Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CIRI MOLEKULER PLASMA NUTFAH IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Varian 3) YANG MENGANDUNG ASAM LEMAK OMEGA-3 PALING TINGGI Mahrus, Mahrus
Jurnal PIJAR Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan ciri molekular plasma nutfah ikan lemuru yang mengandung Asam Lemak Omega-3 paling tinggi. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selat Alas dan Laboratorium Biomedik Rumah Sakit Umum Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ciri molekuler plasma nutfah ikan lemuru adalah metode RAPD-PCR. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri molekular plasma nutfah ikan lemuru yang mengandung Asam lemak Omega-3 paling tinggi adalah memiliki 5 buah pita DNA yang berjumlah 6 dan 7 fragmen. Dari 5 pita DNA, diduga ciri yang berkontribusi terhadap pembentukan enzim yang mampu memicu pelipatan jumlah Asam Lemak Omega-3  yang terbentuk adalah fragmen DNA yang berukuran 350 base pair.Kata Kunci: Ciri molekuler, plasma nutfah, ikan lemuru, RAPD-PCR
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI PAUD PONDOK PESANTREN AL BAROKAH AJUNG JEMBER Mahrus, Mahrus
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i2.31

Abstract

The problems will be examined in this study are: (1) How understanding the basic concept of the character of early childhood education in boarding school PAUD Al-Barokah, Ajung ? (2) How is implementation of learning methods of early childhood character education in PAUD Al Barokah Boarding School? (3) How to faced constraints in the process of implementation of character education in PAUD Al Barokah boarding school, Ajung.? This Research to know (1) Understanding the basic concept of the character of early childhood education in boarding school PAUD Al-Barokah, Ajung (2) Implementation of learning methods of early childhood character education in PAUD Al Barokah Boarding School (3) Faced constraints in the process of implementation of character education in PAUD Al Barokah boarding school, Ajung. This research was exploratory, qualitative method using the method of data collection by using the observation method, interview and documentation. And analyzed using the descriptive method, preparation of requirement and the validity of the data. Based in the presentation and analysis of data in general it can be concluded that (1) understanding of the basic concepts of early childhood character education in PAUD Al Barokah boarding school are quite diverse, (2) Implementation of learning methods of early childhood character education by using several methods, such as using Conditioning methods, Example, story, field trip and demonstration, (3) As for the barriers are is the language, the number of teachers, APE and textbooks. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah : (1)Bagaimana pemahaman konsep dasar pendidikan karakter anak usia dini di PAUD Pondok Pesantren Al Barokah Kecamatan Ajung, (2) Bagaimana inplementasi metode pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di PAUD Pondok Pesantren Al Barokah Kecamatan Ajung, (3) Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi dalam menginplementasi metode pembelajaran pendidikan karakter di PAUD Pondok Pesantren Al Barokah Kecamatan Ajung. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif, metode pengumpulan data dengan menggunakan metode abservasi, interview, dan dokumentasi. Dan dianalisis dengan menggunakan metode diskriptif, penyususnan katagori dan validitas data. Berdasarkan penyajian dan analisis data secara umum dapat disimpulkan bahwa (1) Pemahaman Konsep Dasar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di PAUD Pondok Pesantren Al Barokah Kecamatan Ajung cukup beragam,(2) Implementasi Metode Pembelajaran Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dengan menggunakan beberapa metode, diantaranya adalah dengan menggunakan Metode Pembiasaan, Keteladanan, Kisah, Karyawisata dan demontrasi, (3) Adapun kendalanya adalah bahasa, jumlah tenaga pengajar, APE dan buku pelajaran.
Penyuluhan Gerakan Makan Ikan Laut Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Di SMPN 2 Gunungsari Kabupten Lombok Barat Mahrus, Mahrus; Zulkifli, Lalu; Rasmi, Dewa Ayu Citra; Sedijani, Prapti; Bahri, Syamsul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.229 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.241

Abstract

Abstrak: Penyuluhan gerakan makan ikan laut sebagai upaya peningkatan gizi di SMPN 2 Gunungsari Kabuapten Lombok Barat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan laut sebagai salah satu sumberdaya yang sangat penting sebagai penopang dalam memperbaiki gizi masyarakat. Materi penyuluhan difokuskan pada khasiat mengkonsumsi ikan laut untuk kesehatan kepada guru-guru, dan selanjutnya diteruskan kepada para siswa baik sebelum, sedang dan sesudah jam pembelajaran berlangsung, kemudian siswa menyampaikannya kepada orang tua dan keluarganya. Penyadaran guru dan siswa tentang betapa pentingnya gizi dalam masa pertumbuhan dan mengajak masyarakat untuk gemar memakan ikan sebagai upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan kegiatan yang sudah diprogramkan pemerintah orde baru sampai sekarang ini, dengan harapan membentuk manusia Indonesia yang berkualitas. Sentuhan guru sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan gerakan makan ikan karena guru setiap saat dapat menyampaikannya kepada siswa baik ketika sedang mengajar di kelas maupun di luar kelas. Guru di depan para murid sebagai orang yang digugu dan ditiru memiliki peranan yang sangat penting di dalam menyampaikan pesan gerakan makan ikan, oleh karena itu kegiatan pengadian ini orang pertama yang diberikan pemahaman tentang pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehatan tubuh adalah guru. Selanjutnya guru diharapkan akan menyampaikannya kepada murid dan murid akan menyampaikannya kepada orang tua dan keluarga di rumah. Melalui program ini diharapkan kegemaran masyarakat terhadap gemar makan ikan semakin meningkat, sehingga upaya menciptakan kondisi masyarakat yang sehat dan berkualitas dapat terwujud di masa depan. Sekolah sebagai salah satu media yang efektif untuk mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehatan dan kecerdasan anak.Tanggapan guru sebagai kelompok sasaran adalah sangat positif. Mereka baru pertamakali menerima materi pengabdian semacam ini meskipun pernah mendapatkan informasi ini baik melalui media cetak maupun elektronik. Berdasarkan pada pengalaman yang diperoleh selama proses kegiatan pengabdian dilakukan, anggota tim menyarankan: semua pihak terkait, terutama perguruan tinggi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat perlu melakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan program Gemar makan ikan.   Kata Kunci: Gizi, Ikan laut, Omega-3, Gemar makan ikan, Kesehatan
WACANA ISLAM KONTEMPORER DALAM BUKU DARS IAIN (Analisis lsi dan Wacana Tentang Pluralisme, Demokrasi, Gender Dalam Buku Dars Fiqh IAIN) Mahsun, Mahsun; Mahrus, Mahrus; Rosyad, Mushoffa Basyir; Sablan, Sablan
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2, No 3 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/litbangjateng.v2i3.90

Abstract

Books play important  role in carrying out education in university. As a media of communication, books are useful in education process. That  is why  the existence of books affects the quality of the university  graduate. Books here means text books which are written  and used in university and arranged from the vision and mission of the university. The result of this research is expected to be beneficial for developing curriculum  which view JAIN as meeting pot/melting pol and the provision  of text books for IAIN is expected  to be compatible the development  oflslamic study either in western or eastern part of the world especially in Indonesia.  One which must be developed  by IAIN is Islamic contemporary  view, especially relating  to pluralism  issue,  democracy  and gender.  It's assummed because the text books in IAIN haven't touched the contemporary theme in Islamic study like  what  is widely discussed in non government organizations and other non university organizations.
Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Masyarakat Lokal dan Strategi Konservasi Lingkungan di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, Lombok Timur Al Idrus, Agil; Syukur, Abdul; Mahrus, Mahrus; Zulkifli, Lalu; Santoso, Didik
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.832 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.361

Abstract

Abstrak: Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata.  Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya.  Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya berdasarkan solusi dari permasalahan seperti yang telah diuraikan di atas membutuh metode pelaksanaan yang relevan. Beberapa metode yang akan digunakan adalah: Sosialisai, pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Pijot.Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan.  Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah-langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagai masyarakat di Desa Pijot Induk. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN. Kata Kunci :  Ekowisata dan Matapencaharian Berkelanjutan dan Konservasi lingkunga.
Pendampingan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Peternakan Sapi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Raksun, Ahmad; Zulkifli, Lalu; Mahrus, Mahrus; Japa, Lalu; Sedijani, Prapti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.587 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.351

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini telah dilaksanakan di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagian masyarakat Desa Jatisela yang bermatapencaharian sebagai petani, kuhusnya yang berdomisili di Dusun Ireng Daye memiliki usaha sampingan yaitu beternak sapi, kuda dan kambing. Mereka membentuk kelompok ternak yang disebut Kelompok Ternak Patuh Angen. Kegiatan peternakan sapi yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Patuh Angen menghasilkan limbah berupa kotoran ternak dan sisa makanan ternak. Peternak sapi di Dusun Ireng Daye belum menemukan alternatif pemecahan masalah limbah peternakan sapi yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Pengolahan limbah peternakan sapi menjadi pupuk organik merupakan alternatif pemecahan masalah yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dijadikan pupuk untuk meningkatkan hasil panen tanaman. Adapun tahapan kerja pengolahan limbah peternakan sapi menjadi bokashi dan pemanfatannya pada lahan pertanian adalah sebagai berikut: (1) sosialisasi kegiatan, (2) penyampaian materi tentang kebersihan lingkungan, cara pembuatan bokashi dan manfaat bokashi untuk pertumbuhan tanaman, (3) pembuatan bokashi, (3) penggunaan bokashi pada lahan pertanian.  Metotode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini nampak bahwa masyarakat yang menjadi mitra kegiatan telaah mengikuti kegiatan dengan baik mulai dari sosialisasi kegiatan sampai pada kegiatan terakhir pelaksanaan pengabdian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta yang terkait dengan materi yang disampaikan tim pelaksana pada saat diskusi. Selain itu pada saat praktek pembuatan bokashi semua peserta ikut bekerja secara aktif sehingga kegiatan paraktek pembuatan bokashi dapat berjalan lancer. Kata Kunci: Pendampingan masyarakat; pengelolaan limbah; peternakan sapi; pertumbuhan tanaman.
Identifikasi Kemampuan Literasi Kelautan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah Utami, Fahira Putri; Karnan, Karnan; Handayani, Baiq Sri; Mahrus, Mahrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 6, No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i1.160

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata utama yang memiliki panorama pesisir dan potensi sumberdaya laut yang melimpah, jika tidak dikelola dengan baik maka sumberdaya lautan akan mengalami kerusakan untuk itu sumberdaya manusia yang ‘melek’ akan lautan menjadi peran penting untuk mengelola sumberdaya pesisir dan lautan secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan literasi kelautan siswa berdasarkan kompetensi 7 prinsip literasi kelautan pada sekolah menengah pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Sample sekolah penelitian adalah SMP 1 Pujut, SMP 7 Pujut, Mts Al-Ijtihad, Mts Al-Irsyad dan Mts Nw Prabu. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 9 dengan jumlah total 150 siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dekriptif. Hasil penelitian kemampuan literasi kelautan siswa dengan nilai presentase setiap sekolah yakni, SMP 1 Pujut sebesar 30%, SMP 7 Pujut sebesar 34.41, Mts Al-Irsyad sebesar 27.58%, Mts Al-Ijtihad sebesar 29.58%, dan Mts Nw Prabu sebesar 25.83%. Berdasarkan hasil rata-rata presentase tes literasi kelautan sebesar 29% dapat di simpulkan bahwa kemampuan literasi kelautan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah dikategorikan rendah. Upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi kelautan siswa guru dapat melakukan pengembangan materi dengan mengimplementasikan 7 prinsip literasi kelautan dalam proses pembelajaran.
Perbedaan Hasil Belajar Biologi Siswa pada Penggunaan Media Video dengan Media Powerpoint Melalui Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) di SMAN 3 Mataram Tahun Ajaran 2020/2021 Utami, Nadia; Khairuddin, Khairuddin; Mahrus, Mahrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi siswa pada pembelajaran menggunakan media video dengan media Powerpoint melalui pembelajaran daring di SMAN 3 Mataram. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen (eksperimen Semu). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah 280 siswa. Penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai kelas ekperimen. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu sampel diberikan oleh guru mata pelajaran dengan pertimbangan tertentu yaitu masing-masing kelas memliki kemampuan yang sama. Kelas eksperimen 1 berjumlah 33 siswa dan kelas eksperimen 2 berjumlah 31 siswa, sehingga total sampel adalah 64 siswa. Pada kelas eksperimen 1 diberikan pembelajaran daring menggunakan media Video dan kelas eksperimen 2 diberikan pembelajaran daring menggunakan media PowerPoint. Untuk mengetahui hipotesis yang dirumuskan dengan menggunakan uji statistik t. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen 1 diperoleh yaitu 57,20 dan nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen 2 yaitu 51,19. Sedangkan hasil post-test menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 diperoleh nilai rata-rata 73,51 dan nilai rata-rata post-test kelas ekperimen 2 yaitu 67,90. Dengan demikian hasil belajar siswa yang diajar dengan media Video lebih baik daripada media PowerPoint. Uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 2,23 > ttabel = 2,00 pada taraf signifikan 5 %. Sehingga dapat dikatakan bahwa Ha diterima, Ho ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan hasil belajar biologi siswa pada penggunaan media video dengan media powerpoint melalui pembelajaran dalam jaringan (Daring) di SMAN 3 Mataram Tahun Ajaran 2020/2021.Kata kunci: Media Video, Media PowerPoint, Hasil  Belajar
Potensi Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Berkelanjutan Masyarakat di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Syukur, Abdul; Idrus, Agil Al; Zulkifli, Lalu; Mahrus, Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.575

Abstract

Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya. Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya solusi dari permasalahan kapasias pengelolaan yang bersumber dari kelompok masyarakat. Beberapa metode yang akan digunakan adalah Sosialisai, pelatihan dan Fokus Group diskusi. Pada tahap sosialisasi tim pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan. Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah- langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN.
Pelatihan Pembuatan Nata de Pitaya dari Limbah Kulit Buah Naga pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Buah Naga di Desa Tanak Beak Lombok Tengah Zulkifli, Lalu; Mahrus, Mahrus; Sedijani, Prapti; Rasmi, Dewa Ayu Citra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.573

Abstract

Desa Tanak Beak Kec. Batukliang Utara merupakan salah satu sentra penghasil buah naga. Desa ini memiliki Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT). Pada waktu panen ini sempat dikunjungi gubernur NTB untuk panen raya buah naga. Buah naga yang banyak di tempat wisata ini,  banyak dikonsumsi oleh pengunjung dan kulitnya tidak termanfaatkan serta cenderung sebagai limbah yang mengganggu tempat sekitar. Pada tahap sosialisasi ini hampir semua anggota KWT Kebun buah naga Dusun Dasan Agung hadir. Mereka sangat antusias dalam mengikuti penjelasan terkait manfaat kulit buah naga yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan nata de pitaya. Sambutan mereka sangat baik terkait program pengabdian ini, karena mereka materi ini juga penting dalam mengatasi limbah buah naga yang ketika panen banyak kulit buah naga yang menjadi limbah dan tidak termaafkan dan menjadikan lingkungan sekitar kurang baik. Dalam menyampaikan teknik pembuatan kami sampaikan menggunakan media LCD dengan presentasi PPT, sehingga mereka lebih mudah menangkap pesan dan inti dari tahap-tahap proses dalam pembuatan nata de pitaya. Dalam penjelasan teknik pembuatan nata dari kulit buah ini banyak sekali pertanyaan pertanyaan terkait proses pembuatannya. Setelah selesai penjelasan, diskusi dan tanya jawab, kemudian peserta diajak langsung praktek pembuatan nata de pitaya dari tahap pengambilan kulit, pembersihan sampai pada tahap inkubasi setelah diberikan bakteri starter Acetobacter xylinum. Hasil proses pembuatan kemudian dicuci dan dipotong-potong dan ditimbang. Para peserta sangat berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti, sehingga dapat sebagai salah satu alternatif pengahasil tambahan keluarga. Mereka sangat berharap bahwa program ini dapat dilanjutkan sampai pada tahap-tahap berikutnya sehingga masyarakat Dusun Dasan Agung dapat sebagai salah satu tempat memproduksi nata de pitaya karena bahan baku cukup tersedia.