Chairel Malelak, Chairel
Program Pascasarjana Program Studi Magister Lahan KeringUniversitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora)

STUDI PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN POLA PADAT KARYA PANGAN DENGAN SISTEM WANATANI PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Malelak, Chairel; Sjah, Taslim
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v1i1.22

Abstract

Program raskin pola padat karya pangan adalah program raskin nasional yang di rubah oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dari program raskin dengan ganti uang menjadi program raskin dengan ganti kerja. Kerja dilakukan pada kebun oleh setiap rumah tangga miskin dengan penerapan sistem wanatani lahan kering. Kebun yang dikerjakan seluas 0,25 ha per tahun, sehingga setiap tahun terjadi penambahan kebun menetap dan mengurangi perladangan berpindah dengan pola tebas bakar  yang merusak hutan.  Tujuan penelitian ini :1). Mengetahui pelaksanaan program raskin pola padat karya pangan dengan sistem wanatani pada lahan kering di Kabupaten Timor Tengah Utara; 2). Mengetahui proses distribusi beras program raskin pola padat karya pangan sampai pada tingkat rumah tangga petani; 3). Mengetahui pelaksanaan sistem wanatani oleh petani peserta program raskin pola padat karya pangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan  teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  survei.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program raskin pola padat karya pangan mulai dari kabupaten sampai desa dilakukan dengan membentuk tim koordinasi dan tim pelaksanana. Proses distribusi beras sudah berjalan baik yang terlihat dari rencana distribusi beras sama dengan realisasi beras kepada setiap rumah tangga  miskin  yang  ada  di  desa.  Sementara  sistem  wanatani  yang  dikembangkan  adalah  model agrisilviculture yaitu pengembangan tanaman pangan/hortikultura dan tanaman pohon/kayu (tahunan) pada suatu areal lahan kering, sedangkan pelaksanaan sistem wanatani dilakukan dengan lima kegiatan utama yaitu pengolahan tanah (PT), pembuatan terasering dan pemupukan (PTP), penanaman tanaman semusim dantanaman umur panjang (TSTUP), penanaman tanaman sela dan penyiangan (PTSP), dan perawatan tanaman umur panjang (PTUP).