Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Special Program of Pajale (Rice, Corn and Soybean) in Terara District, East Lombok Regency Sari, Makdis; Sjah, Taslim
International Research Journal of Management, IT & Social Sciences (IRJMIS) Vol 3 No 9: September 2016
Publisher : IJCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21744/irjmis.v3i9.171

Abstract

The government of Indonesia has targeted self-sufficiency in production of rice, maize, and soybean in a program called “Upsus Pajale” (Special effort for increasing production of rice, maize, and soybean). This paper aims to describe the implementation of “Pajale” program by farmers, problem, and kinds of actives in the program. Result of this study reveals that there was an improvement in the production of rice, yet there were problems at both farmers and extensions worker. Recommendation for this study are that supervision need to be beginner at the start of the season for better duty implementation, and supervisor’s salary need to be increased for improving working motivation.
STUDI PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN POLA PADAT KARYA PANGAN DENGAN SISTEM WANATANI PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Malelak, Chairel; Sjah, Taslim
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v1i1.22

Abstract

Program raskin pola padat karya pangan adalah program raskin nasional yang di rubah oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dari program raskin dengan ganti uang menjadi program raskin dengan ganti kerja. Kerja dilakukan pada kebun oleh setiap rumah tangga miskin dengan penerapan sistem wanatani lahan kering. Kebun yang dikerjakan seluas 0,25 ha per tahun, sehingga setiap tahun terjadi penambahan kebun menetap dan mengurangi perladangan berpindah dengan pola tebas bakar  yang merusak hutan.  Tujuan penelitian ini :1). Mengetahui pelaksanaan program raskin pola padat karya pangan dengan sistem wanatani pada lahan kering di Kabupaten Timor Tengah Utara; 2). Mengetahui proses distribusi beras program raskin pola padat karya pangan sampai pada tingkat rumah tangga petani; 3). Mengetahui pelaksanaan sistem wanatani oleh petani peserta program raskin pola padat karya pangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan  teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  survei.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program raskin pola padat karya pangan mulai dari kabupaten sampai desa dilakukan dengan membentuk tim koordinasi dan tim pelaksanana. Proses distribusi beras sudah berjalan baik yang terlihat dari rencana distribusi beras sama dengan realisasi beras kepada setiap rumah tangga  miskin  yang  ada  di  desa.  Sementara  sistem  wanatani  yang  dikembangkan  adalah  model agrisilviculture yaitu pengembangan tanaman pangan/hortikultura dan tanaman pohon/kayu (tahunan) pada suatu areal lahan kering, sedangkan pelaksanaan sistem wanatani dilakukan dengan lima kegiatan utama yaitu pengolahan tanah (PT), pembuatan terasering dan pemupukan (PTP), penanaman tanaman semusim dantanaman umur panjang (TSTUP), penanaman tanaman sela dan penyiangan (PTSP), dan perawatan tanaman umur panjang (PTUP).
Tingkat Risiko Usahatani Padi Lahan Kering di Kabupaten Lombok Utara Sjah, Taslim; Halil, Halil; Budastra, Ketut; Tanaya, IGLP
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v7i1.99

Abstract

Usahatani padi di lahan kering mempunyai risiko yang tinggi, bersumber dari kondisi lahan yang kurang air dan jenis tanaman padi yang relatif butuh jumlah air yang tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif risiko usahatani padi di lahan kering di Kabupaten Lombok Utara, beserta upaya-upaya penanganan terhadap risiko yang teridentifikasi. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat terutama dalam penentuan kebijakan oleh petani dalam memilih jenis tanaman yang sesuai atau dalam menangani risiko usahatani, dan bagi pemerintah dalam pengembangan pertanian di lahan kering tersebut.  Penelitian ini menggabungkan penelitian kuantitatif terhadap tingkat risiko usahatani padi di lahan kering Kabupaten Lombok Utara, dan penelitian kualitatif dalam hal mencari penjelasan-penjelasan tentang sumber risiko dan alternatif pengelolaannya. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani dan petani padi lahan kering di Kabupaten Lombok Utara.  Penelitian ini dilakukan di Desa Akar-akar, Desa Bayan, Desa Mumbul Sari, Desa Sambik Elen dan Desa Sukadana, semuanya berada di wilayah Kecamatan Bayan.  Lokasi-lokasi ini diplih secara purposive berdasarkan ketersediaan usahatani padi lahan kering. Petani responden ditentukan secara quota sebanyak 30 orang, dan responden penelitian dilakuan secara snow ball (jaringan) berdasarkan petunjuk dari petani sebelumnya.  Petani pertama diperoleh dari informasi yang diberikan oleh desa setempat.  Data yang telah diperoleh dianalisis secara bertahap meliputi tingkat risiko usahatani padi lahan kering di Kabupaten Lombok Utara, dan penjelasan-penjelasan untuk memaknai hasil analisis kuantitatif terhadap risiko usahatani padi di lahan kering Kabupaten Lombok Utara.  Dalam penelitian ini risiko dianalisis dengan analisis kovarians (koefisien variasi, KV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko usahatani padi di lahan kering Kabupaten Lombok Utara menunjukkan risiko yang tinggi (dengan koefisien variasi (KV) diatas 0,5), berupa risiko produksi, harga, dan penerimaan. Tingkat risiko sepanjang tiga tahun analisis (2017-2019) menunjukkan tingkat yang sama-sama tinggi dan relatif sama tingginya.  Namun, secara umum produksi, harga, dan penerimaan usahatani padi mengalami peningkatan, sehingga menunjukkan peningkatan penampilan usahatani padi lahan kering di Kabupaten Lombok Utara dalam tahun 2017-2019.  Hasil positif ini perlu dijaga agar tetap baik, dan terkait dengan upaya ini adalah mengelola resiko yang sudah teridentifikasi agar tidak menggangu produksi dan harga hasil usahatani lahan kering di Kabupaten Lombok Utara.  Saran penting dari hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketersediaan fasilitas air untuk irigasi dan menjaga penurunan harga hasil usahatani dengan cara peningkatan posisi tawar petani dalam pemasaran produknya