Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Interlamellar Spacing Terhadap Nilai Kekerasan Besi Cor Kelabu Dengan Variasi Tembaga Siswanto, Ari
ROTASI Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.1.14-21

Abstract

Besi cor kelabu merupakan jenis besi cor yang mempunyai bentuk grafit serpih dan patahan kelabu. Besi cor kelabu banyak dipergunakan karena sifatnya seperti peredam getaran yang baik, mampu cor yang sangat baik, machinability yang sangat baik, murah dan sifat unik lainnya. Pemberian unsur paduan adalah salah satu cara untuk meningkatkan sifat mekanik besi cor kelabu. Pemberian unsur Tembaga mampu meningkatkan pembentukan grafit pada transformasi eutektik akan tetapi menurunkan pembentukan grafit pada transformasi eutectoid, sehingga meningkatkan jumlah pearlit. Peningkatan jumlah pearlit dapat teramati oleh pengujian SEM (Scaning Electron Microscope) yang ditujukan dengan jarak interlamellar spacing pearlit yang semakin rapat. Hasil pengujian kekerasan yang dilakukan dalam penelitian ini juga menunjukan peningkatan persentase jumlah Tembaga mampu menaikan nilai kekerasan. Sehingga dapat disimpulkan peningkatan persentase jumlah unsur Tembaga di besi cor kelabu membuat semakin rapat jarak interlamellar spacing serta terjadi peningkatan nilai kekerasan.
Perbaikan Kekerasan dan Struktur Mikro Besi Cor Nodular 700 Fasa Ledeburitik dengan Pengaturan Media Pendingin dan Tempering Siswanto, Ari
ROTASI Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.483 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.4.224-230

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada material besi cor nodular 700 yang memiliki fasa ledeburitik. Besi cor nodular 700 fasa ledeburitik memiliki kekerasan dan struktur mikro yang tidak sesuai ISO 1083. Untuk memperbaiki nilai kekerasan dan struktur mikro dilakukan proses perlakuan panas. Perlakuan panas yang dilakukan menghilangkan fasa ledeburuit pada temperatur austenisasi, kemudian didinginkan menggunakan media pendinginan yang bervariasi. Hasil variasi media pendingian dilanjutkan dengan proses tempering. Hasil perlakuan panas tersebut dilakukan pengujian kekerasan dan struktur mikro. Hasil pengujian menunjukan proses pendinginan media udara bebas dan dilanjutkan temper 550 0C menghasilkan nilai kekerasan dan struktur mikro sesuai ISO 1083.
SKALA PELAYANAN TAMAN-TAMAN DI KOTA PALEMBANG Mafra, Ramadisu; Siswanto, Ari; Iqbal, Maulid M.; Juliantina, Ika
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 Juli 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.193 KB)

Abstract

Abstrak: Taman perkotaan adalah aset infrastruktur hijau kota yang ditujukan untuk memberikan keberlanjutan sosialbagi warga, terus dikunjungi, menjadi venue aktivitas dan interaksi sosial. Fokus penelitian untuk mengukur skalapelayanan taman. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penelitian survey, berlokasi di Taman KIB,Kampus, dan JSC. Menggunakan teknik sampel insidental. Metode distribusi frekuensi dan pengukuran horizontaldistance digunakan untuk mengolah data, kemudian disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan atau narasi untukmenginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan radius rata-rata pelayanan taman di kota Palembangberada pada rentang ± 4,40 km dari center spot taman. Pengunjung terbanyak berasal dari Kecamatan Ilir Barat – I(24,33%). Ketiga taman preseden telah mencapai skala pelayanan kota (KIB 93%, Kampus 57%, dan JSC 74%). KIBtelah menjadi venue aktivitas sosial (51%), tetapi belum menjadi venue interaksi sosial (0,42%), sedangkan TamanKampus dan JSC belum menjadi venue aktivitas sosial dan atau venue interaksi sosial.Kata kunci: skala pelayanan taman, radius, domisili, venue aktivitas sosial
ISU KESEHATAN DALAM SENGKETA IMPOR DAGING AYAM ANTARA INDONESIA – BRAZIL DI WTO Siswanto, Ari
Arena Hukum Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2021.01401.2

Abstract

AbstractThis paper discusses the issue of human health protection as one of the exceptions of GATT obligations, considering the elements in Article XX (b) of GATT are still general in nature and thus have the potential to bring different interpretation. Focusing on the elements of "necessary to protect human life or health" and "arbitrary or unjustifiable discrimination", this paper seeks to explore the various meanings of Article XX (b) GATT, including its implementation in an in concreto dispute, namely Indonesia's dispute with Brazil over chicken meat import policy. The result shows that the element of "necessary to protect human life or health" will be deemed if the state can demonstrate the existence of health risks, adopt necessary policies that mitigate such risks, and there is no other policy alternative more friendly to international trade available. In relation to the more subjective element of "arbitrary or unjustifiable discrimination", the principle of good faith has not yet given a place in the consideration of this element.AbstrakTulisan ini membahas isu perlindungan kesehatan manusia sebagai salah satu pengecualian dari kewajiban-kewajiban GATT, mengingat bahwa unsur-unsur dalam Artikel XX(b) GATT masih bersifat umum dan berpeluang memunculkan perbedaan penafsiran. Berfokus pada unsur “necessary to protect human life or health” dan “arbitrary or unjustifiable discrimination”, tulisan ini menelusuri berbagai pemaknaan terhadap Artikel XX(b) GATT, termasuk implementasinya dalam sengketa in concreto, yakni sengketa Indonesia melawan Brazil terkait kebijakan impor daging ayam. Hasilnya, unsur “necessary to protect human life or health” dianggap terpenuhi kalau negara itu bisa menunjukkan keberadaan risiko kesehatan, mengambil kebijakan yang mampu mengurangi risiko tersebut dan memang harus diambil, serta tidak tersedia alternatif kebijakan lain yang lebih ramah terhadap perdagangan internasional. Terkait unsur “arbitrary or unjustifiable discrimination” yang lebih subjektif, terungkap prinsip itikad baik belum mendapat tempat di dalam pertimbangan atas unsur ini.
Psychosocial Health: Hidden Effects in the Water Supply and Sanitation Environment Kusumawaty, Ira; Siswanto, Ari
Sriwijaya Journal of Environment Vol 6, No 3 (2021): Environmental Health and Safety
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.499 KB) | DOI: 10.22135/sje.2021.6.3.93-98

Abstract

The conceptualization of water and sanitation as the foundation of life is the key to the success of sustainable development in the health sector. Fulfilling water and sanitation needs often encounters obstacles in the environment of certain family groups that touches the complexity of psychosocial health problems. The facts show that attention is often neglected to the impact of inadequate fulfillment of clean water and sanitation on psychosocial health. It is very important to further explore the impact of water availability and sanitation on psychosocial health in order to achieve sustainable health development. This qualitative research was carried out with a phenomenological study approach, involving 5 families living on the riverbank in Palembang, South Sumatera Province. The in-depth interview method is carried out until it reaches data saturation, observation and field notes are carried out during the data collection process. The results of data collection were analyzed using the Colaizzi method to obtain four themes including: stress due to not getting access to clean water, economic difficulties that cause emotional distress in accessing clean water, compulsion to use available water and inconvenience to use public sanitation facilities. The implication of this research is the need for policies to facilitate certain groups of people to access their needs for clean water and sanitation by paying attention to the psychological aspects of the community. Collaboration of community leaders is needed in accelerating access to clean water and sanitation that is more respectful of community dignity.
The Meaning of Water Environment for Stilt Houses on the Musi Riverbanks, Palembang Siswanto, Ari; Kusumawaty, Ira
Sriwijaya Journal of Environment Vol 6, No 2 (2021): Environmental Risks and Resources Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.443 KB) | DOI: 10.22135/sje.2021.6.2.70-77

Abstract

Water functions are very diverse for humans for daily needs such as drinking water, bathing, agriculture, development, aesthetics and lowering temperatures. Palembang is a lowland area dominated by wetlands, tidal swamps and rivers. The types of houses on stilts on the banks of the Musi river are limas, gudang and Chinese stilt houses which are always associated with the water environment. The construction of roads replacing the role of rivers has realized that water environment has an important meaning for the house on stilts. The research objective was to explore the meaning of the water environment from various aspects for residents, stilt houses and their environment. The case study research method, taking field data, namely observation, photos, measurements and interviews with participants who are owners, residents and community leaders. Data and findings were analyzed and juxtaposed with images in the field. The road construction has eliminated part of the function of the river and influenced the change in orientation of the house on stilts. In conclusion, respect for water environment including rivers has decreased, causing the quality of the river to decline, and the house on stilts cannot take advantage of the existence of water environment optimally.
Struktur Unik Candi Muaro Takus, Riau Siswanto, Ari; Ardiansyah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol 9 No 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.676 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.75

Abstract

Kompleks percandian Muara Takus memiliki empat candi yang berdekatan tetapi mempunyai langgam arsitektur dan dimensi yang berbeda. Material utama candi adalah batu bata dan batu pasir dengan menggunakan kombinasi yang berbeda sehingga dapat menghasilkan struktur candi yang berbeda dengan candi lainnya di Sumatera. Penggunaan material batu bata dan batu pasir yang memiliki karakter dan ukuran yang berbeda selain memunculkan permasalahan tetapi juga menciptakan suatu keunikan pada bentuk dan detail candi. Metode studi kasus yang dipergunakan dengan kegiatan penelitian yang meliputi observasi, pengukuran, penggambaran serta wawancara. Keempat candi yaitu Tuo, Bungsu, Mahligai dan Palangka menggunakan kombinasi batu bata dan batu pasir yang berbeda serta pada bagian candi yang berbeda. Bentukan stupa menara dari candi Mahligai yang menggunakan sebagian besar batu bata dan sedikit batu pasir menimbulkan kesan unik yang elegan. Penggunaan batu bata dan batu pasir secara bersamaan atau terpisah di kompleks percandian Muaro Takus telah menghadirkan karya arsitektur candi Buddha dengan struktur yang unik dan menawan.