Serafin Wisni Septiarti, Serafin Wisni
FIP UNY

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan perlindungan sosial kampung ramah anak di Kota Yogyakarta Suharta, Robertus Belarminus; Septiarti, Serafin Wisni
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.602 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.11313

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan tentang Kampung Ramah Anak sebagai program perlindungan sosial yang dapat berkembang melalui pendekatan budaya dilaksanakan di Kelurahan Tegalejo Yogyakarta. Penelitian dengan metode kualitatif dengan FGD, observasi dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan datanya. Data dianalisis secara deskriptif untuk diintepretasi kebermaknaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan sosial melalui program KRA merupakan konsep yang dibangun pemerintah Kota Yogyakarta untuk memenuhi hak hidup, belajar, perlindungan dan partisipasi anak dalam pembangunan. Secara kultur, masyarakat menanggapinya dengan prinsip kebersamaan, komitmen, mengintegrasikan makna ramah anak dalam bentuk berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua, anak muda dan tokoh masyarakat. KRA dikembangkan melalui (1) mengucapkan deklarasi kawasan tanpa rokok dalam setiap pertemuan pengurus RW; (2) membangun keakraban orang tua-anak seperti kerjasama, persatuan, toleransi yang dibingkai dalam kegiatan yang inovatif, edukatif, menyenangkan seperti outbond, gerak tari dan seni tradisional.Development of child friendly social protection in Yogyakarta City√ā¬†AbstractThis article aims to explain about Child Friendly Village (KRS) as a social protection program that can develop through cultural approach implemented in Tegalejo Village Yogyakarta. Research with qualitative method with FGD, observation and in-depth interview as data collection technique. The data were analyzed descriptively to interpret their meaningfulness. The results showed that social protection through the KRA program is a concept developed by the Yogyakarta city government to fulfill the right to live, learn, protect and participate in development. Culturally, the community responds with the principle of togetherness, commitment, integrating the meaning of child-friendly in the form of various activities involving parents, young people and community leaders. KRA is developed through (1) declaring a non-smoking area declaration in every RW committee meeting; (2) establishing parent-child familiarity such as cooperation, unity, tolerance that is framed in innovative, educational, fun activities such as outbound, dance movements and traditional arts.