengan bentuk pengemasan produk untuk dimuat di media sosial.
Information Literacy in TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur Yanto, Andri; Anwar, Rully Khairul; Lusiana, Elnovani
Record and Library Journal Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.897 KB) | DOI: 10.20473/rlj.V3-I2.2017.189-200

Abstract

Literacy activities as a backbone of a library or a TBM to support the literacy goal as a lifelong learner. TBM also has activities to improve the quality of life with a variety of activities undertaken so as to create self-sufficiency of citizens and improve their quality of life through a variety of information literacy activities. One TBM contributing to the improvement of the quality of life of the surrounding community is the TBM Pengelolaan Lingkungan Cibungur, Bandung Barat District, West Java, Indonesia  with a variety of literacy activities. The purpose of this study was to determine how the activity of literacy in a community TBM. The research method used in this study is a qualitative case study approach. Data consists of interviews, observation and documentation. The results of this research indicate that the information literacy has run quite optimal even though the concept is not fully understood by TBM, but literacy programming in practice has been implemented with the aim of making the community in Cibungur can catch up with other regions with a wide range of activities in order to increase knowledge, skills and soft skills.
MODEL AKTIVITAS GERAKAN LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI SUDUT BACA SOREANG Yanto, Andri; Lusiana, Elnovani; Rodiah, Saleha
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.265 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11629

Abstract

One of the literacy movements that is currently developing is the proliferation of various communities Taman Bacaan Masyarakat (TBM) which was established by the community to provide access to information to the public in order to realize lifelong learning. Sudut Baca Soreang (SBS) as a TBM by relying on a variety of community is very active in making various activities literacy movements. This study aims to create a model of literacy movement activities undertaken by SBS with the end result was the model of a community -based literacy movement activities so that it can be one model for other TBM in making various activities literacy movements. The research method used in this study is a qualitative research using case study approach. The results showed that the shape of the literacy movement activities SBS driven by volunteers as well as spearhead in carrying out various activities that have been prepared weekly/monthly/yearly with one of the volunteers as person in charge. All activities are always evaluated regularly. This model can move literacy activities, promotional activities and drives the field of literacy advocacy activities. The manager of SBS (founders, trustees and volunteers) to make a wide range of activities aimed at local communities, which involves internal SBS as well as external parties SBS from local communities, students and community leaders and other strategic partners as a driver of literacy programming that has been designed by the manager of SBS, All activities that have been implemented are supported by promotional efforts through social media such as facebook as a primary medium.Salah satu gerakan literasi yang saat ini berkembang adalah menjamurnya berbagai komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang didirikan oleh masyarakat untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat guna mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat. Sudut Baca Soreang (SBS) sebagai sebuah TBM dengan mengandalkan berbagai komunitas masyarakat sangat aktif dalam membuat berbagai kegiatan gerakan literasi. Kajian ini bertujuan untuk membuat model aktivitas gerakan literasi yang dilakukan oleh SBS dengan hasil akhirnya adalah adanya model aktivitas gerakan literasi berbasis komunitas sehingga dapat menjadi salah satu percontohan bagi TBM lainnya dalam membuat berbagai kegiatan gerakan literasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk aktivitas gerakan literasi SBS dimotori oleh relawan serta menjadi ujung tombak dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang telah disusun setiap minggu/bulan/tahunan dengan salah seorang sukarelawan sebagai penanggungjawabnya. Seluruh aktivitas tersebut selalu dilakukan evaluasi secara rutin dan dilakukan evaluasi tahunan pula. Model ini dapat menggerakkan aktivitas literasi, promosi kegiatan dan menjadi penggerak kegiatan advokasi bidang literasi. Para pengelola SBS (pendiri, pengurus dan relawan) membuat berbagai aktivitas yang ditujukan untuk masyarakat sekitar yang melibatkan pihak internal SBS maupun pihak ekternal SBS mulai dari masyarakat sekitar, pelajar ataupun tokoh masyarakat dan mitra strategis lainnya sebagai penggerak kegiatan literasi yang telah dirancang oleh pengelola SBS. Seluruh aktivitas yang telah dilaksanakan didukung oleh upaya promosi melalui media sosial berupa facebook sebagai media utama.
UJI KORELASI TENTANG PRESTASI AKADEMIK DENGAN METODE BACA MAHASISWA (Studi Eksperimen Tentang Metode Baca Teks Ilmu Pengetahuan) Prijana, Prijana; Yanto, Andri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.31 KB)

Abstract

Uji hipotesis mengenai prestasi akademik dengan metode baca good reading pada α=0.05; df=32 menunjukkan hasilsignifikan ; pada α=0.10 ; df=32 menunjukkan hasil significant ; pada α=0.01 ; df=32 menunjukkan hasil significant.Sementara denganmetode baca reading habit pada α=0.05; df=38menunjukkan hasilsignifikan ; pada α=0.10 ; df=38 menunjukkan hasil significant ; pada α=0.01; df=38 menunjukkan hasil significant.Partisipan kelompok eksperimen (N=34), dan partisipan kelompok kontrol (N=40). Kesimpulan: Metode baca good reading dengan metode baca reading habit tidak memiliki perbedaan. Keywords: Metode baca good reading, metode baca reading habit, Prestasi akademik
DAMPAK NEW MEDIA TERHADAP SUMBER INFORMASI TATAP MUKA ( Face to Face Comminication ) PRIJANA, PRIJANA; YANTO, ANDRI
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.988 KB)

Abstract

Hadirnya New Media secara signifikan menggeser sumber informasi tatap muka (face to face communication). Unsur interaktif New Media memberi warna baru dalam dunia komunikasi dan informasi saat ini, yang sebelumnya tidak dimiliki oleh Mass Media (delayed feedback). Dalam komunikasi tatap muka ditemukan bahwa feedback komunikasinya adalah immidiate fedback dan di dalam komunikasi New Media ditemukan bahwa feedback komunikasinya adalah immidiate feedback.Media tatap muka dan New Media memiliki kharakteristik feedbackyang sama, yakni immidiate feedback. Sementara ruang waktu, dan stock idea kedua media berbeda. New Media memiliki stock idea yang maha banyak dan beragam, sementara media tatap muka stock idea terbatas. New Media memiliki ruang yang luas dan waktu yang cepat, sementara media tatap muka memiliki ruang yang sempit dan waktu yang terbatas. Keunggulan kharakteristik New Media inilah yang didugasebagai sebab pergeseran sumber informasi primer tatap muka ke sumber informasi New Media, dan menggeser kepercayaan (trusted). Disini penelitian menggunakan data sekunder untuk menjelaskan adanya pergeseran sumber informasi. Kesimpulan: Sumber informasi New Media memiliki peluang unggul daripada sumber informasi tatap muka. Kata Kunci: New Media, Sumber informasi, Tatap muka, Stock idea, immidiate feedback