I Nyoman Bayu Pramartha
Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widyadari : Jurnal Pendidikan

SEJARAH PURA HYANG API DI DESA KELUSA, KECAMATAN PAYANGAN, GIANYAR, BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol 20 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : LP2M IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.653 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1). Sejarah Pura Hyang Api 2). Struktur dan Fungsi Pura Hyang Api. Dan 3). Pelaksanan Tabuh Rah Bagian dari Sistem Ritual. Penelitian ini dilakukan di Kedesaan Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Pencarian informan ditentukan dengan cara purposive. Penentuan informan diawali dengan menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan secara berantai dengan memakai teknik snow ball sampling. Prosedur penelitian antara lain: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik studi dokumen; (3) teknik penjaminan keabsahan data; (4) teknik analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Sejarah Pura Hyang Api yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 M yaitu pada era Maharsi Markanhya mengembangkan konsep ajaran Agama Siwa (Tripaksashakti) di Bali. Yang mana Pura Hyang Api ini berlokasi dikawasan Munduk gunung Lebah yang merupakan ruto perjalan suci Dharmayatra dan tirtayatra Maharsi Markandhya dengan pengiring wong Aganya. Struktur Pura Hyang Api merupakan perwujudan dari struktur pemujaan Dewa Agni juga untuk memohon kewarasan, kelanusa, wewalungan (binatang ternak). Utama Mandala sebagai ruang dalam Pura Hyang Api terdapat beberapa pelinggih diantaranya Padmasana, Gedong Sineb linggih Bhatara Kawitan, Gedong Pelinggih Keris, Pelinggih ratu Penyarikan, Panggungan, Bale Pelik, Gedong Agung Penyimpenan, Pelinggih ratu Nglurah, Pelinggih Barong, Bale Peselang, Paruman Agung. Pura Hyang Api memiliki tiga fungsi utama yaitu: (1) pusat kegiatan keagamaan yang terkait dengan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi, (2) alat pemersatu masyarakat yang tertanam pada rasa solidaritas dan persatuan yang terjalin, (3) pusat kegiatan budaya yang ditunjukkan dengan gong,gamelan.kidung,kekawin dan sekar agung. (4)  pusat kegiatan pengobatan ditunjukkan dimana ada kepercayaan dengan nunas tamba yang berupa tirta yang selam ini selalu tersedia di pelinggihan  Ida Bhatara Kawitan yang melinggih di pura hyang api baik bagi orang yang sakit ataupun untuk kepentingan lahan pertanian.
SEJARAH PURA HYANG API DI DESA KELUSA, KECAMATAN PAYANGAN, GIANYAR, BALI Pramartha, I Nyoman Bayu
Widyadari: Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : LPPM IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1). Sejarah Pura Hyang Api 2). Struktur dan Fungsi Pura Hyang Api. Dan 3). Pelaksanan Tabuh Rah Bagian dari Sistem Ritual. Penelitian ini dilakukan di Kedesaan Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Pencarian informan ditentukan dengan cara purposive. Penentuan informan diawali dengan menentukan informan kunci, kemudian dikembangkan secara berantai dengan memakai teknik snow ball sampling. Prosedur penelitian antara lain: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik studi dokumen; (3) teknik penjaminan keabsahan data; (4) teknik analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Sejarah Pura Hyang Api yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 M yaitu pada era Maharsi Markanhya mengembangkan konsep ajaran Agama Siwa (Tripaksashakti) di Bali. Yang mana Pura Hyang Api ini berlokasi dikawasan Munduk gunung Lebah yang merupakan ruto perjalan suci Dharmayatra dan tirtayatra Maharsi Markandhya dengan pengiring wong Aganya. Struktur Pura Hyang Api merupakan perwujudan dari struktur pemujaan Dewa Agni juga untuk memohon kewarasan, kelanusa, wewalungan (binatang ternak). Utama Mandala sebagai ruang dalam Pura Hyang Api terdapat beberapa pelinggih diantaranya Padmasana, Gedong Sineb linggih Bhatara Kawitan, Gedong Pelinggih Keris, Pelinggih ratu Penyarikan, Panggungan, Bale Pelik, Gedong Agung Penyimpenan, Pelinggih ratu Nglurah, Pelinggih Barong, Bale Peselang, Paruman Agung. Pura Hyang Api memiliki tiga fungsi utama yaitu: (1) pusat kegiatan keagamaan yang terkait dengan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi, (2) alat pemersatu masyarakat yang tertanam pada rasa solidaritas dan persatuan yang terjalin, (3) pusat kegiatan budaya yang ditunjukkan dengan gong,gamelan.kidung,kekawin dan sekar agung. (4)  pusat kegiatan pengobatan ditunjukkan dimana ada kepercayaan dengan nunas tamba yang berupa tirta yang selam ini selalu tersedia di pelinggihan  Ida Bhatara Kawitan yang melinggih di pura hyang api baik bagi orang yang sakit ataupun untuk kepentingan lahan pertanian.