Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

Sistem Pengaman Motor Induksi 3 Phasa Terhadap Gangguan Unbalance Voltage Dan Overload Indhana Sudiharto,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3 phasa merupakan jenis motor yang paling sering digunakan pada proses produksi di industri. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh motor DC, tetapi motor induksi 3 phasa sering mengalami terjadi gangguan Unbalance Voltage dan Overload. Gangguan tersebut mempunyai dampak yang sangat berbahaya bila dibiarkan berlarut-larut,  karena arus yang mengalir sangat besar sehingga meningkatkan suhu dan dapat mengakibatkan motor induksi 3 phasa terbakar.Untuk mengatasi gangguan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengamankan dari Unbalance Voltage sesuai standar ANSI Std C84.1–1989 dan Overload sesuai standar name plate Overcurrent Protection Relay CKR Series. Sistem pengaman bekerja dengan membandingkan nilai setting dan parameter tegangan serta arus yang disensor dari motor induksi 3 phasa sebagai beban. Dari pengujian sistem pengaman Unbalance Voltage dan Overload yang bekerja dengan membandingkan nilai setting  antara arus 1.5 Ampere sampai 5 Ampere maka didapatkan prosentase error rata-rata 3.44 % untuk waktu trip kontaktor pada pengaman Overload dan tegangan antara 360 Volt sampai 380 Volt dengan prosentase Unbalance Voltage antara 0 % sampai 10.95 % pada pengaman Unbalance Voltage. The 3 phase induction motor is a motor type most often used in production processes in industry. This is because the induction motor has several advantages that are not owned by a DC motor, but often also occur among other disturbance Unbalance Voltage and Overload in the 3 phase induction motor. The disturbance has a very harmful impact if allowed to drag on due to a very large current flow there by increasing the temperature and can lead to 3 phase induction motor burn. To overcome the interference, we need a system that can secure from Unbalance Voltage according to the standard ANSI Std C84.1-1989 and Overload Protection Relay Over current with name plate CKR Series. The security system works by comparing the value set point and voltage and current parameters of the outtakes from the 3 phase induction motor as load. From testing the security system Unbalance Voltage and Overload that works by comparing the current value of set point between 1.5 Ampere to 5 Amperes then obtained an average percentage error 3.44 % for the time trip on security contactors Overload and voltage between 360 Volts to 380 Volts with a percentage Unbalance Voltage between 0 % to 10.95 % in Unbalance Voltage safety.
Rancang Bangun Alat Penguji Karakteristik Pengaman Arus Lebih Berkapasitas Maximum Sutedjo, ; Indhana Sudiharto,
Teknika Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mini Circuit Breaker (MCB) dan Thermal Over Load(TOR) merupakan pengaman gangguan arus lebih pada jaringan listrik, karena MCB dan TOR memiliki kinerja yang baik untuk mengamankan jaringan listrik dari gangguan arus lebih. MCB maupun  TOR perlu diuji secara berkala untuk mengetahui karakteristik kondisi terbaru peralatan tersebut. Sehingga dapat diketahui karakteristik waktu kerja yang baru. Prinsip utama pengujian karakteristik MCB atau peralatan pengaman arus lebih yang lain  adalah mengalirkan arus  yang bervariasi ke peralatan tersebut, sehingga akan diketahui karakteristik waktu kerjanya. Pada umumnya pengujian karateristik MCB melakukan pembebanan secara manual, merubah arus dengan cara merubah beban dan menghitung waktu dengan pencatat waktu secara terpisah. Pada penelitian ini dibuat rangkaian pengontrol gelombang penuh satu fasa yang difungsikan sebagai peralatan penguji karakteristik pengaman arus lebih yang bekerja secara otomatis. Rangkaian yang dapat digunakan rangkaian pengontrol gelombang penuh satu fasa dengan beban resistif. Komponen utama adalah dua buah SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang dirangkai secara bidirectional. Dan mikrokontroller sebagai pengatur besarnya arus yang diinjeksikan dan mencatat waktu kerja/trip peralatan yang diuji