Annis Deshinta Ayuningtyas, Annis Deshinta
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA Ayuningtyas, Annis Deshinta
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe TPS atau pembelajaran langsung, (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik di antara siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah, (3) pada masing-masing tingkatan kemandirian belajar (tinggi, sedang, dan rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe TPSatau pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semudengan desain factorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Se-Kota Yogyakarta Semester I tahunpelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan carastratified cluster random sampling. Banyak sampel adalah 195 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket kemandirian belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Uji coba angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji coba tes prestasi meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas.Untuk uji normalitas menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji barlett. Uji keseimbangan yang digunakan yaitu anava satu jalan dengan sel tak sama. Analisis tes prestasi matematika menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Prestasi belajar matematika dengan model pembelajaran kooperatiftipe TPS memberikan prestasi belajar yang lebihbaik daripada model pembelajaran langsung, (2) Siswa yang kemandirian belajarnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah, sedangkan siswa yang kemandirian belajarnya sedangmempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa dengan kemandirian belajar rendah, (3) Pada siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar yanglebih baik daripada modelpembelajaran langsung. Selain itu, pada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan pembelajaran langsung memberikanprestasi belajar yang sama. Kata Kunci: Think Pair Share, Pembelajaran Langsung, Kemandirian Belajar
PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DAN REALISTIK TERHADAP PRESTASI DAN MINAT DITINJAU DARI KEMANDIRIAN Ayuningtyas, Annis Deshinta; Setiana, Dafid Slamet
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.383 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik, pembelajaran scientific approach, pendekatan realistik atau pembelajaran langsung. (2) Manakah yang mempunyai prestasi dan minat belajar lebih baik antara mahasiswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah. (3) Pada masing-masing tingkatan kemandirian belajar, manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik antara pembelajaran scientific approach atau pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial   3x3. Banyak sampel 119 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket kemandirian belajar dan tes prestasi belajar. Analisis tes prestasi menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran scientifik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (2) Pembelajaran dengan pendekatan realistik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (3) Kemandirian belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. Hal ini berarti bahwa mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, dan kemandirian belajar rendah memiliki prestasi belajar yang berbeda. (4) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar. (5) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar matematika terhadap minat belajar matematika.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Smartphone dengan Menerapkan Tri-N Pada Materi Aturan Sinus dan Cosinus Ardianti, Grandis Nur; Harini, Esti; Ayuningtyas, Annis Deshinta
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.766 KB) | DOI: 10.30738/union.v8i1.5217

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran berbasis smartphone dengan menerapkan Tri-N, (2) mengetahui kualitas media pembelajaran berbasis smartphone dengan menerapkan Tri-N ditinjau dari aspek validitas dan aspek kepraktisan, dan (3) mengetahui keefektifan media pembelajaran berbasis smartphone dengan menerapkan Tri-N. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model 4-D (Four D Models) yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi. Hasil akhir dalam penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis smartphone dengan menerapkan Tri-N dan dapat diunduh pada alamat link http://pwastore.com/w/media-pembelajaran-1fa13542b6c5. Media pembelajaran yang dibuat dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Media ini dikatakan valid terbukti dari hasil validasi materi, media, dan 3N berturut-turut diperoleh rata-rata skor  (Sangat Baik),  (Sangat Baik), dan  (Baik). Kepraktisan terbukti dari hasil angket respon siswa diperoleh rata-rata skor  (Baik). Keefektifan terbukti dari nilai  dan diperoleh persentase ketuntasan sebesar 78% (Baik).
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Problem Solving Pertiwi, Rose A. I.; Kusmanto, Benedictus; Ayuningtyas, Annis Deshinta
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.164 KB) | DOI: 10.30738/union.v8i2.7968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika. Indikator kemampuan pemecahan masalah meliputi memahami, merencanakan, melaksanakan dan melihat kembali.  Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan melalui dua siklus dan setiap siklus sebanyak 3 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Sewon. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan tes. Pada pra siklus rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika 47,93% meningkat pada siklus I menjadi sebesar 77,02% dan pada siklus II menjadi 82,98%. Metode problem solving  meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan pemberian soal pre-test kontekstual yang dikerjakan secara individu.Sedangkan untuk hasil belajar pada pra siklus rata-rata nilai siswa sebesar 48,38 menjadi 66,34 pada siklus I. Pada siklus II terjadi kenaikan nilai rata-rata siswa  menjadi 72,38. Metode problem solving meningkatkan hasil belajar siswa dengan pemberian LKS yang menarik sehingga siswa lebih aktif.
Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Matematika Siswa Kelas X IPA SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Yogyakarta Wae, Sebastianus; Arigiyati, Tri Astuti; Ayuningtyas, Annis Deshinta
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v8i3.8816

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesalahan konsep, persentase kesalahan prosedur, persentase kesalahan komputasi, dan jenis kesalahan mana yang paling banyak dilakukan siswa kelas X IPA SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen berupa 5 soal bentuk uraian. Dari 5 soal tersebut dinyatakan sangat valid dan sangat reliabel. Hai penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X IPA SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Yogyakarta melakukan kesalahan konsep sebesar 44,8% dengan kategori cukup, melakukan kesalahan prosedur sebesar 71,5% dengan kategori tinggi, melakukan kesalahan komputasi 48,1% dengan kategori cukup, dan kesalahan yang  paling banyak dilakukan adalah kesalahan prosedur sebesar 71,5% dengan kategori tinggi. Guru membiasakan siswa untuk menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya ketika menyelesaikan soal matematika. ABSTRACTThis study aims to determine the percentage of concept errors, procedural errors, computational errors, and to find out the most common mistakes made by students in solving math problems in class X IPA of Taman Madya High School Ibu Pawiyatan Yogyakarta Academic Year 2019/2020.The object of this research is the students' mistake in solving math problems. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques using the test interview techniques and techniques. Test instrument in the form of test description 5 question. Of the five questions stated valid and reliable. The results showed thatgrade X science students at Taman Madya High School Ibu Pawiyatan made a concept mistake on average by 44,8% with enough categories,the average procedural error was 71,5% with a high category, and the computational error rate was up to 48,1 ℅ with a sufficient category. The most common type of mistake students make in completing a math problem is a procedural error of 71.5 ℅. It is recommended to teachers to get their students used to writing the unknown and asked when solving math problems. Students must also be accustomed to solving problems in order to emerge creativity.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Media Sosial Instagram pada Pokok Bahasan Limit dan Kontinuitas Savina, Niyang Hendras; Arcana, I Nyoman; Ayuningtyas, Annis Deshinta
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v8i3.8835

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis media sosial Instagram yang dapat digunakan dalam pembelajaran pada materi Limit dan Kontinuitas, dan mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dibuat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang melalui 5 tahapan  yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngemplak dengan subjek siswa kelas XII MIPA 2 berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi, angket respon  peserta didik dan tes hasil belajar. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah produk video pembelajaran Kalkulus yang disajikan melalui Instagram dengan nama ‘Matematika.Asik’. Hasil kelayakan menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dibuat ini layak digunakan. Selain itu, diperoleh hasil korelasi yang positif dan signifikan antara skor angket uji coba dengan skor tes hasil belajar.  ABSTRACTThis study aims to develop Instagram social media-based learning media that can be used in learning on Limit and Continuity, and to determine the feasibility of the learning media created. This research is a development research using the ADDIE model through 5 stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research was conducted at SMA Negeri 1 Ngemplak with the subject of 31 students of class XII MIPA 2. Data collection techniques used validation questionnaires, student response questionnaires and learning outcomes tests. The data analysis technique is descriptive qualitative and quantitative. The result of this research is the product of the Calculus learning video that is presented on Instagram with the name 'Mathematics Asik'. The results of the feasibility show that the learning media made are suitable for use. In addition, the results obtained a positive and significant correlation between the test questionnaire scores and the learning outcome test scores.