Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GERAKAN BEBAS NYAMUK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DI DESA GEDAREN KECAMATAN JATINOM KABUPATEN KLATEN Istianna Nurhidayati; Faidah Nur; Tifuk Hesti; Erfita edi yati; Sholikhah Nurhidayati; Firdaus Amanu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.634 KB)

Abstract

Dengue fever in general community distruption caused by problems epidemiological variables, namely environmental, human, and behavior. Empowerment the community for prevention of dengue requires a comprehensive dan integrated comprehensive program in both primary prevention, secondary and tertiary of all element of society. The aim Village build Gedaren to empower communities through the independent in handling dengue. Village build done through in according with the concept of CHN. Elements of the community that is fostered throught the rural communties, health walkers, community and rilegious leaders. Results Village build illustrate able pass the prevention, promotion and protection againt dengue problem. Village build results is expected to the basis of prevention and health promotion program to eradicate communicable diseases in the community trough intensive coaching from health center and Community nureses.Keyword : Dengue Hemorargi fever, prevention, empowerment
Penderita Hipertensi Dewasa Lebih Patuh daripada Lansia dalam Minum Obat Penurun Tekanan Darah Istianna Nurhidayati; Afri Yuli Aniswari; Arlina Dhian Sulistyowati; Sutaryono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.568 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perilaku penderita hipertensi dalam program pengobatan secara rutin dan teratur dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan kurang patuh yang dapat disebabkan oleh. Penderita hipertensi belum megikuti program pengobatan hipertensi, disebabkan oleh budaya responden itu sendiri yang sudah melekat sejak lahir sehingga sangat sulit sekali untuk dihilangkan. Tujuan: Untuk mengetahui komparasi kepatuhan berobat penderita hipertensi dewasa dan lansia dalam pengendalian tekanan darah di UPT Puskesmas Patuk I Kabupaten Gunungkidul. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional Jumlah sampel yang diambil sejumlah 85 orang dengan cara pengambilan accidental sampling. Hasil: Responden dewasa (56,6%), jenis kelamin perempuan (61,2%), pendidikan SD (56,5%), pekerjaan buruh (48,2%), lama menderita  1-2 tahun (60%) dan keanggotaan BPJS (100%). Kepatuhan berobat penderita dewasa (41,2%) lebih tinggi dari kelompok lansia (29,4%). Ada hubungan antara kepatuhan berobat penderita hipertensi dengan kelompok usia responden (p =0,027). Kesimpulan: Kepatuhan berobat kelompok umur dewasa lebih tinggi dari usia lansia, dengan rasio prevalensi 81,4%:59,5%.
Pengalaman Keluarga Mempersiapkan Diri Menghadapi Bahaya Gunung Merapi di Desa Tegalmulyo: Studi Fenomenologi Nurhidayati, Istianna; Agustina, Nur Wulan; Anggraini, Novia
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.443 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v6i1.291

Abstract

Individual and family represent the main stakeholder in alertness. Family represent tip of lance, subjek and object from alertness, because having an effect on directly to disaster risk. The aim of the  research is to get the meaning about the family experience in unlimbering to face the natty mount danger in Tegalmulyo village. This research used qualitative design with the phenomenology approach. This research population is all of family Tegalmulyo village. Sum up the sample research as much 7 participle obtained that used appropriate purposive sampling of criterion of inclusion research. The researcher used indepth interview to collect the data. The result of theme research is eleven themes that are natural disaster on the slopes of Merapi, the signs of Mount Merapi disaster, the danger of Mount Merapi eruption, equipment and equipment, evacuation site, evacuation plan, traditional early warning system, early warning system with modern technology, family empowerment , psychological feelings, evacuation assistance. The conclusion of this research are the experience of family preparedness to disaster in Tegalmulyo village is ready to face the danger of Mount Merapi.
PERILAKU PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS KLATEN TENGAH: STUDI FENOMENOLOGI Nurhidayati, Istianna; Setianingsih, Setianingsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.8 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i1.73

Abstract

Millenium Development Goals (MDGs) ke empat bertujuan untuk mengurangi angka kematian bayi di dunia  hingga pada angka 23 per 1000 kelahiran hidup. Kematian pada bayi dan neonatus ini disebabkan oleh kelahiran preterm dimana sebagian besar bayi preterm merupakan bayi berat lahir rendah (BBLR). WHO (2014) mencatat 62% kematian bayi disebabkan lahir prematur. Di Indonesia tercatat kematian neonatus akibat preterm sebesar 20 per 1000 kelahiran hidup (WHO,2014). Di Kabupaten Klaten angka kematian bayi tercatat 8,5 per 1000 kelahiran hidup (Dinkes Kab.Klaten, 2013). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran perasaan, perilaku, dukungan dan hambatan serta harapan ibu selama melakukan perawatan BBLR di rumah  wilayah kerja Puskesmas Klaten Tengah. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Tehnik pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam (in depth interview) serta menggunakan catatan lapangan (field note). Analisis Colaizzi yang dilakukan memperoleh  enam tema penelitian yaitu kecemasan ibu pada keadaan bayi, perawatan khusus BBLR, dukungan saat merawat BBLR, Hambatan perawatan BBLR, kebahagiaan merawat BBLR dan harapan ibu dengan BBLR. Direkomendasikan perawat perkesmas melakukan pembinaan dan asuhan keperawatan keluarga risiko tinggi BBLR untuk memandirikan keluarga dalam merawat BBLR dan asuhan aggregat ibu hamil berisiko
Dukungan Keluarga Meningkatkan Kesiapsiagaan Lansia Dalam Menghadapi Bencana Gunung Berapi Nurhidayati, Istianna; Bahar, Khodijah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.841 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i1.168

Abstract

Lanjut usia merupakan individu yang rentan saat terjadi bencana. Upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mengurangi resiko bencana yaitu kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan merupakan elemen penting dari kegiatan pengendalian resiko bencana yang bersifat pro-aktif sebelum bencana terjadi. Keluarga merupakan bantuan utama bagi lansia dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kesiapsiagaan pada lansia dalam menghadapi bencana Gunung Merapi di Desa Lereng merapi Klaten Kecamatan Kemalang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian ini adalah lansia yang tinggal di lereng merapi. Responden penelitian sebanyak 62 responden yang diperoleh dengan tehknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian lansia terbanyak berjenis kelamin perempuan (54,8%), rerata usia 70,55 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 54,8% lansia mendapatkan dukungan keluarga baik dan sebanyak 51,6% dalam kesiapsiagaan siap. Hasil uji Kendall Tau menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kesiapsiagaan lansia (ρ=0,000;τ = 0.678). Kesimpulan dukungan keluarga memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan lansia menghadapi bencana di lereng merapi di desa lereng merapi kecamatan Kemalang Klaten.
Pengaruh Relaksasi Autogenic Terhadap Insomnia Pada Penderita Hipertensi Di RSD Bagas Waras Klaten Nurhidayati, Istianna; Agustina, Nur Wulan; Halimah, Halimah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.758 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.267

Abstract

Pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit sebagian besar mengalami gangguan tidur insomnia. Perawat dapat memberikan intervensi untuk mengatasi gangguan insomnia tersebut. Salah satunya dengan relaksasi autogenic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi autogenic terhadap insomnia pada penderita hipertensi di RSD Bagas Waras Klaten. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan desain pre and post test without control. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang dirawat di RSD Bagas Waras sebanyak 42 orang. Responden penelitian sebanyak 21 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner insomnia. Relaksasi autogenic diberikan 3 hari setiap pertemuan 15 menit. Analisis data menggunakan uji wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian rata-rata umur responden adalah 52,67 5,651. Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebesar 57,1% dan sebagian besar responden menderita hipertensi >2 tahun sebesar 52,4% dan responden paling banyak menggunakan terapi ACE Inhibitor sebanyak 33,3%. Rerata-rata skor insomnia sebelum diberikan relaksasi autogenik adalah 9,86 dan setelah diberikan relaksasi autogenik 6,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan p value = 0,000. Penelitian ini menyimpulkan ada pengaruh antara relaksasi autogenic terhadap insomnia pada pasien hipertensi di RSD Bagas Waras Klaten.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Istianna Nurhidayati; Fitri Suciana; Ida Zulcharim
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.981 KB) | DOI: 10.32584/jikk.v2i2.412

Abstract

Diabetes mellitus in Klaten have increased, especially in Karangnongko health center in 2016 there were 15 (0.002%) patients and in 2017 there were 538 (0.05%). This study aimed to determine  relationship of health beliefs with medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus in the Karangnongko health center. This research used descriptive analytic design with cross sectional approach. Sample this study was 44 respondents, obtained by purposive sampling technique. The instruments of data collection used questionnaires. The results of the Pearson correlation analysis concluded average age of respondents was 53 years, the youngest age was 40 years and the oldest was 63 years, the sex of female respondents (75.0%), education level of elementary school (50.0%), not working (56.8%), duration of diabetes mellitus <5 years (75.0%), fasting blood sugar> 126 mg / dl (88.6%), other perceived health problems (61.4%), drugs consumed biguanide (79.5 %). Health belief in this study at least 65, a maximum of 141 and an average of 112.66 ± 21,824. Medication adherence  at least 3, a maximum of 8 and an average of 6.34 ± 1,413. Pearson correlation test results  was a relationship of health belief with medication adherence (p = 0,000). Relation of health belief with medication compliance showed a moderate positive correlation with correlation coefficient value or r =0.489 which means the greater the confidence of health hence the higher compliance of drug in diabetes mellitus type 2  at Karangnongko Health Center. Health belief have a relationship with the adherence of taking drugs diabetes mellitus type 2 at Karangnongko  Health Center.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DENGAN“GOTONGROYONG JOGOTONGGO” DI RW VIII DAN RW X DESA JOMBORAN KLATEN TENGAH - KLATEN Istianna Nurhidayati; Sri Handayani; Ratna Agustiningrum
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i1.101

Abstract

Penambahan dan penyebaran kasus COVID-19 secara global berlangsung cukup cepat. Pada tanggal 28 Maret 2020 WHO memasukkannya dalam kategori Very High risk assessment dimana pada saat itu telah dilaporkan total temuan kasus infeksi sebesar 571.678  kasus dengan total 26.494 kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan penularan penyakit Covid-19 di RW VIII dan X desa Jomboran Klaten Tengah Klaten. Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, remaja serta kader kesehatan. Kegiatan melalui tiga tahap yaitu tahap awal yaitu sosialisasi, tahap ke dua adalah pelaksanaan. Tahap pelaksanaan   yang  meliputi edukasi masyarakat, pengorganisasian, pelatihan pemuda dan kader kesehatan, pendampingan pemantauan isolasi mandiri dengan diakhiri tahap evaluasi kegiatan. Edukasi masalah Covid dilakukan dengan whatsApp group, spanduk dan poster, pelatihan kader dan karang taruna. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan diperoleh keadaan kesehatan Masyarakat RW VIII dan X tidak ada yang terconfirm Covid-19.  Pemerintah Desa Jomboran mendukung keberadaan gotongroyong jogo tonggo  untuk mencegah penularan Covid-19. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Pencegahan, Covid-19.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Dan Pengontrolan Penyakit Tidak Menular : Posbindu Ptm Di Dusun Gunung Cilik Desa Watu Gajah Gedangsari Gunung Kidul Istianna Nurhidayati; Sri Handayani; Ratna Agustiningrum
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i2.134

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian utama di dunia. WHO memaparkan 29 juta (80%) kematian  karena penyakit tidak menular terjadi di negara berkembang. Kondisi ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat terutama pada negara-negara berkembang. Pada awal perjalanan Penyakit tidak menular seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah terlambat atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan mengontrol penyakit tidak menular di dusun gunung cilik Watu gajah gunung kidul.Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, kader kesehatan dan para penderita penyakit tidak menular di dusun Gunung cilik. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahap yaitu sosialisasi, pengorganisasian dan pelatihan kader. Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit tidak menular dan pentingnya Posbindu PTM, pengorganisasian Posbindu untuk membentuk kepengurusan dan pelatihan kader untuk membekali kader dalam pelayanan posbindu. Kegiatan dilaksankan dengan baik dan mendapat respon kooperatif , antusias dan aktif setiap kegiatan dilakukan . pemerintah desa Watu gajah dan Puskesmas Gedangsari  mendukung keberadaan posbindu PTM di dusun Gunung cilik  untuk mengendalikan dan mengontrol penyakit tidak menular.
KESIAPSIAGAAN KELUARGA DENGAN LANJUT USIA PADA KEJADIAN LETUSAN MERAPI DI DESA BELERANTE KECAMATAN KEMALANG Istianna Nurhidayati; Erma Ratnawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.027 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.210

Abstract

Lansia menjadi kelompok rentan dalam bencana. Pengurangan resiko dampak bencana terhadap lansia dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan. Individu dan rumah tangga menjadi stakeholder utama kesiapsiagaan. Keluarga merupakan ujung tombak, subyek dan obyek kesiapsiagaan, berpengaruh langsung terhadap resiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesiapsiagaan keluarga dengan lansia pada kejadian bencana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, menggunakan studi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian: keluarga dengan lansia di Desa Balerante Kecamatan Kemalang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 55 sampel, diambil secara cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan, 76.5% keluarga dengan lansia memiliki pendidikan sekolah dasar, 54.9% memiliki APGAR baik dan 54.95% berada pada kesiapsiagaan siap. Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara tipe keluarga, pendapatan dan pendidikan dengan kesiapsiagaan (. Kesimpulan studi ini terdapat hubungan antara pendapatan, pendidikan dan tipe keluarga dengan kesiapsiagaan keluarga. Keluarga dengan lansia di lereng merapi dalam kategori siap menghadapi letusan gunung merapi.